The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 57 - Pertarungan Antar Individu


__ADS_3

Di wilayah barat, medan pertempuran Akito melawan Lando, eksekutif pertama kelompok Nero.


Ting!


Akito dan Lando saling beradu senjata.


Akito menggunakan katana. Sedangkan Lando menggunakan dua dagger.


Akito dan Lando saling beradu serangan kuat dan cepat.


Dalam hal kekuatan dan kecepatan, mereka hampir seimbang. Sehingga, membuat keduanya terlibat pertarungan cepat memekakkan nafas.


Tebasan, sayatan, hingga hantaman, terus terjadi dalam waktu singkat.


Pertarungan keduanya sanggup membuat tekanan udara mengamuk, tanah berterbangan, hingga petir menyambar setiap mereka beradu senjata masing masing.


Akito melesat cepat sambil mengayunkan katana. Sedangkan Lando bersiap dengan satu daggernya.


Ting!


Benturan kedua senjata mereka menimbulkan suara nyaring.


Lando mengayunkan satu dagger lainnya ke arah dada Akito.


Slash!


Dada kiri Akito terkena sayatan tipis dager milik Lando.


Akito tidak memperdulikan luka tipis itu dan terus menyerang Lando menggunakan katananya.


Pertarungan adu skill berpedang keduanya, sanggup memukau mata setiap orang yang melihatnya.


Pertarungan cepat dan intens terus mereka pertontonkan dengan indah.


Di sisi lain, Kageyama sedang bertarung melawan Hugo, eksekutif ketiga kelompok Nero.


Fire Laser!


Kageyama menembakkan laser super panasnya. Tapi, Hugo menahannya menggunakan barier air.


Kageyama dan Hugo memiliki atribut yang saling bertolak belakang. Sehingga, membuat pertarungan mereka menjadi pertunjukan yang menarik untuk dilihat.


Hugo melepaskan ombak besar ke arah Kageyama.


Kageyama membuat barier tornado api di sekelilingnya untuk menahan serangan itu.


Boom!


Ledakan dahsyat terjadi akibat benturan dua atribut yang saling bertolak belakang.


Kageyama membuat api di kedua kakinya dan terbang seperti roket. Ia menyerang Hugo menggunakan laser api sambil melesat cepat di udara.


Hugo membuat gelembung air raksasa untuk menahan tembakan laser Kageyama.


Boom! Duar!


Ledakan demi ledakan terus terjadi. Adu skill juga terus dipertontonkan dari pertarungan keduanya.


Di sisi lain, Julius saat ini tengah bertarung melawan Bojas, eksekutif kedua kelompok Nero. Pertarungan keduanya tidak kalah sengit dengan pertarungan lain.

__ADS_1


Light Sword!


Julius melesatkan 10 pedang cahaya ke arah Bojas. Tapi, Bojas sanggup menahannya menggunakan barier tanah.


Pedang cahaya Julius pun menancap ke barier tanah itu karena tidak sanggup menembusnya.


Julius melesat ke arah Bojas sambil mengayunkan pedang cahaya yang ia buat di tangan kanannya.


Slash!


Julius sanggup memotong barier tanah itu. Akan tetapi, pedang cahayanya sangup ditahan Bojas menggunakan tangan kosong.


Julius tersenyum saat melihat tebasannya sanggup ditahan Bojas dengan sangat mudah.


Bojas kemudian menyerang Julius menggunakan duri duri tajam yang tiba tiba muncul dari bawah tanah.


Julius melompat mundur untuk menghindar. Tapi, duri duri tajam terus bermunculan dari bawah tanah seolah mengejarnya.


Slink! Slink! Slink!


Julius memotong semua duri yang tidak bisa dihindari.


Light of Justice!


Julius menurunkan pancaran cahaya dari langit, tepat di atas Bojas.


Bojas mengangkat kedua tangannya untuk menahan serangan cahaya penghakiman milik Julius.


Boom!


Cahaya penghakiman yang turun dari langit, menghantam tubuh Bojas dengan sangat ganas. Tapi, Bojas sanggup menahannya dengan baik.


Di sisi lain, Yuta saat ini sedang bertarung menghadapi sang eksekutif keempat yang bernama Kilian.


Pertarungan keduanya juga tidak kalah sengit dari pertarungan lain.


Yuta yang merupakan seorang penyerang jarak jauh, harus menghadapi Killian yang juga merupakan petarung jarak jauh.


