
...***Bertemu kembali***...
Seminggu kemudian. Rumah lama sudah berhasil terjual. Uang pun sudah masuk semua ke rekening Zahra. Barang-barang milik Abram yang tersisa, di bawa ke Bandung oleh sang ibu.
Setelah proses pencairan ‘cek’ dari keluarga Tio. Zahra mulai mengurus bisnisnya. Lantai bawah ruko, yang semula belum siap untuk kantor, hari ini akan resmi di buka.
Mulan terlihat turun dari mobil dengan dua anak dan suaminya. Tak lama kemudian, Intan dan Dania menyusul sembari menenteng box kue.
“Assalammualaikum, Tante gimana kabarnya?” Sapa Mulan melihat ibu Zahra berdiri di depan, mengawasi beberapa orang yang memasang pita.
“Eh, udah datang. Allhamdulillah baik. Yuk duduk dulu, sebentar lagi Zahra juga turun.”
Mulut Ibu Zahra belum tertutup, ketika Zahra berjalan keluar dan menyapa beberapa teman-teman yang datang lebih dulu.
“Udah jamnya, nih. Mana dia?” Bisik Dania di telinga Zahra.
“Dia bilang udah di jalan tadi.”
Zahra terlihat kerepotan, mengurus beberapa barang yang di perlukan untuk pembukaan kantor. Dania dan Mulan pun tak turut heboh. Menata beberapa hidangan pembuka untuk tamu yang sudah datang.
Saat mereka semua sibuk, seorang pria datang dengan dua wanita. Satu terlihat masih muda, dan sedang satu lagi paruh baya yang duduk di kursi roda. Mereka berjalan masuk dan menyapa Zahra dan orang tuanya.
Raut wajah Zahra terlihat terkejut, saat melihat sosok wanita yang ada di kursi roda. Dengan ramah ia membungkuk, mengambil tangan wanita itu dan menciumnya.
“Tante sehat-sehat ya.”
__ADS_1
Ucapan Zahra rupanya mampu membuat wanita itu tersenyum. Bahkan ia menepuk pelan ubun-ubun kepala Zahra. “Maaf ya. Maaf,” ucapnya dengan pelafalan tak jelas.
Zahra mengangguk, seakan mengerti perkataan wanita paruh baya yang duduk di kursi roda.
MC sudah berdiri di depan dengan mic di tangan. Waktu pembukaan pun di mulai dengan ucapan syukur dan doa.
...Allah selalu punya banyak cara. Ketika memberi hambanya sebuah ujian, juga memberi kelimpahan rezeki dalam bentuk apa pun....
...Di khianati suami sendiri, di tipu selama dua tahun lamanya. Memang membuat hatiku hancur dan rapuh untuk beberapa saat. Namun, dia menyadarkan aku ke poin yang terpenting....
...Duniaku tidak akan hancur hanya karena kehilangan satu orang. Karena aku, masih punya mereka....
Zahra memotong pita merah bersama-sama dengan ke dua orang tua yang berada di sisinya. Lalu, ia memandang sahabat juga teman-teman yang selama ini mendukung, dan membantunya. Terlalu haru dalam suasana, atau ia sedang bersyukur, hingga membuat mata indah itu berkaca-kaca.
Zahra berbalik dan buru-buru menyeka air matanya. Setelah air di pelupuk matanya bersih, ia kembali menghadap para tamu, dan menjamu mereka.
“Mbak Seva, sehat?” Tanyanya.
“Sehat, Allhamdulillah. Zahra makin cantik ya?” Dua sudut bibir itu terangkat. Seulas simpul senyum yang tulus, lepas begitu saja. Zahra pun di buat tersipu malu oleh godaan Seva.
“Ra, maafin mamah ya. Barang kali, mama pernah nyinggung kamu, nyakitin hatimu. Maaf kalau ada salah kata dan sikap.” Lanjut Seva.
“Mbak, Zahra udah lupa malah. Insya Allah, Zahra udah maafin Tante sejak lama.”
Zahra menatap mama Dean yang berkaca-kaca. Terharu, atau mungkin malu. Setelah perkataannya yang pernah menyakiti Zahra, hingga memaksanya mengakhiri mimpi indah yang bahkan belum sempat terwujud. Sekarang, dia justru di buat tak berdaya saat mendengar kata-kata Zahra.
__ADS_1
“Maafin Zahra juga ya, Te. Maaf sudah pernah nyakitin hati Tante.”
Wanita yang di panggil Eli, pun langsung menggeleng kepalanya sembari menitihkan air mata. Dia mengelak semua perkataan Zahra.
“Bukan, tante yang salah. Zahra anak baik.” Ucapnya dengan bahasa yang kurang jelas.
Tiba-tiba, dari arah pintu, terdengar suara berat khas seorang lelaki, yang tiba-tiba ikut menyahut. “Sudah-sudah, kok malah jadi rebutan minta maaf. Mama tadi janji apa sama Dean?”
Sudut bibir yang tak simetris itu pun terangkat sebelah. Ia ingin tertawa, namun air matanya masih menetes. Dean yang tanggap, langsung mengambil tisu dan menghapus air mata mamanya.
“Udah ya, Ma. Zahra udah maafin. Sekarang, kita bisa mulai lembaran baru. Ya, Ma?”
Tante Eli mengangguk dengan satu sudut bibir yang masih terangkat. Nampaknya, ia tak lagi mempermasalahkan hubungan yang terjadi antara anak lelakinya dan Zahra.
Zahra dapet lampu ijo nih dari mamanya Dean.
Tinggal beli janur buat nikahan.
Kuy, kasih kembang sama kopi.
Othor butuh modal buat nikahin mereka 🤣🤣
Jangan lupa, Vote juga!!
__ADS_1
Sarange ♡♡♡♡♡♡