The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Menganggu


__ADS_3

**Author minta tekan tombol like like like like ya kakak-kakak reader, terima kasih 🙏.


Happy reading guys 🥰


🌟🌟🌟🌟**


Jovanka jalan dengan cepat, tanpa menghiraukan Dfrey yang berbicara terus dibelakang mengikutinya. Jovanka menganggap, suara Dfrey sebagai dongeng disaat dia berjalan menuju penginapan Tuan Fred. Agar dia tidak merasa sendirian dalam perjalanan dan merasa bosan.


"Miss Jo, apakah kau tahu arah menuju ke penginapan?" tanya Dfrey, melihat Jovanka jalan terus tanpa bertanya kepadanya.


"Kesana kan ?" telunjuk Jovanka menunjuk kearah depannya.


Dfrey tertawa sembari menutup mulutnya.


"Kenapa kau tertawa? apa ada yang lucu?" tanya Jovanka dengan ekspresi wajah jengkel, karena tidak suka melihat Dfrey tertawa. Karena Jovanka tahu, Dfrey menertawakan dirinya.


"Damn...! kenapa orang ini keren sekali" batin Jovanka memuji Dfrey yang menertawakan dirinya.


"Maaf miss, jalan menuju penginapan sudah terlewati" beritahu Dfrey.


"Kenapa tidak kau katakan, kau senang melihat aku marah ya!" kesal Jovanka bertambah kepada Dfrey.


"Kau tidak bertanya, aku kira kau ingin berjalan-jalan. Mungkin saja kau masih ingin bersama denganku, tidak rela berpisah" ujar Dfrey.


"Jangan mimpi!" ketus Jovanka, karena merasa sangat lelah.


"Ayo, sekarang aku akan menjadi penunjuk jalan" Dfrey berjalan didepan, Jovanka mengikutinya dari belakang.


"Badan yang sangat kokoh" gumam Jovanka, mengagumi tubuh kekar Dfrey dari belakang.


"Terima kasih miss, tubuhku sangat bagus kan!" seru Dfrey kepada Jovanka, seolah-olah. Dfrey bisa membaca apa yang ada dalam pikiran Jovanka.


"Hih..! siapa yang mengangumi badanmu, terlalu percaya diri tidak bagus Tuan !" seru Jovanka.


Mereka tiba di jalan besar, tetapi tiba-tiba Dfrey menarik tangan Jovanka. Dan menghimpit badan Jovanka Kedinding rumah orang.


"Hei apa yang kau lakukan!" seru Jovanka, karena badan Dfrey merapat ke badan Jovanka. Sehingga tidak ada jarak diantara dua tubuh itu. dada keduanya saling menempel.


"Diam! Conan lewat, binatang peliharaan Tuan penguasa pulau ini. Jika dia tidak merasa senang, Conan bisa datang kerumah kita. Dia akan mengawasi kita" kata Dfrey dengan suara setengah berbisik, ditelinga Jovanka.


Apa yang dikatakan oleh Dfrey, mengingatkan Jovanka. Pada malam pertama di penginapan, Conan berdiri didepan penginapan. Mengawasi penginapan tempat dia dan Arisa menginap. Membuat dia dan Arisa tidak bisa tidur dengan nyenyak.

__ADS_1


"Apa salahku? aku tidak menganggu dia" kata Jovanka.


"Kau telah menganggu Conan miss Jo, kau itu calon istri penguasa pulau ini. Conan tidak suka, kasih sayang Tuan nya terbagi" kata Dfrey.


"Tapi..tapi..aku tidak.. heem.. maksudku. Aku bukan calon istri penguasa pulau ini, minggir. Aku akan katakan pada Conan, aku tidak akan mengambil Tuan nya" kata Jovanka, kemudian mendorong tubuh Dfrey yang menekan badannya. Tapi, tenaga Jovanka tidak cukup menggerakkan badan Dfrey yang menekan tubuhnya.


"Tapi, tadi kau katakan. Bahwa kau itu calon istrinya?" mata Dfrey menatap mata Jovanka dengan intens.


"Aku berbohong, aku tidak mengenalnya. Sungguh!" ujar Jovanka.


"Kau berbohong? untuk apa berbohong?" tanya Dfrey sambil menatap wajah Jovanka, jemarinya memberikan sentuhan di garis rahang Jovanka. Membuat bulu halus Jovanka berdiri.


"Please! menjauh lah" ucap Jovanka dengan suara berbisik, karena jemari Dfrey membuat Jovanka menjadi lemas dan gugup.


"Tidak bisa, Conan sudah semakin dekat. Dengarlah, suara kuda itu. Itu kuda yang mengawal Conan jalan-jalan" kata Dfrey.


"Aku akan berbicara dengan Conan, aku bukan saingannya" ucap Jovanka dengan lirih, matanya terpejam. Jovanka tidak sanggup menatap mata biru Dfrey, yang menatapnya dengan tajam.


"Hahaha..!" Dfrey tertawa lebar, sehingga gigi putihnya yang tertata rapi. Dan terlihat gigi taringnya yang tajam, membuat jantung Jovanka makin berdebar kencang.


