
Di salah satu medan perang, aku dan Akito sedang berhadapan dengan James. Dalam pertarungan itu, aku dan Akito berkerja sama untuk mengalahkan James secepat mungkin.
Frezee!
Sambil melesat cepat ke arah James, aku membekukan area seluas 100 meter persegi untuk menghentikan pergerakan James.
Walaupun areanya lebih kecil, tapi suhu dingin yang kuciptakan saat ini jauh lebih ekstrim dari pada sebelumnya karena aku mengkompresnya agar menjadi jauh lebih merusak.
Walaupun begitu, James tetap bisa menahan suhu ekstrim tersebut dengan melapisi tubuhnya menggunakan force dan aura.
Aku dan Akito melesat ke arah James secara bersamaan.
Aku melesat ke arah kiri dan Akito dari arah sebaliknya.
Kami berdua melesat ke arah James sambil mengayunkan katana masing-masing.
"Majulah!" seru James sambil memasang kuda-kuda seperti master kungfu yang siap bertarung.
Setelah berada tepat di sisi James, kami langsung menganyunkan katana masing-masing.
Aku mengincar leher dan Akito mengincar tubuh James.
James berhasil menangkis serangan kami berdua dengan membelokkan serangan kami.
Ia pun kemudiam memukul Akito hingga membuat Akito terlempar ke belakang.
Ia juga berhasil mumukulku dan membuatku telempar ke arah sebaliknya.
Aku dan Akito kembali berdiri sambil menatap tajam ke arah James.
Akito kemudian melemparkan katananya ke arah James.
James pun membelokkan arah lintasan katana Akito dan membuatnya menancap di tanah, tepat di dekat kakinya sendiri.
Sambil berlari cepat, aku juga melesatkan katanaku ke arah dada kiri James.
James berusaha membelokkan arah lintasannya, akan tetapi, ia tidak bisa melakukannya karena berat katanaku tidak bisa ditahannya.
__ADS_1
Katanaku pun menancap di dada kiri James. Beruntungnya, katana tersebut tidak sampai menusuk jantungnya.
"Apa-apaan katana ini? Kenapa katana ini sangat berat? Bagaimana cara bocah itu bisa menggunakan katana semacam ini dengan mudahnya?" gumam James sambil berusaha mencabut katana yang menancap di dadanya.
James terus berusaha menarik katana yang menancap di tubuhnya. Akan tetapi, ia sangat kesulitan mencabutnya karena katana itu terasa sangat berat saat ia pegang.
Di sisi lain, aku sedang melesat ke arah James untuk mengambil kembali katana yang kulemparkan.
Saat tanganku telah menyentuh katanaku, aku langsung mencabutnya dan mengayunkannya ke arah lengan kiri James.
Aku tidak mau membunuh James terlalu cepat karena aku ingin ia merasakan penderitaan sebelum kematian agar ia bisa sedikit merasakan penderitaan warga desa yang telah ia bantai.
Saat aku hendak memotong tangan kirinya, James mencoba sekuat tenaga untuk mengelak.
Sayangnya, James tidak benar-benar bisa mengelak dan membuat lengan kirinya tersayat dari bahu ke bagian jari-jemarinya.
Dengan lengan sobek, James tetap terlihat santai seolah ia tidak merasakan rasa sakit sama sekali.
Aku dan Akito kemudian berhenti menyerang karena melihat kondisi James yang sedang kacau.
Dengan perasaan marah, aku pun bertanya pada James. "Kenapa kau membantai warga desaku? Apa salah mereka? Kenapa kau menyiksa mereka dengan kejam? Apa kau tidak punya perasaan sama sekali?"
"Jadi, kau sudah tau? Haaahahahahahahaha! Aku melakukannya karena iseng!" jawab James sambil terlihat sedikit menahan rasa sakit.
Aku sangat emosi saat mendengar jawaban James. Aku benar-benar tidak menyangka kalau ada manusia yang bisa membunuh manusia lain hanya karena keisengan semata.
Aku kemudian menatap Akito yang berdiri di sampingku.
