
"Maaf aku terlambat," kata Akito yang baru saja datang menemuiku.
"Tidak ... kau datang di waktu yang tepat," sahutku.
"Apa mereka yang sudah membuatmu seperti ini?" tanya Akito.
"Bisa iya ... bisa juga tidak. Mereka hanya sekumpulan serangga yang datang terlambat," jawabku.
"Begitukah?" tanya Akito sambil sedikit tersenyum.
"Bagaimana lukamu? Apa sudah lebih baik?" tanyaku lagi.
"Jangan bodoh! Jika dibandingkan denganmu, lukaku ini hanya seperti goresan kecil. Jadi kau tidak perlu khawatir," jawab Akito.
"Haaahahahahahaha! Baiklah kalau begitu. Ayo segera akhiri pertarungan ini. Masih ada lawan yang harus kita hadapi," kataku dengan seringai di wajahku.
"Kelompok Hendri?" tanya Akito.
"Memangnya siapa lagi? Lagi pula, sejak awal lawan kita adalah mereka," jawabku.
"Benar juga. Baiklah kalau begitu. Ayo segera akhiri pertempuran ini," kata Akito.
Akito pun akhirnya mulai bergabung dalam pesta.
Di salah satu medan pertempuran, kelompok Hendri telah berhasil menumbangkan kelompok Ciel dan pihak militer yang menjadi lawan mereka.
"Huft ... huft ... kalian benar-benar merepotkan," kata Hendri sambil melihat tubuh Ciel dan salah satu dari 7 Jendral Roland yang tergelak di tanah.
Setelah melakukan pertarungan sengit dan alot, Hendri dan kelompoknya akhirnya keluar sebagai pemenang.
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Apa kita akan meninggalkan tempat ini begitu saja?" tanya salah satu eksekutif Hendri.
"Sebenarnya aku ingin menghabisi semua pihak yang terlibat. Tapi, tubuhku hampir mencapai batas," jawab Hendri.
Dalam pertarungan yang melibatkan 3 sisi, hanya Hendri dan 1 eksekutifnya yang masih berdiri hingga akhir. Jadi bisa dibilang, Hendri dan 1 eksekutifnya berhasil memenangkan pertempuran itu dengan mengalahkan ratusan orang dari pihak militer dan kelompok Ciel.
"Ayo pergi. Kita sudah tidak punya urusan lagi di sini," kata Hendri.
"Ya," sahut eksekutifnya.
Saat Hendri dan eksekutifnya ingin meninggalkan tempat itu, tiba-tiba mereka dihentikan kelompok Gary.
"Sepertinya kau dan eksekutifmu berhasil keluar sebagai pemenang di sini," kata Gary yang tiba-tiba muncul di sana.
"Apa yang kau inginkan? Apa kau berniat menghabisiku?" tanya Hendri pada Gary.
"Kenapa tidak? Lagi pula, saat ini kondisi kelompokku jauh lebih baik dari pada kelompokmu," jawab Gary.
Dari ketiga medan pertempuran, medan pertempuran kelompok Gary adalah yang paling ringan karena mereka hanya menghadapi satu pasukan yang dipimpin salah satu dari tujuh Jendral Roland. Sehingga, mereka tidak perlu sampai bertarung habis-habisan untuk keluar sebagai pemenang.
"Semuanya! Habisi mereka!" Gary memerintahkan 7 eksekutifnya untuk menghabisi Hendri dan 1 eksekutif yang tersisa.
__ADS_1
"Cih ... aku sudah muak dengan ini semua," pikir Hendri.
Kelompok Gary dan kelompok Hendri pun memulai pertarungan mereka.
Di salah satu rumah perjudian, orang-orang sedang sibuk memasang taruhan mereka.
"Ayo, siapa lagi yang ingin pasang taruhan?"
"Aku! Aku pasang 1.000 gale untuk dua bocah itu."
"Aku pasang 10.000 untuk Kelompok Hendri."
"Aku pasang 500 gale untuk Kelompok Gary."
"Aku pasang 1.000 gale untuk pihak militer."
"Aku pasang ...."
"Aku ...."
Karena pertempuran yang disiarkan langsung di televisi, banyak rumah perjudian yang menjadikannya sebagai bahan taruhan.
Di sisi lain, reporter yang meliput langsung di medan pertempuran ibukota terus menyiarkan perkembangan terbaru ke seluruh negeri.
"Saat ini, pertempuran hampir mencapai akhir. Kelompok Hendri yang baru saja memenangkan pertempuran 3 sisi, akan memulai pertempuran baru melawan kelompok Gary yang berhasil mengalahkan Jendral Bison dan pasukannya," ucap sang reporter.
Setelah mendengar narasi sang reporter, membuat orang-orang mulai menebak-nebak pihak mana yang akan keluar sebagai pemenang dalam perang tersebut.
"Hei, kira-kira siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya?"
"Aku juga setuju. Dibandingkan dengan kelompok Hendri, kondisi Kelompok Gary jauh lebih baik karena mereka hanya menghadapi satu jendral saja."
"Tapi menurutku, Kelompok Hendrilah yang akan menang."
"Kenapa bisa begitu?"
"Apa kau tidak melihat pertempuran sebelumnya? Walaupun mereka harus menghadapi Kelompok Ciel dan Jendral Lando, mereka sanggup mengatasinya dengan baik."
