The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Damai


__ADS_3

Happy reading guys πŸ₯°


☘️☘️☘️


Bastian turun dari taxi, ditemani oleh seorang pria yang ditugaskan oleh Erick untuk membantu Bastian sebelum Bastian bisa melakukan apapun sendirian.


"Jack, pulanglah. Kau sudah lama tidak mengunjungi keluargamu," kata Bastian pada Jack.


"Apa Tuan tidak apa-apa, jika saya tinggalkan satu dua jam?" Jack khawatir meninggalkan Bastian sendirian.


"Aku sudah bisa berdiri, walaupun masih menggunakan tongkat. Sebenarnya, aku tidak perlu dibantu lagi. Tapi Erick, tidak mengizinkan," kata Bastian.


"Apa Tuan yakin? bisa saya tinggalkan sendiri?"


"Pergilah, aku ingin tidur. Latihan jalan tadi membuat badanku letih, aku ingin tidur seharian ini," kata Bastian.


"Baiklah Tuan, kalau ada apa-apa. Tuan harus segera menghubungi saya" kata Jack, sebelum keluar dari rumah Bastian.


Bastian menutup pintu rumahnya, dan kemudian masuk kedalam kamar, Bastian merebahkan tubuhnya.


"Aahh..lega rasanya badanku." gumam Bastian, kemudian memejamkan matanya.


Baru 15 belas menit matanya terpejam, terdengar suara ketukan dan suara orang memanggil namanya.


Tok..tok..tok..


"Tian...!"


Tok..tok..tok..


"Tian..!"


"Tian..!"


Suara Sandra melengking memanggil nama Bastian, dibarengi dengan ketukan dipintu rumah Tian berulang kali.


Ckelek...


Pintu terbuka, dan terlihat wajah Bastian yang baru bangun dari tidurnya.


"Kau tidur ya?" tanya Sandra.


"Iya, aku baru kembali dari terapi," jawab Bastian.


"Masuklah."


"Aku hanya sebentar, ada orang yang mencarimu ," kata Sandra.


"Mencariku?"


"Iya, mereka menunggu dikantor," sahut Sandra.


"Siapa?" tanya Bastian.


"Sepertinya pengacara dari orang tua Mike."

__ADS_1


"Orang tua Mike mencariku, untuk apa?" tanya Bastian.


"Mereka mungkin ingin membujukmu untuk mencabut laporan mengenai Mike putranya, dua hari yang lalu. Mereka juga mendatangi aku kerumah, tetapi mama dan papa menolak untuk menemui mereka," kata Sandra.


"Aku tidak ingin menemuinya, katakan saja. Aku tidak berada ditempat, bilang. Kita ketemu di pengadilan saja, tidak ada kata damai," ucap Bastian.


"Apa yang kau katakan, sama dengan yang dikatakan papa ku," kata Sandra.


"Mungkin otak kami sama? apa aku sudah bisa melamar menjadi calon menantunya?" goda Bastian.


Sandra hanya tersenyum mendengar perkataan Bastian, dia belum bisa membuka hatinya untuk menjalin hubungan dengan seorang pria. Karena masa lalunya dengan Mike begitu meninggalkan luka di hatinya.


"Melihat Sandra hanya tersenyum, Bastian tertawa kecil. Dia juga tahu, berat rasa Sandra untuk membuka hati untuk menjalin hubungan baru.


"*Aku akan menunggumu Sandra., sampai kau siap untuk membuka hatimu untukku" batin Bastian.


"Maaf Tian, penghianatan itu membuat lubang di hati ini terbuka lebar. Hingga sulit untuk ditambal." batin Sandra*.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Marcio mewawancarai orang-orang yang ingin menjadi penjaga keamanan di mansion, walaupun gaji yang tinggi. Tetapi tidak membuat orang untuk berbondong-bondong mau bekerja menjadi bodyguard di mansion.


"Kenapa yang melamar tidak ada yang berkualitas." gumam Marcio, setelah mewawancarai sepuluh orang pelamar. Dan hasilnya tidak ada yang diterima.


Tok..tok..


"Masuk." titah Marcio.


Steve masuk dengan membawa berkas lamaran.


"Kenapa yang melamar sangat mengecewakan? apa kau tidak umumkan?' tanya Marcio kepada Steve.


"Sudah Tuan, tetapi sepertinya. Banyak yang tidak mau menjadi bodyguard, karena takut dengan image Tuan muda yang kejam," ucap Steve dengan suara yang pelan.


"Suruh masuk orang itu," ujar Marcio.


Steve keluar, dan kemudian masuk pria yang memakai topi. Rambutnya hitamnya tergerai panjang.


