
...Dean Pov...
Seleranya masih sama, hobinya masih sama, kelakuan juga masih sama. Dari sekian banyak kesamaan dari dia, hanya hatinya yang berbeda. Beberapa sifatnya, ada yang tidak bisa di tebak.
Seperti, saat dia merayu petugas di kantor Pengadilan Agama. Atau tindakan frontalnya saat tahu istri pertama Abram.
Entah, berapa banyak debur ombak yang menghantam dirinya. Mungkin bukan hanya deburan saja, tsunami atau air bah, juga pasti pernah menerjangnya. Seberapa hebat dia dipaksa oleh keadaan untuk menyiapkan mental dan merubah cara berpikir?
Namun, wajah itu tetap sama. Saat dia makan mie ayam di tempat favoritnya pun, masih sama. Berapa sendok sambal yang dia tuang, berapa banyak kecap, dan saos, pun masih sama.
“Kenapa liatin aku kek begitu?” Zahra menaruh sendoknya, saat semua yang ada di dalam mangkuk habis tak tersisa, iya termasuk kuahnya.
Rakusnya masih sama seperti dulu.
“Siapa yang liatin kamu? PD banget!”
Dia pun melirik tajam, dengan bibir yang manyun, entah maju berapa centi. Lalu, ia mengangkat tangannya sambil menoleh.
“Pak, bungkus tiga ya, yang dua ngak pakai bawang goreng. Sambalnya kasih lima.”
Eh ... dia tambah? Langsung tiga lagi!
Bangkrut nih, Bandar.
“Kita masih mau lihat ruko loh, Mee.”
“Emang aku bilang mau langsung di makan?” Dia mengambil beberapa lembar tisu.
“Ya mana enak kalau di makan nanti, Mee. Mie nya ngembang.”
__ADS_1
Dia tak menjawab, hanya mengangkat kepalanya dan memincingkan mata. Dahinya pun sedikit mengkerut. Hanya kata jengkel, yang bisa menggambarkan ekspresinya.
“Tugas aku makan, tugas kamu bayarin. Dah gih, sana!” Serunya sembari mengambil ponsel dari tas.
Hanya bisa menghela napas, lalu pergi membayar tagihan. Sesekali meliriknya, melihat wajah yang asik berselancar di sosial media.
“Berapa, Pak?”
“Sembilan puluh dua, Mas,” ucapnya menyodorkan kantong plastik bening. Dari luar bisa terlihat dengan jelas, tiga bungkus mie dengan kuah yang di bungkus dalam tempat yang terpisah.
Mirip seperti hubungan kita, yang terpisah dulu sebelum akhirnya di pertemukan kembali dalam mangkuk, eh salah.
“Nih! Tiga bungkus mie.”
Dia buru-buru mengambil kantong bening dan memotretnya. Tak lupa, senyum menawan bak model pasta gigi.
Ah sudahlah, suka-suka dia. Yang penting dia senang!
Di tempat pertama, langsung gagal, padahal belum masuk dan lihat ke dalam.
Di tempat kedua, sedikit aja kemajuan. Dia mau turun dan melihat lebih dekat. Namun, belum sempat masuk, dia memilih mundur lebih dulu.
Pada akhirnya, sampailah di tempat ke tiga. Sikapnya masih sama saat melihat sekilas. Bisa di tebak secara kasar, dia mungkin menolak untuk masuk.
Namun siapa yang bisa menebak sikapnya?
Dia justru masuk, bahkan kami butuh waktu sekitar satu jam untuk mengobrol soal harga dan melihat kondisi di dalam.
“Baik, Bu. Nanti kami kabarin kalau misal jadi, ya,” ucapnya santai dan mengakhiri negosiasi.
__ADS_1
Kami lanjut ke tempat keempat. Kali ini dia lebih excited saat melihat bagian luar. Bahkan, semangatnya makin bertambah saat naik ke lantai dua. Ia bahkan membuka jendela dan menikmati udara segar.
“Empat puluh pertahun, Mbak. Kalau langsung ambil tiga tahun, saya kasih seratus deh.”
Dia tertunduk sesaat, matanya fokus memandang ujung sepatu yang di hentak hentakkan perlahan ke lantai. Mungkin, tawaran dari pemilik cukup menggiurkan baginya, tapi kendalanya ... apa uang?
“Pak, kita save dulu nomernya ya. Sambil coba di itung-itung dulu, sama biaya finising tempat dan lain lain.”
Kami pun kembali ke mobil usai mendapatkan nomer dari si pemilik. Baru saja menutup pintu, tiba-tiba hujan datang lengkap dengan awan hitam dan pekat.
“Kamu tertarik, Ra? Aku bisa bantu kalau ada kurangnya.”
Dia hanya menggeleng, bersamaan dengan bunyi ponsel miliknya. Sempat melirik sedikit, melihat nama ‘mama’ terlihat jelas di layar.
“Sory, aku angkat dulu.”
Tak mau terlihat canggung, aku mengambil air pod yang ada di laci, lalu memakainya. Sempat ku lihat senyum terukir dari wajahnya sembari menoleh ke arahku, sebelum dia menjawab panggilan dari mertuanya.
Hari SENIN waktunya apa???
waktunya VOTE!!!!!
Jangan lupa nih, Vote biar othor makin semangat.
Like dan hadiah juga jangan absen.
Selamat beraktifitas ♡♡♡
__ADS_1
Happy Monday