
Perang antara kelompok All Stars Nero melawan kelompok Death Parade semakin menggila. Hanya dalam waktu kurang dari satu jam, hampir 10 ribu orang tewas dalam perang itu.
Para jendral besar dan pemimpin kelompok dari kedua belah pihak juga sudah mulai turun ke medan perang.
Di medan perang, ribuan pasukan dari kedua kubu terus bertarung sengit. Mereka semua berusaha mengerahkan segalanya untuk menumbangkan lawan.
Ledakan dan teriakan dari berbagai penjuru terdengar semakin keras. Beberapa orang yang terluka parah dipaksa untuk terus bertarung demi mempertahankan hidup mereka masing masing.
Walaupun pasukan mereka sudah bertempur habis habisan, Nero, James, dan Ling masih santai di tempat mereka masing masing sambil menunggu satu sama lain untuk bergerak.
Dari tempatnya berdiri, Nero beguman, "Medan pertempuan semakin menggila. Jika aku tidak segera mengakhiri pertempuran ini, aku akan kehilangan banyak pasukan. Tapi, aku juga tidak bisa bergerak jika mereka(James dan Ling) belum bergerak. Sialan! Kalian harus segera bergerak, kelompok Rudi!"
Nero tidak bisa langsung menyerang ke arah James dan Ling karena Rudi berpesan untuk menyerahkan mereka padanya.
Agar tidak melanggar kesepakatan itu, Nero terpaksa tetap diam sambil menunggu kelompok Rudi untuk bergerak.
Di sisi lain, Rudi dan kelompoknya sedang memutari wilayah pertempuran untuk langsung menyerang James dan Ling dari belakang. Mereka melakukan itu untuk menghindari pertarungan sebelum melawan kedua All Stars berserta beberapa pemimpin kelompok dan jendral besar negara aliansi kelompok Death Parade yang belum bergerak.
Mereka juga tidak bisa berbuat banyak di medan perang yang penuh kekacauan karena pasukan musuh dan pasukan aliansi saling bercampur dan sulit membedakannya.
Jika mereka menggunakan serangan skala massive, mereka akan membunuh kawan dan lawan tanpa mereka sadari. Tapi, jika mereka memutuskan untuk turun ke medan perang dan menghabisi musuh satu persatu, mereka juga mungkin akan menghabisi kawan sendiri karena mereka tidak bisa membedakan penampilan kawan dan lawan.
Dengan semua pertimbangan itu, Rudi dan kelompoknya berniat langsung mengalahkan para pemimpin musuh untuk menjatuhkan mental lawan dan segera mengakhiri pertempuran itu agar tidak ada lebih banyak korban yang berjatuhan.
Pertempuran kedua pihak masih terus berlanjut. Beberapa jendral dan jendral besar maupun pemimpin kelompok dari kedua pihak mulai berjatuhan satu per satu. Bukan hanya para petinggi kedua pihak, tapi hampir seperempat pasukan yang sedang bertempur juga mulai berjatuhan.
Nero merasa tidak bisa terus berdiam diri saat melihat pasukan aliansinya mulai tumbang satu persatu.
Nero pun akhirnya masuk dalam pertempuran untuk membantu pasukannya.
Karena melihat Nero yang mulai terjun ke pertempuran, membuat James dan Ling bersemangat. Mereka tidak menyangka kalau Nero akan sangat gegabah turun ke medan perang terlalu dini.
James berniat turun ke medan perang untuk mengahadapi Nero. Tapi, Ling melarangnya.
Ling mengatakan bahwa terlalu dini untuk James turun ke medan perang.
James pum mengurungkan niatnya dan memilih menunggu. Ia menunggu Nero kelelahan agar lebih mudah menjatuhkannya.
__ADS_1
Di medan perang itu, Nero tidak berniat menghemat tenaganya. Ia langsung melesatkan serangan serangan skala massive untuk menghabisi pasukan musuh dalam jumlah besar.
Nero membuat ular naga dari atribut petirnya, kemudian melesatkannya ke arah gerombolan pasukan musuh.
Pasukan musuh yang melihat serangan Nero, berusaha sekuat tenaga menghindarinya. Mereka mencoba segala hal, mulai dari melapisi tubuh menggunakan Force, hingga membuat barier atribut. Sayangnya, semua usaha mereka sia sia.
Serangan petir berbentuk ular naga yang Nero lesatkan tidak bisa mereka tahan dengan sempurna. Alhasil, mereka pun terpanggang hidup hidup hingga menimbulkan aroma gosong dari tubuh mereka.
Pasukan aliansi Nero bersorak saat mengetahui pemimpin mereka turun tangan. Beberapa jendral besar dan pemimpin kelompok aliansi Nero juga tersenyum tipis melihat Nero yang akhirnya mulai turun tangan.
Di sisi lain, pasukan musuh mulai merasakan teror mengerikan saat mengetahui All Stars Nero sudah turun tangan. Beberapa dari mereka melirik ke arah James dan Ling untuk melihat reaksi mereka berdua saat melihat Nero sudah turun tangan.