"Oi, Akito! Kira-kira, hukuman apa yang pantas ia dapat?" tanyaku dengan perasaan penuh amarah.
"Tidak ada! Tidak ada satu pun siksaan yang layak dia dapat!" jawab Akito yang juga terlihat tengah dibakar emosi.
Tidak lama berselang, James sedikit tersenyum, kemudian mengatakan, "Kuakui, kalian adalah lawan yang sangat kuat! Akan tetapi, kalian tidak akan bisa mengalahkanku hanya dengan begini saja!"
Setelah mengatakan itu, tubuh James terlihat berubah. Otot-otonya mulai mengembang, urat di seluruh tubuhnya mulai menonjol, kulitnya mulai terlihat memerah, dan luka di tangan kirinya juga langsung pulih seketika setelah perubahan tersebut.
Bukan hanya perubahan fisiknya saja, akan tetapi aura dan hawa kehadirannya juga terasa sangat berbeda dari sebelumnya.
__ADS_1
Aku terbelalak saat merasakan pancaran aura yang terasa sangat mencekam, seolah ada malaikat kematian yang menempelkan sabitnya tepat di leherku.
"Perasaan macam apa ini?" gumamku dengan tubuh merinding.
Akito juga merasakan hal apa yang Rudi rasakan.
Rudi dan Akito pun bersiap menghadapi perubahan yang terjadi pada James.
Di medan pertempuran lain, beberapa orang yang sebelumnya sibuk bertempur, mulai berhenti saat merasakan hawa kehadiran yang James pancarkan.
"Dia menggunakannya! Apa mereka memang sekuat itu, hingga membuatnya harus menggunakan mode terkuatnya?" gumam eksekutif pertama James sambil melihat ke arah medan pertempuran pemimpinya.
Di sisi lain, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian yang masih bertarung menghadapi lawan mereka masing-masing, juga merasakan hawa kehadiran yang James pancarkan.
"Apa-apaan ini?" gumam Kageyama sambil melihat ke arah medan pertempuran Rudi dan Akito.
Julius, Yuta, Alvin, dan Dian juga sangat terkejut saat merasakan tekanan kuat yang terpancar ke seluruh medan perang.
Di sisi lain, Nero dan Ling mulai berhenti bertarung karena alasan yang sama, mereka terkejut karena James benar-benar akan bertarung mati-matian menghadapi Rudi dan Akito.
Ling melihat Nero, kemudian bertanya, "Nero! Apa bocah-bocah itu memang sekuat itu? Kenapa James sampai menggunakan mode terakhirnya hanya untuk menghadapi bocah seperti mereka?"
Nero pun tertawa lebar, kemudian menjawab, "Bukankah sudah kukatakan sejak awal? Bocah itu punya mode yang tidak masuk akal! Jika kau bertanya padaku sekuat apa mereka, kupikir mereka hampir layak bersaing dengan kelompok Kaisar!"
Ling terkejut saat mendengar jawab Nero. Ia tidak menyangka kalau bocah yang menghadapi James punya kemampuan di luar perhitungannya.
Di sisi lain, James saat ini telah sepenuhnya masuk dalam mode terkuatnya.
"Kalian beruntung karena aku akan membunuh kalian dengan kekuatan penuhku!" kata James padaku dan Akito dengan wajah arogan.
Aku tidak terlalu memperdulikan perubahan itu karena aku tetap yakin bisa mengalahkan James dengan kemampuanku saat ini.
Sejak aku bertemu dengan diriku sendiri di alam bawah sadar, aku bisa merasakan perubahan signifikan pada aliran force di tubuhku. Aku merasa seperti mendapat power up drastis setelah pertemuan tersebut.
Aku kemudian melihat ke arah Akito sambil mengatakan, "Akito! Ayo kita hajar monster itu!"
Akito pun menjawab, "Ya! Ayo beri dia pelajaran!"
__ADS_1
Aku dan Akito langsung melesat ke arah James secara bersama.
Aku dan Akito pun terlibat pertarungan tempo tinggi melalawan James.