
3 hari kemudian, puluhan ribu penduduk dari wilayah terdekat tempat yang nantinya akan menjadi medan perang ketiga All Stars, mulai berbondong bondong mengungsi dari rumah mereka agar tidak terseret dan terdampak pertempuran skala besar yang akan dilakoni 3 All Stars dari Benua Timur.
Mereka semua meninggalkan rumah masing masing sambil membawa anggota keluarga dan harta berharga.
.
.
Di sisi lain, seluruh pasukan aliansi kelompok Death Parade dan All Stars Ling berkumpul di markas utama kelompok Death Parade yang berada di dekat perbatasan negara Greek. Mereka semua sedang bersiap menunggu kedatangan pasukan All Stars Nero berserta aliansinya.
"Bagaimana persiapannya?" tanya Ling pada James.
"Keekekekekekekeke! Kita sudah sepenuhnya siap. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan," jawab James.
45 ribu pasukan aliansi All Stars James dan 30 ribu pasukan aliansi All Stars Ling telah bersiap di sana untuk menyambut kedatangan pasukan aliansi kelompok Nero.
Wilayah yang akan digunakan untuk berperang melawan pasukan aliansi kelompok All Stars Nero, telah berselimut 75 ribu manusia dari berbagai penjuru di Benua Timur.
.
.
Di sisi lain, 12 pemimpin dari 12 keluarga Bangsawan Elit Global sedang berkumpul dalam satu ruangan untuk membahas tentang perang besar yang sebentar lagi akan terjadi di Benua Timur.
"Apa yang harus kita lakukan? Apa kita bisa membiarkan mereka semua bertindak sesuka hati?" tanya bangsawan pertama.
"Kita harus mengamati pertempuran itu dengan seksama. Jika pertempuran itu bisa selesai dalam satu hentakan, bukankah itu bukan masalah besar?" tanya bangswan kedua.
"Kurasa, kita tidak boleh membiarkan mereka berulah. Jika Benua Timur hancur, maka ramalan Adam akan menjadi kenyataan," jawab bangsawan kedua.
"Benar, itulah yang kutakutkan. Kita tidak boleh membuat ramalan Adam menjadi kenyataan," sahut bangsawan keempat.
"Menurutku, ramalan Adam bukan tentang kehancuran Benua Timur. Tapi, tentang insiden besar yang terjadi di Benua Timur. Jika kita memahami lebih jauh, Adam mengatakan bahwa kehancuran Benua Timur adalah pertanda kemunculan bencana besar yang tidak bisa diatasi manusia. Kupikir, inilah yang pertanda yang dia maksud," kata Daici.
"Apa maksudmu sia sia saja melindungi Benua Timur?" tanya Bangsawan keenam.
"Karya grade bintang 4 yang Adam tinggalkan bukan meramal tentang kehancuran Benua Timur. Tapi, konflik besar yang terjadi di Benua Timur. Apapun yang kita lakukan, kita tidak akan bisa menghindarinya jika memang inilah yang Adam maksud," jawab Daici.
Karya grade bintang 4 milik Adam adalah peninggalan yang disumbunyikan para Bangsawan Elit Global dari mata dunia karena karya itu mengandung isi yang meramalkan kehancuran dunia. Oleh karena itu, masyarakat luas hanya mengetahui bahwa Adam hanya meninggalkan karya grade bintang 1, 2, 3, dan 5 saja.
"Kami juga tau itu. Tapi, apa kau mau jika manusia harus menghadapi bencana besar itu? Kita semua tau bahwa tidak ada satu pun ramalan Adam yang meleset. Hingga sampai sejauh ini, hanya satu ramalan yang belum terjadi, yaitu kehancuran dan kepunahan massal umat manusia yang ditandai dengan kemunculan seseorang yang memicu konflik besar hingga menghancurkan Benua Timur. Jika hal itu benar-benar terjadi, apa kau pikir manusia sanggup mengatasinya?" tanya bangsawan ketujuh pada Daici.
