
Di wilayah pertabatas barat, kelompok Andre dan Jery berserta kesepuluh pasukan elitnya masih bertarung dengan sangat sengit.
Wave!
Andre melancarkan serangan ombak air berisi hiu ganas ke arah Jery dan kesepuluh pasukannya.
Pasukan pertama Jery membuat barier tanah untuk menahan serangan itu.
Sesaat setelah serangan itu mulai mereda, kelima eksekutif Andre langsung melesat ke depan, berniat menyerang kesepuluh pasukan Jery. Mereka berniat menyerang pasukan Jery yang masih buta karena percikan air yang tercipta akibat benturan gelombang air menghantam barier tanah.
Duar! Slink!
Kedua belah pihak mulai terlibat bentrokan langsung. Mereka beradu serangan sambil bertahan.
Dari arah belakang, Andre sedang menyiapkan sebuah serangan gelombang air raksasa untuk menyapu area pertempuran itu.
Massive Wave!
Gelombang air raksasa mirip tsunami, menerjang area pertempuran dengan ganas.
Jery yang melihat itu, langsung membuat barier angin besar berbentuk segitiga untuk memecah gelombang tsunami tersebut.
Splash!
Gelombang tsunami itu terbelah menjadi dua karena menghantam barier angin berbentuk segitiga.
Beberapa orang yang sedang terkapar di tanah, langsung tersapu ombak hingga puluhan meter jauhnya. Sedangkan mereka yang masih bertarung, bisa menahan gelombang itu dengan melapisi tubuh menggunakan force ataupun atribut masing masing.
Tujuan utama Andre membuat gelombang itu adalah untuk menjauhkan mereka yang sudah mati dan yang sedang terkapar lemah di tanah. Ia tidak mau jika sampai tubuh mereka terkoyak karena terkena dampak pertarungan itu.
Jery yang akhirnya menyadari tujuan serangan gelombang tsunami itu, sedikit tersenyum dan berkata, "Mulia sekali dirimu itu. Kau bahkan memikirkan pasukan musuh yang sudah terkapar di tanah."
Andre menatap Jeri sambil mengatakan, "Aku tidak kuat melihat jeroan manusia. Maka dari itu, aku tidak ingin melihatnya."
Setelah perbincangan singkat, mereka berdua langsung melesat ke arah satu sama lain sambil bersiap menyerang.
Andre bertarung melawan Jery dan 3 pasukannya. Sedangkan 5 eksekutifnya, bertarung melawan 8 pasukan Jery lainnya.
Duar!
Andre berhasil memukul telak kepala salah satu pasukan Jery, hingga membuat orang tersebut terpental jauh ke belakang.
Jery langsung melesat maju sambil mengayunkan pedang berlapis atribut anginnya.
Ting!
Andre berhasil menangkisnya menggunakan tangan kosong berlapis force dan atribut miliknya.
Dua pasukan Jery lainnya, menyerang Andre dari dua arah berbeda.
__ADS_1
Andre langsung menciptakan barier air di sisi kiri dan kanannya untuk menghalau pukulan itu.
Saat Andre tengah fokus menahan serangan kedua orang itu, Jery sudah berada tepat di bawahnya sembari bersiap menendang dagunya.
Bem!
Jery berhasil menendang dagu Andre, hingga membuat Andre melayang ke udara, seperti roket yang melesat cepat.
Jery kemudian mengurung tubuh Andre mengunakan atribut anginnya. Kemudian, menarik tubuh Andre dan menghempaskannya ke tanah.
Duar!
Tubuh Andre menghantam tanah dengan sangat keras, hingga menciptakan kawah kecil di sana.
"Sialan! Itu sangat sakit!" Andre berusaha bangkit. Tapi sebelum ia berhasil berdiri, 2 orang pasukan Jery langsung menyambutnya dengan pukulan keras.
Bem!
Pukulan telak itu mengenai tepat ke wajahnya.
Tubuh Andre pun terpental ke belakang hingga membentur batu besar.
Andre merintih kesakitan. Mulutnya juga mulai mengeluarkan banyak darah.
Melihat pemimpin mereka dihajar habis habisan, membuat kelima eksekutif Andre berniat menolong. Hanya saja, mereka saat ini sedang bertarung sengit melawan pasukan Jery. Sehingga, membuat mereka tidak bisa berbuat banyak.
"Bangunlah!" teriak Liam pada Andre dari kejauhan.
Jery dan 2 pasukannya, mendekati Andre yang sedang kesulitan berdiri.
"Dengan kemampuan seperti ini kau berani menantang kelompok kami? Berkacalah terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu. Jika begini, kalian hanya akan menghabiskan waktuku saja." kata Jery sambil terus berjalan mendekati Andre.
Dari kejauhan, Morgan masih melihat pertempuran itu sambil mengamati sekitar. Ia mencoba mencari dalang dibalik penyerangan tersebut.
"Di mana para serangga itu bersembunyi? Cepat keluarlah. Aku tidak sabar ingin segera menghabisi kalian," pikir Morgan sambil terus memancarkan auranya, berniat memancing Rudi dan kelompoknya.
