The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 3. Bab 92 - Top 1 Persen Elit Dunia


__ADS_3

Di salah satu sisi medan perang, Alvin dan Dian sedang menghadapi Jendral Besar Negara Greek yang bernama Steve.


Alvin dan Steve terlibat bentrokan langsung di garis depan. Sedangkan Dian membantu Alvin dari belakang.


Steve adalah pemilik elemen air dan merupakan tipe penyerang jarak jauh dan menengah.


Alvin yang merupakan tipe penyerang jarak dekat sangat kesulitan mendekati Steve karena Steve selalu menjaga jarak darinya.


Beruntungnya, Alvin punya Dian yang selalu melindunginya dari serangan-serangan mematikan yang Steve lancarkan dari jarak jauh.


"Jangan jadi pengecut! Cepat hadapi aku secara langsung!" teriak Alvin yang mulai merasa kesal karena Steve terus melompat ke sana ke mari seperti kecoa terbang.


"Orang bodoh mana yang akan terpancing dengan provokasi murahan seperti itu?" balas Steve yang berniat mengejek Alvin.


Alvin terus melesat ke arah Steve. Tapi, Steve terus berusaha menjaga jarak dari Alvin karena ia tau bahwa pukulan Alvin memiliki daya hancur yang akan membuatnya terkapar hanya dengan satu pukulan saja.


Sambil terus bergerak, Steve melesatkan peluru air bertekanan tinggi ke arah Alvin.


Alvin berhasil menangkis dan menghindari serangan-serangan itu dengan sangat baik berkat bantuan Dian dari arah belakang.


Karena merasa kesal terus dipermainkan oleh Steve, Alvin pun mulai memfokuskan force di kakinya agar pergerakannya semakin cepat. Dia harus bisa bergerak secepat mungkin agar bisa mendekati Steve dan menyerangnya dengan satu pukulan keras.


Semakin lama, pergerakan Alvin semakin cepat. Hal itupun membuat Steve semakin waspada. Jika Alvin semakin memangkas jarak darinya, ia akan dalam bahaya besar.


Alvin dan Steve pun melesat ke sana ke mari dengan kecepatan tinggi, hingga membuat area yang mereka lewati hancur karena tekanan udara yang mereka sebabkan.


Setelah beberapa saat bergerak dengan kecepatan super tinggi, mereka berhenti sejenak untuk mengistirahatkan tubuh yang mulai terasa kesemutan.


Pergerakan dengan kecepatan tinggi biasanya sangat membebani tubuh karena efek gravitasi yang diterima. Hal itu biasa dikenal sebagai efek g-force.


G-force ialah gaya gravitasi pada bagian tubuh luar tertentu akibat kekuatan akselerasi atau percepatan. Atau lebih mudahnya, mirip seperti tekanan kuat yang dirasakan saat berakselerasi dengan kecepatan tinggi.


"Berhenti bergerak seperti kecoa terbang!" teriak Alvin dengan nafas terengah-engah.


"Kenapa juga aku harus menuruti ucapanmu?" balas Steve yang juga dengan nafas terengah-engah.


Alvin dan Steve saling menatap satu sama lain sambil menunggu momentum untuk kembali bergerak.

__ADS_1


Saat sedang fokus dengan musuh di depan mata, Alvin kemudian sadar bahwa ia tidak bertarung sendirian. Ia kemudian melihat ke arah belakang untuk melihat kondisi adiknya.


Setelah melihat ke belakang, Alvin melihat adiknya yang nampak kelelahan karena harus melindungi sambil mengikuti kecepatannya dari belakang.


*NOTE : Dian hanya diam sambil melindungi Alvin dari belakang. Kalian bisa bayangkan seperti orang yang memegang benang boneka yang sedang bergerak dengan kecepatan tinggi.*


"Dian! Apa kau baik-baik saja?" teriak Alvin pada adiknya.


"A-Aku ... aku baik-baik saja!" jawab Dian dengan nafas beratnya.


Steve pun tersenyum tipis saat melihat kekompakan kakak beradik yang menjadi lawannya. Baru kali ini, ia mendapat musuh yang memiliki kerja sama luar biasa, seolah seperti pikiran mereka telah terkoneksi satu sama lain.


Sambil tertawa lebar, Steve kemudian berteriak ke arah Alvin dan Dian. "Kuakui, kalian adalah kombinasi terkuat yang pernah kulawan selama ini!"


Steve adalah Jendral Besar Negara Greek yang merupakan salah satu negara kelas menengah di Benua Timur. Bagi orang sekelas Steve, hanya mereka yang berada di Top 1 Persen Elit Dunia yang bisa mengimbanginya.


Walaupun Alvin dan Dian belum diakui masuk dalam jajaran Top 1 Persen Elit Dunia, Steve dengan yakin mengakui bahwa keduanya layak bersanding dengan para petarung Top 1 Persen Elit Dunia.


Dari jutaan petarung kuat di dunia, hanya ada kurang dari 1.000 orang yang diakui berada di jajaran Top 1 Persen Elit Dunia. Hal itu terjadi karena Top 1 Persen Elit Dunia sendiri adalah elitnya para elit diantara para petarung elit.