"Jangan lupa bahwa orang yang Adam ramalkan jugalah yang akan menjadi penyelamat umat manusia. Kita tidak bisa mengabaikan fakta tersebut. Jika kita ingin menghindari bencana itu, maka kita juga harus melindungi orang tersebut," jawab Daici.
Jawaban Daici membuat 11 bangsawan lain terdiam beberapa saat. Mereka semua sebenarnya tau bahwa kemunculan orang yang akan memicu konflik besar di Benua Timur adalah pertanda kehancuran dunia. Tapi, Adam juga mengatakan bahwa orang tersebut jugalah yang akan menyelamatkan umat manusia dari kepunahan massal.
"Aku setuju dengan Daici. Kupikir, dari pada kita berusaha meredam konflik di Benua Timur, akan lebih baik jika kita mempersiapkan apa yang mungkin terjadi di masa depan," jawab Cris Damaresh yang merupakan ayah Presius Damaresh.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan dengan Benua Timur?" tanya bangsawan kesembilan.
12 Bangsawan Elit Global masih terus berbincang untuk memikirkan cara menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi. Mereka semua dipusingkan dengan berbagai hal yang seolah berjalan tanpa bisa dibendung.
__ADS_1
Di saat para bangsawan itu masih sibuk berdiskusi, tiba tiba ada seorang yang memasuki ruangan tersebut.
"Mohon maaf mengganggu diskusi Anda sekalian. Saya datang ke sini atas perintah Tuan Meloi utuk menyampaikan kabar penting," kata orang yang tiba tiba memasuki ruang rapat 12 Bangsawan Elit Global.
"Meloi? Apa memang sepenting itu hingga kau mengganggu diskusi kami?" tanya bangsawan kedua belas dengan tatapan tajam.
"Ini terkait Tuan Muda Kageyama," jawab orang tersebut.
"Kageyama?" Sontak, Daici terkejut saat mendengar nama anaknya disebut.
"Ada apa dengan Kageyama?" tanya Daici pada orang tersebut.
"Tim pengintai berhasil mengambil gambar Tuan Muda Kageyama berserta kelompoknya yang sedang bergerak bersama ribuan pasukan All Stars Nero menuju wilayah kekuasaan All Stars James," jawab orang tersebut.
Daici dan beberapa bangsawan lain terkejut mendengar jawaban orang tersebut.
Orang tersebut kemudian menunjukkan foto yang berhasil diambil tim pengintai yang sedang mengawasi Benua Timur.
Daici pun menggebrak meja saat pertama kali melihat gambar anaknya yang sedang berada di antara ribuan orang. Bukan karena marah, tapi karena alasan lain.
"Daici, kenapa lagi lagi anakmu terlibat hal semacam ini? Apa kau benar benar mendidiknya dengan baik?" tanya bangsawan kedua.
Daici menyeringa, kemudian menjawab, "Sepertinya aku tau siapa orang yang diramalkan Adam."
"Apa kau ingin mengatakan bahwa anakmulah orang yang Adam ramalkan?" tanya bagsawan pertama.
"Tidak, kausalah paham. Bukan anakku. Tapi, orang yang diikuti anakku," jawab Daici Arinto dengan senyum tipis di wajahnya.
"Kenapa kau bisa seyakin itu?" tanya bangsawan kesepuluh.
"Ingatlah soal deskripsi orang tersebut. Adam mengatakan bahwa orang tersebut berasal dari antah berantah dan tidak pernah dikenal dunia sebelumnya. Dia juga merupakan pemimpin hebat yang yang akan mimimpin orang orang hebat dan seluruh umat manusia saat waktunya tiba. Jika anakku memang terlibat di dalamnya, kupikir dialah orangnya. Orang yang diikuti anakkulah orang yang diramalkan Adam," jawab Daici dengan senyum tipisnya.
12 Bangsawan Elit Global pun mencoba menentang ucapan Daici. Walaupun mereka sebenarnya juga tidak bisa memungkiri bahwa mereka setuju dengan Daici. Mereka berusaha menepis argumen itu karena mereka tidak mau bencana besar yang Adam ramalkan akan segera menjadi kenyataan.
