
Malam telah tiba. Saat itu, tepat pukul 7 malam, Andre dan seluruh anggotanya langsung menyerbu wilayah perbatasan barat kelompok Nero.
"Maju! Kalahkan mereka!" Teriak Andre memberi perintah pada semua anggotanya.
Seluruh anggota kelompok Andre yang berjumlah kurang lebih 100 orang, mulai menyerang wilayah perbatasan barat kelompok Nero.
Wilayah perbatasan barat pun seketika berubah menjadi medan pertempuran.
100 anggota kelompok Andre harus berhadapan dengan 500 pasukan Nero yang menjaga perbatasan tersebut.
Di dalam markas penjaga perbatasan barat, ada seorang bawahan yang melapor pada komandan satuan yang berjaga di sana.
"Gawat, Tuan Jery! Perbatasan kita diserang!" kata salah seorang bawahan yang melapor ke salah satu komandan satuan kelompok Nero bernama Jery.
"Siapa mereka? Berapa jumlahnya?" tanya Jery, salah satu komandan satuan yang bertugas menjaga perbatasan barat.
"Mereka adalah kelompok Andre! Jumlah mereka 100 orang!" jawab bawahan itu.
"Cih ... orang orang itu tidak pernak kapok! Harus berapa kali aku menghajar mereka agar mereka jera," gumam Jery.
"Habisi saja mereka! Kita tidak punya waktu meladeni orang orang seperti mereka!" perintah Jery.
"Tapi, bukankah kita seharusnya kita melaporkan ini pada Tuan Morgan?" tanya bawahan itu lagi.
"Tidak perlu! Hal semacam ini tidak perlu sampai melibatkan para eksekutif!" jawab Jery.
Jery mengaggap remeh penyerangan itu karena hal semacam itu sudah sangat sering terjadi. Hampir setiap saat, ada saja kelompok bodoh yang berusaha mencari nama dengan menyerang wilayah kekuasaan Nero. Sehingga, membuatnya tidak terlalu memperdulikan hal semacam itu. Tapi, sebenarnya itulah yang Rudi mau. Rudi berniat menghancurkan wilayah kekuasaan Nero sedikit demi sedikit tanpa menarik perhatian para petinggi dan eksekutif. Sehingga, nantinya ia bisa memberikan serangan syok terapi kepada mereka.
Saat ini, aku dan kelompokku sedang mengintai perbatasan barat dari kejauhan.
"Kaaakakakakakakakaka! Apa mereka mampu melakukannya?" tanya Kageyama.
"Jika mereka gagal, maka kita terpaksa menyerang langsung," kata Julius.
"Kuharap, mereka bisa menaklukkan wilayah perbatasan ini secepatnya," kata Akito.
"Kuharap, mereka (kelompok Nero) tidak menyadari rencana kita," kata Yuta.
"Ini mulai terasa menyenangkan," kataku.
Kami menahan diri untuk tidak bergerak terlalu cepat karena target kami adalah para eksekutif dan pemimpin kelompok.
Kami tidak ingin menghabiskan banyak force dan stamina untuk mengahadapi sekumpulan musuh lemah. Selain itu, kami berjaga di luar perbatasan barat untuk mengantisipasi datangnya bala bantuan dari pihak lain.
Di dalam salah satu markas utama wilayah barat, seorang bawahan sedang melapor tentang penyerangan tersebut pada salah satu eksekutif kelompok Nero yang bernama Morgan.
"Gawat, Tuan Morgan! Wilayah perbatasan barat sedang diserang!" kata salah seorang bawahan Morgan.
"Xiiixixixixixixixixixixixixi! Sepertinya mereka langsung gerak cepat!" gumam Morgan, salah satu eksekutif kelompok Nero yang bertanggung jawab atas wilayah barat.
"Apa yang harus kita lakukan? Apa kita harus menurunkan para komadan satuan beserta pasukan elitnya?" tanya bawahan itu lagi.
"Xiiixixixixixixixxixixixixi! Beritahu kabar ini kepada semua eksekutif lain. Aku akan datang ke sana untuk mengatasi mereka sendiri," kata Morgan sambil memberikan sebuah surat pada bawahannya.
