The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Bertemu


__ADS_3

**Happy reading guys πŸ₯°


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚**


"Ada apa dia menghubungiku?" pria yang bernama Andre mengambil ponselnya, dan turun dari atas ranjang. Dia berjalan menuju balkon kamar, terlebih dahulu Andre mengambil boxer dan memakainya. Hanya dengan memakai bawahan, Andre berdiri dibalkon. Untuk menghubungi Rachel.


"Kenapa kau menghubungi aku? apa ada berita menyenangkan yang akan kau beritahu?" tanya Andre to the point.


"Kenapa kau tidak menjawab panggilan dariku dengan cepat! sudah ribuan kali aku menelpon!" Rachel marah, bukan menjawab pertanyaan Andre. Dia marah dengan Andre.


"Pelankan suaramu! ingat..! dengan siapa kau berbicara!" serang Andre, balik marah kepada Rachel.


Rachel terdiam, karena mendengar suara kemarahan Andre dari sambungan telepon.


"Ada apa?" tanya Andre dengan suara yang dingin.


"Danny Liu kembali!" lapor Rachel.


"Danny Liu? bocah itu, berani dia kembali" ujar Andre.


"Dia bukan bocah lagi" ujar Rachel.


"Sekarang ini, dia semakin dewasa ! kau akan sulit untuk mengawasi pria itu" sambung Rachel.


"Kau memujinya? awas..! jika kau berkhianat" ancam Andre.


"Kau tenang saja, buatlah pria itu untuk membuat kau hamil. Sudah sepuluh tahun, kau tidak hamil juga? sepertinya aku salah memilihmu. Sepertinya, kau itu wanita tanpa rahim!" seru Andre dengan kasar kepada Rachel.


"Pria gila..!" seru Rachel, dan kemudian memutuskan sambungan teleponnya dengan Andre.


"Beraninya dia mengatakan aku wanita mandul!" geram Rachel.


"Kalau tidak karena aku membutuhkan uangnya dulu, tidak mungkin aku mau mengikuti kegilaan dia!" ucap Rachel dengan emosional.


Vanya, mama Rachel mendengar semua pembicaraan Andre dengan putrinya.


"Kurang ajar kau Andre, kau memperalat putriku. Untuk membalas Erick Godfrey" geram Vanya memandang Andre yang masih berada di balkon.


Vanya mengambil tasnya, dan tanpa sepengetahuan Andre. Vanya meninggalkan rumah, dia sudah muak. Selama bertahun-tahun menjadi partner diatas ranjang oleh Andre, Vanya meninggalkan suaminya. Mengikuti Andre. Tapi apa yang diterimanya, pernikahan yang di janjikan Andre dahulu. Tidak pernah terealisasi. Andre masih berada dalam kenangan gadis yang bernama Maria Angelo, istri Axelo Godfrey.


Andre, menatap kearah langit yang biru.


"Maria, maaf. Kenapa kau mengakhiri hidup, bukan itu yang aku inginkan. Aku ingin, kau meninggalkan Axelo Godfrey dalam keadaan hidup. Bukan kematianmu yang aku harapkan" Andre bicara sendiri.


Jebakan yang dilakukan oleh orang suruhan Andre, membuat Maria. Bunuh diri.


Walaupun sebenarnya, Maria tidak meninggal. Tapi tidak ada yang tahu.


🌟🌟Flashback 🌟🌟


Axelo Godfrey keluar dari dalam bandara dengan gembira, karena dirinya akan bertemu dengan kekasihnya kembali. Setelah hampir dua tahun, mereka long distance relationship. Hanya cuti kuliah, Axelo bertemu dengan Maria.


"Selamat datang Tuan muda" sambut sopir yang dititahkan untuk menjemput kedatangannya.


"Kita langsung ke kampus " ucap Axelo pada sopirnya.


"Baik Tuan" sang sopir mengarahkan mobil menuju kampus, tempat Maria kuliah.


Dikampus, Maria tidak mengetahui kepulangan Axelo. Karena Axelo ingin memberikan kejutan kepada Maria.


"Maria...!" panggil seorang pemuda, seraya berlari mendekati Maria.


"Ya" Maria menghentikan langkahnya, menunggu pria yang memanggilnya.

__ADS_1


"Kau mau pulang?" tanya pemuda itu.


"Iya" sahut Maria.


"Apa kau mau aku antar?" pemuda tersebut menawarkan diri untuk mengantarkan Maria.


"Maaf, aku sudah di jemput" tolak Maria halus, dia tahu. pemuda yang bernama Andre tersebut ada hati dengannya.


