The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 62 - Predator Puncak


__ADS_3

Wilayah kekuasaan kelompok Nero.


Ribuan anggota kelompok Nero mulai pontang-panting ke sana ke mari. Mereka semua berusaha menyelamatkan diri dari dampak pertarungan pemimpin mereka melawan pemimpin kelompok penantang.


Dampak pertarungan Rudi melawan Nero bisa dibilang mirip dengan bencana alam super massive. Ledakan dasyat seperti bom nuklir, hempasan angin kuat seperti badai tornado, hingga kilat menyambar bagai langit yang mengamuk, terus terjadi tanpa henti. Membuat pertarungan keduanya lebih mirip seperti dua Dewa yang saling bertarung.


Area yang saat ini mereka gunakan untuk berdansa, berubah menjadi dataran penuh kesengsaraan. Barang siapa yang berani memasukinya, sudah pasti akan musnah hingga ke potongan terkecil tubuh mereka.


"Cepat lari jika kalian masih ingin hidup!"


"Apa mereka itu benar-benar manusia?"


"Jangan banyak bicara! Cepat gerakkan kakimu! Jika tidak, tubuhmu akan musnah!"


Ribuan anggota kelompok Nero bergegas meninggalkan wilayah itu agar tidak terseret dalam pertarungan Rudi malawan Nero.


...***...


Di sisi lain, semua anggota kelompok Rudi yang sebelumnya terpisah dan terkapar tak sadarkan diri, sekarang mulai tersadar.


Kageyama baru tersadar setelah terkena hempasan dampak pertarungan Rudi melawan Nero.


"Sialan! Berapa lama aku pingsan?" pikir Kageyama sambil memegang kepalanya.


Di saat kesadaran Kageyama belum sepenuhnya pulih, ia melihat ada ledakan demi ledakan dahsyat dari medan pertempuran Rudi melawan Nero.


"Mereka benar-benar gila! Apa mereka ingin menghancurkan daratan ini?" pikir Kageyama sambil melihat ke arah medan pertempuran itu.


Tidak lama berselang, Akito, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, akhirnya menemukan Kageyama yang bersandar di batu besar.


Julius mendekati Kageyama kemudian bertanya, "Apa kau baik-baik saja?" tanya Julius pada Kageyama.

__ADS_1


"Ya, aku baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian?" tanya balik Kageyama kepada semua anggota lain.


"Kami baik-baik saja. Aku tersadar beberapa saat yang lalu setelah terkena hempasan kuat pertarungan mereka, Rudi dan Nero," jawab Akito.


"Bagaimana kondisinya saat ini? Apa pertarungan mereka belum selesai?" tanya Kageyama.


"Semakin lama, pertarungan mereka semakin menggila. Jika terus begini, seluruh daratan ini bisa hancur tak berbentuk," jawab Alvin.


"Kita tidak bisa membantunya dengan kondisi kita saat ini. Yang bisa kita lakukan hanya berharap pertarungan mereka bisa segera selesai agar kita bisa segera pulang dengan kemenangan," sahut Julius.


Di saat mereka semua masih sibuk berbincang, tiba-tiba mereka merasakan benturan aura dahsyat yang bersumber dari medan pertarungan Rudi melawan Nero.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian sangat terkejut saat merasakan benturan aura dari Rudi dan Nero.


Kageyama menyeringai penuh semangat saat merasakan aura intimidasi yang terpancar dari medan pertempuran Rudi melawan Nero.


"Kakakakakaka! Julius ... apa kau ingat saat kau bertanya padaku tentang kenapa aku mau bergabung dengan Rudi dan kelompoknya?" tanya Kageyama.


Semua orang di sana terkejut saat mendengar pertanyaan Kageyama. Mereka benar-benar tidak mengerti kenapa Kageyama masih bisa tersenyum lebar di tengah situasi semacam itu.


Kageyama berdiri sambil mengatakan, "Saat pertamakali aku melihatnya bertarung di Ibukota Roland, aku merasa dia memiliki sesuatu yang unik dan special," kata Kageyama kepada Julius.


"Apa yang maksudmu?" tanya Julius.


"Apa kau tau tentang serigala?" tanya balik Kageyama.


"Tentu saja. Serigala adalah hewan yang memiliki kemampuan berburu tingkat tinggi. Serigala merupakan salah satu predator puncak. Serigala terkenal ganas dan susah dijinakkan karena seekor serigala hanya mematuhi sang alfa," jawab Julius.


"Kakakakaka! Awalnya aku berfikir bahwa Rudi layaknya seekor serigala. Tapi, saat aku mulai mengenalnya lebih jauh, semua anggapanku ternyata salah besar," ucap Kageyama sambil terus melihat ke pusat medan pertempuran Rudi melawan Nero.


"Lalu, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?" tanya Julius bingung.

