The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 54 - Adam dan Misterinya


__ADS_3

Aku dan teman temanku saat ini tengah beristirahat di salah satu bangunan yang ada di wilayah barat (kekuasaan Morgan).


"Sialan! Kau benar benar luar biasa," kata Akito.


"Haaahahahahahaha! Begitukah?" jawabku sambil memakan makananku.


"Apa kau benar benar bisa menggunakannya dengan baik?" tanya Julius.


"Seperti yang kau lihat. Aku bisa menggunakannya dengan baik berkat katanan ini," jawabku.


"Bukankah itu tidak masuk akal? Kenapa katana itu bisa membuatmu bisa mengontrol aliran force menjadi lebih baik dari sebelumnya?" tanya Yuta heran.


"Entahlah. Aku merasa bahwa katana ini seperti sebuah kunci yang membuka batasanku," jawabku.


"Kaaakakakakakakakaka! Aku sangat iri padamu," sahut Kageyama.


"Hei, aku penasaran dengan kemampuanmu mengontrol aura. Kenapa kau bisa menciptakan medan gravitasi dengan hanya menggunakan aura?" Alvin bertanya padaku.


"Entahlah, saat aku menggunakannya, aku merasa bisa mengontrol udara di sekitarku," jawabku.


"Kaaakakakakakakakaka! Apa kau tidak pernah melihat pertempuran aura?" tanya Kageyama pada Alvin.


"Tidak! Bukankah aura hanya bisa digunakan untuk menyelimuti tubuh sebagai armor dan memperkuat senjata mirip dengan penggunaan force?" tanya Alvin.


"Kaaakakakakakakakaka! Sepertinya ada orang lain yang berasal dari pedalaman," ejek Kageyama.


"Aura tingkat tertinggi, bisa digunakan untuk mengontrol area dalam jarak tertentu. Kau bisa mengangkat benda, menciptakan medan gravitasi kuat, hingga menghancurkan apa pun tanpa menyentuhnya sama sekali. Untuk menahan serangan aura, harus menggunakan aura juga. Armor force tidak akan berguna jika digunakan untuk menahan serangan berbasis aura. Apa kau sudah mengerti?" tanya Kageyama.


"Ah, begitu rupanya. Aku mengerti. Ini adalah pertama kalinya aku melihat hal semacam ini. Jadi, itu agak sedikit membingungkanku," jawab Alvin.


"Tentu saja. Pertarungan aura tingkat tertinggi hanya bisa dilakukan orang orang yang saat ini duduk di singgasana tertinggi. Hanya mereka yang terkuat dari yang terkuat yang bisa menggunakannya dengan bebas," sahut Julius.

__ADS_1


"Oi, bukankah itu artinya aku sudah bisa disejajarkan dengan mereka?" tanyaku pada yang lainnya.


"Jangan bodoh! Kau masih jauh dari mereka!" jawab Akito.


"Kaaakakakakakakakaka! Secara teori, iya. Tapi, masih ada perbedaan besar antara kau dan mereka. Mereka yang saat ini menduduki singgasana tertinggi, mampu bertarung puluhan jam nonstop dengan full power mereka. Sedangkan kau, kau bahkan sudah kelaparan dan kekelahan hanya dengan beberapa menit saja. Kaakakakaakakakakaka!" jawab Kageyama.


"Oh, ayolah! Setidaknya katakan iya. Apa sesulit itu? Kalian itu suka sekali menghancurkan kesenangan seseorang," sahutku.


Mendengar itu, semua orang di sana pun tertawa.


"Oi, Aku masih penasaran dengan peristiwa yang kulihat saat pertama kali memegang katana ini. Apa yang sebenarnya terjadi di Abad Kehancuran? Apa kalian tau sesuatu tentang itu?" tanyaku.


Abad Kehancuran adalah suatu peristiwa dahsyat yang membuat dunia mengalami kepunahan massal.


"Para ilmuan mengatakan bahwa Abad Kehancuran disebabkan oleh hantaman meteor raksasa. Tapi, ada juga yang mempercayai bahwa para monsterlah yang sebenarnya menjadi penyebab Abad Kehancuran," sahut Yuta.


"Monster? Apa para monster itu benar benar ada di dunia ini?" tanya Alvin.


"Hmm ... mungkin ada, mungkin juga tidak," jawab Kageyama.


"Adam meninggalkan satu buku yang menceritakan tentang para monster. Seperti halnya Naga yang sanggup menghanguskan sebuah kota besar hanya dengan satu hembusan nafas apinya, atau Kraken yang sanggup menimbulkan golombang tsunami raksasa, atau bahkan Phoenix yang sanggup membawa badai kekeringan di mana pun ia berada," jawab Kageyama.


"Eh? Apa monster semacam itu benar benar ada di dunia ini? Jika itu benar, bukankah manusia bisa musnah?" tanya Akito.


