
Medan pertempuran Rudi melawan Nero.
Boom!
Kepala Rudi hancur lebur karena terkena pukulan telak Nero.
Hanya dalam waktu sesaat, kepala yang hancur mulai kembali normal tanpa meninggalkan bekas sedikit pun.
Saat kepala Rudi sudah sepenuhnya sembuh, Nero mengangkat tubuh Rudi menggunakan kemampuan auranya, kemampuan yang mirip dengan kemampuan telekinesis.
Nero melempar tubuh Rudi ke sana ke mari, bagai ujung cambuk yang terus dimainkan.
Tubuh Rudi dihantamkan ke tanah, dilempar ke udara, hingga dihancurkan dengan tekana aura yang seolah meremas tubuhnya dengan sangat kuat.
Selain menciptakan medan gravitasi, kemampuan aura tingkat tinggi juga bisa digunakan seperti halnya kemampuan telekinesis, kemampuan untuk menggerakkan objek tanpa menyentuhnya.
Nero terus memainkan tangannya seperti seorang mayoret yang memandu orkestra. Sedangkan Rudi terus terlempar, terbang, dan menghantam apapun yang dilaluinya.
Rudi benar-benar dijadikan layak mainan oleh Nero.
Nero mengangkat tangannya ke atas. Sedangkan Rudi melayang ke udara karena tubuhnya seolah dicengkram oleh sesuatu yang tak berwujud.
"Matilah, bocah!"
__ADS_1
Nero melesatkan tangannya dari atas ke bawah. Sehingga, membuat Rudi jatuh dari ketinggian puluhan meter menuju tanah dengan kecepatan super tinggi.
Boom!
Tubuh Rudi menghantam tanah dengan sangat keras hingga menciptakan lubang besar di sana.
Rudi hanya bisa merintih kesakitan menahan semua itu. Dengan kemampuannya saat ini, ia belum bisa mengimbangi full power yang Nero miliki. Tapi, bisa membuat Nero bertarung dengan semua yang dimiliki adalah hal yang sangat luar biasa.
Nero adalah salah satu raja yang menduduki tahta tertinggi di Benua Timur. Bisa bertarung hingga titik darah penghabisan melawan sang raja, jelas bukan prestasi buruk. Justru, hal itu layak untuk mendapat banyak pujian dan tepuk tangan.
"Ada apa, bocah? Ke mana kemampuan yang kau tunjukkan sebelumnya? Apa kau tidak bisa menggunakannya lagi?" tanya Nero dengan seringai di wajahnya.
"Sialan! Aku ingin menggunakan full powerku. Tapi, kondisinya benar-benar menyulitkan," jawab Rudi sambil mencoba berdiri dengan tubuh gemetar dan penuh darah.
Walaupun Rudi bisa memanipulasi tubuhnya menjadi elemental. Tapi, serangan demi serangan yang Nero lancarkan mampu merusak tubuh aslinya. Sehingga, membuatnya harus menderita banyak luka. Kalau saja Rudi tidak bisa memanipulasi tubuhnya menjadi elemental, mungkin saat ini ia sudah menjadi adonan daging bercampur darah dan tanah.
"Diamlah!" balas Rudi.
"Apa hanya segini kekuatanmu? Hanya dengan kemampuan seperti ini kau berani menantangku?" tanya Nero dengan wajah penuh amarah.
"Kubilang, diamlah! Aku akan mengalahkan semua orang kuat di dunia dan menjadi yang terkuat!" bentak Rudi.
"Hahahahahaha! Kau ternyata hanya bocah naif yang tidak tau apapun. Kau benar-benar seperti anak ayam yang belum tau tentang dunia. Kau yang bahkan tidak bisa mengalahkanku, mau melampaui semua orang? Jangan bercanda, bocah!" bentak Nero.
__ADS_1
"Diamlah! Aku pasti akan melampaui kalian semua dan mewujutkan mimpiku! Akan kuubah dunia busuk ini menjadi lebih baik di masa mendatang. Demi bisa melakukannya, aku akan mempertaruhkan segalanya," balas Rudi.
"Memangnya, apa mimpimu?" tanya Nero dengan tatapan tajamnya.
"Aku akan ingin membuat semua orang setara!" jawab Rudi dengan wajah penuh tekat.
"Hahahahahahaha! Kuberitahu, bocah! Di dunia ini, hanya ada dua hal yang bisa kau percaya. Uang dan Kekuatan. Saat kau punya salah satunya, maka kehidupanmu akan terjamin. Tapi, saat kau tidak punya satu pun, maka hidupmu akan berakhir dengan menyedihkan. Dunia ini disetting hanya untuk mereka yang kuat dan berkuasa yang bisa bertahan. Di dunia ini, tidak ada tempat untuk mereka yang lemah!" kata Nero.
"Aku tau itu! Aku hanya tidak ingin hal semacam itu terus terjadi. Aku tau betul bahwa untuk bertahan di dunia ini hanya butuh dua hal tersebut. Karena hal itu juga, dunia ini semakin hancur! Uang dan kekuatan hanya akan membawa tragedi! Manusia telah kehilangan banyak hal dalam hidupnya karena dua hal yang disebut uang dan kekuatan! Mereka rela mengorbankan kemanusiaan mereka demi dua hal itu. Tapi, pada akhirnya hal itu hanya membuat manusia larut dalam keserakahan. Suatu saat, manusia akan sadar bahwa keserakahan hanya membawa mereka kepada kehancuran. Sampai saat itu tiba. Penyesalan, air mata kesedihan, teriakan putus asa, dan segala bentuk yang mewakili kesedihan mendalam dan penyesalan tidak lagi berguna. Sampai saat itu tiba, manusia akan sadar tentang keserakahan mereka selama ini," balas Rudi.
