Ternyata, Istri Muda

Ternyata, Istri Muda
Bab 23


__ADS_3

...******Gila, Zahra sudah gila!*******...


Ketika mengetahui dunia mu mungkin akan hancur besok, apakah kamu bisa tidur dengan nyenyak malam ini?


Meski mulut berkata ‘ingin beristirahat’ atau mata yang terlihat menutup untuk waktu yang lama sesekali. Pada kenyataannya, itu cuma tipuan kecil untuk menipu orang di sekitar. Zahra pun begitu, ingin menipu Dania yang tertidur di sebelahnya.


Membayangkan banyak sekali kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi besok, membuat hatinya sedikit perih. Begitu perih, hingga mata yang sudah menutup, mengalirkan bulir air bening di kedua sudutnya.


Dia mungkin merasa tipuannya berhasil dengan menangis diam-diam tanpa suara. Namun hidungnya yang basah tidak bisa menutupi pendengaran Dania.


“Nangis aja, Ra. Gak usah ditahan-tahan.”


Perkataan Dania membuat mata Zahra terbuka lebar. Ia menoleh, membalik tubuhnya dan melihat Dania. Kedua mata Dania memang tertutup, tapi rupanya, dia bisa mendengar dengan baik.


“Nangis yang kenceng, tapi jangan teriak-teriak. Puasin hatimu, besok aku udah gak mau liat kamu nangis.”


Perkataan Dania membuat Zahra tersenyum tipis, lalu tertawa dengan air mata yang menetes lebih deras dari sebelumnya. Merasakan sakit hati saat ia mengingat kembali perkataan Dania. Ternyata selama dua tahun ini, dia hanyalah istri muda Abram.


Bagaimana bisa?


Seorang lelaki yang sudah bersamanya selama dua tahun, bisa menyembunyikan semua kenyataan dengan baik.


Bagaimana mungkin?

__ADS_1


Bahkan bangkai saja mampu tercium meski di sembunyikam dengan baik.


Kenapa baru sekarang?


Zahra bangkit berdiri dari tempat tidur, lalu berjalan ke kamar mandi. Menyalakan kran shower dan menutup mata.


Hal pertama yang tiba-tiba terlintas di pikirannya, adalah moment dimana mereka menikah. Saat cinta pertamanya duduk dengan Abram, mengucap ijab dalam sakralnya pernikahan. Momen-momen manis membuatnya makin mengigil.


Bagian dari ritual patah hati, sebenarnya bukan saat dia mengingat cara Abram menghianatinya. Namun, masa-masa indah yang tak bisa terlupakan.


Air shower terasa lebih dingin. Menyentuh ubun-ubun, dan tubuhnya yang masih terlilit baju.


Katanya, orang patah hati boleh melakukan hal gila asal tidak menyakiti diri sendiri dan orang lain.


Katanya ... katanya ...


Apa yang bisa di percaya hanya dengan kalimat ‘katanya’?


Perasaannya semakin medongkol, ada rasa sesaak yang begitu menyiksa. Mencekat kerongkongan, membuat oksigen susah untuk masuk dan keluar.


Zahra berteriak, namun menekan suaranya ke dalam. Mengeluarkan segala perasaan sesak yang membuatnya tertekan.


Seulas senyum dari sang suami tiba-tiba muncul dalam ingatannya. Seolah menambah garam dan air cuka pada luka yang baru mengangga. Ia mengangkat tangan, menampar pipinya beberapa kali. Meluapkan segala amarah dan rasa sakit yang berkecamuk.

__ADS_1


Gila, Zahra sudah gila!


Benar ... dia sudah gila.


Gila karena tahu suaminya sudah punya istri sebelum menikah dengannya.


Istri mana yang tidak marah saat dia tahu, jika selama ini dialah istri ke dua?


Untuk membuat Dania tidak khawatir. Zahra melepas pakaiannya saat merasa cukup puas. Lalu menganti dengan baju yang baru dan mencoba untuk tidur. Matanya sudah cukup lelah dan mengantuk. Namun sekeras apa pun dia berusaha terlelap, tetap tak bisa.


Lama dia mencoba, rasa kantuknya justru hadir saat dia selesai menunaikan solat subuh.



Sudah Like belum?


Sudah di jadikan Favorit belum?


Sudah Vote belum?


Buruan!!!!


Semuanya GRATIS tanpa dipunggut biaya!

__ADS_1


Bilang sama admin kalau di punggut biaya!!


__ADS_2