Pasukan aliansi kelompok Death Parade mempertanyakan tentang kenapa Ling dan James belum turun tangan juga.
Jika lawannya adalah All Stars Nero, mereka jelas tidak punya kesempatan menang. Belum lagi ditambah pasukan Nero yang ternyata jauh lebih tangguh dari yang mereka pikir.
Pasukan aliansi kelompok Death Parade kemudian mulai menjaga jarak dari Nero. Mereka tidak mau menghadapi Nero secara langsung karena mereka tidak mau berubah menjadi mayat gosong. Mental mereka pun seolah terguncang setelah melihat serangan brutal yang Nero pertontonkan.
Di sisi lain, James dan Ling hanya tersenyum saat melihat mental pasukannya mulai terguncang.
Sambil menyangga kepalanya di kursinya, James bertanya pada Ling. "Apa kau ingin ke sana?"
Pasukan aliansi kelompok Death Parade bersorak karena akhirnya All Stars Ling mulai bergerak. Dengan begitu, mereka tidak perlu menghadapi All Stars Nero secara langsung.
Ling melesat ke arah Nero dengan kecepatan tinggi.
Nero pun bersiap menghadapi Ling secara langsung.
Sambil melesat cepat, Ling membuat pedang cahaya di sekelilingnya kemudian melesatkannya ke arah Nero.
Nero membuat jaring jaring petir untuk menahan serangan itu.
Dentuman dan tekanan angin dahsyat tercipta dari benturan kedua atribut mereka.
Beberapa pasukan di sekitar terhempas dan beberapa lainnya menancapkan senjata mereka ke tanah untuk menahan hempasan angin tersebut.
Nero dan Ling berdiri sambil menatap tajam satu sama lain.
__ADS_1
"Kau terlalu terburu buru, Nero! Apa kau pikir bisa menghadapi kami dengan sisa sisa tenaga yang kau miliki?"
"Haaahahahahahahaha! Tenang saja. Bukan aku yang akan menghadapi kalian. Tapi, merekalah yang akan menghadapi kalian," kata Nero sambil menunjuk ke arah garis belakang kelompok Death Parade.
Ling kemudian mulai menengok ke belakang. Belum sempat ia melihat ke arah James, tiba tiba terdengar ledakan hebat dari garis belakang, tempat James duduk.
"Haaahahahahahahaha! Aku tidak tau. Tapi, dia sudah mencari masalah dengan orang yang salah. Kuharap, dia tidak mati dengan cara mengenaskan!" kata Nero yang menyindir James.
"Apa maksudmu?"
"James dan kelompoknya telah membantai desanya. Aku yakin, dia tidak akan melepaskannya begitu saja."
Ling bingung dengan apa yang Nero maksud. Ia tidak tau menanu soal pembantaian yang Nero maksudkan.
Di sisi lain, Rudi dan kelompoknya sudah berada di garis belakang kelompok Death Parade.
"Haaahahahahahahaha! Jadi, ini ulah kalian?" tanya James pada Rudi yang sudah berada di hadapannya.
James akhirnya mulai mengerti tentang alasan kenapa Nero berani melakukan perang besar besaran seperti itu. Alasannya pasti karena ia mendapat bantuan dari kelompok Rudi.
"Kau sudah membantai desaku! Jangan harap aku akan melepaskanmu begitu saja!" Rudi menatap tajam ke arah James dan beberapa orang yang ada di sana.
"Haaahahahaahahahaha! Begitu? Apa kau pikir kau cukup kuat untuk melakukannya?"
"Kita tidak akan tau sebelum mencobanya, kan?"
Rudi dan Akito kemudian melesat ke arah James.
Sedangkan Kageyama dan yang lainnya menghadapi beberapa jendral besar dan pemimpin kelompok yang juga berada di sana.
Bentrokan mereka menimbulkan dentuman keras yang terdengar ke seluruh penjuru medan perang.
Seluruh pasukan yang sedang bertarung sengit di medan perang sangat terkejut saat melihat ada orang yang berhasil menembus ke garis belakang pasukan aliansi kelompok Death Parade.
Di sisi lain, Ling yang sedang berhadapan dengan Nero, juga mulai terlibat bentrok langsung.
Bentrokan hebat pun terjadi di dua sisi berbeda. Dan hal itu jelas membuat ribuan pasukan ketakutan karena mereka terjepit pertarungan para individu kuat yang sanggup meratakan daratan dalam sekejap mata.
__ADS_1
Para pasukan aliansi dari kelompok Nero, James, dan Ling, memilih menghentikan pertempuran mereka dan menjauh dari medan pertempuran para monster. Mereka tidak punya kesempatan menang menghadapi para monster itu karena kemampuan mereka terlalu lemah. Jika mereka terus memaksa bertempur, hanya kematian yang menunggu mereka.