The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 3. Bab 79 - Terlalu Kuat


__ADS_3

"Tim Lukman adalah juara dunia dalam tournamen Ranker tahun ini. Sedangkan kelompok Rudi adalah kelompok yang sudah mengguncang Benua Timur akhir-akhir ini. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita mulai pertarungannya!" seru sang komentator.


Wasit yang berada di arena langsung mengatakan, "Mulai!"


Pertarungan tim Lukman melawan kelompok Rudi pun resmi dimulai.


Sesaat setelah pertandingan dimulai, Rudi langsung mengeluarkan tekanan auranya dan menciptakan medan gravitasi kuat di sana.


Tekanan aura itu sanggup membuat seluruh tim Lukman tak bisa bergerak.


"Apa-apaan ini!" kata Stevie, salah satu anggota tim Lukman.


Lukman dan anggota tim lainnya berteriak lantang sambil mencoba melepaskan diri dari medan gravitasi kuat yang Rudi ciptakan.


Di sisi lain, Rudi sangat santai dalam menghadapi pertarungan itu seolah ia sudah sangat sepenuhnya yakin bahwa kemenangan ada di tangannya.


Semua penonton di stadion tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Mereka tidak percaya bahwa tim Lukman bisa dibuat tak berkutik hanya dengan sebuah tekanan medan gravitasi.


"Hei, kenapa Sang Juara Dunia tidak bisa lepas dari tekanan itu? Apa tekananya sangat kuat hingga membuat mereka tak bisa berkutik?"


"Entahlah. Aku masih tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini."


Ribuan penonton di sana masih tak percaya dengan pemandangan di dalam arena. Bagaimana tidak, seorang Juara Dunia yang sanggup menghabisi lawan-lawannya dengan sangat mudah bisa dibuat tak berkutik hanya dengan sebuah tekanan aura.


Di dalam arena, Akito, Kageyama, Julius, Yuta, Alvin, dan Dian, tertawa geli saat melihat tim Lukman yang bahkan tidak bisa lepas dari tekanan medan gravitasi yang Rudi ciptakan.


"Aku sudah mengharapkan lebih. Tapi, ternyata mereka jauh dari harapan," kata Akito, bermaksud mengejek Lukman dan timnya.


Di sisi lain, Lukman dan timnya masih berusaha keras untuk lepas dari tekanan medan gravitasi itu.


"Kenapa dia bisa jadi sekuat ini?" gumam Lukman sambil terus berusaha lepas dari tekanan gravitasi itu.


"Siapa orang-orang ini yang sebenarnya?" pikir Bason yang juga berusaha melepaskan diri dari tekanan medan gravitasi itu.


Sang komentator mulai berbicara karena melihat jalannya pertandingan itu.

__ADS_1


"Oh, apa ini? Kenapa Sang Juara Dunia tier tertinggi tidak bisa bergerak hanya dengan tekanan medan gravitasi? Apakah mereka terlalu lemah untuk bertarung melawan kelompok yang pernah menumbangkan salah satu All Stars papan atas dunia?" tanya sang komentator yang keheranan dengan pemandangan di arena.


Di sisi lain, beberapa orang yang melihat siaran itu dari televisi, hanya tertawa geli melihat pertarungan itu.


Bagi beberapa orang, perbedaan kekuatan kedua belah pihak sangatlah jomplang.


Sorang Ranker kelas atas dunia tidak akan bisa menghadapi sebuah kelompok papan atas dunia karena mereka tinggal dan dibesarkan di dunia yang berbeda. Hal itu mirip dengan predator yang di besarkan di kebun binatang dan predator yang dibesarkan di alam liar. Walaupun keduanya adalah predator kelas atas. Tapi, ada perbedaan besar diantara keduanya, yaitu insting dan mental mereka.


Yang membuat harimau, singa, serigala, hiu, hingga paus orca menjadi predator kelas atas bukanlah kekuatan, ukuran tubuh, ataupun kecepatan mereka. Tapi, yang membuat mereka sangat ditakuti di alam liar karena para predator itu punya mental sebagai predator dan penguasa di alam liar. Mereka yang memiliki mental terkuat akan diakui sebagai penguasa tertinggi.


*NOTE: Aura adalah perwujutan jiwa seseorang. Yang berarti juga dipengaruhi oleh mental. Saya pernah menyinggungnya di Bab sebelumnya. Jika kalian lupa, bisa baca ulang*


Lukman kemudian menembakkan serangan atribut angin ke arah Rudi.


Rudi bisa menahan serangan itu dengan mudah menggunakan atribut esnya.


Stevie, Bason, Vian, Hendra, yang masih berada dalam tekanan medan gravitasi itu, berusaha melepaskan diri dengan melesatkan serangan atribut mereka ke arah Rudi.


