
"Bukankah ini ...." Rudi menghentikan ucapannya.
"Ini lambang All Stars Nero," sahut Kageyama.
"Sialan! Kenapa para bajingan itu melakukan tindakan semacam ini?" tanya Rudi.
"Mungkin saja, Nero melakukan ini sebagai balas dendam atas kekalahan mereka," jawab Kageyama.
"Dasar bajingan keparat! Kenapa mereka melibatkan orang yang tak bersalah. Jika mau membalas dendam, seharusnya mereka datang padaku, sialan! Jika itu yang mereka mau, akan kubalas semua tindakan mereka tanpa ampun," kata Rudi.
Rudi kemudian memanggil semua orang.
"Target kita adalah kelompok Nero. Ayo bumi hangguskan mereka tanpa sisa," kata Rudi kepada semua orang.
Akito, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, sangat terkejut dengan pernyataan Rudi. Mereka tidak tau kenapa Rudi bisa tiba-tiba ingin menghancurkan kelompok Nero.
"Rudi, kenapa kau ingin menghancurkan mereka?" tanya Julius.
Kageyama kemudian menunjukkan potongan kain berlambang kelompok Nero yang ia temukan pada semua orang.
Semua orang kaget.
"Ah, begitu rupanya. Jadi, Nero melakukan ini untuk balas dendam atas kekalahan mereka?" tanya Julius dengan wajah penuh amarah.
Akito, Yuta, dan Alvin, juga sangat marah karena mengetahui tindakan pengecut kelompok Nero. Sedangkan Dian, hanya terdiam.
Dian sebenarnya ingin mengatakan sesuatu. Akan tetapi, ia terlalu takut karena melihat ekspresi kemarahan Rudi dan yang lainnya.
Karena melihat ekspresi tertekan di wajah adiknya, Alvin kemudian bertanya kepada Dian.
"Kau kenapa? Apa ada sesuatu?" tanya Alvin.
"Sebenarnya, aku melihat sesuatu yang mencurigakan," kata Dian.
"Apa maksudmu?" tanya Rudi.
"Begini ... sebenarnya, di sana, aku melihat mayat Andre seperti memegang potongan kain," kata Dian sambil menunjuk ke suatu arah.
"Apa?"
Semua orang terkejut saat mendengar perkataan Dian.
__ADS_1
Mereka semua kemudian menuju ke arah yang Dian tunjuk.
Di sana, mereka melihat mayat Andre tergantung di tiang salib. Dan di tangan kirinya, seperti memegang potongan kain kecil.
Rudi mengambil potongan kain itu dari mayat Andre yang sudah mulai membusuk.
Saat dilihat lebih teliti, semua orang di sana terkejut karena potongan kain itu memiliki lambang berbeda dengan potongan kain yang Kageyama temukan.
"Apa ini?" tanya Rudi.
"Mungkin itu lambang suatu kelompok," jawab Julius.
"Aku ... aku tau lambang itu," sahut Alvin dengan wajah terkejut.
"Katakan," kata Rudi meminta Alvin menjelaskan.
"Itu adalah lambang kelompok Death Parade. Salah satu kelompok bayaran paling ditakuti di seluruh Benua Timur. Pemimpin kelompok itu bernama James, yang merupakan salah satu dari 4 All Stars di Benua Timur," kata Alvin dengan wajah terkejut.
Semua orang sangat terkejut dengan itu. Mereka semakin bingung tentang siapa yang sudah melakukan pembantaian itu.
Nero tetap menjadi tersangka utama karena memiliki motif paling kuat. Tapi, Death Parade juga masuk dalam daftar tersangka utama karena lambang mereka ditemukan di sana. Terlebih, Andre memegang potongan kain itu dengan sangat kuat.
Hal itu bisa menandakan bahwa Andre ingin meninggalkan petunjuk tentang siapa pelaku pembantaian yang sesungguhnya.
Orang-orang yang menjadi korban pembantaian kejam itu dikubur dalam satu liang lahat besar.
Saat Kageyama mengambil satu per satu mayat di sana, ia menemukan mayat gadis kecil yang pernah mengucapkan rasa terimakasih setelah diselamatkan dari wilayah kekuasaan kelompok Nero.
"Kenapa gadis tak bersalah sepertinya harus memiliki nasib seperti ini? Sialan, aku bahkan masih mengingat saat pertama kali dia mengupkan rasa terimakasihnya padaku. Sialan!" gumam Kageyama sambil mengangkat mayat gadis itu.
Rudi dan yang lainnya mengangkat mayat warga desa satu persatu untuk segera dikuburkan.
Mereka harus menurunkan mayat yang digantung di ting salib, ditusuk tiang sate, hingga tergeletak berserakan di atas tanah.
