
...****Dia lagi****...
Seorang wanita, dengan dress sebetis, berdiri membelakangi pintu. Saat pintu dari kayu dan setengah kaca itu terbuka, dia langsung berbalik arah. Melepas kaca matanya dan tersenyum menyapa Zahra.
“Zahra ....” Panggilnya terdengar ramah.
Zahra terdiam beberapa saat. Otaknya yang sedang lelah, seakan di paksa memikirkan banyak hal. Mulai dari alasan kedatangannya, hingga, dari mana wanita itu mendapatkan alamatnya.
“Ada perlu apa?” Zahra terlihat ketus dan engan menatap wanita yang menjadi Istri Pertama mantan suaminya.
“Boleh masuk dulu?” Nindira masih terlihat sopan.
“Maaf, aku sibuk.” Zahra terlihat cetus.
Nindira terlihat mengusap perutnya beberapa kali sembari menghela napas panjang. “Mbak, setidaknya izinkan aku duduk sebentar, please!” Raut wajah wanita itu sedikit pucat.
Zahra tertunduk sesaat. Kembali memikirkan banyak hal. Memang, tidak alasan yang tepat baginya untuk menolak tamu. Selain itu, dia sedang ada di rumah sendiri, Nindira juga tak mungkin berbuat macam-macam.
Pada akhirnya, Zahra mempersilakan Nindira duduk di kursi yang ada di teras ruko. Lalu, masuk ke dalam sebentar dan mengambil sebotol air mineral.
“Sory, cuma ada ini!” Zahra meletakkan botol di atas meja, kemudian duduk, karena kakinya terlalu lemas.
“Iya, Mbak. Ngak papa kok.”
“Ada urusan apa, jauh-jauh ke sini?”
Nindira tertunduk, dengan suara lirik, dan sedikit serak, ia berkata “Aku mau minta maaf.” Beberapa kata yang keluar dari mulut Nindira membuat manik mata Zahra membulat.
“Maaf.” Ucap Nindira sedikit tegas. “Aku pernah menempatkanmu di posisi yang ngak menguntungkan. Mengatakan hal ambigu hingga kamu tersudutkan.” Lanjutnya tertunduk, seakan takut memandang wajah Zahra.
__ADS_1
Zahra seakan tak mau ambil pusing. Alih-alih marah dan menguras seluruh tenaganya, ia lebih memilih untuk tak diam.
“Abram menalak aku sebulan lalu!”
Mendengar ucapan seperti itu, Zahra langsung menoleh. Memandang wanita hamil yang duduk di sampingnya, dan hanya terpisah dengan meja di tengah-tengah. Nindira masih tertunduk, menatap botol air mineral yang di sodorkan Zahra tadi.
Kenapa? Kenapa di talak?
Bukannya kemarin dia memilih Nindira dibandingkan aku?
Kenapa setelah cerai, dia menalak Nindira?
“Dia bilang, alasannya bertahan sudah pergi. Jadi, dia gak ada alasan buat bertahan sama aku.” Nindira memandang ke depan, menatap deretan gerbang yang terbuka.
“Orang yang memaksanya menikah denganku sudah pergi dua bulan lalu. Sepertinya, itu saat sidang putusan kalian berlangsung.” Mata Nindira mulai basah. Perlahan, bulir air mengalir dari sudut mata, jatuh begitu saja tanpa permisi.
Zahra yang melihat Nindira menangis, buru-buru masuk ke dalam untuk mengambil kotak tisu.
“Boleh ku minum?” Nindira menatap Zahra, dengan tangan yang memegang botol.
“Ohh silakan!”
Nindira membuka tutup dan meneguk air di dalam botol hingga tersisa hampir setengahnya. Zahra pikir, mungkin wanita itu sedang haus. Hingga sanggup meneguk hampir setengah botol air.
“Tujuanmu ke sini hanya untuk minta maaf?” Tanya Zahra saat Nindira selesai minum.
“Ngak, aku mau cari Abram. Sebulan ini dia gak bisa di hubungi. Aku mau minta uang untuk persalinan. Gimana pun, ini adalah anaknya.”
Zahra mengangguk, namun menurunkan sedikit sudut bibirnya ke bawah. Seperti sedang mengejek.
__ADS_1
“Dari mana kamu tahu dia di Malang?” Zahra mencoba bertanya lagi.
“Aku tanya salah satu rekan kerjanya. Dia bilang kalau Abram ngontrak di Malang.” Nindira memandangi perut buncitnya dan mengelusnya perlahan.
Sebuah motor matic terlihat memasuki area ruko. Postur tubuh si pengendara pun, nampak tak asing di mata Zahra. Tak beberapa lama setelah wanita yang di sapa Intan, berhenti di depan Zahra. Sedan hitam milik Dean pun masuk dengan kecepatan sedikit tinggi.
Pandangan dan telinga Zahra langsung berpindah fokus, saat pendengarannya pertama kali mendengar rintihan seseorang. Dia langsunh menoleh, menatao Nindira yang berdiri sambil membungkuk memegangi perutnya.
"Ya Allah, da-darah!" Pekik Intan yang berjalan mendekat sambil melepas helm.
Teriakan Nindira begitu melengking, membuat beberapa orang datang berkerumun. Beruntung, saat itu ada Dean yang di bantu beberapa orang, membawanya ke rumah sakit terdekat.
...🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼...
hayoo tebakan siapa yang benar?? 🤭
Buat emak-emak, kira-kira bisa nebak ngak, alasan Nindira terus pendarahan?
Preeklamsia?
Polihidramnion?
Previa?
Ada kejutan di balik kehamilan Nindira yang bakal Othor ulas beberapa bab ke depan.
Jadi, Vote dan Hadiah jangan sampe lupa.
Sebenernya Othor agak kecewa sama ... tapi tetep berusaha UP demi kalian 😔
__ADS_1
Aahhh .... jadi curhat 🤣