
...****Persengkongkolan yang sempurna*****...
“Aku mau ke rumah Tante Ve.”
Degh.
Dua orang itu langsung menghentikan aktifitasnya. Dean menaruh sendoknya, sedangkan Dania menatap serius melihat Zahra sambil terus mengunyah.
“Ma-mau ngapain ke sana, Ra?”
“Dia bilang, Rolan jatuh dari tangga waktu main di rumah Tante Ve. Aku ke sana untuk memastikan.”
Dania menoleh ke arah Dean. Melihat lelaki itu tak merespon, ia mencoba bertanya tentang Abram. Mungkin, Tante Ve hanya sebuah alibi dari Abram agar Zahra tak curiga.
“Kamu ngak pengen telfon Abram dulu, Ra?”
“Ngak perlu. Kita langsung ke sana aja. Lagi pula, aku sudah matiin Hpku dari kemarin!”
Tidak ada alasan bagi mereka untuk menolak atau mencegah. Mereka sama-sama tahu, Zahra bukan orang yang gampang menurut. Semakin dilarang, semakin dia bertindak berani. Lebih baij, mengantisipasi banyak kemungkinan yang akan terjadi saat Zahra kehilangan kendali.
Mereka berangkat setelah sarapan. Iya, hanya mereka berdua. Zahra sama sekali tidak menyentuh makanannya, bahkan mengintip isinya pun, tidak.
Mobil sedan melaju pelan di jalanan ibu kota yang super macet. Mencoba mendahului beberapa kali, agar jarak waktu tempuh mereka terhemat.
Zahra duduk di kursi belakang, bersandar tangan, menenpelkan keningnya ke jendela. Seolah memperhatikan jalan yang padat, tapi sebenarnya, dia sedang melamun. Memikirkan responnya nanti saat bertemu dengan Tante Ve atau bahkan Abram dan istri pertamanya.
Empat puluh menit perjalanan. Mereka pun sampai ke rumah yang di tunjukkan Zahra. Setelah lama mengecek di depan gerbang, ia bisa memastikan kalau rumah itu benar milik Tante Ve. Mengingat, Tante Ve sering memposting atau membuat insta story di taman depan rumah.
Untuk memastikan benar atau tidaknya. Dean sengaja turun dan bertanya kepada para tetangga.
__ADS_1
“Gimana?” tanya Dania yang terlihat tidak sabar.
“Iya, bener.”
Hela napas Zahra terdengar berat kala membuka pintu mobil. Seluruh tubuhnya gemetar dan lemas. Tangan serta kakinya pun, basah dan dingin. Ia membuka gerbang kecil yang memang tidak di kunci. Lalu masuk ke dalam di ikuti Dania.
Tok Tok
“Iya, Sebentar.”
Suara nyaring nan merdu, terdengar dari dalam. Tak beberapa lama, dua daun pintu besar dan tinggi itu terbuka bersamaan. Seorang wanita cantik, tinggi, dan modis, keluar dan menyapa mereka dengan ramah.
“Cari siapa, Mbak?”
Jantung Zahra berdegup sedikit cepat. Bibirnya bergetar, serasa ingin berbicara, namun tak sanggup. Melihat tangan Zahra gemetar, Dania buru-buru menjawab pertanyaan wanita itu.
“Emm ... Tante Ve ada?”
Dania kebingungan saat ingin menjawab. Mencari alasan yang pas agar wanita itu bisa membiarkannya masuk untuk menunggu Tante Ve. Tahu jika Dania kebingungan, Zahra pun mengambil alih bagiannya.
“Menagih hutang!”
Respon cepat Zahra membuat Dania menoleh dengan cepat. Ia melihat Zahra melepas kaca matanya, dan tersenyum ramah.
“Apa boleh menunggunya? Kita ngak keberatan duduk di luar kok.”
Wanita itu terlihat engan. Zahra kemudian teringat hal yang penting. Ini adalah Jakarta, ibu kota yang terkenal kejam. Sehingga, semua orang harus berhati-hati dengan orang yang tidak di kenal.
“Emm gimana ya. Aku merasa ngak enak.”
__ADS_1
Melihat respon wanita itu, Zahra pun merogoh tas, menyalakan ponselnya, lalu menghubungi Tante Ve. Dengan sengaja menyalakan loundspeker agar dia bisa mendengar.
“Hallo tante.”
“Iya Za.”
“Tan, bunga-bunga di taman depanmu itu bagus. Aku boleh minta satu ngak?”
“Boleh dong. Kamu mau yang mana?”
“Mawar putih itu bagus, tapi durinya banyak. Tante lagi di luar ya?”
“Iya, nih. Mau beli makan sama beli obat.”
“Ya udah deh, Zahra tunggu di rumah ya.”
“Iya-iya”
Percakapan itu di dengar baik oleh wanita itu. Sehingga, dia tidak punya alasan untuk menolaknya. Zahra tersenyum licik sambil melirik Dania. Rencana mereka untuk masuk ke dalam, sudah berhasil.
Baru berjalan beberapa langkah. Sayup-sayup mereka mendengar wanita itu sedang berbicara dengan seseorang. Menyuruh untuk cepat pulang ke rumah.
“Mas, ada tamu cewek-cewek nyariin Tante Ve. Kamu cepetan balik ya. Aku takut. Mereka kelihatan nyeremin gitu.”
Lanjut ngak? Lanjut ngak?
Vote dulu donggggg
__ADS_1
Biat othor semangat nyari sajen.