
"Ahh, aku bosan menunggu," pikir Morgan.
Karena gagal memancing Rudi dan kelompoknya menggunakan aura, Morgan memilih mengejar anggota kelompok Andre yang melarikan diri untuk membantai mereka semua. Kemudian, ditunjukkan ke Andre agar Andre mengatakan di mana dalang sebenarnya bersembunyi.
Di luar wilayah kelompok Nero, para anggota kelompok Andre yang melarikan diri akhirnya mulai berhenti.
"Kita harus membantu Bos Andre. Kalau begini saja, kita sama sekali tidak berguna."
"Apa kau bodoh? Bos Andre sendiri yang meminta kita menjauh. Jika kita ikut campur, kita hanya akan menjadi penghalang."
"Sejujurnya, aku juga ingin membantu Bos Andre."
"Apa kalian ini tuli atau semacamnya? Kita menjauh karena perintah langsung Bos Andre! Kau pikir kenapa Bos Andre meminta kita menjauh? Itu karena dia tidak ingin kita kehilangan nyawa sia sia. Memangnya apa yang bisa kita lakukan dengan kemampuan kita, hah? Kita ini hanya seperti pion dalam papan catur!"
"Bukankah pion juga bisa berubah menjadi mentri? Walaupun kita hanya dikorbankan, setidaknya itu bisa menjadi pengorbanan bagus untuk mendapat kemenangan."
Para anggota kelompok Andre yang berniat melarikan diri, mulai berfikir ulang. Mereka ingin kembali ke dalam papan catur dan menjadi pengorbanan untuk membuka jalan kemenangan. Karena memang itulah salah satu fungsi dari pion, mereka hanya dikorbankan untuk membuka celah lawan agar bidak lain bisa masuk dan menyerang sang raja.
"Baiklah. Jika kita hanya pion yang perlu dikorbankan, setidaknya kita harus menjadi pengorbanan yang sepadan."
"Dari pada melarikan diri sebagai pecundang, aku lebih bangga mati di medan pertempuran sebagai pahlawan."
"Itu benar. Jika sampai melarikan diri dari sini, aku tidak akan punya muka saat bertemu orang-orang yang sudah menungguku di sana. Aku ingin menceritakan kepada mereka tentang perjuanganku membalaskan dendam mereka."
"Benar! Aku juga ingin menemui keluargaku yang sudah meninggal dengan wajah bangga. Aku tidak mau menemui mereka dengan wajah pecundang. Demi bisa membalaskan dendam mereka, aku rela mati sebagai pengorbanan itu."
Orang orang itu pun memutuskan untuk kembali ke medan pertempuran. Tapi sebelum mereka sempat bergerak, tiba tiba ada seseorang yang memancarkan aura mencekam, muncul di hadapan mereka semua.
"Xiiixixixixixixixixixixi. Sungguh dramatis. Aku sangat menyukai orang orang seperti kalian. Tapi sayang sekali, kalian tidak akan menjadi seperti yang kalian harapkan. Karena aku akan membantai kalian semua di sini," kata Morgan yang tiba tiba datang ke sana.
"Mo-Morgan ... kenapa dia bisa ada di sini? Apa jangan-jangan Bos Andre dan para eksekutif sudah dikalahkan?"
"Jangan bodoh! Bos Andre tidak mungkin dikalahkan dengan begitu mudah!"
"Xiiixixixixixixixixixixi. Kalian terus saja berisik."
Morgan melesatkan tangannya untuk memenggal kepala orang orang di sana. Tapi sebelum ia berhasil melakukannya, tiba tiba ada sebuah peluru air yang mengarah kepadanya.
Duar!
Morgan menangkis peluru itu dengan sangat baik.
"Morgan!" Andre berteriak sambil melesat ke arah Morgan.
"Xiiixixixixixixixixixi. Cepat sekali kau sampai ke sini." Morgan hanya menanggapi itu dengan tawa anehnya.
Bem!
__ADS_1
Tangan mereka berdua beradu dengan kuat.
Morgan sedikit melompat mundur. Sedangkan Andre berdiri tegak di depan anggotanya.
"Xiiixixixixixixixixixixi. Apa kau berhasil mengalahkan Jeri dan pasukannya?" tanya Morgan.
"Diamlah! Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh anggotaku!" balas Andre dengan tatapan tajam.
Setelah menumbangkan Jery dan seluruh pasukannya, Andre langsung bergegas menyusul anggotanya yang sedang melarikan diri karena ia merasakan aura Morgan yang juga mengarah ke sana. Sedangkan 2 eksekutifnya yang masih bertahan, tidak bisa ikut menyusul karena mereka sedang terluka parah akibat pertempuran melawan pasukan elit Jery.
Di sisi lain, aku dan kelompokku melihat kejadian itu dari kejauhan.
"Apa kita harus membantu mereka?" tanya Akito.
"Tidak. Biarkan saja," jawabku dengan tegas.
"Kaaakakakakakakakaka! Apa kau berniat membiarkan mereka semua mati?" tanya Kageyama padaku.
