Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 42


__ADS_3

...***Kesalahan terbesar, dulu***...


Kesalahan terbesar ku dulu, adalah meninggalkanmu. Hanya demi ambisi untuk segera berkeluarga, aku memilih lari darimu. Gak ada kata ‘seandainya’ karena sesal pun tak dapat mengulang waktu.


Aku juga gak mau berandai terlalu jauh. Takut, kalau sayapku akan patah lagi.


Aku tahu arah pembicaraan yang kau tuju kali ini. Membawaku kemari ... kamu sengaja menunjukkan impian yang pernah kita punya!


“Aku gak mau tinggal di sini!” Zahra beranjak pergi. Namun tangan Dean buru-buru mencekalnya.


“Kenapa?” Dua pasang mata saling beradu pandang. Menatap membawa pesan juga rahasia.


“Karena rumah ini kamu beli untuk kekasihmu. Mana mungkin aku tinggal di sini?”


“Mee, come on! Kamu tau siapa yang aku maksud!”


Dean menarik tangan Zahra, hingga tubuh wanita itu jatuh di pelukannya. Lagi-lagi perlakuan Dean membuat keping kenangan Zahra menyatu. Memberi perasaan akrab dan kerinduan.


Aku bisa merasakan wanggi parfum ini. Ini parfum yang aku suka saat mencium wanggi di tubuhnya. Tapi yang aku tahu, dia gak suka aroma ini


“Mee, balik sama aku, oke!”


Kalimatnya terdengar lembut. Tapi, seperti perintah yang tidak bisa di tolak. Berada di pelukannya, entah kenapa aku jadi ... nyaman.

__ADS_1


Zahra buru-buru mendorong tubuh Dean. Mengingat akan status yang dia miliki, membuatnya tak bisa bergerak bebas.


“Jangan gila! Aku masih istri orang!” Zahra berseru cukup keras, hingga membuat ruang di sekitarnya menggema.


“Aku bisa menunggumu!”


Amarah Zahra terlihat cukup jelas di wajahnya. Sedangkan Dean, justru terlihat santai. Tentu saja, di balik wajah itu ada perasaan terjujurnya. Keinginan untuk mencintai dan menunggu selama lebih dari empat tahun.


“Dean ... please!” Zahra memijat keningnya. Merasakan kepalanya yang berdenyut cukup menyiksa. “Aku pusing, jangan kasih aku beban lagi,” lanjutnya.


Dean buru-buru memegangi Zahra. Berjanji untuk tidak membahas apa pun tentang keinginannya. Ia membantu Zahra duduk, lalu mengambil botol air mineral dan membuka tutupnya.


“Minum dulu!” Dean berjongkok di hadapan Zahra, menyodorkan botol air yang tutupnya sudah di buka.


“Kasih aku waktu. Hatiku masih terlalu sakit.”


“Oke.”


Dia tetap pada keinginannya, tidak mau tinggal di sana dan lebih memilih mencari apartemen lain. Namun, dua hari perjuangannya, dia tidak bisa mendapatkan apartemen yang cocok.


“Jangan keras kepala deh. Gak ada salahnya kalau kamu stay di sana, Ra!” Ucap Dania saat Zahra menghubunginya untuk meminta solusi.


“Tapi Dan ... teman itu dia beli untuk kekasihnya.”

__ADS_1


“Kamu mau pura-pura bodoh sampai kapan sih? Kamu gak tau kekasih yang dia maksud itu siapa? Mulan udah cerita semuanya sama aku. Sejak putus, dia gak pernah pacaran kok, deket cewek aja engak!”


Hati Zahra makin tak karuan mendengar ucapan Dania. Bagaimana bisa pria mapan, ganteng, dan sukses seperti Dean, justru menutup diri?


“Aku tau. Tapi kan ....”


“Udah, gak usah gengsi. Dari pada kamu disitu. Gimana kalau malam-malam Abram dateng, atau Nindira?”


Rasa takut bertemu suami dan madunya, rupanya mampu menekan gengsi Zahra. Hingga, dia menerima tawaran Dean untuk tinggal sementara di sana. Alih-alih gratis, dia justru membayar harga sewa pada Dean. Meski Dean awalnya menolak, pada akhirnya dia menerimanya.


...Saat itu aku terlalu sibuk mengejar gelar. Hingga melepaskanmu pada orang yang salah....


...Sekarang, kamu ada di depan mataku. ...


...Dan aku gak akan buat kamu lepas dari pandanganku....



Udah senin aja nihh


Waktunya Votee


Vote Vote!!

__ADS_1


Jangan sampai lupa!


__ADS_2