Perbedaan keduanya terletak dengan gaya pertarungan masing masing.


Yuta adalah petarung jarak jauh yang mengandalkan atribut anginnya. Sedangkan Killian adalah petarung jarak jauh yang mengandalkan senjata.


Pertarungan keduanya mirip dengan pertarungan dua sniper handal yang saling bertemu.


Dari kejauhan, Yuta menciptakan peluru angin bertekan tinggi, kemudian melesatkannya ke arah Killian.


Duar!


Killian sanggup menahan tembakan peluru angin itu menggunakan senapan laras panjang yang difungsikan seperti pedang.


Killian membidik kepala Yuta, kemudian melepaskan tembakan peluru berlapis force dan auranya.


Yuta berhasil membelokkan jalur peluru itu menggunakan aliran angin yang ia buat di sekelilingnya.


Duar!


Peluru yang Killian tembakkan menghantam tanah dengan sangat keras hingga menimbulkan lubang kecil namun sangat dalam di sana.


Penggunaan peluru fisik dilapisi force dan aura jauh lebih mematikan dan merusak dari pada peluru atribut. Akan tetapi, penggunaanya jauh lebih sulit dan repot dari pada peluru yang dibuat menggunakan atribut.

__ADS_1


Yuta melanjutkan serangan dengan membuat anak panah raksasa dan melesatkannya ke arah Killian.


Killian bersiap membidik serangan itu, kemudian menembak.


Duar!


Benturan dua serangan itu menciptakan gelombang kejut dahsyat yang membuat tanah di sekitar hancur lebur.


Peluru Killian hancur. Dan anak panah raksasa yang Yuta lepaskan juga hancur.


Walaupun kedua serangan itu terlihat sangat jauh berbeda. Tapi, keduanya memiliki kekuatan yang sama. Sehingga, membuat keduanya hancur saat bertabrakan satu sama lain.


Di sisi lain, Alvin dan Dian saat ini tengah menghadapi 5 komandan satuan kelompok Nero yang tersisa.


Alvin merupakan petarung jarak dekat. Sedangkan Dian adalah tipe support.


Alvin melesat ke arah komandan satuan pertama sambil bersiap memukul.


Beem!


Pukulannya berhasil ditahan sang komandan pertama.


Di saat Alvin dan sang komandan pertama saling beradu pukulan, komandan kedua dan ketiga melesat maju ke arah Dian untuk segera menumbangkannya.


Dian membuat barier air untuk menahan serangan kedua komandan itu.


Duar!


Kedua komandan tidak sanggup menembus barier air yang Dian buat.


Walaupun Dian sangat buruk dalam pertarungan. Tapi, ia memiliki pertahanan mutlak yang sangat sulit ditembus, bahkan untuk para petarung kelas atas sekali pun.


Dari kejauhan, komandan keempat dan kelima sudah membidik kepala Alvin menggunakan senapan mereka. Kemudian, peluru dilepaskan.


Duar!


Peluru itu menghantam barier air yang Dian buat untuk melindungi kakaknya.


Selain bisa membuat barier untuk diri sendiri, Dian juga bisa membuat barier untuk orang orang di sekitarnya. Hal itulah yang membuatnya menjadi tipe support yang sangat luar biasa.


"Terimakasih, Dian!" teriak Alvin sambil menoleh ke belakang.


"Kakak, awas!" Dian berteriak kepada Alvin karena melihat ada dua komandan yang siap menyerang kakaknya.


Ting!


Alvin menahan serangan kedua komandan itu menggunakan tangan kosong yang telah dilapisi force dan aura.


Walaupun ia bisa menahan serangan itu. Tapi, Alvin sedikit terdorong ke belakang karena tidak bisa meredam hentakannya.


Pertarungan Alvin dan Dian melawan kelima komandan satuan kelompok Nero semakin memanas.


Di sisi lain, Rudi dan Nero juga sedang sibuk bertarung. Akan tetapi, pertarungan keduanya sangat berbeda jauh dengan pertarungan pertarungan lain.


Jika di medan pertempuran lain mereka saling baku hantam, di medan pertarungan Rudi melawan Nero justru sebaliknya. Mereka malah sibuk saling pandang satu sama lain tanpa melakukan apa pun.


Aku berdiri tegak sambil melirik tajam Nero. Sedangkan Nero hanya menyeringai sambil memandang rendah ke arahku.


Kami berdua sedang saling menunggu momentum untuk mulai bergerak.

__ADS_1


__ADS_2