Saat Rudi mengangkat mayat orang-orang yang ia kenal, Rudi tak kuasa menahan air matanya. Walaupun wajahnya terlihat sangat tegar, seolah air matanya mengalir tanpa persetujuannya.
Setelah selesai mengubur mayat semua orang, Rudi dan kelompoknya mulai berunding.
"Jadi, siapa yang akan kita targetkan?" tanya Julius pada semua orang.
"Kupikir, kelompok Nero adalah tersangka utama," jawab Akito.
__ADS_1
"Aku setuju dengan Akito. Hanya saja, kita juga tidak bisa mengabaikan kelompok Death Parade. Kemungkinan, Andre berhasil merobek lambang mereka dan terus memegangnya hingga ajal menjemput untuk memberikan kita petunjuk soal pelaku pembantaian ini," kata Julius.
"Aku setuju dengan Julius. Jika pelakunya adalah kelompok Nero, seharusnya mereka membersihkan semua jejak agar tindakan mereka tak diketauhi. Kecuali, jika mereka sengaja melakukan itu," kata Kageyama.
"Itu benar. Di area dalam desa, ada beberapa jejak pertempuran yang menunjukkan bahwa terjadi pertarungan sebelum tragedi pembantaian ini. Kemungkinkan, Andre dan kelompoknya sempat melawan sebelum mereka semua akhirnya dikalahkan," sahut Yuta.
"Jika itu kelompok Andre, kenapa mereka tidak lari saja? Bukankah seharusnya mereka bisa melarikan diri dengan kemampuan mereka?" tanya Alvin.
"Kakak, mungkin saja, Andre dan kelompoknya ingin mempertahankan desa dari kekejaman si pelaku. Karena hal itu, mereka rela bertarung mati-matian untuk mengusir si pelaku," jawab Dian.
"Aku setuju dengan Dian. Jika mereka mau, Andre dan kelompoknya pasti bisa melarikan diri dengan mudah. Mungkin yang dikatakan Julius itu benar. Andre sengaja bertarung untuk melindungi desa dan memberikan petunjuk kepada kita jika mereka gagal melindungi desa," sahut Rudi.
"Itu berarti, target kita adalah kelompok Death Parade?" tanya Yuta.
"Ayo datangi kelompok Nero terlebih dahulu. Aku ingin memastikan sesuatu sebelum mengambil keputusan," kata Rudi.
Sebelum meninggalkan desa, Rudi meminta Kageyama membumi hanguskan desa Alpen agar kengerian di sana menghilang selamanya.
Kageyama kemudian membuat bola api raksasa untuk membakar seisi desa Alpen.
Saat melihat desanya mulai terbakar, Rudi mengatakan sesuatu.
"Selamat tinggal, semuanya. Maaf, karena telah memberikan kalian penderitaan semacam ini," kata Rudi sambil melihat plang selamat datang yang ditulius para warga desa, mulai terbakar.
Akito memejamkan matanya untuk menahan air matanya agar tidak mengalir.
Kageyama, Julius, Yuta, dan Alvin, merasakan kesedihan mendalam. Sedangkan Dian, tak kuasa menahan tangisnya.
Walaupun Kageyama dan yang lainnya tidak mengenal warga desa Alpen, tapi, mereka mengenal orang-orang yang telah mereka selamatkan dari wilayah kekuasaan kelompok Nero dengan cukup baik. Mereka juga sering bercanda gurau dengan orang-orang itu saat masih berada di markas rahasia kelompok Andre.
Setelah desa Alpen benar-benar telah hangus, Rudi dan kelompoknya mulai berangkat menuju wilayah kekuasaan kelompok Nero dengan satu tujuan, yaitu memastikan segalanya.
Sebelumnya, Rudi dan kelompoknya tidak benar-benar berhasil menghancurkan kelompok All Stars Nero karena keadaan yang tidak memungkinkan. Tapi, dengan semua peningkatan kekuatan mereka saat ini, tingkat keberhasilan untuk menghancurkan kelompok All Stars Nero telah meningkat hingga melebihi 50 persen. Yang mana, tingkat keberhasilan mereka sebelumnya hanya berada diangka 20 persen.
...***...
Markas tim Lukman.
"Bagaimana?" tanya Lukman pada salah satu anggotanya.
"Berjalan sesuai harapan," jawab Farel, salah satu anggota tim Lukman.
__ADS_1
"Rasakan itu, bajingan sialan! Dengan begini, mereka pasti akan merasakan tekanan mental yang sangat menyakitkan. Kuharap, aku bisa melihat wajah mereka saat ini. Hahahahahahahahahaha!" kata Lukman dengan tawa jahatnya.