The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 67 - Pelarian


__ADS_3

10 menit berlalu.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, mulai kelelahan menghadapi amukan Rudi.


Amukan yang Rudi tunjukkan benar-benar berbeda dari yang ia tunjukkan saat menghajar Nero. Walaupun ia sudah kehilangan kesadarannya. Tapi, seolah Ia seperti menyadari bahwa orang yang dihadapinya saat ini bukanlah musuh. Sehingga, membuatnya tidak menyerang dengan kekuatan penuh, kekuatan yang mampu membuat sang All Stars tak berkutik.


"Ini tidak akan berakhir," kata Kageyama dengan nafas terengah-engah.


"Aku juga berfikiran sama," sahut Julius dengan nafas berat.


"Apa kita akan menyerah?" tanya Akito yang sudah sangat kelelahan.


"Belum, sampai kita benar-benar tidak bisa bergerak lagi," jawab Yuta dengan nafas terengah-engah.


"Kenapa dia bisa jadi sekuat ini?" tanya Alvin sambil mengatur nafasnya.


"Kakak, kupikir, dia menahan diri saat menghadapi kita," jawab Dian dengan nafas beratnya.


"Jika ia menyadari bahwa kita bukan musuh, seharusnya kita punya kesempatan untuk kembali menyadarkannya," sahut Akito.


"Iya, aku tau. Tapi, yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana?" tanya Yuta.


"Awas!" teriak Kageyama pada semua orang.


Rudi melasatkan tebasan kuat ke arah seluruh anggotanya.


Kageyama membuat barier api untuk menahan lintasan tebasan itu.


Kageyama berhasil menahan serangan itu menggunakan bariernya.


Rudi melesat maju ke arah semua anggotanya untuk menyerang langsung. Tapi, di saat ia sedang melesat cepat, tidak tau dari mana asalnya. Tiba-tiba, ada sebuah cahaya putih terang yang seolah mengurung tubuhnya.


Rudi mencoba memberontak. Tapi, cahaya itu terus mengurungnya dengan sangat kuat, seolah seperti sedang menelannya.


Semua anggota kelompok Rudi terkejut karena melihat kejadian aneh di depan mata mereka.


"Apa itu?" tanya Julius.


"Apa itu bukan ulahmu?" tanya Kageyama balik.


"Aku tidak melakukan apapun," jawab Julius.


Kageyama mengira cahaya itu berasal dari atribut milik Julius.


Bukan hanya anggota kelompok Rudi. Tapi, semua pihak aliansi, para reporter, hingga jutaan orang yang melihat siaran itu dari televisi, kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi di sana. Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa tiba-tiba muncul cahaya putih terang yang mengurung tubuh Rudi dan seolah sedang melahapnya.


Di saat cahaya putih terang itu menghilang, Rudi sudah tergeletak di atas tanah.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian yang melihat tubuh Rudi tergulai lemas di atas tanah, mulai terdiam dan kelopak serta pupil mata mereka membesar.

__ADS_1


Mereka semua mengira bahwa Rudi saat ini sudah sepenuhnya kehilangan masa hidupnya. Dan itu berarti, Rudi telah mati.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, berlari ke arah Rudi dengan wajah panik. Ekspresi mereka seolah menunjukkan rasa tidak percaya dan rasa keterkejutan mendalam.


"Rudi!" teriak Akito sambil terus berlari ke arah tubuh Rudi yang tergeletak di tanah.


...***...


Di sisi lain, para reporter yang melihat hal itu, langsung menghentikan ucapan mereka. Mereka yang sebelumnya tidak pernah berhenti berbicara saat memandu acara, tiba-tiba terdiam seperti orang yang sedang syok. Mereka semua bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di pusat medan pertarungan.


...***...


Di sisi lain, para aliansi kelompok Nero juga melakukan hal yang sama. Mereka semua terdiam sejenak setelah cahaya putih terang yang seolah mengurung tubuh Rudi, telah sepenuhnya menghilang.


"Apa sudah selesai?" tanya Edgar.


...***...


Di sisi lain. Karena melihat kondisi kelompok Rudi yang sedang berada di titik terendah, Jendral Besar Negara Rosso meminta semua pasukannya yang tersisa untuk segera menangkap kelompok penantang yang sudah mengalahkan kelompok Nero.


Hampir sebagian pasukan Negara Rosso dan semua pihak aliansi, pingsan setelah terkena pancaran aura yang Rudi lepaskan sebelumnya. Mereka yang sedang pingsan, dibiarkan dan ditinggal begitu saja.


"Cepat, tangkap mereka!" seru Jendral Besar Negara Rosso pada semua pasukannya yang tersisa.


5.000 pasukan militer Negara Rosso berserta semua jendral dan jendral besarnya, mulai bergerak untuk segera menangkap Rudi dan kelompoknya.


Karena melihat pasukan militer Rosso mulai bergerak, semua pihak aliansi juga memerintakkan pasukan mereka masing-masing untuk bergerak.


6.000 pasukan berserta para Jendral dan Jendral Besar Negara Fuze mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.


"Jangan biarkan mereka lolos!" seru Jedral Besar Negara Grandbell kepada semua pasukannya yang masih tersisa.


5.000 pasukan berserta para Jendral dan Jendral Besar Negara Grandbell mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.


"Jangan mau kalah dengan mereka. Cepat maju!" seru Edgar kepada semua anggotanya yang masih tersisa.