"Kau ingin mengajak Conan berbicara? Conan tidak suka berbicara, dia sukanya berburu. Dan mencabik-cabik mangsanya, atau kau ingin menemani Conan berburu?" tanya Dfrey.


"Aku akan mengatakan pada Conan, aku kesini karena disuruh kakakku. Bukan untuk menjadi calon istri Tuan nya" kata Jovanka.


Suara derap langkah kaki kuda makin mendekat, dan suara lolongan Conan membuat dada Jovanka semakin berdebar. Jika tidak ada tangan Dfrey memegangnya, mungkin saja Jovanka sudah luruh jatuh ke jalanan yang berbatu.


"Conan sudah salah paham, lolongannya sangat mengerikan. Aku tidak akan main-main dengan perkataan mengenai Tuan nya, sepertinya Conan ini cenayang. Tahu dia dengan perkataan orang tanpa mendekatinya" batin Jovanka.


Sedangkan batinnya Dfrey mengatakan.


"Harum tubuhmu, membuatku ingin cepat membawamu keatas ranjang" batin Dfrey.


Pipi Dfrey menggesek pipi Jovanka dengan lembut.


Jovanka diam, dia menahan napasnya. dadanya berdegup kencang.


Dfrey menghimpit kan tubuhnya ke tubuh Jovanka, satu tangannya melekat di pinggang Jovanka. Sedangkan satunya lagi berada di tengkuknya Jovanka, agar kepala Jovanka tidak bergerak.


Setelah suara derap langkah kaki kuda menjauh, Dfrey melerai sedikit tubuhnya. Dan menatap wajah Jovanka yang diam seperti patung.


"Miss.. Miss Jo!" tangan Dfrey menyentuh pipi Jovanka, baru Jovanka tersadar. Dan mendorong tubuh Dfrey dengan keras, membuat tubuh Dfrey terdorong menjauh.

__ADS_1


"Kau mengambil kesempatan!" seru Jovanka dengan keras, sehingga ada orang yang melintas di gang tempat mereka berada. Melihat kearah keduanya.


"Kesempatan apa? aku hanya menyelamatkanmu dari terkaman Conan" kata Dfrey seraya menjauh dari Jovanka, dan melihat kearah jalan besar. Apakah keadaan sudah aman, untuk mereka keluar.


"Aman" kata Dfrey kepada Jovanka.


"Sudah cukup sampai disini, aku tahu dimana jalan menuju penginapan" Jovanka menolak, Dfrey untuk mengantarkan dirinya ke penginapan Tuan Fred.


"Ayolah, aku akan mengantarmu sampai ke penginapan. Nanti Conan kembali lagi" kata Dfrey.


"Apa mungkin?" rasa khawatir menyerang Jovanka, dia sangat takut dengan wujud peliharaan sang penguasa pulau. Anjing yang cukup besar dan sangat sangar, jauh dari kata anjing sahabat manusia.


"Mungkin saja, kau tahu. Penciuman anjing itu sangat tanjam, dia tahu ada orang baru berada di pulau ini" kata Dfrey.


"Kenapa kau tahu banyak mengenai Penguasa pulau ini?" ada rasa curiga didalam pikiran Jovanka kepada Dfrey yang baru beberapa jam dikenalnya.


"Aku dulu bekerja didapur rumah Tuan Penguasa" kata Dfrey seraya melanjutkan perjalanan menuju penginapan Tuan Fred.


"Kau tahu rupa Tuan penguasa? orang-orang tidak ada yang pernah melihat wajah Tuan Penguasa? apa dia orang yang sangat jelek? sehingga dia tidak membolehkan orang untuk melihatnya?" tanya Jovanka yang berjalan secara beriringan dengan Dfrey.


"Aku juga tidak tahu" sahut Dfrey.


"Tidak tahu? masa kau tidak tahu dengan wajah majikanmu ?" heran Jovanka.


"Kami tidak boleh masuk ke rumah utama, kami berada ditempat kami kerja. Aku dibagian dapur, disitu aku berada" kata Dfrey.


"Itu, penginapan Tuan Fred" tunjuk Dfrey.


Jovanka melihat arah yang ditunjuk Dfrey, melihat ada Tuan Fred dan istrinya berada di samping rumah dan juga Arisa.


Jovanka langsung berlari menuju ke penginapan, tanpa sempat mengucapkan terima kasih kepada Dfrey. Karena telah mengantarkan dirinya dengan selamat sampai ke penginapan.


"Arisa !" teriak Jovanka seraya berlari mendekat.


Ketiganya melihat kearah asal suara, Arisa sontak senang. Melihat Jovanka pulang dengan selamat, Keduanya berpelukan.


"Kau selamat Jo!" seru Arisa, melerai pelukannya. Menatap seluruh tubuh sahabatnya tersebut, tidak ada yang cedera.


"Kenapa kau menghilang miss ?" tanya Tuan Fred.


**Next...

__ADS_1


Jangan lupa untuk menekan tombol like like like like 🙏


Terima kasih atas dukungannya**.


__ADS_2