"Tidak ada yang tau betul tentang keberadaan mereka. Tapi, jika mereka benar benar ada, tentu saja manusia akan berada di ambang kepunahan," jawab Julius.


"Jika itu peninggalan Adam, bukankah seharusnya itu memang nyata adanya?" tanya Akito.


"Banyak orang yang menjelajah keliling dunia untuk membuktikan keberadaan para monster. Tapi, sampai saat ini belum ada satu pun yang berhasil membuktikannya," jawab Julius.


"Apa kalian mempercayai adanya monster?" tanya Alvin.

__ADS_1


"Adam melabeli buku tentang monster sebagai karya grade bintang 3. Jadi, kupikir hal tersebut layak untuk dipercaya," jawab kageyama.


"Tapi, bagaimana mungkin keberadaan mereka tidak diketahui jika kemampuan mereka sanggup menghancurkan dunia manusia?" tanyaku.


"Para ilmuan hanya menganggap itu sebagai bencana alam dahsyat yang terjadi di masa lalu. Seperti letusan gunung berapi yang dianggap sebagai sebuah nafas Naga. Kemudian kekeringan panjang yang dianggap sebagai serangan Phoenix. Dan tsunami besar yang dianggap sebagai serangan Kraken. lalu, Adam berfikir bahwa hal itu sebagai serangan monster," jawab Kageyama.


"Hmm ... itu cukup masuk akal," sahut Akito.


"Tapi, aku berfikir bahwa orang seperti Adam tidak akan terlalu bodoh sampai menganggap bencana alam sebagai serangan para monster," jawab Kageyama.


"Apa jangan jangan, para monsterlah yang menjadi penyebab Abad Kehancuran?" tanya Alvin.


"Kaaakakakakakakakaka! Bisa iya, bisa tidak," jawab Kageyama.


"Kenapa ada dua kepercayaan yang berbeda?" tanyaku.


"Itu karena para ilmuan tidak pernah menemukan bukti apa pun soal itu. Yah, bagaimapun juga, mereka tidak mempercayai tentang hal yang tidak pasti. Mereka hanya akan mempercayai tentang fakta yang bisa dibuktikan melalui penelitian ilmiah," sahut Julius.


"Terlebih lagi, tidak ada yang bisa memastikan kapan Adam hidup di dunia ini. Ada yang mengatakan bahwa Adam hidup sekitar 100 ribu tahun lalu, ada juga yang mengatakan 10 ribu tahun lalu. Sedangkan Abad Kehancuran diperkirakan terjadi sekitar 10 juta tahun lalu," sahut Julius.


"Bukankan ilmuan di masa sekarang bisa memastikan tentang hal itu?" tanyaku.


"Kaaakakakakakakakaka! Itulah yang menjadi misteri terbesar selama ini. Para ilmuan tidak bisa memastikan kapan Adam hidup di dunia ini karena materi yang Adam gunakan untuk membuat buku dan semua peninggalannya, terbuat dari materi yang tidak pernah ditemukan di muka bumi. Dengan kata lain, materi itu adalah materi yang berasal dari luar bumi. Karena hal itu juga, ada yang mengatakan bahwa Adam itu sebenarnya adalah Alien," jawab Kageyama.


"Alien? Apa maksudnya itu?" tanyaku.


"Kaaakakakakakakakaka! Adam adalah salah satu misteri terbesar yang tidak bisa dipecahkan oleh siapa pun hingga saat ini," jawab Kageyama.


"Memangnya apa saja yang membuat Adam menjadi misteri terbesar?" tanya Rudi.


"Pertama, bagaimana bisa manusia yang hidup jauh di masa lalu bisa mengetahui banyak informasi yang bahkan tidak diketahui manusia modern. Kedua, semua karya yang Adam tinggalkan, 80 persen terbukti benar dan 20 persen sisanya ambigu, atau belum terbukti benar atau salah. Ketiga, dari mana Adam mendapat materi sekeras baja namun sangat lembut, selembut sutra. Materi yang bahkan tidak bisa dibuat oleh manusia modern dengan segala macam kecanggihan yang ada. Keempat, bagaimana cara Adam mengetahui bahasa modern, di saat ia hidup di zaman kuno. Kelima, bagaimana cara Adam menulis di atas materi yang bahkan tidak sanggup digores menggunakan materi terkuat yang ditemukan manusia hingga saat ini. Semua misteri itu membuat para ilmuan kebingungan tentang siapa Adam sebenarnya," jawab Kageyama.

__ADS_1


"Itulah kenapa, Adam dijuluki sebagai leluhur umat manusia karena berkat semua buku buku yang ia tulis, manusia bisa mencapai peradaban maju seperti saat ini. Tapi di sisi lain, Adam juga meninggalkan misteri besar tentang siapa identitasnya yang sebenarnya," imbuh Kageyama.


Mendengar semua hal itu, membuatku dan Akito tercengang.


__ADS_2