Karena jumlahnya yang sangat sedikit, membuat gelar tersebut sangat sulit dicapai seseorang. Jika seseorang hanya sekali mengalahkan orang kuat, hal itu belum layak untuk menjadi tolak ukur kekuatan setiap orang. Karena yang menjadi tolak ukur adalah konsistensi dan performa yang dimiliki setiap orang. Dengan kata lain, butuh banyak kemenangan atas orang-orang kuat untuk membuktikan diri mereka pada dunia.


Dampak pertarungan ketiganya tidak terlalu massive karena pertarungan mereka terfokus bukan dalam skala, tapi lebih pada daya rusak. Hal itu mirip dengan daya hancur yang disebabkan oleh tembakan peluru air yang dikompres hingga mencapai titik yang sangat padat.


Sebongkah baja tidak akan bisa dipotong dengan badai tsunami. Akan tetapi, sebongkah baja bisa dipotong dengan mudah menggunakan tembakan air yang dikompresi hingga mencapai titik tertentu.


Walaupun skalanya jauh lebih kecil, akan tetapi daya hancurnya jauh lebih merusak.


Di salah satu sisi medan pertempuran, Edgar dari pihak aliansi Nero sedang bertarung melawan Desi dari pihak aliansi James.


Edgar adalah tipe petarung jarak dekat yang menggunakan pedang. Sedangkan Desi adalah tipe petarung jarak dekat dan menangah yang mengandalkan cambuk.


Pertarungan keduanya benar-benar intens karena jual-beli serangan terus terjadi hanya dalam hitungan detik.


Pertarungan tangan ke tangan, adu senjata, hingga pertarungan syarat teknik terus mereka pertontonkan dengan tempo tinggi.


Dalam pertarungan itu, Edgar sedikit diunggulkan karena ia memiliki fisik yang lebih unggul dari pada Wanda.

__ADS_1


Walaupun pria dan perempuan memiliki kesetaraan dan keunggulan masing-masing, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa pria memiliki fisik yang lebih unggul dari pada perempuan jika harus beradu kekuatan.


Setelah melalui pertarungan instens yang sangat sengit, keduanya akhirnya berhenti menyerang satu sama lain.


"Kau benar-benar kuat!" kata Egdar pada Wanda.


"Jangan meremehkanku hanya karena aku perempuan!" balas Wanda.


"Miaaahahahahahahaha! Aku tidak pernah meremahkan siapa pun yang sanggup mencapai gelar Top 1 Persen Elit Dunia. Kita berdua tau bahwa gelar itu adalah gelar yang sangat sulit dicapai," sahut Edgar.


Mereka berdua saling mengakui kekuatan masing-masing setelah melakoni pertarungan tersebut.


Walaupun kelompok Edgar dan kelompok Wanda sudah sering berkonflik dalam hal bisnis, mereka belum pernah sekali pun berkonflik dalam pertempuran karena mereka bedua tau jika mereka sampai terlibat konflik pertempuran, hal itu akan menyeret aliansi mereka dalam konflik yang jauh lebih besar lagi.


Edgar dan Wanda pun kembali melanjutkan pertempuran mereka.


Di sisi lain, Barnes dari pihak aliansi Nero sedang bertarung melawan Jendral Besar Negara Hilir dari aliansi Ling.


Jendral Besar Hilir dalam kondisi unggul setelah berhasil mendaratkan beberapa serangan telah ke tubuh Barnes.


Jendral Negara Hilir adalah orang yang dianggap hampir mencapai tingkat yang setara dengan para All Stars karena prestasi yang ia torehkan. Hal itu membuat banyak negara lain berebut merekrut dirinya untuk menjadi bagian militer mereka. Tapi, karena Jendral Besar Hilir sangat loyal dengan negaranya, membuatnya menolak semua tawaran yang datang padanya.


Sedangkan di sisi lain, Barnes yang namanya sudah cukup dikena di beberapa negara di wilayah Benua Timur, sangat kesulitan menghadapi ketajaman yang ditunjukkan oleh Sang Jendral Besar Negara Hilir.


Jendral Besar Negara Hilir kembali melanjutkan pertarungan dengan mengangkat sebuah tanah besar seukuran bukit, kemudian melemparnya ke arah Barnes.


Barnes pun mengayunkan pedang di tangannya sambil melapisinya dengan force dan aura untuk membelah bongkahan tanah yang mengarah padanya.


Tebasan yang dilesatkan Barnes mampu memberikan sayatan pada bongkahan tanah tersebut, tapi tidak cukup dalam untuk memotong bongakan batu besar yang mengarah padanya.


Bongkahan tanah raksasa seukuran bukit itupun jatuh dan mengubur Barnes hidup-hidup.


Jendral Besar Hilir melihat ke arah bongkahan tanah yang mengubur Barnes untuk memastikan apakah Barnes masih bisa bertarung atau tidak.


Setelah beberapa saat menunggu, Jendral Besar Hilir tidak melihat tanda-tanda bahwa Barnes akan keluar dari tindihan bongkahan tanah tersebut.


Jendral Besar Hilir kemudian berniat meninggalkan area itu untuk membantu pihak aliansi lain.

__ADS_1


Tapi, sesaat sebelum Jendral Besar Hilir mulai melangkah, tiba-tiba muncul sebuah sayatan besar yang mampu membelah bongkahan tanah yang mengubur Barnes.


Jendral Besar Hilir pun sedikit tersenyum karena mengetahui bahwa pertarungannya melawan Barnes belum selesai.


__ADS_2