The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 3. Bab 76 - Mengatur Jadwal Pertandingan di Arena


__ADS_3

Keesokan harinya, Kageyama datang ke hotel tempat Rudi dan yang lainnya menginap.


Kageyama cukup terkejut saat melihat Rudi, Akito, Julius, Yuta, dan Alvin, babak belur.


"Kaaakakakakakaka! Apa kalian habis melawan monster atau semacamnya? Kenapa kalian bisa jadi mumi seperti ini?" ejek Kageyama saat melihat tubuh teman-temannya sedang dibalut perban.


Rudi dan yang lainnya diam saja karena tidak ingin menjawab pertanyaan Kageyama. Tapi, tiba-tiba, Dian malah mengatakan alasan mereka semua babak belur.


"Kemarin, saat di bar, mereka dihajar oleh pria asing karena berusaha membelaku," kata Dian dengan wajah bersalah.


Rudi dan yang lainnya sedikit terkejut saat mendengar perkaataan Dian.


"Apa? Siapa?" tanya Kageyama dengan wajah terkejut.


Karena sudah terlanjur ketahuan, Julius pun mulai angkat bicara.


"Jika tidak salah, dia adalah Ranker Tier 7 Class A. Namanya Lukman. Walaupun tidak pasti, tapi aku pernah melihatnya bertanding di arena beberapa kali," kata Julius.


"Lukman? Kaaakakakakakaka! Jadi, kalian dihajar oleh badut arena?" tanya Kageyama.


"Apa kau tau siapa dia?" tanya Rudi pada Kageyama.


"Jika tidak salah, namanya Lukman Saputra, dari keluarga Saputra. Aku tidak mengenalnya. Tapi, aku tau siapa dia. Di mataku, dia dan keluarganya tidak lebih dari sekumpulan serangga. Lalu, kenapa kalian diam saja?" tanya Kageyama.


"Soal itu ...." Rudi berusaha berfikir untuk menutupi alasan sebenarnya.


Di saat Rudi sedang berfikir keras. Tiba-tiba, Dian kembali menjawab.


"Mereka tidak melawan karena tidak ingin membuat masalah di sini. Mereka takut kalau nantinya keluargamu tidak menginzinkanmu untuk kembali bersama kami kalau kami membuat masalah di sini," jawab Dian dengan wajah polos.


Rudi, Akito, Julius, Yuta, dan Alvin, terbelalak karena jawaban polos Dian. Bagi mereka, alasan itu terdengar sangat memalukan jika diucapkan langsung di depan Kageyama.


"Kaaakakakakaka! Begitu rupanya. Tidak kusangka. Ternyata, aku punya teman yang sangat perduli denganku," kata Kageyama, bermaksud mengejek mereka semua.


"Jangan salah paham, bodoh! Kami tidak melakukannya karenamu! Kami hanya tidak ingin membayar ganti rugi besar dan menjadi buronan. Itu saja," kata Rudi yang berusaha menutupi rasa malunya.


"Itu benar! Jangan besar kepala! Kami tidak melakukannya karenamu," sahut Julius yang juga mencoba menutupi rasa malunya.


"Kaaakakakakaka! Benarkah?" tanya Kageyama, dengan wajah mengejek.


"Benar!" sahut semua orang, kecuali Dian.


"Tapi, bukankah kalian bilang bahwa kalian melakukan itu demi Kageyama?" tanya Dian dengan wajah polosnya.


"Diamlah, Dian!" semua orang membentak Dian.


"Eeeeee ...." Dian ketakutan.

__ADS_1


"Kaaakakakakaka!" Kageyama tertawa puas.


Rudi berusaha mengalihkan percakapan untuk melupakan pembicaraan memalukan itu.


"Lalu, bagaimana? Apa kau tetap bersama kami?" tanya Rudi pada Kageyama.


"Kaaakakakakaka! Tenang saja. Aku tetap bersama kalian hingga akhir," jawab Kageyama.


"Apa ayahmu membiarkan ini?" tanya Julius.


"Bukankan kau sudah mengenal ayahku dengan baik, Julius?" tanya Kageyama.


"Ya, jika itu Tuan Daici, tidak heran jika beliau membiarkanmu tetap berkeliaran," sahut Julius.


"Apa Ayah Kageyama itu orang baik? Bukankah biasanya seorang penguasa itu sangat arogan?" tanya Alvin.


"Kau tidak akan pernah tau sampai kau menemuinya langsung," jawab Julius.


"Padahal, kupukir Ayah Kageyama itu seperti bangsawan yang arogan dan tidak mau mendengar pendapat orang lain," sahut Akito.


"Untuk beberapa hal, itu memang benar. Tapi, untuk beberapa hal lain, itu tidak benar," sahut Kageyama.


"Apa Ayah Kageyama itu seorang Ayah penyayang?" tanya Dian.


"Aku pernah sekali bertemu dengan Tuan Daici. Menurutku, Tuan Daici sangat berbeda dengan para bangsawan kelas atas dunia yang lainnya. Jika harus menjelaskan, itu lebih seperti seorang yang sangat bijak dan berwibawa," jawab Yuta.


"Apa maksudmu? Apa kau berniat menghabisi dia dan keluarganya?" tanya Akito.


"Tidak. Aku bukan orang seperti itu. Aku hanya berfikir untuk membalas semua perlakukan kasar mereka dengan cara yang lebih berkelas," sahut Kageyama dengan senyum liciknya.


Semua orang merinding saat melihat senyum licik Kageyama.


"Oi, apa maksudmu dengan cara yang lebih berkelas?" tanya Rudi.


