The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 3. Bab 86 - Persiapan Sebelum Perang


__ADS_3

7 hari kemudian, All Stars Nero mendatangi All Stars Edward untuk membuat sebuah perjanjian.


"Edward, aku ingin membuat sebuah kesepakatan denganmu," kata Nero yang sedang melakukan pertemuan rahasia dengan Edward, salah satu dari 4 All Stars di Benua Timur.


"Apa yang ingin kau tawarkan?" tanya Edward pada Nero.


"Aku ingin kau tidak ikut campur dalam perangku melawan Death Parade," jawab Nero.


"Aku bisa mempertimbangkannya jika kau memberiku sebuah kesepatakan yang menarik," kata Edward.


"Aku akan merekomendasikanmu pada salah satu Bangsawan Elit Global. Dengan begitu, kau bisa memperkuat jaringan bisnismu di Benua Timur," kata Nero.


All Stars Edward tersenyum. Ia tidak menyangka bahwa All Stars Nero akan memberinya sebuah tawaran yang sulit untuk ditolak.


Para Bangsawan Elit Global adalah orang yang menguasai dunia bukan dari kekuatan. Tapi, lebih kepada perekonomian. Sehingga, pengaruh dan kekuasaan mereka bisa merata ke seluruh dunia. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa ekonomi adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebuah negara besar tidak akan bisa berjalan jika bukan karena uang. Sebuah kelompok besar tidak akan bisa bertahan jika bukan karena uang. Oleh karena itu, selain kekuatan, seseorang juga membutuhkan pengaruh dan kekuasaan untuk mendapat kejayaan.


Orang yang menguasai perekonomian, akan menjadi raksasa besar dunia dan mampu mempengaruhi jalannya peradaban sesuka hati dengan memanfaatkan sesuatu yang dinamakan uang.


Nero punya koneksi langsung dengan beberapa Bangsawan Elit Global yang saat ini menduduki tahta tertinggi di seluruh dunia. Hal itu jugalah yang membuat Nero menjadi broker terbesar di Benua Timur karena ia punya koneksi langsung dengan para Bangsawan Elit Global.


Dengan memberikan rekomendasi semacam itu, itu sama saja dengan memberikan sebuah peluang besar untuk memperkuat dan memperluas jaringan bisnis ke seluruh dunia.


Tentu saja, tawaran semacam itu akan menjadi sebuah tawaran yang sangat sulit untuk ditolak.


"Baiklah, kuterima tawaranmu. Aku tidak akan ikut campur dalam perangmu. Tapi, kau harus pastikan bahwa rekomendasi yang kau janjikan bukan hanya sekedar omong kosong belaka," kata Edward.


"Kau bisa pegang ucapanku," sahut Nero.


"Baiklah, aku akan memegangnya. Tapi, apa kau bisa mengatasi Death Parade berserta aliansinya? Kudengar, kau kehilangan 3 eksekutifmu dan hampir separuh anggotamu. Dengan kekuatan kelompokmu yang sekarang, apa kau bisa menangani mereka dengan baik? Jika kau mau, aku bisa membantumu karena aku tidak mau kehilangan kesempatan mendapat koneksi dengan para Bangsawan Elit Global itu," kata Edwar.


"Tenang saja. Aku punya senjata rahasia untuk menumbangkan mereka. Kau cukup diam saja dan nikmati pertunjukannya," sahut Nero.


Nero sengaja merahasiakan aliansinya dengan kelompok Rudi agar kabar itu tidak sampai bocor ke telingan musuh. Jika sampai All Stars James mengetahui aliansi itu, maka James pasti akan mengantisipasinya dengan berbagai cara licik. Tentu saja, Nero tidak mau kalau hal semacam itu sampai terjadi. Oleh karena itu, merahasiakan aliansinya dengan kelompok Rudi adalah pilihan terbaik sebelum perang benar-benar pecah.


"Hoho ... aku akan menantikannya," kata Edwar yang merasa penasaran dengan senjata rahasia yang Nero maksud.

__ADS_1


.


.


Di sisi lain, Rudi dan kelompoknya saat ini sedang melakukan pertemuan dengan Jendral Besar Hans, Hendri, Ciel, dan Gary. Mereka berempat sengaja mendatangi kelompok Rudi untuk menawarkan sebuah aliansi. Walaupun aliansi dengan kelompok Nero dan kelompok Rudi tidak tersebar ke publik. Tapi, pihak negara Roland bisa mengetahui hal itu karena kejadian sebelumnya, kejadian yang membuat keluarga bangsawan Kobayashi memblokir istana negara Roland hanya untuk melakukan pertemuan dengan Rudi dan kelompoknya.


"Jadi, kenapa kalian ke sini?" tanya Rudi pada semua pihak yang menemuinya.


"Aku ke sini mewakili pihak negara Roland untuk meawarkan sebuah Aliansi dengan kelompok kalian dalam perang besar yang akan terjadi nantinya," jawab Jendral Besar Hans, yang ikut dalam pertemuan itu.


"Kenapa kalian bisa tau soal itu?" tanya Akito.


"Kami bukan sekumpulan orang bodoh. Dengan mengumpulkan segala informasi yang ada, kami bisa bisa menyimpulkan bahwa kalianlah yang menjadi pemicu perang besar nantinya. Lagi pula, bukankah kalian itu adalah kelompok yang suka membuat onar?" tanya Jendral Besar Hans.