"Apa Anda yakin ingin langsung turun tangan? Kenapa tidak meminta komandan satuan untuk mengatasi ini?" tanya bawahan itu lagi.
__ADS_1
"Xiiixixixixixixxixxixixixixi! Ada hal yang ingin kupastikan," kata Morgan.
"Baik, Tuan Morgan! Saya akan menyampaikan kabar ini pada semua eksekutif lain," sahut si bawahan, kemudian pergi menjauh.
Morgan tersenyum sambil berfikir, "Xiiixixixixixixixixixixixixi! Apa ini sebuah kebetulan? Atau justru memang ulahnya?" pikir Morgan sambil bersiap pergi ke perbatasan barat.
Morgan adalah orang yang Rudi temui saat berada di ruang bawah tanah panti asuhan beberapa waktu lalu. Ia juga merupakan orang yang bertanggung jawab atas wilayah barat dan kota Eden. Sehingga, membuatnya bisa menyimpulkan bahwa Rudi yang ia temui sebelumnya, adalah dalang dari semua kerusuhan yang terjadi di kota Eden dan perbatasan barat.
Saat ini, kelompok Andre sedang bertarung menghadapi para penjaga wilayah perbasan barat kelompok Nero.
Slink! Duar! Slash!
Orang orang dari kelompok Andre dan para penjaga perbatasan barat terus bertempur satu sama lain. Mereka beradu pedang, pukulan, hingga atribut masing masing untuk menjatuhkan lawan.
Wave!
Andre membuat ombak air besar untuk menyapu banyak musuh sekaligus. Ia kemudian mengurung semua orang yang terkena serangannya dalam gelembung air besar.
Semua orang yang terjebak di dalam gelembung itu, kesulitan bernafas dan pada akhirnya tewas karena tenggelam dalam gelembung tersebut.
Wave!
Andre kembali membuat ombak besar sambil berselancar di atasnya.
Berbeda dari sebelumnya, kali ini di dalam gelombang itu terdapat hiu hiu ganas yang ia ciptakan menggunakan atribut airnya.
Dalam satu terpaan ombak, puluhan orang tewas tercabik hiu hiu ganas yang berada dalam ombak tersebut.
"Huft ... ini benar-benar melelahkan," gumam Andre sambil terus melihat situasi di sana.
Para eksekutifnya juga tidak mau kalah. Mereka juga berhasil mengalahkan banyak musuh sekaligus.
"Tuan Jery, para penjaga sudah hampir sepenuhnya dikalahkan. Jika terus begini, hanya masalah waktu sampai mereka berhasil menguasai perbatasan barat sepenuhnya," ucap salah seorang bawahan Jery.
"Cih ... mereka gigih sekali! Kumpulkan semua pasukan elitku! Kita akan bergerak!" perintah Jery, salah satu komandan satuan kelompok Nero yang bertugas menjaga wilayah perbatasan barat.
"Baik, Tuan Jery!" sahut bawahan itu.
Saat Jery bersiap turun ke medan pertempuran, tiba-tiba ia didatangi seseorang.
"Xiiixixixixixixixiixixixixixi! Sepertinya kau kesulitan, ya? Jery!" kata orang tersebut.
"Tu-Tuan Morgan. Ada perlu apa Anda sampai repot repot datang ke sini?" tanya Jery dengan gugup.
"Xiiixixixixixixixixixixixixi! Aku datang ke sini utuk menikmati pertunjukan. Apa kau keberatan?" tanya Morgan, salah satu eksekutif Nero.
"Tentu saja tidak, Tuan! Anda bebas melihatnya sesuka hati. Saya akan memberikan Anda pertunjukan yang menarik," jawab Jery.
"Xiiixixixixixixxixixixixixi! Aku menantikannya," balas Morgan.
10 pasukan elit Jery pun sudah berkumpul di depan salah satu markas penjaga wilayah perbatasan barat.
Jery berdiri di depan pasukannya sambil ditemani Morgan di sampinya.
