
Di dalam markasnya, komandan satuan kelompok Nero yang sudah dihajar Kageyama habis habisan, mulai menggebrak meja dan berteriak marah. "Sialan! Siapa bocah itu? Kenapa dia sangat kuat?"
"Tenanglah, Tuan Aldi," kata orang yang sebelumnya Rudi hajar saat di kota Eden. Dia jugalah yang telah melapor pada Aldi, si komandan satuan yang telah dihajar Kageyama habis habisan.
"Ini semua salahmu, sialan! Kau seharusnya tidak membuat masalah dengan mereka!" bentak Aldi, si komandan satuan.
"Ma-Maafkan saya. Saya terpancing emosi karena mereka terus mempermalukan saya," kata bawahan itu.
"Cih ... jika Tuan Fafnir sampai tau, aku pasti akan digantung karena sudah mempermalukan nama kelompok Nero," kata Aldi sambil membayangkan kegeriaan macam apa yang akan ia hadapi jika Fafnir sampai tau.
Fafnir adalah salah satu eksekutif kelompok Nero.
"Bu-Bukankah tidak akan sampai seburuk itu?" tanya sang bawahan.
"Diamlah, sialan! Kau hanya membuatku semakin pusing!" bentar Aldi, sang komandan satuan.
Beberapa waktu sebelumnya, Aldi membawa 100 bawahannya untuk menghabisi Rudi dan kelompoknya. Tapi, mereka justru bertemu dengan Kageyama dan akhirnya bertempur.
Karena kemampuan Aldi dan pasukannya jauh lebih lemah dari Kageyama, membuat Kageyama bisa mengatasi mereka semua tanpa masalah sedikit pun. Kageyama bahkan sempat mempermainkan mereka sebelum akhirnya menghajar mereka sampai babak belur.
.
.
Setelah resmi beraliansi, Andre membawaku dan kelompokku pergi ke markas rahasia mereka yang terletak di tengah hutan belantara.
Hutan itu berada di wilayah netral, atau tidak berada di bawah kekuasaan pihak mana pun.
Sesampainya di markas rahasia kelompok Andre, orang orang di sana langsung menyambut kami dengan wajah waspada.
"Siapa dia, Bos?" tanya salah satu bawahan Andre.
"Mereka adalah aliansi yang akan membantu kita menjatuhkan All Stars Nero dan kelompoknya," jawab Andre.
"Heh? Bukankah target kita adalah negara Rosso? Kenapa sekarang malah kelompok Nero?" tanya bawahan lainnya.
"Target kita berubah. Dari pada hanya menjatuhkan negara Rosso, lebih baik langsung menjatuhkan kelompok Nero," jawab Andre.
__ADS_1
"Apa mereka cukup kuat hingga kau bisa sangat percaya diri?" tanya salah satu eksekutif Andre.
"Haaahahahahahahaha! Kalian akan tau sendiri," jawab Andre sambil meminum segelas bir.
Andre kemudian berdiri di atas meja dan berteriak lantang ke seluruh ruangan itu.
"Semuanya! Perkenalkan, mereka adalah kelompok Rudi, kelompok yang sudah menghancurkan Ibukota Roland beberapa minggu lalu. Mulai sekarang, kita akan beraliansi dengan mereka hingga menjatuhkan All Stars Nero dan kelompoknya!" Teriakan Andre menggema ke seluruh ruangan.
Aku dan kelompokku hanya berdiri sambil memasang senyum kecut karena anggota kelompok Andre terus melihat kami tanpa mengatakan apa pun.
"Ha-Halo ...," sapaku dengan senyum terpaksa.
"Horei!" Seketika, semua orang di sana bersorak gembira karena mendapat aliansi baru.
Mereka berbondong bondong meminta untuk bersamalan denganku dan kelompokku untuk merayakan terbentuknya aliansi tersebut.
Di salah satu meja, Andre sedang berbicara dengan 5 orang eksekutifnya sambil melihat kegembiraan anggotanya yang sedang mengerumuni Rudi dan kelompoknya.
"Apa mereka benar-benar sekuat yang kupikirkan?" tanya eksekutif pertama Andre yang bernama Liam.
"Mungkin lebih," jawab Andre sambil meminum birnya.
"Aku tidak tau. Tapi, kupikir dia bisa sedikit membuat perlawanan jika keduanya bertarung," jawab Andre.
"Hmm ... itu terdengar menarik," sahut eksekutif kelima yang bernama Lucas.
Di sisi lain, aku dan kelompokku sangat kewalahan menghadapi kerumunan orang orang yang mengepung kami.
