
Kamar Hotel tempat Rudi dan kelompoknya menginap.
"Oi, cepat katakan apa yang terjadi?" tanya Rudi pada semua anggotanya.
"Tadi, ada seorang utusan yang memberitahu kalau Ayah Kageyama meminta Kageyama segera pulang ke Benua Tengah," jawab Alvin.
"Kemungkinan, ayahku memintaku menjelaskan soal keterlibatanku dalam kejatuhan All Stars Nero," kata Kageyama.
"Lalu, di mana masalahnya?" tanya Rudi.
"Jika Kageyama diminta untuk pulang. Itu artinya, Kageyama akan keluar dari kelompok kita," jawab Alvin.
"Oi, Kageyama. Apa kau ingin keluar dari kelompokku?" tanya Rudi.
"Tentu saja tidak," jawab Kageyama.
"Kalau begitu, masalah selesai. Kalau memang Kageyama diminta pulang, maka kita juga akan ikut. Lagi pula, Kageyama kan hanya diminta menjelaskan apa yang terjadi bukan? Kita juga bisa sekalian berpetualang di Benua Tengah," sahut Rudi santai.
"Kaaakakakakaka! Kau benar! Kenapa aku tidak terpikir soal itu sebelumnya," sahut Kageyama.
"Ternyata kau lebih cerdas dari yang kukira," ejek Yuta pada Rudi.
"Aku setuju," sahut Julius.
"Oi, jaga ucapan kalian," sahut Rudi geram.
"Aku sudah lama ingin pergi ke Benua Tengah," kata Alvin.
"Aku juga," sahut Dian.
"Hmm ... kupikir, tidak buruk," kata Akito.
"Yosh! Kalau begitu, sudah diputuskan. Kita akan memulai petualangan baru di Benua Tengah," kata Rudi.
"Sebelum itu, apa kau tau seberapa berbahanya Benua Tengah?" tanya Julius pada Rudi.
"Heh? Maksudnya?" tanya Rudi bingung.
"Apa kau tidak tau apapun soal Benua Tengah?" tanya Kageyama.
"Tidak. Oi, Akito. Apa kau tau sesuatu tentang Benua Tengah?" tanya Rudi.
"Tentu saja. Benua Tengah adalah benua yang terletak di tengah benua lain," jawab Akito.
"Kalau itu, aku juga tau, bangsat!" sahut Rudi geram.
"Haah ... sepertinya kalian benar-benar tida tau apapun," kata Julius sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Kalian lebih buruk dariku. Bagaimana bisa kalian tidak tau apapun tentang Benua Tengah?" tanya Alvin heran.
"Tidak usah banyak bicara. Jelaskan saja apa yang kalian maksud. Memangnya Benua Tengah itu kenapa?" tanya Rudi pada semua orang.
"Benua Tengah adalah benua paling maju dan berpengaruh di seluruh dunia. Benua Tengah juga dijuluki sebagai sentral dunia. Semua teknologi dan pengetahuan yang digunakan di seluruh dunia, semuanya berasal dari Benua Tengah. Para bangsawan elit global, ilmuan paling cerdas, politisi paling berpengaruh, 4 dari Big 7, hingga kelima Kaisar, berkumpul di sana. Bisa dibilang, Benua Tengah itu adalah tempatnya para Last Boss berkumpul," jawab Julius.
"Hoho ... itu terdengar sangat menarik. Aku jadi semakin bersemangat untuk pergi ke sana," kata Rudi dengan mata berbinar.
Rudi dan kelompoknya telah memutuskan untuk pergi ke Benua Tengah.
...***...
3 hari kemudian, mereka semua bersiap berangkat menuju bandara terdekat yang berada di Ibukota Negara Boreas.
Hotel tempat Rudi dan kelompoknya menginap.
Rudi dan yang lainnya bersiap dengan setelan berkelas.
"Apa semuanya sudah siap?" tanya Rudi pada semua orang.
"Aku sudah sepenuhnya siap," sahut Akito.
"Kaaakakakakaka! Kapan pun," sahut Kageyama.
"Aku siap," sahut Julius.
"Aku tidak sabar. Ini pertama kalinya aku akan naik pesawat," sahut Alvin.
"Ayo berangkat," kata Dian dengan antusias tinggi.
"Yosh ... ayo berangkat. Tujuan kita adalah Benua Tengah," kata Rudi pada semua orang.
Mereka semua mulai meninggalkan hotel dan berangkat menuju bandara yang berada di Ibukota Negara Bores.