"Tuan Morgan datang jauh jauh ke sini untuk melihat pertempuran kita! Ayo pastikan kedatangan Tuan Morgan tidak sia sia!" kata Jery yang berdiri di depan 10 pasukan elitnya.
__ADS_1
"Ayo bantai kelompok itu."
"Akan kucincang mereka menjadi potongan potongan kecil."
Kesepuluh pasukan elit Jery sudah siap untuk bertempur.
Morgan bersama pasukan elitnya, kemudian mulai pergi ke perbatasan barat yang berjarak sekitar 2 kilometer dari markasnya.
Di medan tempur wilayah perbatasan barat, anggota kelompok Andre tengah bersorak karena berhasil mengalahkan para penjaga di sana.
"Horaa!"
"Kita menang!"
"Makan itu, bajingan!"
Seluruh anggota kelompok Andre yang tersisa, bersorak atas kemenangan mereka melawan 500 penjaga perbatasan barat.
Walaupun mereka memenangkan pertempuran itu, hampir sebagian besar dari mereka harus kehilangan nyawa dan terluka ringan ataupun berat.
Saat ini, hanya tersisa 22 anggota beserta 5 eksekutif dan juga sang pemimpin kelompok Andre yang masih bisa berdiri. Sedangkan yang lainnya, telah tewas atau terluka parah hingga tidak sanggup bertarung lagi.
"Huft .. huft ... berapa orang yang masih bisa bertarung?" tanya Andre dengan nafas berat karena staminanya sudah terkuras banyak.
"Mungkin sekitar 22 orang termasuk kita," jawab Drian, salah satu eksekutif Andre.
"Sialan! Hanya dengan menyerang perbatasan barat, kita sudah kehilangan banyak anggota," kata Liam, salah satu eksekutif Andre.
"Peran kita belum selesai! Kita harus mengalahkan komandan satuan yang menjaga di wilayah ini," kata Andre.
"Fiuh ... ini benar benar sulit. Kuharap, pertempuran ini akan berakhir dengan kemenangan," kata Albert, salah satu eksekutif Andre.
Saat mereka semua sedang beristirahat, tiba tiba Jery dan 10 pasukan elitnya datang ke sana.
"Hmm ... aku tidak menyangka, kalian bisa mengalahkan semua pasukan penjaga perbatasan hanya dengan jumlah segini," kata Jeri yang baru tiba di sana.
"Cih ... mereka tidak memberi kita kesempatan istirahat." Andre menggerutu.
"Kalian semua, mundurlah! Bawa mayat dan teman kita yang terluka! Kalian hanya akan menjadi tumpukan mayat kalau memaksa tetap di sini!" Andre berteriak pada semua anggotanya yang tersisa untuk segera pergi dari sana.
Pertarungan ronde kedua akan segera dimulai. Andre yang hanya bersama kelima eksekutifnya, akan menghadapi Jery beserta 10 pasukan elitnya.
Dari kejauhan, Morgan melihat pertempuran itu dengan mata berbinar.
"Xiiixixixixixixixixixixixixi! Apa mereka (kelompok Rudi) menggunakan ini sebagai pengalihan semata?" pikir Morgan.
Sedangkan di sisi lain, aku dan kelompokku tengah melihat pertempuran ronde kedua itu dari arah sebaliknya.
"Sepertinya, mereka sudah kelelahan," kata Yuta.
"Kaaakakakakakakakakaka! Tapi, mereka melakukan tugas dengan baik! Dengan begini, kita tidak perlu membuang banyak tenaga untuk mengabisi para bawahan itu," sahut Kageyama.
"Oi, sepertinya ada orang kuat di sana," kataku sambil menunjuk ke suatu arah.
"Aku juga merasakannya," sahut Akito.
__ADS_1
"Sepertinya, dia sengaja memancarkan auranya untuk memancing kita," kata Julius.
Aku tersenyum tipis. Kemudian mengatakan, "Haaahahahahahahaha! Seperti yang diharapkan ... mereka benar benar kelompok yang sangat luar biasa! Adrenalinku rasanya mulai memuncak! Aku tidak sabar ingin segera bertarung!" kataku sambil menyeringai penuh nafsu.