The Greatest Emperor

The Greatest Emperor
Vol 2. Bab 48 - Akito Melawan Morgan


__ADS_3

Medan pertarungan Morgan melawan si pria misterius.


Morgan yang sudah terbakar emosi, langsung melesat cepat ke arah pria itu dengan sangat ganas.


Duar!


Pijakan Morgan hancur hingga menciptakan retakan besar di tanah.


Pria itu bersiap. Sedangkan Morgan melesat sambil memasang tinjunya.


Boom!


Pukulan Morgan berhasil di tahan oleh pria itu.


Pukulan itu tidak membuat pria itu berpental. Tapi, hentakannya seolah terasa menembus tubuh dan menghancurkan jeroannya.


"Argh!" Pria itu kembali muntah darah karena tidak sanggup menahan hentakan itu.


Morgan melesatkan pukulannya lagi.


Boom!


Pukulan itu tepat mengenai perut pria itu.


Punggung pria itu tampak seperti mengeluarkan tekanan angin yang sanggup menghancurkan bukit.


Pukulan Morgan benar benar tidak sanggup ditahan pria itu walaupun ia sudah menangkisnya.


Morgan terus menghajar pria itu tanpa ampun. Rentetan pukulan dan hantaman kaki beserta lulut, terus ia lancarkan untuk menghancurkan semua organ vital pria misterius itu. Sedangkan di sisi lain, pria misterius itu tidak bisa melawan dengan benar karena rasa sakit yang diderita membuatnya kesulitan bergerak.


Dengan memaksakan tubuhnya, pria misterius itu melesatkan pukulannya ke arah wajah Morgan. Tapi, Morgan bisa menahannya dengan mudah menggunakan tangan kanan.


Morgan mencengkram kepalan tangan pria itu sambil terus menatapnya seperti predator yang haus darah.


Pria itu hanya bisa meringis kesakitan sembari menatap wajah Morgan.


Sambil mencengram kepalan tangan pria itu, Morgan terus melancarkan pukulan kerasanya ke arah wajah pria itu.


Bem! Bem! Bem! 1 pukulan! 3 pukulan! 5 pukulan!


Pukulan demi pukulan terus memdarat di wajah pria itu hingga membuat giginya copot. Wajahnya hampir tak berbentuk. Wajah, mulut, hingga kepalanya telah berubah menjadi bola berlumur darah. Pria misterius itu telah sepenuhnya menjadi samsak tinju Morgan.


"Apa hanya segini? Apa hanya segini? Dengan kemampuanmu yang hanya segini, kau berani menantangku?" bentak Morgan sambil terus menghajar pria misterius itu habis habisan.


Melihat pria itu terus dihajar, Andre berusaha membantunya dengan melesatkan peluru air super padat ke arah wajah Morgan.


Duar!


Peluru itu tepat mengenai kening Morgan. Tapi, Morgan sama sekali tidak terluka dan bahkan tidak memperdulikannya. Ia hanya fokus kepada pria musterius yang telah mematahkan kakinya.


Andre terus menembakkan peluru air super padatnya ke arah wajah Morgan. Tapi, lagi lagi Morgan tidak terluka sama sekali. Bahkan ia tidak bergeming sedikit pun.

__ADS_1


Morgan terus menghantamkan tinjunya ke kepala pria itu hingga membuat tengkorak kepala pria itu retak.


Melihat pria misterius itu dihajar habis habisan, membuat Akito tidak perduli lagi dengan rencana. Ia akhirnya memutuskan untuk bergerak dan membantu pria misterius itu.


Akito melesat dari kejauhan seperti kilatan cahaya menyambar. Ia berniat memukul kepala Morgan menggunakan tinjunya.


Bem!


Kepala Morgan tersentak ke belakang. Walaupun begitu, ia tidak terluka karena pukulan Akito tidak sanggup menembus armor Morgan.


Melihat kedatangan Akito, Morgan melirik tajam ke arah Akito sambil bertanya, "Apa kau juga ingin mati?" tanya Morgan dengan lirikan tajamnya.


Akito hanya terdiam sambil melihat wajah pria misterius yang sudah bersimbah darah.


"Cih ... akan kubuat kau menjadi adonan darah!" kata Akito dengan wajah penuh amarah.


Mendengar perkataan Akito, Morgan sedikit memiringkan kepalanya sambil berkata, "Apa kau sedang bercanda? Ini adalah medan pertempuran! Jangan coba-coba melawak di sini!" kata Morgan dengan tatapan mengerikan.


Akito sedikit mengangkat dagunya sambil mengatakan, "Apa kau ingin mencobanya?" tanya Akito dengan lirikan tajamnya.