Setelah melalui perdebatan panjang, 12 kaum Elit Global memutuskan untuk membiarkan perang itu berlangsung sebagaimana seharusnya. Mereka berfikir dari pada membendung arus yang mulai membesar, akan lebih baik jika mengikutinya dengan perlahan agar mereka tidak tenggelam.
.
.
Di sisi lain, Jendral Besar Neverland sedang didatangi seseorang dari organisasi WOO (World Government Order).
WOO adalah organisasi khusus yang bergerak di bawah perintah langsung kedua belas Bangsawan Elit Global.
"Ada perlu apa kalian ke sini?" tanya Jendra Besar Neverland pada sekumpulan orang dari WOO.
"Kami di sini untuk menyampaikan perintah dari 12 Kaum Langit. Mereka ingin kalau Neverland berserta aliansi bergerak menuju medan pertempuran All Stars James dan All Stars Ling melawan All Stars Nero," jawab orang pertama dari WOO.
"Untuk apa kami ke sana? Kami tidak punya urusan apapun dengan perang itu," jawab Jendral Besar Neverland.
"Anda memang tidak punya urusan apapun di sana. Tapi, tidak dengan para Kaum Langit. Ini adalah perintah langsung dari Kaum Langit. Jika kalian mentang, maka bersiaplah menghilang dari peta dunia," jawab salah satu utusan WOO.
__ADS_1
"Cih, merepotkan sekali ... Lalu, apa perintahnya?" tanya Jendral Besar Neverland.
"Mereka meminta kalian berserta aliansi untuk mengamankan pertempuran itu. Jangan biarkan pihak mana pun untuk ikut dalam pertempuran," jawab salah satu utusan WOO.
Jendral Besar Neverland terkejut. Karena tidak biasanya para Kaum Langit menurunkan perintah semacam itu.
"Hanya itu?" tanya Jendral Besar Neverland.
"Ya, hanya itu," jawab sang utusan.
.
.
Di sisi lain, pasukan aliansi kelompok Rudi dan All Stars Nero sedang bergerak perlahan menuju wilayah kekuasaan kelompok Death Parade.
Kelompok Rudi dengan 7 anggotanya.
Kelompok All Stars Nero dengan 5.000 anggota beserta 4 eksekutif lama dan 5 eksekutif barunya.
Negara Rosso dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 9 jendral dan jendral besarnya.
Negara Fuze dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 6 jendral dan jendral besarnya.
Negara Grandbell dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 5 jendral dan jendral besarnya.
Negara Zion dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 7 jendral dan jendral besarnya.
Negara Lingard dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 5 jendral dan jendral besarnya.
Negara Roland dengan 10.000 prajurit elit militer berserta 7 jendral dan jendral besarnya.
Kelompok Edgar dengan 1.000 anggota beserta 5 eksekutifnya.
Kelompok Lisa dengan 500 anggota beserta 5 eksekutifnya.
Kelompok Barnes dengan 1.500 anggota beserta 6 eksekutifnya.
Kelompok Harden dengan 1.000 anggota beserta 10 eksekutifnya.
Kelompok Lucas dengan 5.000 anggota beserta 20 eksekutifnya.
Kelompok Straus dengan 10.000 anggota beserta 100 eksekutifnya.
Kelompok Hendri dengan 300 anggota beserta 12 eksekutifnya.
Kelompok Ciel dengan 350 anggota beserta 9 eksekutifnya.
Dan terakhir, kelompok Gary dengan 300 anggota beserta 10 eksekutifnya.
Sekitar 85 ribu orang itu bergerak menuju wilayah kekuasaan kelompok Death Parade untuk satu tujuan, yaitu menghancurkan kelompok Death Parade berserta aliansinya.
__ADS_1
Perang besar yang melibatkan ratusan ribu orang dari seluruh penjuru Benua Timur akan segera pecah.