Di sisi lain, saat Jendral militer kota Eden kembali dari Ibukota Rosso, ia mendapati bahwa kota Eden telah diserang sekelompok perusuh tidak dikenal.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Jendral Simon yang baru saja kembali dari ibukota setelah menghadiri rapat dengan para petinggi militer negara.
Jendral Simon adalah jendral yang bertanggung jawab atas militer kota Eden. Setiap kota pasti akan memiliki satu atau dua jendral yang diutus negara untuk menjaga suatu kota tersebut.
"Kami tidak tau, Jendral! Saat kami sampai di markas pusat kota, seluruh bangunan telah berubah menjadi istana es!" jawab si bawahan.
"Lalu, siapa yang sudah merusuh di kota? Apa mereka kelompok besar?" tanya sang jendral.
__ADS_1
"Tidak, Jendral! Kami bahkan tidak mengenali siapa mereka. Mungkin saja mereka hanya sekelompok orang yang suka merusuh!" jawab si bawahan.
"Cepat perintahkan pasukan intelijen untuk mencari tau keberadaan mereka. Dan juga ... laporkan hal ini pada Morgan. Kita membutuhkan bantuan mereka," kata Jendral Simon.
Morgan adalah salah satu eksekutif All Stars Nero yang bertanggung jawab atas kota tersebut.
"Baik, Jendral!" Bawahan itu langsung pergi setelah mendapat instruksi dari Jendral Simon.
Di sisi lain, saat ini aku dan kelompokku sedang beristirahat di sebuah ruangan khusus yang berada di dalam markas rahasia kelompok Andre. Sedangkan anak anak yang kubawa sudah diurus anggota kelompok Andre lainnya.
Di ruangan yang kami tempati, kami sedang berdiskusi untuk menentukan strategi terbaik untuk menyerang kelompok Nero.
"Sepertinya, perang besar tidak bisa dihindari," kata Julius sambil bersandar di tembok ruangan.
"Kaaakakakakakakakaka! Jika begini, kita tidak punya pilihan selain melakukan perang terbuka," sahut Kageyama yang sedang duduk sambil memakan camilan.
"Bukahkan kita masih punya kesempatan untuk memberikan serangan kejutan?" tanya Akito yang sedang berbaring di kasur.
"Tidak! Dengan keadaan yang seperti ini, kemungkinan besar mereka akan bersiap untuk berperang. Terlebih lagi, 3 negara yang mengapit wilayah mereka, adalah ancaman besar yang tidak bisa dianggap remeh," jawab Yuta yang duduk di lantai, dekat kaki Julius.
"Sialan! Ini jadi semakin rumit. Kalau sudah begini, kita tidak punya pilihan selain melakukan perang terbuka. Oi, bagaimana dengan skala kemampuan mereka? Kira-kira, berapa kemungkinan berhasil jika kita menyerang dengan kemampuan kita yang saat ini?" tanyaku yang sedang duduk di atas kasur.
"All Stars Nero punya 7 eksekutif. Masing masing dari mereka punya kemampuan setara dengan jendral besar suatu negara kelas bawah hingga menengah. Di sisi lain, mereka juga punya hubungan dengan kelompok besar lain. 3 negara yang mengapit wilayah mereka juga telah hampir sepenuhnya berada di bawah kendali mereka. Jika perang pecah, itu akan menjadi perang besar besaran yang akan menguncang seluruh Benua Timur," jawab Julius.
"Aku tidak menyangka kalau mereka punya power sebesar itu," kataku.
"Tentu saja. Kelompok All Stars itu bisa disetarakan dengan negara kelas atas. Bukan hanya dalam hal kekuatan tempur, tapi juga dalam pengaruh," sahut Julius.
"Kaaakakakakakakaka! Ini tidak akan berakhir dengan mudah!" kata Kageyama.
"Apa pun yang terjadi, kita tidak boleh mundur. Siapa pun lawannya, berapa pun jumlahnya, kita tidak boleh mundur. Jika tidak bisa mengalahkan mereka dengan tangan, kalahkan dengan kaki. Jika tidak bisa dengan kaki, kalahkan dengan mulut. Jika tidak bisa dengan mulut, kalahkan dengan tekat. Apa pun yang terjadi, kita harus menghancurkan mereka!" kataku dengan penuh tekat.
"Kau terdengar seperti pemimpin sejati," sahut Akito.
"Kaaakakakakakakaka! Apa boleh buat, jika itu maumu," sahut Kageyama.
"Cih ... kau itu pemimpin yang keras kepala," sahut Yuta.
__ADS_1
"Ayo ratakan mereka!" sahut Julius.
Aku, Akito, Kageyama, Julius, dan Yuta, kembali melanjutkan rapat strategi kami untuk menjatuhkan All Stars Nero dan kelompoknya. Kami juga membahas tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi nantinya.