
Beberapa hari kemudian ...
Seorang wanita berumur 35 tahun, terlihat turun dari mobil. Dia berjalan dengan langkah kaki cepat, masuk ke dalam gedung apartemen. Blazer putih di balut menutupi tangan mulusnya, tas dari merek terkenal ditenteng di tangan kiri.
Beberapa orang terlihat mengikuti langkah wanita itu dari belakang, lengkap dengan ponsel di tangan masing-masing. Mereka semua terlihat buru-buru, masuk ke dalam lift, dan menekan tombol sepuluh.
Setibanya di lantai 10, raut wajah wanita itu terlihat makin tak sabar. Buru-buru ia berjalan dengan punggung yang tegak, menuju salah satu ruangan yang ada di sana.
Satu pintu dia ketuk dengan intonasi yang cepat. Seakan memberitahu dirinya sedang tidak sabar. Hingga saat pintu itu di buka ....
"Pe'lacur! Murahan, Lo!" teriaknya kala melihat Nindira membuka pintu. Wanita yang kerap di sapa Yiyi, pun langsung menarik rambut panjang Nindira hingga ia merintih kesakitan.
"Kamu siapa sih? Gila ya!" Pekik Nindira berusaha melepaskan cengkraman tangan Yiyi.
"Siapa? Kamu bisa tidur sama Tyo, tapi ngak tahu siapa istrinya?" Amarah Yiyi semakin meluap saat menjelaskan siapa dirinya.
Nindira tak mampu berkata-kata lagi, dia hanya bisa merintih, berharap orang di sekitar membantunya. Namun kenyataannya, mereka hanya sibuk menonton sembari merekam kejadian yang menarik.
Yiyi pun seakan tidak perduli, wanita yang dia jambak itu sedang hamil delapan minggu. Hal yang ingin dia lakukan, hanya meluapkan semua amarah. Melampiaskan kekesalannya kepada seorang wanita yang sudah tidur dengan suaminya, bahkan hamil dari benih sang suami. Sampai tiba-tiba, Pras dan Ve datang memisahkan mereka.
__ADS_1
Pras yang melihat luka di wajah, juga di tangan Nindira, tiba-tiba mencuatkan amarahnya. Dia bahkan sempat melayangkan tangan, tapi di tepis begitu saja oleh Yiyi.
"Siapa kamu? Mau aku laporin ke polisi atas dasar pengeroyokan?" Ancam Pras dengan nada tinggi, berharap Yiyi takut dengan ancamannya.
Namun, Yiyi justru tertawa terbahak-bahak, seolah sedang meremehkan mereka semua. "Mau laporin? Hallo!" Ejeknya. "Yang seharusnya lapor itu gue. Lo jual ponakan sendiri ke lakik gue. Lo juga udah nipu gue!"
Netra Pras membulat penuh, antara takut, juga kaget. "Tunggu! Kamu siapa?" tanyanya penasaran.
"Kenapa malah tanya? Memangnya, kamu jual ponakanmu ke berapa pria?" Yiyi mendengus lalu membuang muka.
"Ngomong jangan asal, ya!" Bentak Ve, yang kesal mendengar ucapan Yiyi.
"Jangan pura-pura lupa. Aku punya banyak bukti disini, mau aku keluarkan?" Ancamnya. "Oh, aku lupa ngasih tau. Orang-orang yang berdiri disana, adalah wartawan!"
Degh
Nindira, Pras, juga Ve, langsung menatap tiga orang yang berdiri di ambang pintu, dengan ponsel yang masih di angkat tinggi-tinggi. Nindira pun langsung terkena serangan panik dan jatuh pingsan.
"Alah, pingsan segala! Kena terrmor ya?" Yiyi masih mengejek.
__ADS_1
"Gini deh, gue cuma mau bilang, Tyo gak bakal ngelindungi, Lo! Dia lebih memilih jabatannya dari pada wanita murahan. So, selamat mendekam, ya!"
Yiyi pun pergi begitu saja, seolah tidak perduli dengan kondisi Nindira yang pingsan. Dengan angkuh, ia berbalik, meninggalkan kamar apartemen yang menurutnya terlalu kecil. Ia bahkan tidak lupa tersenyum puas dengan sorot mata yang tajam.
Kembali ke tiga hari yang lalu. Dean secara pribadi menghubungi seorang wanita yang bernama lengkap, Yulianti. Seorang wanita kaya anak seorang Jendral, juga penggusaha ekspedisi terkenal di Indonesia.
Dean secara terbuka memberi kabar yang kurang mengenakkan, tentang suaminya Tyo. Seorang anggota dewan berkepala empat, yang juga suaminya Yiyi.
Yiyi pada awalnya tidak percaya, tetapi saat Dean mengirim bukti, Yiyi pun langsung membawa sang suami untuk tes DNA. Dimana pada saat itu, Nindira masih menjalani perawatan di rumah sakit.
"Berhenti membelanya, atau ... aku bisa melengserkanmu kembali! Kamu lupa, kursimu itu siapa yang kasih?"
Ancaman Yiyi membuat Tyo tak lagi bisa berkutik. Dia pun segera menurunkan perintahnya di kepolisan, atau secara gamblang, memutuskan untuk tidak lagi membantu Nindira.
Lanjut nanti lagi aahh ...
__ADS_1
Vote jangan lupa ♡♡♡