Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 86


__ADS_3

...****Bertemu Mas Penyidik****...


Sudah dua bulan berlalu sejak sidang. Hari-hari pun berjalan seperti biasa. Rutinitas Zahra kembali normal. Setiap paginya, menerima klien dan malamnya bekerja lembur. Dean kembali dua hari setelah sidang putusan, karena ada klien besar yang sedang menunggunya. Namun, sebelum ia kembali ke Jakarta, Dean sempat menyampaikan beberapa kata, yang mampu membuat pikiran Zahra gusar.


“Gimana dong?” Tanya Zahra ketika sahabat baiknya, Dania, datang berkunjung saat jam istirahat.


“Kamu sendiri gimana? Kok tanya aku?” Dania acuh tak acuh menanggapi ke-galau’an sahabatnya.


“Aku udah ulur waktunya loh, dia bilang besok mau dateng!” Zahra menggoyang tangan Dania.


“Dania, aku harus gimana?”


Dania yang jengkel, langsung menepis tangan Zahra begitu saja. Ia mengambil napas dalam-dalam, kemudian, memegang pundak Zahra dan menatap matanya.


“Oke, sekarang aku tanya, perasaanmu sendiri gimana?”


Mata Zahra membulat penuh. Sembari menelan saliva, ia mengacak-acak pikirannya. Zahra sendiri terlihat tidak yakin tentang perasaan di dalam hatinya. Entah itu cinta yang baru, atau kisah lama yang belum ia selesaikan dengan baik.


“Nia, kisah ku yang lama baru usai. Aku ingin istirahat beberapa saat sebelum memulai kisah yang baru. Masih ada hati yang belum ku sembuhkan dengan baik. Aku gak mau kehadirannya seakan jadi pelampiasan.”


Dania mendengarkan dengan baik alibi Zahra. Dirinya sendiri tak mau memaksa sahabatnya membuka hati terlalu cepat. Mengingat masa lalu dengan Abram baru saja di selesaikan.


Jangan sampai menjanda dua kali, mungkin seperti itu yang Dania pikirkan.


“Kalau gitu kamu ngobrol sama dia. Aku liat kamu juga masih ada rasa, hanya belum siap, begitu kan?”

__ADS_1


Zahra mengangguk dengan cepat. “Great! Kamu ngerti banget sih, Nia!”


Pada waktu yang sama saat Zahra menjawab, ponsel yang berada di atas meja berdering. Terlihat di layar ponsel yang sedang menyala, sebuah nama yang tak asing. Zahra cepat-cepat menjawab panggilan itu.


“Waalaikum’mussalam, iya, Mas.” Jawabnya.


“Emm, lagi istirahat sih, jam dua baru buka.” Lanjutnya terdengar serius.


Sebentar ia berbicara, Zahra melirik Dania sambil memberi isyarat mata. “Aku lagi sama temenku, gimana dong?” Lanjutnya masih bicara dengan serius.


Sepersekian detik kemudian, Zahra berbisik di telinga Dania. Rupanya, itu adalah panggilan dari Johan alias Jordhan. Seorang penyidik yang beberapa hari lalu membantu Zahra saat berada di Jakarta. Lelaki itu sedang mencari konsultan desain untuk merancang sebuah rumah. Alih-alih menunggu kantor Zahra buka, ia memilih untuk mengajaknya mengobrol sambil makan siang.


“Boleh tuh, kebetulan aku laper!” Jawab Dania usai Zahra berbisik.


“Oke, Deh. Kita ketemu di kafe Bulan ya.”


“Sory, jaraknya agak jauh dari rumah.” Jordhan menyapa dengan tenang.


“Gak masalah.”


Setelah menikmati makan siang, Jordhan mengeluarkan tablet miliknya. Ia memberi tahu luas tanah dan denah. Zahra terlihat memperhatikan dengan seksama.


“Kamu mau gaya seperti apa?”


“American - Clasic.”

__ADS_1


“Dominasi putih ya?” Zahra terlihat berpikir sejenak. “Kasih satu minggu deh, setelah itu aku kirim via email. Gimana?”


“Ngak masalah.” Jordhan mengangguk pelan. “Semua plus perabotan ya, aku kurang tau daerah sini. Terima beres lah pokoknya.” Lanjutnya.


“Kamu mau pindah ke sini, Mas?” Tanya Dania yang rupanya juga penasaran.


“Pengennya begitu. Lihat nanti juga, takutnya surat mutasi juga ngak mudah didapet.”


Mereka melanjutkan mengobrol sedikit lebih lama. Namun, karena Dania sudah harus kembali bekerja, ia pamit lebih dulu. Meninggalkn Zahra begitu saja di sana.


“Mau aku anter aja?” Jordhan menawarkan bantuan.


“Ngak perlu, aku masih harus kirim desain ke klien. Kebetulan rumahnya dekat sini.”


Zagra baru saja selesai berbicara, ketika seseorang tiba-tiba datang menghampiri mereka dan menyapa Zahra.


“Zahra ....”



Yang nungguin nikah, harap bersabar.


Masa iya abis janda langsung nikah 🤣


Nanti apa kata orang 🤭🤭

__ADS_1


Kopi sama kembang jangan sampe lupa.


Othor lanjut semedi dulu 😎


__ADS_2