Morgan dan Akito saling pandang. Mereka berdua tampak seperti dua predator yang sedang bertemu untuk berebut mangsa.


Saat Morgan dan Akito sedang saling tatap, Andre membawa pria misterius itu menjauh agar tidak terkena dampak pertarungan mereka berdua.


Sedangkan aku dan anggota lainnya, masih bersembunyi untuk tetap menjaga area sekitar agar tidak ada tamu tak diundang yang tiba tiba masuk dalam pesta.


Akito melesat ke arah Morgan. Sedangkan Morgan hanya diam seolah tidak perduli.


Boom!


Akito memukut tepat ke wajah Morgan, hingga membuat Morgan terlempar ke belakang.


Morgan sedikit meringis kesakitan setelah menerima pukulan itu. Ia kemudian meludahkan darah yang ada di mulutnya sambil mengatakan, "Tidak buruk, bocah!"


Akito tidak berniat mengendurkan serangan. Ia kembali melesat sambil menghunuskan katananya.


Morgan tertawa menggelegar melihat Akito mencabut katananya.


"Majulah, bocah!" kata Morgan sambil memasang kuda-kuda bertarung.


Slink!


Akito menganyunkan katanya dengan ganas. Akan tetapi, Morgan sanggup menghindar dengan sedikit memiringkan tubuhnya.


Akito menusukkan katananya, Morgan menepis menggunakan tangan kosong. Akito menebas, Morgan menghindar.


Pertarungan cepat dan instens pun terjadi antara keduanya.


Setiap Akito mengayunkan katananya, sanggup membuat tanah, pohon, hingga batu yang yang berada dalam lintasannya, terpotong.


Akito melompat mundur, begitu pula dengan Morgan.

__ADS_1


Mereka ingin sedikit mengistirahatkan otot dan aliran Force yang terasa seperti sedang mengamuk.


Dari kejauhan, Akito melesatkan tebasan berlapis Force dan auranya.


Slash!


Tebasan itu seperti cambuk tajam yang sanggup membelah gunung.


Morgan mencoba menangkisnya menggunakan kedua tangan yang sudah dilapisi Force dan aura. Akan tetapi, tebasan itu terlalu kuat untuk ditangkis menggunakan tangan kosong. Sehingga, membuat kedua tangan Morgan tersayat dalam hingga terasa ke tulang.


"Argh!" Morgan berteriak keras karena kedua lengannya hampir terpotong akibat tebasan jarak jauh Akito.


"Huuuft ...." Akito menghela nafas berat karena telah menggunakan banyak force dan auranya dalam satu tebasan itu.


Morgan yang sudah babak belur, kesulitan menghadapi serangan tajam dan mematikan yang terus Akito lancarkan. Ia benar benar dibuat pontang panting untuk menghindar dan sesekali membalas serangan Akito.


Keadaan pun mulai terasa sangat jomplang.


Slink!


Akito melesatkan betasan ganas ke arah leher Morgan. Tapi, Morgan berhasil menghindar dengan sedikit memundurkan kepalanya.


Tanpa diduga, Akito langsung membalikkan arah serangannya. Ia berniat mengincar mata Morgan.


Slash!


Kedua mata Morgan terkena sayatan katana Akito.


"Argh!" Morgan menjerit kesakitan karena sayatan Akito telah sepenuhnya menghancurkan kedua bola matanya.


Morgan berlutut sambil memegang kedua matanya dan terus menjerit kesakitan. Sedangkan, Akito hanya berdiri di hadapan Morgan dengan ekspresi datar seolah sedang memandang Morgan seperti sampah.


"Inilah akhirmu!" kata Akito sambil mengangkat katanya.


"Lakukan sesukamu!" balas Morgan sambil sedikit tersenyum.


Slash!


Akito menebas Kepala Morgan, membuat kepala Morgan menggelinding ke tanah.


Di tempatku dan anggota lainnya bersembunyi, kami hanya bersantai sambil menikmati pertarungan Akito melawan Morgan.


"Kaaakakakakakakakaka! Boleh juga. Aku tidak menyangka kalau dia punya teknik tebasan seperti itu," kata Kageyama saat melihat pertarungan Akito melawan Morgan dari kejauhan.


"Hmm ... mungkin saja, itu adalah teknik terkuatnya," sahut Julius.


"Aku ingin ikut bertarung!" kata Yuta.


"Sialan. Dia semakin kuat saja. Aku bahkan hampir tak mengenalinya. Anak itu benar-benar luar biasa," kataku.


Aku dan anggota lainnya membiarkan Akito menghadapi Morgan sendirian. Kami sengaja melakukan itu untuk menghemat tenaga dan membiarkan Akito bersenang senang.

__ADS_1


__ADS_2