500 anggota berserta para eksekutif kelompok Edgar mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.


"Segera habisi mereka!" seru Lisa kepada semua anggotanya yang masih tersisa.


100 anggota berserta para eksekutif kelompok Lisa mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.


"Hahahahaha! Mereka benar-benar licik. Kita juga tidak boleh tertinggal!" seru Barnes kepada semua anggotanya yang masih tersisa.


700 anggota berserta para eksekutif kelompok Barnes mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.


"Bunuh mereka semua!" seru Harden kepada semua anggotanya yang masih tersisa.


500 anggota berserta para eksekutif kelompok Harden mulai bergerak menuju ke arah kelompok Rudi.

__ADS_1


Semua pihak aliansi mulai bergerak dengan sisa pasukan mereka masing-masing untuk segera menangkap Rudi berserta kelompoknya.


...***...


Di sisi lain, para reporter yang melihat pihak aliansi mulai bergerak, kembali memandu siaran itu dengan sangat antusias. Mereka ingin melihat pertempuran yang lebih besar demi mendapat rating tinggi.


"Lihatlah, permirsa. Para pasukan aliansi mulai bergerak. Sepertinya, mereka ingin segera menangkap kelompok penantang yang saat ini kondisinya sedang melemah," kata sang pemandu acara salah satu stasiun televisi.


Para reporter lain juga sangat bersemangat dalam memandu siaran mereka masing-masing.


Sedangkan jutaan orang dari seluruh penjuru Benua Timur yang sedang melihat siaran dari stasuin televisi di televisi masing-masing, mulai riuh karena tidak sabar menunggu pertarungan yang lebih besar.


Walaupun begitu, ada juga yang menginginkan pertarungan itu segera selesai agar pertempuran itu tidak memakan terlalu banyak korban. Mereka yang ingin pertempuran itu segera selesai adalah orang-orang yang mengetahui betul tentang dampak yang ditimbulkan dari pertempuran yang lebih besar. Jika sampai kelompok Nero berserta aliansinya tumbang, maka perang antar kelompok yang menginginkan tahta kosong akan menjadi pertempuran yang jauh lebih besar.


...***...


Di sisi lain. Saat ini, Akito dan yang lainnya sedang memastikan kondisi Rudi.


Setelah mereka memastikan bahwa Rudi masih hidup, mereka sangat senang karena apa yang mereka khawatirnya ternyata salah.


Saat mereka baru saja mendapat kabar baik tentang Rudi yang masih hidup, mereka malah diberikan kabar buruk tentang pasukan aliansi yang mulai bergerak.


"Ayo kabur dari sini! Kita sudah tidak punya urusan lagi di sini," kata Akito pada semua orang.


"Ya, lagi pula, misi kita sudah selesai. Tidak ada alasan untuk meladeni mereka semua," sahut Julius.


Akito segera membopong Rudi dan berniat segera meninggalkan tempat itu.


Karena misi mengalahkan kelompok Nero sudah selesai, mereka tidak punya alasan untuk tetap di sana. Terlebih lagi, kondisi mereka saat ini sudah tidak memungkinkan untuk bertarung. Jangankan menghadapi pasukan besar, menghadapi sekumpulan orang lemah saja sudah sangat sulit untuk mereka menangkan karena kondisi yang sudah sangat menurun.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, membawa Rudi yang sedang pingsan untuk segera pergi dari sana.


...***...


Sedangkan di sisi lain, seluruh pasukan aliansi kelompok Nero tidak berniat membiarkan sang kelompok penantang pergi dari sana dengan kemenangan. Mereka berniat menghabisi dan menangkap sang kelompok penantang untuk membersihkan nama kelompok Nero yang sudah tercoreng.


Di saat seluruh pasukan aliansi kelompok Nero sedang mengejar sang kelompok penantang. Tiba-tiba, terdengar suara teriakan dari arah belakang.


"Berhenti, kalian semua!"


Teriakan itu membuat seluruh pasukan aliansi kelompok Nero berhenti seketika. Yang membuat mereka langsung menghentikan langkah itu bukan karena teriakannya. Tapi, karena suara itu terdengar sangat familiar di telingan mereka semua.


Ternyata, dari arah belakang, orang yang berteriak meminta semua pasukan aliansi untuk berhenti mengejar Rudi berserta kelompoknya adalah sang All Stars Nero itu sendiri.


Mengetahui bahwa Nerolah yang meminta mereka semua berhenti, membuat semua pasukan aliansi bingung.


"Kenapa kau meminta kami berhenti?" tanya sang Jendral Besar Negara Fuze dengan teriakan lantang.


"Diam! Jika kalian berniat mengejar mereka karena kekalahaku dan kelompokku, aku tidak akan segan untuk menghabisi kalian dengan tanganku sendiri! Lagi pula, aku tidak pernah meminta kalian untuk datang ke sini!" jawab Nero dengan teriakan lantang sambil mencoba bangkit.

__ADS_1


...***...


Di sisi lain, anggota kelompok Rudi yang sedang melarikan diri, tidak memperdulikan apa yang sedang terjadi di belakang. Mereka tidak tau dan tidak mau tau tentang alasan kenapa seluruh pihak aliansi kelompok All Stars Nero berhenti mengejar mereka. Prioritas mereka saat ini adalah segera menjauh dari sana agar bisa meloloskan diri dari situasi yang lebih rumit.


__ADS_2