__ADS_1


"Apa kau tau siapa predator puncak di lautan?" tanya Kageyama pada Julius.


"Tentu saja Hiu Putih Besar!" jawab Julius.


"Kakakakaka! Kau salah! Predator puncak di lautan adalah Paus Orca," sahut Kageyama.


"...." Julius semakin kebinggungan dengan apa yang ingin Kageyama sampaikan padanya.


"Orang mengenal Hiu Putih Besar sebagai predator puncak di lautan karena Hiu Putih Besar adalah predator ganas dan soliter yang tidak segan memburu semua binatang yang masuk dalam wilayah perburuannya. Tapi walaupun demikian, Hiu Putih Besar juga memiliki predator yang menjadikannya layaknya sebuah santapan lezat. Apa kau tau siapa yang berani menjadikan Hiu Putih Besar sebagai target buruannya?" tanya Kageyama kepada Julius.


"Hmm ... jika aku tidak salah ... predator yang suka memburu Hiu Putih Besar adalah Paus Orca," jawab Julius.


"Benar, Paus Orca juga memiliki nama lain yang sering disalah artikan banyak orang. Nama lain dari Paus Orca adalah Whale Killer atau Pembunuh Paus. Tapi, orang di zaman ini sering menyebutnya Killer Whale atau Paus Pembunuh. Paus Orca adalah predator ganas yang menjadi momok paling ditakuti di lautan. Paus Orca tidak memiliki predator sama sekali. Justru, Paus Orca malah suka memburu predator lain dan hewan yang memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari tubuhnya sendiri. Jika Hiu Putih Besar adalah raja di lautan, maka Paus Orca adalah kaisar di lautan," ucap Kageyama.


"Apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan?" tanya Julius yang masih belum mengerti maksud Kageyama.


"Menurutku, Rudi layaknya Paus Orca. Di masa depan, aku percaya bahwa ia bisa menjelma menjadi momok paling ditakuti oleh semua orang. Rudi memiliki kemampuan yang membuatnya sanggup berdiri di puncak supremasi. Walaupun demikian, Rudi sangat berbeda dengan para predator lain yang hanya melihat semua hal sebagai mangsa. Ia tidak akan memburu siapapun yang bukan merupakan target buruannya. Tapi, jika ia telah menetapkan seseorang menjadi terget buruannya, tidak perduli apakah ia adalah predator paling ditakuti sekali pun, Rudi hanya akan memandangnya seperti sebuah santapan lezat yang harus segera ia nikmati. Di satu sisi, aku merasa bahwa Rudi sangat berbahaya. Tapi di sisi lain, Rudi juga bisa menjadi sosok yang luar biasa dan sanggup membawa angin perubahan di dunia yang busuk ini. Dunia ini membutuhkan seekor predator yang sanggup memburu predator lain untuk tetap menjaga keseimbangan. Dan menurutku, Rudi adalah sosok yang selama ini dibutuhkan oleh dunia," jawab Kageyama.


Julius sedikit mengerti tentang pesan yang ingin disampaikan oleh Kageyama. Kerena sebenarnya, Julius juga menyadari hal itu.


Kageyama mengganggap Rudi layaknya Paus Orca. Dari penampilan luarnya, Paus Orca terlihat imut, menggemaskan, dan jinak. Tapi, di lautan, semua binatang laut akan menyingkir saat Paus Orca melintas, bagaikan sekumpulan rakyat jelata yang memberi hormat kepada seorang kaisar yang berjalan di depan mereka semua. Bahkan, seekor Hiu Putih Besar akan meninggalkan wilayahnya jika Paus Orca mulai memasuki wilayahnya.


Akito, Yuta, Alvin, dan Dian, mengerti betul tentang apa yang ingin Kageyama sampaikan.


"Itulah Rudi yang kukenal," kata Akito dengan senyum tipisnya.


"Aku benci mengakuinya. Tapi, aku juga tidak bisa membantahnya," kata Yuta, juga dengan senyum tipisnya.


Walaupun Alvin dan Dian baru mengenal Rudi beberapa saat yang lalu. Tapi, mereka bisa mengerti itu dengan baik. Mereka berdua sadar bahwa Rudi bukanlah predator sembarangan karena mustahil jika seekor ikan teri bisa mendapat respek begitu besar dari orang-orang yang terdiri dari para predator kelas atas seperti Akito, Kageyama, Julius, hingga Yuta.


Hanya dengan merasakan aura yang mereka pancarkan, sudah lebih dari cukup untuk Alvin dan Dian menyadari bahwa saat ini mereka telah bergabung dengan kelompok yang dipenuhi oleh para predator puncak.

__ADS_1


"Sialan! Aku tidak menyangka kalau ternyata aku malah bergabung dengan para monster ini," pikir Alvin.


"...." Dian melihat kakaknya dengan wajah penuh harapan.


__ADS_2