The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 1. Bab 25 - Pertemuan Dua Sahabat Lama


__ADS_3

"Ante 1.000 gale. Big blind 10.000 gale. Small blind 5.000 gale," kata orang yang menjadi dealer dalam meja poker yang kuikuti.


Dealer mulai membagi kartu ke setiap pemain.


Taruhan pun di mulai.


Pemain pertama melihat kartunya. 3 Sekop dan King Hati.


"False." Pemain pertama menyerah.


Pemain kedua melihat kartunya. As Sekop dan 2 Keriting.


"Call." Pemain kedua ikut dalam taruhan.


Pemain ketiga melihat kartunya. King Sekop dan King Keriting. Pemain ketiga mendapat Pair Kings.


"Nice, Pair Kings," pikir pemain ketiga.


"Raise. 50.000 gale." Pemain ketiga menaikkan taruhan menjadi 50.000 gale.


Pemain keempat melihat kartunya. 5 Hati dan 6 Hati.


"Call." Pemain keempat ikut dalam taruhan.


Pemain kelima melihat kartunya. 6 Spade dan 7 Hati.


"False." Pemain kelima menyerah.


Rudi melihat kartunya. Jack Keriting dan Queen Diamond.


"Raise. 100.000 gale." Rudi kembali menaikkan taruhan menjadi 100.000 gale.


"Cih ... bocah ini benar-benar merepotkan," pikir pemain kedua.


"False." Pemain kedua menyerah.


"Kau ingin bermain? Dengan senang hati kulayani," pikir pemain ketiga.


"Raise. 500.000 gale." Pemain ketiga kembali menaikkan taruhan menjadi 500.000 gale.


"False." Pemain keempat menyerah. Ia tidak berani mempertaruhkan kartu 5 Hati dan 6 Hatinya untuk taruhan 500.000 gale.


"Aku tidak menyangka, ternyata permainan poker bisa jadi semenegangkan ini. Haaahahahahahah! Ini benar-benar membuatku berdebar," pikir Rudi.


"Raise. 1 juta gale." Rudi kembali menaikkan taruhannya menjadi 1 juta gale.


"Bocah, aku tidak tau apakah kau ini amatir atau justru sebaliknya. Tapi, mempertaruhkan 1 juta gale sebelum Flop? Aku tidak tau apa yang kau pikirkan," kata pemain ketiga.


"Bukankah inilah nikmatnya bermain judi?" tanya Rudi dengan wajah penuh percaya diri.


"Cih, anak ini benar-benar gila," pikir pemain ketiga.


"Baiklah, akan kulayani dengan senang hati," kata pemain ketiga.


"Raise. 5 juta gale." Pemain ketiga menaikkan taruhan hingga 5 juta gale.


"Hahahahahaha! Baiklah. Ayo kita berjudi," kata Rudi dengan seringai tipis.


"All In," kata Rudi sambil menggeser semua chipnya ke tengah meja.


"Kedua pemain, silakan perlihatkan kartu kalian," kata sang dealer.


Pemain ketiga menunjukkan kartu Pair Kingsnya. Rudi juga menunjukkan kartu Jack Keriting dan Queen Diamondnya.


"Hei, apa kau gila? Kau mempertaruhkan 5 juga gale hanya untuk itu?" ejek pemain ketiga.

__ADS_1


"Haaahahahaahahahaha! Kau benar-benar amatir," ejek pemain lain.


Melihat ketegangan di meja itu, orang-orang di sekitar mulai mengerumuninya.


"Hei, ada apa?"


"Ada dua pemain yang sedang All In."


"Berapa taruhannya?"


"Lebih dari 10 juta gale."


"Apa, benarkah?"


"Ya, pemain ketiga diunggulkan karena memiliki Pair Kings. Sedangkan pemain keenam hanya punya Jack Keriting dan Queen Diamond. Bahkan pemain keenam berani All In sebelum Flop dibuka."


"Wah, nekat banget, ya?"


Puluhan orang di sana langsung mengerumuni meja poker tempat Rudi bertaruh.


Kartu milik Rudi dan pemain ketiga sudah ditaruh di tengah meja dan siap untuk membuka Flop.


Flop: As Keriting, King Diamond, dan 9 Keriting.


"Haaahahahahahahaha! Rasakan itu, bocah! Aku dapat Set!" ejek pemain ketiga.


"Cih ...." Rudi hanya bisa menggerutu. Tapi, Ia masih punya kesempatan menang jika mendapat Strike.


Turn: 3 Spade.


"Jangan harap keberuntunganmu akan menyelamatkanmu, bocah!" kata pemain ketiga.


"Ayolah ... 10 ... kumohon," pikir Rudi cemas.


Meja itu semakin tegang, mengingat kedua pemain masih punya kesempatan menang, walaupun pemain ketiga jauh lebih diuntungkan.


"Ya, kesempatannya sangat kecil."


"Kalau dia mendapat 10, mungkin akan menarik."


"Ya, aku juga berfikir begitu. Itu seperti sebuah Epic Comeback yang luar biasa."


Orang-orang yang menonton sibuk dengan prediksi mereka masing-masing.


Dan River: ... 10 Hati.


"Yeah!" Rudi bersorak sambil meloncat. Keteganggannya seolah berubah menjadi sukacita.


"Makan itu!" Rudi mengejek pemain ketiga sambil mengacungkan jari tengah.


Board: As Keriting, King Diamond, 9 Keriting, 3 Spade, dan 10 Hati.


Rudi menang dengan Strike: 10 Hati, Jack Keriting, Queen Diamond, King Diamond, dan As Keriting.