"Ya, aku paham akan hal itu. Tapi, kenapa kalian juga ada di sini?" tanya Rudi pada Hendri, Ciel, dan Gary.


"Kami adalah kelompok kecil jika dibandingkan dengan kelompok All Stars Nero. Jika kami bisa menjalin hubungan baik dengan kelompok kalian dan kelompok All Stars Nero, tentu saja itu sangat menguntungkan bagi kami dalam segala hal," jawab Hendri.


"Dasar bodoh! Kau seharusnya tidak mengatakan hal semacam itu!" bentak Ciel pada Hendri karena mengatakan alasan mereka ingin bergabung dengan aliansi Rudi dan Nero secara blak blakkan.


"Jangan bodoh! Di sini, kitalah yang membutuhkan mereka. Jika kita jual mahal, kita sendiri yang akan rugi," kata Hendri pada Ciel dan Gary.


"Cukup dengan omong kosongnya," kata Rudi pada Hendri, Ciel, dan Gary.


"Kaaakakakakakaka! Bukankah kalian itu musuh? Kenapa kalian bisa jadi akrab seperti ini?" tanya Kageyama.


"Kami memang musuh dalam persaingan. Tapi, kami adalah teman diluar persaingan. Kelompok kami sudah bersaing sejak lama. Dan tanpa disadari, kami sudah mulai akrab satu sama lain sejak saat pertama kali kami mulai bersaing untuk mendapatkan pengaruh terbesar di negara Roland," jawab Hendri.


"Cih ... kau seharusnya tidak mengucapkan hal semacam itu, bodoh!" kata Ciel menyindir ucapan Hendri.


"Aku tidak pernah menganggap kalian sebagai teman," kata Gary menyindir ucapan Hendri.


"Jadi, kalian ini sebenarnya adalah teman yang saling bersaing dengan kelompok masing masing?" tanya Akito pada Hendri, Ciel, dan Gary.


"Ya," kata Hendri.

__ADS_1


"Tidak!" kata Ciel dan Gary, kompak.


Hendri, Ciel, dan Gary pun saling pandang karena mereka saling berbeda pendapat.


"Jadi, bagaimana? Apa kau akan menerima tawaran aliansi ini?" tanya Jendral Besar Hans pada Rudi.


"Jika tidak, apa yang akan kalian lakukan?" tanya Rudi.


"Kami tidak bisa melakukan apapun. Tapi, jika kau menerimanya, kami pasti akan menjadi bantuan besar untukmu," jawab Jendral Besar hans.


Rudi pun mulai mengingat insiden pertempuran di Ibukota Roland. Walaupun Jendral Besar Hans, Hendri, Ciel, dan Gary tidak sekuat Nero. Tapi, kemampuan tempur mereka cukup baik. Jika mendapat bantuan mereka, jelas itu akan mejadi bantuan besar untuk kelompoknya. Terlebih lagi, tidak ada kerugian yang Rudi dapatkan dari aliansi itu, justru ia malah mendapat keuntungan dari aliansi itu.


"Bagaimana menurut kalian?" tanya Rudi pada seluruh anggotanya.


"Bagiku, tidak ada salahnya menerima tawaran itu," jawab Akito.


"Kaaakakakakakaka! Terserah padamu," jawab Kageyama.


"Keputusan ada di tanganmu," jawab Julius.


"Terserah, aku tidak perduli," jawab Yuta.


"Hmm ... mungkin sebaiknya kau menerima tawaran itu," jawab Alvin.


"Aku ikut saja," jawab Dian.


Kerena semua anggotanya tidak mempermasalahkannya, maka Rudi pun menerima tawaran aliansi itu.


"Baiklah, kuterima tawaran aliansi kalian," kata Rudi para Jendral Besar hans, Hendri, Ciel, dan Gary.


Sebelum perang besar melawan kelompok Death Parade berserta aliansinya dimulai, kelompok Rudi dan kelompok Nero berusaha mempersiapkan segala hal untuk memastikan kemenangan mereka. Karena tujuan mereka bukan hanya mengalahkan kelompok Death Parade. Tapi, menghancurkannya.


Persiapan itu dilakukan agar perang yang lebih besar tidak terjadi. Mereka harus memantikan bahwa perang itu selesai dalam satu hentakan besar. Mereka tidak mau melakukan perang besar berkepanjangan karena itu akan sangat merugikan banyak pihak.


Jika perang besar berkepanjangan sampai terjadi, maka kehancuran super masive dalam segala hal juga akan terjadi. Salah satunya adalah ekonomi seluruh benua yang juga akan ikut runtuh. Jika ekonomi runtuh, maka akan ada jutaan orang yang akan mati kelaparan karena kesulitan mencari uang. Negara-negara besar di seluruh benua juga akan ikut terkena dampak besar jika banyak wilayah yang runtuh karena sistem yang diterapkan di dunia ini seperti mata rantai. Jika satu hancur, maka seluruh tatanan juga akan ikut runtuh.

__ADS_1


Perang besar yang akan Rudi lakoni bukan hanya mempertaruhkan nasib mereka saja. Tapi, juga nasib jutaan orang di suluruh dunia. Maka dari itu, mereka harus memastikan bahwa pertempuran itu bisa diakhiri tanpa menghancurkan sistem yang berlaku. Karena jika tidak, maka kehancuran super masive dan keruntuhan keseimbangan dunia yang akan mereka dapatkan.


__ADS_2