
Kelompok Death Parade, kelompok All Stars Ling, kelompok Charles, kelompok Desi, kelompok Jozu, kelompok Merlin, kelompok Wanda, pasukan negara Greek, pasukan negara Hilir, pasukan negara Duren, dan pasukan negara Tyalion adalah pihak yang memiliki aliansi dengan kelompok Death Parade dan kelompok Ling.
75 ribu pasukan dari berbagai negara dan kelompok yang beraliansi dengan kelompok Death Parade dan kelompok Ling, berkumpul di depan markas kelompok Death Parade yang terletak di dekat negara Greek. Mereka semua sedang tegang menunggu kedatangan pasukan musuh.
Tidak lama berselang, All Stars James, All Stars Ling, pemimpin kelompok aliansi, dan para jendral besar negara yang beraliansi dengan kelompok Death Parade dan kelompok Ling, mulai keluar dari bagunan markas utama kelompok Death Parade.
Ling, James, para pimimpin kelompok aliansi, dan para jendral besar itu kemudian duduk di depan panggung utama yang berada di barisan belakang.
"Itu All Stars Ling dan All Stars James. Aku baru pertama kali melihat mereka secara langsung," kata salah satu prajurit di sana.
"Aku juga baru pertama kali melihat mereka secara langsung. Aura kehadiran mereka benar benar menakjubkan," sahut prajurit lain.
Para pasukan aliansi yang melihat kedatangan mereka, sontak bersorak gembira. Hanya dengan melihat kedatangan mereka saja sudah lebih dari cukup untuk menenangkan hati para pasukan sebelum pertempuran dimulai.
Beberapa saat kemudian, keadaan mulai terasa sangat tenang, seolah ketenangan itu membuat orang orang di sana merasa tidak nyaman.
"Tenang sekali. Rasanya seperti ada yang tidak beres," kata Jendral Besar Lisso, jendral besar dari negara Hilir.
"Sepertinya mereka akan segera datang," sahut Ling.
Tidak hanya Jendral Besar Lisso dan Ling saja yang merasakan keanehan itu, tapi hampir semua orang di sana juga merasakannya.
Tidak lama berselang, langit yang awalnya cerah, tiba tiba mulai menghitam seolah akan turun badai.
Dari langit mendung itu, memunculkan badai petir ganas yang menyambar ke segala arah.
"Apa ini? Dari mana datangnya badai petir ini?"
"Sialan! Apa yang sebanarnya terjadi di sini? Kenapa langit tiba tiba memunculkan badai petir?"
"Berlindung! Para pengguna atribut! Cepat buat barier untuk menghalau badai petir ini!"
Pasukan aliansi kelompok James dan Ling berusaha keras menghindari sambaran badai petir itu.
Para pengguna atribut di sana juga berusaha membuat barier besar untuk melindungi pasukan aliansi dari badai petir itu.
Di saat badai petir belum reda, tiba tiba tekanan udara mulai terasa menurun hingga membuat udara mengkristal.
"Argh! Apa lagi ini? Kenapa di sini terasa sangat dingin? Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"
"Jangan banyak bicara! Cepat buat armor dari Force untuk menahan tekanan udara dingin ini!"
"Sialan! Dari mana sebenarnya mereka menyerang?"
Ribuan pasukan aliansi kelompok Death Parade dan kelompok Ling tumbang akibat badai petir dan tekanan suhu yang amat ekstrim.
Wlaupun mereka sudah bersusah payah melindungi diri menggunakan armor Force, tapi mereka semua tetap saja kesulitan menahan dua serangan skala massive yang tiba tiba menerjang ke arah mereka.
Belum selesai bencana petir dan hawa dingin, tiba tiba muncul tornado api raksasa menuju pasukan aliansi kelompok Death Parade.
"Berlindung!"
"Para pengguna atribut air, cepat buat barier air!"
__ADS_1
"Jangan keluar dari barier air atau kalian akan terpanggang hidup hidup!"
3 serangan skala massive itu membuat hampir 5.000 pasukan aliansi kelompok Death Parade dan kelompok Ling tumbang. Mereka semua kesulitan menahan ketiga serangan skala massive yang sanggup memporak porandakan daratan dalam jangkauan luas.
Seolah belum selesai, tiba tiba muncul tekanan aura yang terasa sangat mengintimidasi dan membuat sekitar 1.000 pasukan aliansi kelompok Death Parade dan kelompok Ling tumbang tak sadarkan diri.
"Apa lagi ini? Dari mana datangnya aura intimidasi ini?"
"Yang mentalnya lemah, cepat menyingkir! Kalian tidak akan sanggup menahan tekanan intimidasi ini!"
"Para pasukan mulai bertumbangan! Sialan, dari mana sebenarnya musuh menyerang?"
Dari tempat duduknya, Ling dan James menyeringai penuh hasrat seolah mereka berdua tau dari mana serangan itu berasal.
Ling pun berdiri dari tempat duduknya.
"Apa kau ingin turun tangan?" tanya James pada Ling.
"Jika terus dibiarkan, pasukan kita akan habis sebelum mulai bertempur," jawab Ling.