"Hmm ... soal itu aku setuju. Tapi jika melihat kondisi mereka, Kelompok Gary jauh lebih diuntungkan."
"Aku penasaran, apa jadinya jika kedua medan tempur yang tersisa bergabung menjadi satu."
"Hahahahaha! Mungkin akan jadi pertempuran 4 sisi yang sangat menarik. Apalagi, saat ini ada bocah baru yang membantu bocah yang sebelumnya berhasil mengalahkan Jendral Besar Hans."
"Aku juga berfikiran begitu."
Orang-orang dari seluruh penjuru negara Roland, sibuk dengan pendapat mereka masing-masing.
Di salah satu medan pertempuran, Hendri dan eksekutifnya sedang bertarung melawan para eksekutif kelompok Gary.
Duar!
__ADS_1
Hendri berhasil menumbangkan eksekutif pertama kelompok Gary dengan satu pukulan.
"Selanjutnya," kata Hendri dengan tatapan membunuh.
"Haaahahahahahahaha! Dia memanglah luar biasa. Bahkan dengan semua luka itu, kemampuan tempurnya tidak berkurang sama sekali," ucap Gary.
Eksekutif kedua kelompok Gary melesat ke arah Hendri sambil bersiap menyerangnya.
Eksekutif kedua memukul, Hendri menghindar. Eksekutif kedua memukul lagi, Hendri juga menghindar lagi.
Di saat Hendri masih terlibat pertarungan tangan kosong melawan eksekutif kedua, eksekutif ketiga dan keempat mulai ikut dalam pertarungan itu.
Walaupun harus melawan 3 eksekutif kelompok Gary sekaligus, Hendri tetap bisa mendominasi pertarungan itu.
Pergerakan cepat, mengindar sambil menyerang, hingga memanfaatkan celah, terus ia pertontonkan dengan epik.
Jual beli pukulan terus terjadi hanya dalam hitungan detik. Pertarungan sengit memekakkan nafas pun tidak bisa dihindari.
Ketiga eksekutif kelompok Gary terus menyerang Hendri tanpa berniat memberikannya waktu untuk sekedar menarik nafas.
Pertarungan adu kekuatan dan kecepatan tersaji indah di sana sini.
Di sisi lain, Gary sedang bersantai sambil melihat pertarungan itu dari kejauhan.
Di sisi eksekutif pertama kelompok Hendri, ia harus menghadapi gempuran 3 eksekutif kelompok Gary sekaligus. Dengan tubuh yang sudah sangat sulit digerakkan, ia masih sanggup meladeni ketiganya dengan sangat baik.
Pertarungan Hendri dan 1 eksekutifnya melawan 6 eksekutif kelompok Gary yang tersisa, mulai tarasa semakin panas.
Di markas pusat militer negara Roland, beberapa bangsawan, politisi, hingga petinggi militer sedang berdiskusi di ruangan khusus.
"Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa bocah itu sanggup mengalahkan Jendral Besar Hans?"
"Tenanglah, Tuan Barnes. Bagaimanapun juga, kita tidak bisa membatah bahwa kemampuan bocah itu benar-benar luar biasa."
"Tapi, bukankah Jendral Besar Hans termasuk dalam Top 1 Persen Elit Dunia? Bagaimana mungkin dia bisa dikalahkan oleh bocah yang namanya tidak diketahui?"
"Hmm ... mungkin saja, bocah itu sengaja dirahasiakan."
"Dirahasiankan? Apa maksudmu?"
"Apa kau tidak pernah mendengarnya? Kelompok besar biasanya akan membesarkan penerus mereka sambil merahasiakan identitanya agar tidak menarik banyak perhatian. Saat dirasa sudah mumpuni, mereka akan melepaskannya untuk membuat namanya dikenal."
"Jadi, menurutmu bocah itu adalah penerus dari kelompok besar?"
"Aku tidak tau. Tapi, hal semacam itu sering terjadi, bukan? Mungkin saja, sejak awal bocah itu berniat membuat debut besar agar namanya cepat dikenal dunia."
"Sialan, jadi negara kita sengaja dikorbankan untuk kepentingan beberapa pihak?"
"Yah, bagaimanapun juga. Negara Roland hanyalah negara kecil dan lemah jika dibandingkan dengan negara besar dan adidaya di seluruh dunia. Mungkin karena itulah mereka memilih negara ini untuk menjadi target pertama."
"Kupikir, pemikiranmu terlalu jauh. Jika dia adalah bocah yang sengaja dibesarkan untuk mewarisi kelompok kuat, bukankah akan lebih baik jika melakukan debutnya di arena. Jika mereka sengaja membuat pembukaan seperti ini, itu berarti mereka sudah sangat yakin bahwa bocah itu sanggup bertahan di dunia yang keras ini."
__ADS_1
"Aku setuju dengan Tuan Sebas. Jika dia adalah bocah yang dibesarkan kelompok kuat, dia seharusnya menatang dan menghabisi kelompok lain dengan sangat hati-hati agar namanya tidak terlalu mencolok. Jika mereka langsung membuat pembukaan seperti ini, maka bisa saja bocah itu menarik perhatian lebih besar lagi."
Bangsawan, politisi, hingga petinggi militer negara Roland mulai memperhitungkan banyak kemungkinan perihal insiden besar yang melibatkan negara mereka.