Rudi membuat barier es besar untuk menahan serangan mereka


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, dan Alvin, mulai melangkah maju memasuki medan gravitasi yang Rudi ciptakan. Mereka ingin menunjukkan pada Lukman dan timnya bagaimana cara mengatasi medan gravitasi semacam itu.


Di saat Akito dan yang lainnya mulai memasuki medan gravitasi itu, kaki mereka langsung menancap ke tanah karena tekanan yang seolah memaku tubuh mereka.


Walaupun kaki mereka menancap ke tanah, tapi, mereka tetap bisa berjalan dengan santai mendekati Lukman dan timnya.


Melihat hal itu, membuat Lukman dan timnya sangat terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Akito dan yang lainnya bisa berjalan dengan santai di bawah tekanan medan gravitasi itu.


Ribuan penonton di stadion itu juga sangat terkejut saat melihat Akito dan yang lainnya bisa bergerak bebas di bawah medan gravitasi itu.


Sambil tetap berjalan mendekati Lukman dan timnya, Akito berkata, "Kalian harus melapisi tubuh kalian dengan aura yang sepadan agar tidak terpengaruh medan gravitasi ini."


"Kaaakakakaka! Apa jangan-jangan, kemampuan aura kalian terlalu lemah hingga tak bisa melakukannya?" tanya Kageyama pada Lukman dan kelompoknya sambil terus berjalan santai ke arah mereka.


Kemampuan aura adalah kemampuan yang tak bisa ditahan oleh kemampuan atribut ataupun Force. Kemampuan aura hanya bisa ditahan menggunakan kemampuan aura yang setara. Jika kemampuan aura sang penyerang jauh lebih kuat dari kemapuan aura sang bertahan, maka itu tidak berguna.

__ADS_1


Setelah sampai tepat di hadapan Lukman dan timnya, Akito, Kageyama, Julius, Yuta, dan Alvin, mulai menampar pipi Lukman dan timnya berkali-kali.


Setiap tamparan mereka terasa sangat menyakitkan karena mereka melapisi tangan mereka menggunakan aura tingkat tinggi.


Plak! Plak! Plak!


Lukman dan timnya benar-benar dipermalukan Rudi dan kelompoknya dalam pertandingan itu.


Pertandingan yang diharapkan menjadi pertarungan panas malah berubah menjadi pembulian satu sisi.


Lukman dan timnya tidak sanggup berkutik dan melawan karena kemampuan mereka tidak sebanding dengan lawan yang mereka hadapi saat ini.


Tim Lukman tidak lemah. Hanya saja, kelompok Rudi yang terlalu kuat.


Akito, Kageyama, Julius, Yuta, dan Alvin, sangat menikmati momen itu.


Plak! Plak! Plak!


Kageyama tertawa lantang sambil terus menampar pipi Hendra.


"Kaaakakakakaka! Juara Dunia? Tim Ranker terkuat? Apa itu hanya omong kosong belaka? Jangan terlalu bangga hanya karena bisa berkuasa di kolam kecil saat kalian tidak tau seganas apa lautan luas," kata Kageyama sambil terus menampar pipi Hendra.


"Ikan gabus seperti kalian ingin menantang orca? Jangan besar kepala, dasar bodoh!" kata Akito sambil terus menampar pipi Lukman.


Julius, Yuta, dan Alvin terus menampar pipi anggota tim Lukman yang lainnya untuk melampiaskan kekesalan mereka saat dihajar di bar beberapa minggu yang lalu.


Di sisi lain, para penonton terbelalak dengan kejadian di depan mata mereka. Mereka benar-benar tak habis pikir, kenapa sang Juara Dunia tier tertinggi bisa diperlakukan seperti seorang anak kecil.


Sang komentator juga mulai angkat bicara saat melihat pembulian di dalam arena.


"Apa ini? Apakah Sang Juara Dunia tier tertinggi tak sebanding dengan kelompok Rudi? Kenapa hal semacam ini bisa terjadi? Sungguh pemandangan yang mengejutkan," kata sang komentator dengan wajah tercengang.


Di sisi lain, ayah Kageyama sedang melihat pertarungan itu dari ruangan VVIP stadion yang disediakan oleh pihak penyelenggara pertandingan.


"Hahahahahahaha! Selain sikapnya, ternyata kekuatannya juga sangat neningkat pesat. Aku tidak tau orang seperti apa yang kau ikuti saat ini. Tapi, kuharap kau bisa menjadi seorang pria sejati saat kau mewarisi seluruh tanggung jawab sebagai pemimpin Keluarga Arinto," kata Daici, ayah Kageyama, saat melihat Kageyama dari ruangan VVIP.

__ADS_1


__ADS_2