Ling kemudian mengangkat 5 bongkahan tanah raksasa seukuran gunung menggunakan kemampuan atributnya, lalu melemparnya ke arah hutan yang berada di depan pasukan aliansinya.
Saat bongkahan tanah raksana itu hendak menghujam tanah, tiba tiba kelima bongkahan tanah raksasa itu hancur dan beberapa di antaranya terpotong.
Walaupun pasukan All Stars Nero belum terlihat, tapi Ling yakin bahwa pasukan Nero sudah berada di hutan, tepat di depan pasukannya.
Ling kemudian berteriak lantang ke arah hutan.
Tidak lama berselang, ribuan pasukan aliansi kelompok All Stars Nero mulai bermunculan dari balik pepohonan.
85 ribu pasukan yang dipimpin langsung oleh All Stars Nero berjalan serempak hingga menimbulkan getaran di tanah.
"Akhirnya dia muncul juga," ucap Jendral Besar Negara Duren.
"Haaahahahahahaha! Mereka benar benar terlihat sangat menakutkan," kata Desi.
Dari kejauhan, Nero berteriak lantang ke arah James.
"Lama tidak bertemu, James!" teriak Nero yang berdiri di depan puluhan ribu pasukannya.
James sedikit tersenyum tipis, seolah seperti sedang bertemu sahabat lama.
"Nero! Aku sangat merindukanmu!" seru James dengan seringai tipis di wajahnya.
"Waktunya mengakhiri segalanya, James!" seru Nero pada James.
"Haaahahahahahaha! Ayo akhiri di sini!" balas James dengan berteriak.
Nero kamudian mengangkat satu tangannya dan mengayunkannya ke depan seolah meminta semua pasukan untuk maju.
Puluhan pasukan aliansi kelompok All Stars Nero pun mulai berlari ke arah musuh.
"Habisi mereka! Jangan birkan satu pun lolos!"
__ADS_1
"Ayo tunjukkan kemampuan kita pada mereka!"
"Waktunya menunjukkan siapa yang terkuat di Benua Timur!"
Ribuan pasukan aliansi All Stars Nero berlarian ke arah musuh sambil berteriak lantang.
Di sisi lain, James berseru lantang pada pasukannya.
"Habisi mereka!"
70 ribu pasukan aliansi All Stars James dan All Stars Ling mulai maju sambil berseru lantang.
"Ayo tumbangkan dan rebut mahkota sang raja!"
"Beritamu pada mereka siapa kita sebenarnya!"
"Raja lama tumbang dan raja baru lahir! Nero sudah terlalu lama menduduki tahta! Sekarang watunya mengganti raja lama dengan raja baru!"
Ribuan pasukan aliansi All Stars James dan All Stras Ling berlari penuh semangat ke arah musuh sambil berteriak lantang.
Kedua belah pihak pun mulai bertarung untuk saling menghancurkan.
Hanya dalam sekejap mata, puluhan hingga ratusan nyawa melayang akibat bentrok kedua kubu.
Suara ledakan, tubuh terkoyak, tubuh hancur, hingga pekikan orang orang yang berada di ambang kematian, membuat medan perang di garis depan benar benar diisi oleh kegilaan tanpa batas.
Jeritan, pekikan, teriakan, hingga seruan ribuan orang yang bertempur di medan perang, seolah terdengar seperti lantunan melodi menyiratkan kematian.
Di sisi lain, Rudi dan kelompoknya tidak ikut berada di garis depan karena menunggu saat yang tepat untuk masuk dalam pertempuran.
James, Ling, para pemimpin kelompok dan jendral besar negara aliansi kelompok Death Parade dan kelompok Ling masih bersantai di singgasana mereka sambil melihat ke arah medan pertempuran.
Nero, pemimpin kelompok dan jendral besar negara aliansi kelompok All Stars Nero juga masih bersantai di garis belakang sambil mengamati jalannya pertempuran.
Mereka semua belum berniat turun ke medan pertempuran karena merasa terlalu awal untuk itu.
Mereka tidak bisa langsung masuk ke medan pertempuran begitu saja karena harus menghemat stamina untuk melakoni pertarungan melawan para petinggi musuh.
Dalam formulanya, jendral harus melawan jendral. Dan prajurit melawan prajurit.
.
.
Di markasnya yang terletak di Benua Tengah, pemimpin pihak media dunia sedang emosi karena tidak diperbolehkan meliput pertempuran besar di Benua Timur secara langsung.
"Sialan! Para Elit Global itu benar benar merepotkan! Ini serausnya bisa menjadi berita yang sangat menguntungkan. Tapi, mereka malah melarang kita untuk meliput pertempuran besar di Benua Timur secara langsung. Apa sebenarnya mau mereka itu?"
Tidak hanya media pusat dunia. Tapi, hampir seluruh pihak media dari seluruh dunia juga mendapat perintah yang sama.
Mereka semua dilarang meliput dan menyiarkan pertempuran kelompok All Stars Nero melawan All Stats James dan All Stars Ling secara langsung karena beberapa alasan.
Mereka semua tentu tidak berani menentang perintah itu karena takut mendapat hukuman yang tak bisa dibayangkan.
__ADS_1