The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 50 - Dunia yang Kejam


__ADS_3

Eliot tengah menemui Fafnir di markas Fafnir.


"Morgan tewas? Apa kau tidak sedang bercanda?" tanya Fafnir pada Eliot yang menemuinya.


"Sebelum itu! Cepat pakai bajumu! Dan kalian juga!" bentak Eliot pada Fafnir berserta semua wanitanya.


"Haaahahahahahahaha! Apa kau tidak tertarik dengan wanita?" tanya Fafnir bermaksud mengejek Eliot.


"Diamlah! Sekarang bukan waktunya untuk itu!" bentak Eliot lagi. Tapi, kali ini dengan wajah memerah karena tengah melihat puluhan wanita tel*nj*ng tepat di hadapannya.


"Ayolah, Tuan Eliot. Jika Anda mau, kami bisa menemani Anda seharian." Wanita di sana mencoba menggoda Eliot.


"Diamlah!" bentak Eliot dengan wajah memerah.


"Haaahahahahahahaha! Aku punya banyak stok perawan. Jika kau mau, kau bisa mengambil beberapa," kata Fafnir sambil terus meremas gunung kembar dan menyelam ke gua suci.


"Ahh ...."


"Cepat ikut denganku, Fafnir! Kita tidak punya waktu meladeni nafsu bejatmu itu!" bentak Eliot.


"Ya, baiklah, baiklah," sahut Fafnir.


"Tuan Fafnir, tolong jangan tinggalkan kami. Kami ingin merasakan tongkat besarmu." Para wanita di sana berusaha menahan Fafnir agar tidak meninggalkan mereka.


"Tenanglah, sayang! Aku akan kembali sebentar lagi," kata Fafnir.


Fafnir akhirnya pergi dari ruangan yang dipenuhi gunung kembar empuk dan gua suci lembab yang ada di sana.


Di sisi lain, aku dan kelompokku menyebar ke segala arah untuk segera menaklukkan markas penjaga di wilayah kekuasaan Morgan.


Kami ingin mengambil alih wilayah tersebut untuk memancing eksekutif lain yang bertanggung jawab di wilayah barat.


Wilayah barat sendiri dikuasai 3 eksekutif. Morgan, Fafnir, dan Eliot. Mereka bertigalah yang bertanggung jawab atas wilayah barat. Baik dalam hal penjagaan, tata kelola, hingga bisnis.


Aku dan kelompokku berniat menghancurkan seluruh wilayah barat sebagai pertanda perang besar besaran terhadap All Stars Nero.


Saat ini, Julius sampai di salah satu pos penjaga yang dijaga sekitar 30 orang.

__ADS_1


Saat ia melihat ke dalam bangunan. Ternyata ada seorang perempuan yang sedang diikat di sebuah ranjang.


Perempuan itu ditelanjangi. Kaki dan tangannya diikat ke setiap sisi ranjang. Tubuhnya tampak membiru akibat benturan benda tumpul. Di beberapa bagian, ada luka bekas puntung rokok yang ditempelkan ke kulit mereka. Sedangkan orang-orang yang ada di sana, terlihat asik berbincang dan mengobrol seolah perempuan itu tidak ada di sana. Perempuan itu hanya dijadikan pemuas nafsu setiap orang yang ada di sana. Sungguh pemandangan yang memilukan hati setiap orang yang melihatnya.


Julius pun sangat marah dan ingin segera memenggal kepala mereka semua.


Di sisi lain, Yuta dan Alvin sedang mencari keberadaan adik Alvin ke seluruh penjuru wilayah Morgan. Tapi, mereka tak menemukannya sama sekali.


Setelah cukup lama mencari sambil terus menghabisi setiap orang yang mereka temui, mereka berdua akhirnya sampai di sebuah gudang besar.


Mereka mencoba memasuki gudang itu sambil berharap menemukan orang yang mereka cari. Tapi, alangkah terkejutnya mereka saat melihat pemandangan di depan mata.


Di sana, mereka melihat banyak orang yang tengah di rantai ke ke dinding. Kondisi mereka yang dirantai ke dinding, terlihat sangat miris dan menyedihkan.


Mereka semua ditel*nj*ngi. Tubuh mereka penuh luka akibat siksaan. Anak anak dan perempuan di sana, memiliki tatapan seperti mayat hidup. Dari pancaran mata mereka, menandakan bahwa mereka telah mengalami penyiksaan yang membuat emosi dan jiwa mereka hancur. Entah siksaan macam apa yang mereka terima hingga membuat mereka menjadi seperti itu.


Bukan hanya itu saja. Di langit langit bangunan, ada banyak kepala manusia yang telah dipenggal, digantung seperti gantungan lampion. Sedangkan tubuh mereka dibiarkan membusuk di lantai.