"Lihatlah mata mereka ... mereka punya tekat kuat yang membara. Kupikir, membiarkan mereka bertarung adalah hal baik. Lagi pula, sejak awal mereka sudah tau bahwa mereka tidak akan keluar dari sini hidup hidup. Tapi, mereka tetap teguh demi suatu ambisi. Jika kita mengganggunya, maka itu sama seperti merusak seni yang sedang dibuat orang lain. Bahkan jika itu adalah seni abstrak, hal itu tetaplah terlahir dari imajinasi dan emosi pembuatnya. Jangan rusak itu dengan keegoisan kita. Aku tau bahwa tindakan ini kejam. Dalam pertempuran besar, pengorbanan adalah hal biasa. Sebagai pemimpin operasi ini, aku hanya perlu menjamin kita pulang dengan kemenangan agar pengorbanan mereka tidak sia sia," jawabku.
"Cih ... terserah saja," kata Yuta sambil mengalihkan pandangan.
Julius hanya diam karena itulah perintah sang pemimpin kelompok.
Seorang anggota yang membantah perintah pemimpinnya, akan menciptakan kehancuran dalam kelompok itu. Maka dari itu, mereka semua hanya bisa menurut jika memang itu adalah perintah mutlak sang pemimpin, terlepas dari baik atau buruk.
.
Medan pertempuran Andre dan kelompoknya melawan Morgan.
"Morgan! Kau sudah merenggut keluargaku! Aku tidak akan memaafkanmu! Akan kuseret kau ke neraka terdalam!"
"Benar sekali! Kami terus bertahan hidup demi membalaskan dendam orang orang tercinta yang sudah kau renggut!"
"Akan kubunuh kau, Morgan!"
Semua anggota Kelompok Andre melihat wajah Morgan dengan penuh amarah dan dendam merasuk ke jiwa.
"Xiiixixixixixixixixixixi. Apa aku mengenal kalian?" tanya Morgan dengan tawa anehnya.
"Diamlah, Morgan! Aku sudah mendedikasikan hidupku demi bisa membunuhmu. Tidak akan kubiarkan kau pergi dari sini hidup hidup," kata Andre penuh amarah.
Morgan yang melihat semua tatapan membunuh itu, kemudian berkata, "Ahh ... lebih memabukkan dari pada amer ... lebih segar dari pada es doger ... lebih nikmat dari pada cr*t di dalam ... ahh ... balas dendam ...," kata Morgan sambil mengangkat kedua tangannya dan menghadap ke langit seperti sedang mempersembahkan pertunjukan akbar.
Di sisi lain, aku dan kelompokku yang mendengar syair indah Morgan, mulai berkomentar.
"Oi, aku juga ingin mengatakan hal semacam itu," kataku yang mengangumi syair indah Morgan.
__ADS_1
"Apakah dia master syair?" tanya Akito yang juga terkesan dengan hal itu.
"Kaaakakakakakakakaka! Pengibaratan yang menarik, bung," kata Kageyama sambil memberikan tepuk tangan kecil.
"Fiuu ...." Yuta bersiul, kemudian mengatakan, "Kata-kata yang menarik."
"Mantap abis," kata Julius sambil mengacungkan dua jempol.
.
.
Medan pertempuran Morgan melawan Andre dan anggotanya yang masih tersisa.
"Matilah kau, Morgan!" teriak Andre sambil melesat ke arah Morgan, berniat memukulnya.
Boom!
Morgan berhasil menahan pukulan itu dengan mudah.
"Xiiixixixixixixixixixixi. Apa hanya segini hasil dari semua latihanmu?" tanya Morgan dengan tawa anehnya.
"Diam!" balas Andre.
Andre kemudian membuat puluhan peluru air padat yang mengambang di udara. Ia melesatkan peluru air itu ke arah Morgan dengan kecepatan tinggi.
Duar!
Peluru itu menghantam tubuh Morgan. Tapi, Morgan bahkan tidak terluka sedikit pun.
"Peluru airmu terasa seperti pijatan lembut. Jika kau tidak keberanatan, bisakah kau arahkan ke bagian punggungku? Akhir-akhir ini, punggungku terasa sedikit sakit. Xixixixixixixi," ejek Morgan.
Melihat serangannya tidak mempan, Andre sedikit terkejut sambil terus menatap tajam ke arah Morgan.
"Baiklah, jika itu maumu!" teriak Andre sambil membuat ratusan peluru air, kemudian menggabungkannya menjadi satu.
Peluru air yang telah bergabung itu, kemudian dipadatkan menjadi satu peluru kecil.
Andre menembakkan peluru air super padat itu ke arah Morgan.
"Xiiixixixixixixixixixixixixi." Morgan hanya tertawa saat melihat peluru itu mengarah ke tubuhnya.
Duar!
Peluru itu tepat mengenai dada kirinya. Akan tetapi, peluru itu tetap tidak memberikan kerusakan sedikit pun.
Morgan melapisi seluruh tubuhnya menggunakan force. Sehingga, menciptakan lapisan tipis yang berguna sebagai armor.
__ADS_1
Melihat serangan terkuatnya tidak mempan, Andre hanya bisa menggigit bibirnya karena tidak tau harus bagaimana menghadapi monster yang sedang berdiri di hadapannya.
"Xiiixixixixixixixixixixi. Aku akan membunuh kalian semua tanpa rasa sakit kalau kalian mau mengatakan di mana dalang sebenarnya bersembunyi. Jika tidak ... kalian semua akan mati dengan rasa sakit dan penderitaan tiada tara," kata Morgan sambil menatap tajam semua orang di hadapannya.