Sedangkan pemain ketiga hanya mendapat Set: 3 Kings.


"Sialan!" Pemain ketiga frustasi dengan hasilnya.


Orang-orang di sekitar juga heboh karena tidak menyangkan akan terjadi Epic Comeback yang luar biasa.


Hanya dalam satu putaran saja, Rudi berhasil memenangkan banyak uang.


"Haaahahahahahahaha! Ini benar-benar menyenangkan!" kata Rudi sambil duduk di kursinya dan mulai menyusun chipnya.


Akito yang sedang bermain meja black jack, mulai mengalihkan pandangannya karena mendengar kehebohan dari meja tempat Rudi bermain.

__ADS_1


"Sepertinya dia menang banyak. Sialan! Aku tidak boleh kalah," gumam Akito sambil melihat Ke arah meja tempat Rudi bermain.


Rudi dan Akito kembali melanjutkan perjudian mereka.


Di sisi lain, Kageyama tengah bertemu dengan seorang pria misterius di salah satu sudut kasino.


"Apa dia orang yang kau maksud?" tanya pria misterius itu kepada Kageyama.


"Kaaakakakakakakakaka! Benar. Apa kau tertarik untuk ikut?" Kageyama bertanya balik.


"Tidak," jawab pria itu.


"Kaaakakakakakakaka!" Kageyama menanggapi dengan tawanya.


"Jujur saja, melihatmu mau mengikuti seseorang, terasa sangat aneh bagiku," kata pria itu.


"Kaaakakakakakakaka! Benarkah? Bukankah aku memang seperti ini?" tanya Kageyama.


"Kau yang dikenal suka menyendiri dan tidak mau menuruti perintah siapa pun, mau mengikuti orang lain? Jangan bercanda!" jawab pria itu.


"Kaaakakakakakakaka! Aku suka penilaianmu tentangku. Tapi, kupikir justru kaulah yang lebih aneh dariku," kata Kageyama.


"Apa maksudmu?" tanya pria itu.


"Apa kau tau? Sebenarnya kita ini sama. Hanya saja, kau tidak mau mengakuinya," jawab Kageyama.


"Jangan samakan aku denganmu," sahut pria itu.


"Kaaakakakakakakaka! Baiklah, baiklah. Lalu, bagaimana dengan informasi yang kuminta?" tanya Kageyama.


"Acaranya dimulai 1 bulan lagi. Sangat sulit untuk memasukinya karena itu adalah acara pelelangan terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Akan ada banyak orang penting yang menghadirinya. Kusarankan untuk tidak membuka identitasmu saat di sana," jawab pria itu.


"Apa kau mengkhawatirkanku? Seorang Julius menkhawatirkanku? Kau hampir membuatku terharu. Kaaakakakakakakakaka!" kata Kageyama.


"Aku serius. Pelelangan itu akan dihadiri banyak orang kelas atas. Karena banyak barang eksklusif yang akan dilelang di sana. Lagi pula, kenapa kau ingin menghadirinya?" tanya Julius, si pria misterius.


"Aku hanya ingin sedikit memberi makan predator yang sedang kelaparan," jawab Kageyama sambil memasang wajah serius.


"Predator kelaparan? Apa maksudmu?" tanya Julius dengan ekspresi bingung.


"Aku tidak bisa menjelaskannya lebih jauh. Kau akan mengerti suatu saat nanti," jawab Kageyama sambil melihat Rudi dari kejauhan.


"Apa kau berniat bergabung dengan kelompok mereka?" tanya Julius sambil mengambil segelas bir di meja.


"Tergantung," jawab Kageyama sambil meminum bir.


"Tergantung? Apa maksudmu?" tanya Julius sambil mrminum birnya.


"Jika mereka sangup memenuhi ekpektasiku, akan kulakukan apapun untuk membantu mereka. Tapi jika tidak, aku tidak bisa bersama mereka lebih lama lagi," jawab Kageyama sambil meletakkan gelas di meja.


"Apa yang kau harapkan dari mereka?" tanya Julius.


"Tanyakan itu pada dirimu sendiri. Menurutmu, apa yang paling dibutuhkan dunia saat ini?" jawab Kageyama dengan tatapan tajam.


"Apa kau tidak bisa mengatakannya dengan lebih jelas? Kau selalu mengatakan hal yang membuat orang penasaran," kata Julius.


"Ya, ya. Karena kau adalah sahabatku, akan kuberitahu sedikit tentang apa yang selama ini kucari. Aku sedang mencari predator yang sanggup memburu predator lain," kata Kageyama dengan seringai di wajahnya.


"Sepertinya kau belum menyerah dengan mimpimu itu! Kau membuatku sedikit penasaran dengan orang yang kau maksudkan itu. Besok, datanglah ke training center. Aku ingin sedikit bermain dengan bocah itu," kata Julius.


"Kaaakakakakakakaka! Sebaiknya jangan menyesal jika nantinya kau dihajar habis-habisan," kata Kageyama.


"Apa kau pikir dia sanggup melakukannya?" tanya Julius.


"Hmm ... entahlah. Kita tidak akan tau jika tidak mencobanya, bukan?" jawab Kageyama.

__ADS_1


Julius kemudian menghabiskan minumannya, lalu berkata, "Kalau begitu, aku pergi dulu. Kutunggu jam 10 di training center." Sambil beranjak meninggalkan Kageyama.


"Kaaakakakakakakaka! Baiklah, akan kuusahakan." Kageyama juga menghabiskan minumannya kemudian beranjak dari bar itu.


__ADS_2