Lantai di sana memiliki corak indah yang dilukis menggunakan darah kering dan darah segar manusia. Bau busuk dari mayat dan darah yang menghiasi ruangan tersebut, sanggup membuat setiap orang muntah karena bau busuk yang menyengat hidung.


Anak anak dan perempuan yang ada di dalam ruangan tersebut, harus menahan semua bau busuk dan pemandangan mengerikan yang berada tepat di hadapan mereka.


Yuta dan Alvin meneteskan air mata kesedihan mendalam saat melihat pemandangan mengerikan tepat di hadapan mereka.


Bagaimana mungkin ada manusia sekejam ini di dunia? Apa mereka benar-benar manusia? Saat ini, orang-orang dari Kelompok Nero bahkan tidak layak disebut sebagai manusia. Mereka lebih layak disebut sebagai iblis.


Di sisi lain, aku saat ini tengah berada di salah satu markas kelompok Nero.


Aku sedang menyandra seorang pria bernama Robert Jass yang merupakan salah seorang komandan satuan bawahan Morgan.


Aku mengikat Robert ke sebuah kursi menggunakan tali yang diperkuat Force sambil menyumpal mulutnya. Ia berniat mengintrogasi Robert sebelum menghabisinya.


"Katakan padaku ... di mana kalian menyembunyikan orang-orang yang kalian culik?" tanyaku sembari menahan amarah yang meluap luap.


Aku melepas sumpalan mulut Robert untuk memberikannya kesempatan menjawab. Tapi, Robert malah meludahi wajahnya sambil terus tertawa.


"Persetan denganmu! Jika mau membunuhku, lakukan saja! Hahahahahahaha!" jawab Robert dengan tawa anehnya.

__ADS_1


Aku mencoba untuk tetap tenang menghadapi sifat Robert demi mendapatkan informasi yang kuinginkan. Tapi, Robert tetap tidak mau memberikan informasi apa pun dan mulai terus bertingkah di hadapanku.


Aku pun meninggalkan Robert dan mulai menggeledah seluruh markas itu.


Saat membuka lemari es raksasa, aku seketika membeku melihat pemandangan yang ada di hadapanku.


Di dalam lemari es itu, ada banyak potongan daging, jeroan, dan kepala manusia. Seketika, emosiku sudah tidak bisa ditahan lagi.


Aku menyeret ujung katanaku di lantai sambil melangkah pelan menuju Robert dengan tatapan penuh amarah.


"Ini adalah kesempatan terakhirmu. Jika kau tidak mau mengatakan apa pun, maka kepalamu akan menjadi bayarannya," ucapku dengan tatapan membunuh, tatapan yang sanggup membuat siapa pun berkeringat dingin saat melihatnya.


"Haaahahahahahahahaha!" Robert hanya tertawa lantang mendengar ucapanku. Ia seolah seperti psikopat yang emosinya telah rusak.


Tanpa basi-basi, aku langsung memotong kepala Robert.


Slash!


Dari leher yang telah terpotong, memuncratkan banyak darah segar ke udara. Sehingga, membuat seluruh tubuhku berlinang darah karenanya.


Aku menatap langit langit. Tanpa kusadari, air mataku mulai mengalir.


"Sialan! Kenapa dunia ini begitu kejam?" Aku larut dalam kesedihan karena semakin menyadari sisi kejam dunia yang ia tinggali.


.


.


Saat Fafnir dan Eliot sedang berbincang di markas Fafnir, mereka mendapat laporan bahwa setiap pos penjaga dan gudang gudang yang menyimpan dagangan mereka, telah diserang kelompok yang tidak diketahui. Mendengar hal itu, membuat Fafnir dan Eliot semakin terkejut.


Fakta bahwa Morgan telah dikalahkan masih membekas di benak mereka. Dan sekarang, seluruh wilayah Morgan telah dikuasai dan dihancurkan oleh kelompok yang tidak diketahui. Semua hal itu membuat keadaan semakin rumit. Jika hal ini sampai ke telingan Nero, mereka berdua pasti akan terkena imbasnya. Karena hal itulah, Fafnir dan Eliot langsung mengumpulkan ribuan pasukan untuk segera menangani kelompok perusuh.


Fafnir dan Eliot berdiri di depan 2.000 pasukan mereka.


"Kita harus segera menghabisi para perusuh itu! Jangan biarkan satu orang pun lolos! Bantai mereka semua tanpa ampun!" teriak Eliot di depan semua pasukan.


"Haaahahahahahahaha! Seperti yang dikatakan Eliot! Bantai mereka tanpa sisa!" imbuh Fafnir.

__ADS_1


"Horaaaa!" Teriakan lantang ribuan prajurit, terdengar mengelegar di udara.


Fafnir dan Eliot membawa 2.000 pasukan mereka menuju wilayah kekuasaan Morgan untuk segera menangani kelompok perusuh. Mereka tidak mau kalau sampai insiden ini menjadi lebih besar dan merepotkan.


__ADS_2