Sedangkan di sisi lain, aku dan kelompokku masih asik menikmati pertempuran itu sambil terus bercanda, seolah kami benar benar tidak memperdulikan apa yang mungkin terjadi nantinya.
"Kaaakakakakakakakakaka. Aku yang menang."
"Cih ... kau pasti curang."
"Lihatlah, aku dapat full house."
"Ayo main lagi."
Di saat kelompok Andre tengah bertaruh nyawa, kami malah asik bermain poker sambil menikmati pertarungan yang tersaji.
Di dalam markasnya, Fafnir, salah satu eksekutif Nero, sedang bersantai bersama para wanitanya.
__ADS_1
Walaupun dia mengetahui bahwa kelompoknya diserang, tapi, tetap santai seolah tidak perduli sama sekali.
"Hoho ... jadi kita diserang?" tanya Fafnir saat membaca surat dari Morgan sambil bersantai bersama puluhan wanita tel*nj*ng di sekelilingnya.
"Tuan Fafnir, apakah Anda akan meninggalkan kami?" tanya salah satu wanita di sana.
"Tenang saja, sayang. Aku akan tetap di sini dan bermain bersama kalian. Akan kupuaskan kalian hingga menjerit karena nikmat," kata Fafnir pada para wanitanya.
"Tolong puaskan kami, Tuan Fafnir," kata para wanita di sana kompak.
Di dalam markasnya, Eliot, salah satu eksekutif Nero, tengah dibakar emosi setelah mendengar isi surat dari Morgan.
"Apa benar, Morgan mengatakan begitu?" tanya Eliot kepada bawahan yang menyampaikan pesan Morgan.
"Benar, Tuan Fafnir! Tuan Morgan sendiri yang mengatakannya!" jawab bawahan itu.
"Aku sedang repot mengurusi bisnis. Tapi, bajingan sialan itu malah asik bermain," gumam Eliot kesal setelah menerima pesan Morgan.
Semua eksekutif lain mendapat pesan yang sama. Yaitu, mereka dilarang ikut campur dalam menangani perusuh yang menyerang wilayah barat karena Morgan ingin menangani para perusuh itu sendirian.
Hal itu membuat berbagai reaksi dari para eksekutif lain. Ada yang tidak perduli, ada yang jengkel, bahkan ada yang berniat mengabaikannya dan ikut bersenang senang bersama Morgan.
Di markas pusat militer kota Eden, seorang bawahan Jendral Simon tengah melapor padanya.
"Jendral, wilayah perbatasan barat All Stars Nero sedang di serang sekumpulan orang." Seorang anggota militer melapor kepada Jendral Simon, jendral yang bertanggung jawab atas kota Eden.
"Apa mereka meminta bantuan kita?" tanya Jendral Simon.
"Tidak, Jendral. Informasi itu didapat dari tim pengintai di sana," jawab bawahan itu.
"Kalau begitu, abaikan saja," kata Jendral Simon.
"Baik, Jendral," balas si bawahan.
Strategi yang Rudi gunakan, berjalan lancar hingga sejauh ini. Karena penyerangan yang tidak terlalu mencolok, membuat beberapa pihak luar tidak perlu ikut campur dalam penyerangan tersebut.
Di tempat dan kelompokku bersembunyi, kami masih asik bermain poker sambil sedikit berbincang.
"Apa sudah waktunya bergerak?" tanya Akito sambil bermain poker.
"Tunggu sebentar lagi," jawabku yang juga sedang bermain poker.
"Kaaakakakakakakakakaka! Aku sedikit kasihan dengan mereka (kelompok Andre)," kata Kageyama.
"Kita harus memastikan kalau informasi sudah tersebar. Jika terlalu gegabah, bisa bisa penyerangan kita akan berantakan," jawabku sambil menaikkan taruhan.
Kami sengaja tidak bergerak terlalu cepat untuk memastikan informasi yang tersebar, mengabarkan bahwa yang menyerang wilayah perbatasan kelompok Nero hanyalah kelompok lemah yang tidak perlu diperhitungkan. Dengan begitu, kami bisa mengulur waktu sambil mempersiapkan serangan kejutan langsung ke pusat musuh.
Aku sengaja mengalihkan perhatian sambil menyembunyikan maksud sebenarnya. Aku menjadikan kelompok Andre sebagai pengorbanan untuk mencapai kemenangan. Itu seperti rencana pengorbanan untuk melakukan Checkmate dalam catur.
__ADS_1
Sambil masih asik bermain poker, aku mengatakan, "Aku tidak ingin mengulangi kebodohan saat di Ibukota Roland. Pertarungan panjang hanya akan menghadirkan banyak kerugian. Apalagi dengan skala musuh yang kita hadapi saat ini. Pastikan semua berjalan lancar hingga akhir. Kita hanya punya 10 liter bensin untuk 10 putaran. Jadi, pastikan agar putarannya tidak bertambah. Atau kita akan kehabisan bensin dan gagal finis," kataku sambil kembali menaikkan taruhan.