Mata Marcio menelisik orang yang berdiri didepannya, Marcio merasa. Wajah orang yang berada dihadapannya tersebut sangat familiar.


"Kenapa wajahnya seperti pernah aku lihat?" batin Marcio.


"Apa kita pernah berjumpa?" tanya Marcio.


"Tidak mungkin Tuan, saya baru di negara ini."


"Kau bukan dari negara ini?" tanya Marcio.


"Orang tua saya berasal dari negara ini, tapi saya dibesarkan di luar negara."


Marcio membuka data-data orang yang berada didepannya.


"Altan Batuhan, nama yang unik," ucap Marcio.


"Kau berasal dari negara ini, kenapa namamu sangat unik?" tanya Marcio.

__ADS_1


"Orang tua angkat saya yang memberikan saya nama Tuan," jawab Altan.


"Dari mana kau berasal, dan kenapa ingin menjadi bodyguard? apa kau mempunyai keahlian bela diri?" tanya Marcio.


"Saya berasal dari Asia bagian timur Tuan, saya ingin mencari suasana kerja yang beda dengan negara saya. ketika saya melihat ada lowongan kerja untuk menjadi bodyguard. Saya langsung terpikir untuk melamar," kata Altan.


"Apa kau bisa beladiri?"


"Saya bekerja sebagai bodyguard di negara saya Tuan. Di data-data saya itu ada saya sertakan di mana tempat saya bekerja, dan Tuan juga bisa menelpon untuk mengecek kebenaran data-data saya itu," kata Altan.


Tiba-tiba, tangan Marcio dengan cepat mengambil pena yang ada didepannya. Dan langsung melemparkannya pada altan. Dengan sigap, Altan menangkap pena tersebut dan langsung melemparkannya kembali kepada Marcio.


"Kesigapan yang sangat bagus." Puji Marcio.


"Kalau kau diterima, apa kau mau mengubah penampilanmu itu?" tanya Marcio.


"Maaf Tuan, ini sudah menjadi identitas saya sejak lama. Jika saya memotong rambut dan jenggot ini, saya harus kembali ke suku saya. Dan melakukan ritual," kata Altan.


"Suku saya itu sulit untuk ditemukan," kata Altan.


"Suku?"


"Iya Tuan, suku saya itu suku yang nomaden. Mereka tidak tinggal menetap," ucap Altan.


"Suku yang aneh, untuk memotong rambut dan jenggot saja. Harus melakukan ritual," ucap Marcio.


"Kepercayaan suku kami Tuan, suku Dukha. Jika melakukan potong rambut harus izin pada sang pencipta, dan harus melakukan ritual. Jika melanggar, akan ada akibat akan saya hadapi," ucap altan.


"Baiklah, aku akan mengetes kecakapan mu dalam melakukan tindakan. Jika ada penyerangan terhadap majikan yang harus kau lindungi, apa kau tanggap terhadap keselamatan Tuan mu. Kau temui Steve diluar."


"Saya diterima Tuan?"


"Ada satu tes lagi, semoga kau bisa melewati tes ini." Marcio mengibaskan tangannya, untuk Altan keluar.


"Permisi Tuan."


Altan membungkukkan kepalanya, kemudian keluar dari ruang kerja Marcio.


"Akhirnya, aku tidak perlu memotong rambut dan jenggot ini" batin Altan Batuhan.


πŸ€πŸ€πŸ€


Hari ini jadwal Jovanka memeriksakan kandungannya, karena takut untuk membawa Jovanka keluar dari pulau Saint Angel. Erick memanggil dokter Sonia untuk datang ke pulau Saint Angel sebulan sekali, dan atas anjuran dokter Sonia. Erick juga melengkapi mansion peralatan khusus untuk menunjang dokter Sonia memeriksa kehamilan Jovanka.


Jovanka tidur ditempat tidur, perutnya terlihat. Karena dokter Sonia sedang melakukan USG.


"Bagaimana Dok? apa babies baik-baik saja?" tanya Erick.


"Babies baik-baik saja Tuan, hanya babies terlihat besar sekali. Belum tiga bulan, babies sangat besar. Saya khawatir, belum sembilan bulan. Mrs Godfrey tidak bisa bergerak, harus bedrest," ucap dokter Sonia.


"Apalagi, ini tiga bayi. Saya sarankan, konsumsi banyak sayuran. Dan kurangi cemilan Mrs Godfrey," ucap dokter Sonia.


"Bayi besar kan bagus Dok, tandanya. babies sehat," ucap Jovanka.


🌜 NextπŸŒ›

__ADS_1


__ADS_2