"Aku akan mengatur jadwal pertadingan di arena melawan Lukman dan timnya. Dengan begitu, kita bisa membalas mereka tanpa merugikan pihak manapun," sahut Kageyama.


"Oh, begitu rupanya. Dengan begitu, kita bisa bertarung secara adil tanpa merugikan pihak mana pun," sahut Rudi.


"Kaaakakakakaka! Apa kalian siap? Waktunya pertunjukkan besar untuk kelompok kita. Dengan begitu, kelompok kita juga akan semakin dikenal banyak orang," kata Kageyama.


"Kami sepenuhnya siap," sahut Akito.


"Akan kupatahkan hidung bajingan itu," sahut Yuta.


"Aku juga ingin membalas perlakuan mereka," sahut Julius.


"Aku sangat senang bisa bergabung dengan kelompok ini," sahut Alvin.

__ADS_1


"Apa tidak masalah melakukan ini?" tanya Dian dengan wajah panik.


"Hahahahahaha! Aku suka itu," kata Rudi.


Rudi dan kelompoknya berniat membalas perlakuan kasar orang-orang itu dengan cara yang adil melalui pertadingan resmi di arena. Dengan begitu, mereka bisa bertarung tanpa merugikan pihak mana pun. Panggung arena  juga bisa menjadi panggung besar untuk menunjukkan kemampuan kelompok mereka pada dunia.


Benua Tengah adalah sentralnya dunia. Hal kecil yang terjadi di sana, selalu menarik banyak perhatian orang-orang dari seluruh dunia. Baik masyarakat umun, hingga mereka yang menduduki tahta tertinggi. Hal itu terjadi karena Benua Timur merupakan medan tempurnya orang-orang yang berada di tingkat tertinggi. Mulai dari para bangsawan tertinggi, petarung terkuat, ilmuan jenius, para Kaisar, 4 dari 7 Negara Big 7, hingga para orang jenius berkumpul.


Dan yang membuat poin tambahan, Negara Kansas adalah negara yang banyak dihuni para raksasa kelas tertinggi. Selain masuk dalam Negara Big 7, Negara Kansas juga dijuluki sebagai Center of Eart, yang artinya pusat bumi.


...*** ...


Keesokan harinya, Kageyama pergi ke markas pusat badan tertinggi yang mengurusi soal para Ranker untuk menemui para petinggi yang bertanggung jawab menggelar pertadingan para Ranker di seluruh dunia.


"Apa? Anda ingin kami mengatur pertandingan spesial? Kenapa?" tanya sang pemimpin pihak penyelenggara pertandingan para Ranker di seluruh dunia.


"Apa kalian tidak bisa melakukannya?" tanya Kageyama pada para petinggi di sana.


"Tidak ... bukan begitu maksud kami ... kami bisa mengatur jadwalnya. Akan tetapi, kenapa Anda ingin ikut serta? Jika Anda sampai terluka, maka kami akan menanggung masalah besar. Keluarga Arinto tidak akan membiarkan kami begitu saja jika hal itu sampai terjadi," kata sang pemimpin penyelenggara pertandingan para Ranker.


"Tidak perlu khawatir. Apa kau pikir para badut itu bisa mengalahkanku dan kelompokku?" tanya Kageyama dengan tatapan tajam.


"Kami tidak mungkin meragukan kepasitas Anda dan kelompok Anda. Hanya saja, kami tidak berani mengambil resiko sebesar itu," jawab sang pemimpin di sana.


Saat Kageyama dan sang pemimpin pihak penyelenggara pertandingan para Ranker masih sibuk berbincang. Tiba-tiba, Ayah Kageyama datang ke sana.


"Lakukan saja. Atur jadwal terbaik untuk pertandingan mereka," kata Ayah Kageyama yang tiba-tiba datang ke sana.


Kageyama sangat terkejut dengan kedatangan ayahnya. Ia tidak menyangka kalau ayahnya bisa tau soal rencana itu.


Semua petinggi dari pihak penyelenggara, langsung menunduk hormat saat melihat kedatangan Daici Arinto, Pemimpin Keluarga Arinto saat ini.


"Selamat datang Tuan Daici. Suatu kehormatan bisa kedatangan tamu kehormatan seperti Anda," kata para petinggi di sana.


"Tidak perlu terlalu formal, aku datang ke sini karena mendengar anakku ingin bertanding di arena," kata Daici.


"Ayah, kenapa Ayah bisa tau soal ini?" tanya Kageyama.


"Apa kau lupa siapa ayahmu ini?" tanya Daici, Ayah Kageyama.


"Jadi, ayah sudah mengetahui sejak awal?" tanya Kageyama.


Sejak pertamakali Kegeyama meninggalkan rumah, dia selalu diawasi oleh pengawal pribadi Keluarga Arinto. Jadi, tidak heran jika Daici Arinto mengetahui hal itu sejak awal.


"Bukankah kau ingin membalas orang-orang yang sudah menghajar teman-temanmu? Sebagai Pemimpin Keluarga Arinto, aku tidak bisa membiarkan siapa pun berbuat seenaknya pada keluarga kita. Mempermalukan anakku sama saja dengan mempermalukanku dan seluruh keluarga kita. Jadi, pastikan untuk membalasnya dengan sepadan, dan jangan berlebihan," kata Daici pada Kageyama.


"Kaaakakakakaka! Terimakasih Ayah," kata Kageyama.

__ADS_1


Sudah diputuskan. Kelompok Rudi akan bertanding di arena melawan Tim Lukman yang merupakan Ranker Tier 7 Class A, atau lebih dikenal sebagai Tier tertinggi di seluruh dunia.


__ADS_2