The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 3. Bab 78 - Pembukaan


__ADS_3

Hari yang ditunggu akhirnya telah tiba.


Saat ini adalah waktunya pertandingan spesial antara kelompok Rudi melawan tim Lukman yang merupakan juara dunia tournament Ranker tahun ini.


Pergelaran akbar pertandingan itu dilakukan di stadion utama Ibukota Kansas, tempat biasa diselenggarakannya pertandingan para Ranker tier tertinggi.


...*** ...


Di dalam stadion, para panitia terlihat sangat sibuk untuk mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan.


"Cepatlah! Sebentar lagi, para penonton akan segera memasuki stadion!" teriak salah satu panitia pertandingan yang terlihat terburu-buru.


"Baik!" sahut para panitia yang berlarian ke sana ke mari dan sedang sibuk mempersiapkan beberapa hal.


...*** ...


Di luar stadion, ribuan calon penonton sedang berkerumun untuk segera memasuki stadion. Ribuan calon penonton itu terlihat sangat bersemangat untuk segera menyaksikan pertandingan Sang Juara Dunia melawan Sang Kelompok Penantang.


"Kenapa lama sekali? Aku sudah tidak sabar."


"Tunggulah sebentar lagi. Stadion baru dibuka 20 menit lagi."


"Hei, kira-kira, siapa yang akan menang dalam pertandingan ini?"


"Hmm ... itu sangat sulit ditebak karena kita belum tau siapa lawan Sang Juara Dunia. Tapi, menurutku, tim Lukman yang akan menang."


"Tapi, aku yakin pertandingan ini tidak akan berakhir begitu saja."


Ribuan calon penonton terus asik membicarakan mengenai jalannya pertandingan nantinya.


...*** ...


20 menit kemudian, gerbang utama stadion mulai dibuka.


Puluhan ribu penonton mulai memasuki stadion dan duduk di tribun yang berjejer rapi di setiap sisi arena.


Stadion terlihat penuh sesak oleh puluhan ribu penonton yang hadir dari seluruh penjuru dunia.


Tidak ada satupun bangku kosong yang tersedia.


Total ada 100 ribu orang yang akan menyaksikan pertandingan special itu.


"Hallo semuanya! Saya adalah pembawa acara untuk pembukaan pertandingan spesial antar Sang Juara Dunia melawan Sang Kelompok Penantang." Suara sang komentator menggema ke seluruh stadion itu.


"Yeah!"


"Hore!"


"Cepatlah!"


Suara riuh dan teriakan mulai mengelegar memenuhi seluruh stadion. Teriakan puluhan ribu penonton itu, seolah sanggup mengoyak udara dan menggema ke seluruh stadion.


...*** ...


Di sisi lain, Rudi dan kelompoknya saat ini telah berada di ruang yang disediakan di dalam stadion.


Mereka merasa sangat bersemangat untuk segera memasuki stadion dan mulai bertanding.


"Wooah ... ini benar-benar membuatku bersemangat. Aku tidak sabar untuk segera bertanding," ucap Rudi.


"Kau seperti anak kecil," sahut Yuta yang melihat ekspresi wajah bersemangat Rudi.


"Kaaakakaakakaa!" kageyama hanya menanggapi dengan tertawa.

__ADS_1


Dian terlihat sangat gugup.


Julius terlihat sangat tenang sambil memainkan jarinya.


Alvin berusaha menenangkan diri dengan meminum banyak air.


Dan Akito sibuk dengan katana yang di pegangnya.


Mereka semua sedang berusaha untuk mempersiapkan diri masing-masing sebelum memasuki arena.


...*** ...


Sebelum pertandingan dimulai, panitia menampilkan pertunjukkan konser para penyanyi papan atas dunia.


Nama-nama besar para penyanyi dari seluruh dunia diundang secara khusus untuk mengisi pembukaan itu.


...*** ...


Di ruang khusus yang disiapkan untuk kelompok Rudi dan anggotanya, ada seorang panitia penyenyenggara yang meminta Rudi dan anggotanya untuk segera bersiap.


"10 menit lagi, pertandingan akan segera dimulai," kata sang panita kepada Rudi dan anggotanya.


"Ya, kami sudah siap," sahut Rudi pada panitia itu.


Rudi kemudian berdiri di depan seluruh anggotanya.


"Persiapkan diri kalian. Kita akan segera memasuki arena. Kita tidak masuk kedalam arena sebagai penantang. Kita masuk ke arena sebagai pemenang!" seru Rudi lantang.


"Ayo ***** mereka," sahut teman-temannya.


...*** ...


10 menit kemudian, Rudi dan anggotanya sedang berjalan menelusuri lorong dan siap memasuki arena.


Rudi melihat cahaya di ujung lorong dan secara perlahan melangkah ke arah cahaya tersebut.


