Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 62


__ADS_3

...***Sampai Jakarta***...


Zahra akhirnya bisa bernapas lega. Live streaming yang dilakukan Dania rupanya cukup membantu dia membersihkan nama baiknya. Selain itu, Dania juga kecipratan imbas. Sampai malam hari, followersnya naik setidaknya seratus ribu.


Sedangkan disisi lain, Abram terlihat makin stres. Sejak sampai di rumah Tante Ve, ia hanya bisa marah-marah. Bahkan, melampiaskan segala masalahnya ke Tante Ve dan Om Pras.


“Ini semua juga gara-gara Tante!” teriak Abram.


“Kok kamu jadi nyalahin tante? Kamu sendiri yang bilang mau cerai sama Nindira sebelum nikah sama Zahra. Kamu yang plin plan, Bram!”


Pyar!


Abram menapik vas bunga yang ada di atas meja, hingga vas putih itu jatuh berserakan di lantai.


“Awalnya dari mana? Dari Om Pras! Dia yang suruh aku dateng ke rumah sakit bersama Nindira. Dia yang menempatkan aku di posisi itu!” Abram menggebu-gebu. Merasakan gejolak amarah yang ada di jantungnya.


“Dan, Tante juga! Siapa yang bisikib aku buat setuju! Katanya mau mikirin cara, yang penting nikah dulu, menghargai orang tua. Sekarang, apa yang terjadi? Aku di usir sama papa!” Lanjutnya masih meluapkan segala kekesalannya.


Merasa tak terima, Tante Ve berkacak pinggang. Mencoba membalik keadaan dengan menyalahkan Abram.


“Burung kamu aja yang serakah, bersarang di sana, bersarang disini. Coba kamu gak hamilin dia, kamu udah bisa cerai kan!”


Perkataan Tante Ve membuat Abram meradang. Ia bahkan tak segan-segan melayangkan tangannya. Namun, sebelum tangan itu jatuh di pipi Tante Ve, Om Pras segera menapiknya. Bahkan mendorong tubuh Abram hingga membentur tembok.

__ADS_1


“Pergi! Pergi dari rumah ini!” Teriak Om Pras yang kesabarannya sudah hilang. “Pergi!”


Karena rutinitas Abram yang sering keluar kota, juga sifatnya yang termasuk pelit. Membuat Abram merasakan imbas dari semua perbuatannya. Jika dulu, ia bisa tinggal di rumah atau di tempat Tante Ve saat menerima tugas di Jakarta. Namun sekarang, ia hanya bisa mencari sepetak kontrakan untuk tempat tinggal sementara. Dia juga tidak bisa kembali ke Malang, lantaran ultimatum dari mamanya yang akan memberikan rumah itu pada Zahra.


Lalu, dimana Nindira?


Setelah keluar dari rumah sakit pagi tadi. Ia diantar pulang ke rumah orang tuanya. Mengingat, kondisi kehamilannya yang membutuhkan pengawasan extra.



Sesampainya keluarga Ahmed di Jakarta


Dania, Zahra dan Ibunya, turun lebih dulu di depan lobi. Sedangkan Pak Ahmed, masih di dalam mobil dan ikut Dean parkir di basement.


“Kamu, suka sama anak saya?” Tanya Pak Ahmed secara tiba-tiba. Membuat Dean sontak menoleh dan hilang fokus sesaat.


“Om ingat, dulu kalian pernah pacaran kan?”


Kali ini, Dean menoleh dan memandang wajah Pak Ahmed dengan serius. Lalu, tiba-tiba dia tersenyum dan menjelaskan perasaannya.


“Maaf Om. Aku gak bisa mengontrol perasaanku dengan baik. Dean tahu, dia istri orang. Jadi, sebisa mungkin Dean akan berusaha menjaga tanpa mencoreng nama baiknya.”


Pak Ahmed diam tanpa ekspresi. Ia kemudian meninggalkan Dean yang baru saja selesai parkir.

__ADS_1


Dia hanya bisa menunduk mendapatkan perlakuan seperti itu dari ayah Zahra. Alih-alih kecewa, dia justru mengerti. Tidak mudah menjadi seorang ayah, yang pernah melihat hati putrinya di patahkan laki-laki.


“Kamu udah dapet tiket, Ra?” Tanya Dania saat masuk ke dalam apartemen.


“Besok sore. Gimana, kamu keberatan?”


“Ngak masalah sih. Lagian, selasa aku masuk sore kok.”


Baru sebentar berbincang-bincang, Pak Ahmed datang membuka pintu yang tak di kunci. Zahra dan Ibunya sontak menengok bersamaan.


“Mana Dean?” Tanya Bu Ahmed dengan sorot mata fokus menatap ke arah pintu yang terbuka. Sampai, sayup-sayup terdengar suara lelaki.


“Disini, Tante.”


Zahra sudah berpikir banyak hal saat mendengar sang ayah ingin ikut ke basement. Takut, jika mungkin sang ayah akan berkata kasar, dan membuat pria itu lari tunggang langgang.


Melihat wajah putrinya yang berubah, Pak Ahmed pun gemas. Ia bahkan dengan sengaja menutupi pandangan sang putri yang terus terfokus pada Dean.


“Ayah, Zahra mau nonton TV!” Elaknya mencoba mencari alasan.


...☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆...


Zahra ngeles mulu ah 😅

__ADS_1


Bagian Dean harap bersabar yaa.


Biar Zahra resmi cerai dulu 😎


__ADS_2