Nero diam beberapa saat. Ia mengerti betul tentang apa yang Rudi katakan. Ia tau bahwa dunia ini layaknya sebuah panggung pertunjukan akbar yang dibintangi oleh mahluk yang disebut manusia. Sebuah pertunjukan pasti akan memiliki akhir. Yang menjadi pertanyaannya adalah, apakah pertunjukan itu akan berakhir dengan bahagia atau justru menghadirkan sebuah tragedi. Manusia telah menciptakan skenario terburuk dalam perjalanan panjang sejarah umat manusia. Tapi, apakah skenario itu bisa dirubah?
"Kau mengatakan sesuatu yang bagus. Tapi, memangnya apa yang bisa kau lakukan dalam panggung pertunjukan yang amat megah ini? Kau hanya seperti sebuah kerikil kecil dalam panggung pertunjukkan yang sedang digelar!" bentak Nero.
"Bahkan sebuah kerikil kecil sanggup membuat sang pemeran utama terjatuh karena keberadaannya yang tidak dianggap," sahut Rudi.
"Hahahaha! Lalu apa yang akan kau lakukan? Menghancurkan dunia? Membunuh para penguasa? Atau membuat sebuah tatanan baru? Akan kuberitahu padamu, bocah! Di setiap masa, di setiap zaman. Akan ada orang-orang yang menginginkan sebuah tragedi. Mereka layaknya rumput liat yang terus tumbuh sebanyak apapun kau menghilangkannya. Selalu akan ada rumput liar baru yang muncul. Bahkan jika kau sanggup membawa kedamaian di masa ini, di masa depan akan ada orang yang menghancurkannya. Hanya ada satu cara untuk menghilangkan segala kebusukan di dunia ini. Memusnahkan semua umat manusia dan menutup tirai pertunjukkan!" kata Nero.
"Aku tidak menginkan hal semacam itu. Yang kuinginkan adalah munculnya orang-orang yang bisa menjaga kemanusiaan mereka di setiap masa dan di setiap zaman. Aku hanya ingin manusia sadar bahwa mereka adalah mahluk yang tidak bisa hidup sendirian. Keserakahan sebagian orang hanya akan menghadirkan kesedihan untuk sebagian lainnya. Tapi, saat di mana manusia bisa bergandeng tangan dan menghargai satu sama lain tanpa memandang perbedaan. Akan ada saat di mana dunia bisa menjadi sebuah tempat yang layak untuk mereka sebut sebagai rumah. Zaman di mana setiap anak bisa bermain dengan bebas. Zaman di mana setiap orang bisa makan dan tidur tanpa khawatir. Itu adalah hal yang paling kuinginkan," balas Rudi.
"Hahahahaha! Impianmu cukup menarik. Tapi, bolehkan aku bertanya satu hal padamu? Bagaimana caramu mewujudkannya?" tanya Nero dengan tatapan tajamnya.
"Aku tidak sanggup melakukannya. Manusia tidak akan berubah saat mereka tidak menginginkannya. Aku memang memiliki harapan suatu saat manusia bisa berubah. Tapi, aku tidak sanggup merubah hati dan pikiran mereka sesuai keinginanku. Aku bukanlah Dewa yang sanggup mengatur jalannya kehidupan manusia. Aku hanya bagian kecil dalam sejarah panjang kehidupan manusia. Maka dari itu, aku akan mengukir namaku di dunia dan menunjukkan pada dunia bahwa dunia masih memiliki sebuah cahaya kecil yang bisa mereka ambil untuk mulai merubah dunia ke arah yang lebih baik. Aku ingin di generasi selanjutnya, mereka memiliki sebuah harapan di hati mereka. Aku ingin di masa depan, manusia tidak lagi terpenjara oleh status mereka. Aku ingin manusia berfikir bahwa hidup adalah pilihan bukan ketetapan. Manusia bebas memilih jalan hidup mereka. Saat mereka yakin akan sesuatu, pasti akan ada jalan yang bisa mereka ambil. Manusia adalah mahluk yang luar biasa. Tapi, mereka tidak menyadari hal itu. Mereka berfikir bahwa saat mereka dilahirkan, takdir mereka telah sepenuhnya diatur dengan mutlak. Aku yakin bahwa takdir setiap manusia ditentukan oleh diri mereka sendiri. Manusia tidak bisa memilih dari mana mereka dilahirkan. Tapi, mereka bebas memilih jalan hidup mereka dan mengakhiri perjalanan hidupnya dengan sebuah kematian yang dipenuhi oleh kepuasan. Saat manusia hanya berpangku tangan, tidak akan ada yang bisa mereka capai," balas Rudi, juga dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"Hahaha! Cukup menarik berbicara denganmu. Aku menghargai impianmu. Tapi, kusarankan sebaiknya segera persiapkan mentalmu saat kau sudah tau tentang kenyataan dunia yang sebenarnya," balas Nero dengan tatapan membunuh.
Pertarungan yang sempat tertunda karena bacotan sang MC sampah, akhirnya dimulai kembali.