...*** ...


Di dalam arena, ribuan penonton sudah sangat tidak sabar menunggu kedua belah pihak untuk segera bertanding.


"Kuharap, kelompok penantang tidak kalah dengan cepat."


"Aku datang ke sini karena ingin melihat tim Lukman. Aku tidak tertarik dengan kelompok penantang itu."


"Aku ingin melihat tim Lukman membantai para badut itu."


"Hahahahahaha! Aku sangat kasian pada kelompok penantang. Mereka pasti hanya akan dijadikan samsak hidup oleh tim Lukman."


Ribuan penonton yang hadir di sana, tidak memperhitungkan sang kelompok penantang sama sekali. Mereka justru merasa kasihan pada kelompok penantang karena harus menghadapi sekumpulan monster seperti Lukman dan timnya.


...*** ...


Sesaat sebelum Rudi memasuki arena, ia mendengar banyak cemoohan dari ribuan pentonton di sana.


Akito menepuk pundak Rudi dari arah belakang sembari mengucapkan, "Apa kau siap menjadi bintang, sobat?"


Rudi menanggapi ucapan Akito dengan tawa kecil.


"Hahahaa ... entahlah, hal semacam ini benar-benar terasa asing bagiku," sahut Rudi.


Rudi berdiri bersama Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian di sampingnya. Mereka siap untuk mulai memasuki arena.


...*** ...

__ADS_1


"Inilah yang sudah kita tunggu. Pertandingan antara Sang Juara Dunia melawan Sang Kelompok Penantang. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita sambut, tim Lukman!" teriak sang komentator.


Lukman dan timnya mulai memasuki arena.


Aura yang mereka pancarkan sungguh luar biasa.


10 orang anggota tim Lukman yang mulai memasuki arena terlihat seperti sekumpulan mafia yang siap membunuh musuhnya.


Pancaran aura yang mereka keluarkan seolah sanggup membuat setiap mata orang yang memandang merasa terpana.


Melihat Lukman dan timnya sudah berada di atas arena, membuat ribuan penonton bersorak.


"Bantai mereka!"


"Lukman! Kyaaa!"


"Habisi sang penantang itu!"


Teriakan ribuan penonton menggema ke seluruh stadion.


"Dan mari kita sambut, Sang Kelompok Penantang!" seru sang komentator.


Rudi dan kelompoknya mulai memasuki arena.


Saat pertama kali Rudi dan kelompoknya memasuki arena, ribuan penonton langsung terdiam karena merasakan aura yang sangat menakjubkan.


Mereka yang sebelumnya mencomooh dan meremehkan kelompok Rudi, hanya bisa menelan ludah saat melihat Rudi dan kelompoknya pertama kali menginjakkan kaki di atas arena.


Di mata ribuan penonton itu, Rudi dan kelompoknya benar-benar terlihat sangat menakjubkan.


Aura yang mereka pancarkan terasa seperti sekumpulan gladiator yang tengah memasuki coloseum.


Rudi berjalan ke tengah arena sambil terseyum tipis.


Akito berjalan di samping Rudi sambil memasukkan kedua tangannya di saku celana.


Kageyama berjalan di samping Rudi sambil tertawa dan melihat ke arah wajah pucat ribuan penonton di sana.


Julius berjalan di samping Akito sambil sedikit mengangkat dagu.


Yuta berjalan di samping Kageyama sambil memiringkan kepala dan memasukkan tangan ke kantung celana.


Alvin berjalan di samping Julius sambil menyeringai.


Dan Dian berjalan di samping Yuta sambil terlihat tidak nyaman.


Rudi dan kelompoknya berjalan ke tengah arena dengan gaya mereka masing-masing. Gaya yang sanggup membungkam comoohan ribuan penonton di sana.


Di sisi lain, Lukman sangat terkejut saat melihat Sang Kelompok Penantang. Ia tidak menyangka kalau lawan yang harus ia hadapi adalah sekumpulan orang yang pernah ia hajar di bar beberapa minggu lalu.


"Hahahahaha! Apa mereka belum jera?" tanya Lukman sambil menyeringai.


"Apa kau mengenal mereka?" tanya salah satu anggota tim Lukman.


"Mereka hanya sekumoulan sampah!" jawab Lukman.


Kedua belah pihak sudah berada di tengah arena.


Rudi, Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, menatap tajam setiap anggota tim Lukman seolah ingin mengatakan, "Bersiaplah untuk dihajar."


Sedangkan Lukman dan timnya membalas tatapan mereka dengan tatapan mematikan seolah mereka ingin mengatakan, "Kalian akan mati di sini!"


Pertarungan kelompok Rudi melawan tim Lukman akan segera dimulai.

__ADS_1


__ADS_2