Walaupun biaya tiket pesawat bisa menghabiskan jutaan gale untuk setiap orang, mereka tidak memperdulikan itu karena menggunakan pesawat bisa memangkas waktu perjalanan menjadi jauh lebih cepat. Lagi pula, bagi Kageyama, Julius, dan Yuta, harga tiket pesawat itu bagaikan harga camilan di pinggir jalan.
Sebenarnya, ada dua cara untuk pergi ke Benua Tengah. Pertama menggunakan kapal, dan kedua menggunakan pesawat.
Jika menggunakan kapal, mereka membutuhkan waktu sekitar 3 bulan perjalanan. Sedangkan menggunakan pesawat, mereka hanya butuh waktu 2 hari perjalanan.
Saat pertamakali sampai di bandara, Alvin dan Dian sangat terpukau karena itu adalah pengalaman pertama mereka menaiki pesawat terbang.
Rudi dan Akito menyombongkan diri pada Alvin dan Dian karena mereka sudah pernah menaiki pesawat sebelumnya.
"Aku sudah pernah menaiki pesawat beberapa kali," kata Rudi yang menyombongkan diri.
"Cih ... kau beruntung sekali." Alvin menggerutu karena iri dengan Rudi.
__ADS_1
"Rudi, bagaimana rasanya naik pesawat?" tanya Dian dengan wajah berbinar.
"Menurutku ... naik pesawat tidak jauh berbeda dengan transportasi lain," jawab Rudi.
"Kaaakakakakaka! Sudahi omong kosong kalian. Ayo berangkat," kata Kageyama.
Saat mereka sampai di bandara, mereka disambut bak tamu kehormatan karena dua hal. Pertama, karena mereka adalah kelompok yang sedang naik daun. Dan kedua, karena mereka adalah pelanggan yang memesan kursi VVIP di maskapai penerbangan itu. Sehingga, semua pelayanan terbaik disediakan pihak maskapai penerbangan agar perjalan Rudi dan kelompoknya nyaman sampai tujuan.
"Selamat datang di maskapai penerbangan kami," sambut salah satu pramugari di sana.
"Salam." Rudi memberi salam.
Rudi dan kelompoknya mulai menaiki pesawat.
...***...
Di sisi lain, para petugas wanita di bandara itu sibuk berbincang setelah melihat keagungan Rudi dan kelompoknya..
"Hei, bukankah mereka semua sangat tampan?" tanya salah satu petugas wanita bandara itu setelah melihat wajah rupawan Rudi dan kelompoknya.
"Ya, andai aku bisa menjadi kekasih salah satu dari mereka, pasti hidupku sangat bahagia," sahut petugas wanita lain.
"Kyaaaa! Aku sangat senang karena bisa melihat mereka secara langsung," kata petugas wanita lain.
Tidak hanya para petugas wanita yang keranjingan pada paras dan penampilan Rudi berserta kelompoknya. Tapi, para petugas laki-laki di sana juga keranjingan setelah melihat wanita bak bidadari yang bernama Dian.
"Dari mana mereka mendapat wanita secantik itu! Bodinya sangat luar biasa! Dia benar-benar bak bidadari!" kata salah satu petugas laki-laki bandara itu.
"Apa wanita itu masih tersegel?" tanya petugas laki-laki lain.
"Jangan bodoh! Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin ada laki-laki yang bisa menahan diri saat bersama wanita secantik itu. Mungkin saja, setiap hari wanita itu digilir," kata petugas laki-laki lain.
"Cih ... aku iri sekali dengan mereka," kata petugas laki-laki lain.
Para petugas laki-laki di sana mulai membayangkan fantasi liar mereka masing-masing.
...***...
Di dalam pesawat jet pribadi salah satu maskapai terbaik di Benua Timur, sang pramugari meminta semua penumpang untuk segera mengencangkan sabuk pengaman.
"Silakan pasang sabuk pengaman Anda. Karena sebentar lagi, kita akan mulai lepas landas menuju Benua Tengah," kata pramugari di sana.
Pesawat yang Rudi dan kelompoknya tumpangi mulai lepas landas menuju Benua Tengah.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 hari, mereka akhirnya sampai di Benua Timur, benua tempatnya para monster berkumpul.
Saat pertama kali menuruni pesawat itu, Rudi berteriak.
__ADS_1
"Bersiapkan kalian semua! Karena Sang Aktor Utama telah sampai di panggung pertunjunkan tertinggi!" teriak Rudi saat pertama kali turun dari pesawat.