"Ayolah Maria, kenapa kau selalu menolak. Jika aku ingin mengantarkan mu pulang. Apa kau malu aku antarkan pulang naik sepeda motor" ucap Andre.


"Andre, kau menganggap aku cewek matre. Kau tidak mengenal aku dengan baik, jadi. Jangan nilai aku." Maria sangat kecewa, karena perkataan Andre.


"Maaf Maria" ucap Andre.


"Sudahlah, aku ingin pulang" Maria meninggalkan Andre.


Andre ingin mengejar Maria, tetapi langkahnya terhalang dengan pegangan tangan seseorang dilengannya.


"Andre, cukup. Kau jangan mengejar Maria lagi, kau harus sadar diri. Siapa dirimu, dan siapa Maria" ucap gadis yang menahannya untuk tidak mengejar Maria.


"Kau jangan ganggu aku Vanya, Maria akan aku dapatkan" Andre menghentakkan pegangan tangan Vanya.


"Sadarlah, lihat itu. Siapa yang akan turun dari dalam mobil itu" Vanya menunjuk kearah Maria yang sedang berjalan, dan tiba-tiba ada mobil yang menghadang. Dan turun seorang pemuda yang gagah. Dan Maria langsung menghamburkan diri, memeluk pria tersebut.


"Siapa itu?" tanya Andre, hatinya teriris. Melihat Maria berada dalam pelukan seorang pria.


"Axelo Godfrey, kau tidak akan bisa bersaing dengan Tuan muda. Keluarga Godfrey" kata Vanya.


"Karena pemuda kaya itu, Maria tidak pernah melirik aku!" Andre menatap kearah Axelo dan Maria.


"Walaupun, Maria tidak dengan Tuan muda itu. Kau juga tidak akan bisa memilikinya, Maria seorang putri tunggal keluarga Angelo. Kau itu hanyalah seorang pemuda miskin, hanya bisa bermimpi untuk memiliki Maria. Sadarlah" ucap Vanya.


"Itu bukan mimpi! aku akan memiliki Maria, apapun akan aku lakukan!" Andre meninggalkan Vanya.


Sejak kemunculan Axelo Godfrey menjemput Maria, sejak hari itu. Hari terakhir Andre berada di kampus, Andre menghilang.


Vanya, gadis yang menyukai Andre mencari pemuda yang disukainya itu. Vanya mendapatkan informasi dari keluarganya, Andre pergi mengikuti pamannya yang baru datang dari Macau.


Andre pergi membawa ambisi untuk mencari kekayaan, agar dirinya bisa mengalahkan Axelo Godfrey.


🌟 Flashback end 🌟


☘️☘️☘️


Ardan menemui Erick didalam ruang kerjanya.


"Rick, bisa kita bicara?" tanya Ardan.


"Hemh.." gumam Erick tanpa melihat kearah Ardan.


"Bisa kau satukan mereka berdua" kata Ardan.


"Siapa?" Erick mengangkat kepalanya, menatap Ardan.


"Gadis temannya Jovanka, dia sangat sedih" kata Ardan.


"Wow.. Tuan muda Godfrey, apa kau tertarik dengan gadis itu?" tanya Erick.


"Ayolah Rick, kau satukan saja kedua" ucap Ardan.


"Baiklah, aku akan kabulkan permintaanmu" ucap Erick.


"Terima kasih" sahut Ardan.

__ADS_1


"Kapan kau kembali? apa kau tidak khawatir, meninggalkan orang tua itu bersama dengan wanita itu sendiri saja" kata Erick.


"Kau mengusirku?" tanya Ardan.


"Tidak" jawab Erick.


"Aku masih mau disini, sekarang ini. Aku tidak dibutuhkan oleh Om Axelo, kau tidak tahu. Ada yang sudah kembali" kata Ardan.


"Siapa?" tanya Erick.


"Danny Liu" beritahu Ardan.


"Om Liu? siapa yang berhasil membawanya kembali?" tanya Erick.


"Pengasuhmu" jawab Ardan.


"Hahaha! Mrs Cho berhasil membujuk orang tua itu untuk memanggil Om Liu kembali " kata Erick sembari tertawa.


"Sekarang, aku bisa berlama-lama disini" ujar Ardan.


"Ingat, kau jangan menganggu gadis itu!" tegaskan Erick kepada Ardan, agar jangan menganggu Arisa.


"Kau boleh menganggu temannya, kenapa aku tidak boleh" kata Ardan.


"Aku membutuhkan gadis itu" kata Erick.


"Seperti kau, aku juga membutuhkan gadis itu untuk melahirkan penerus" ucap Ardan.


Ardan bangkit dari tempatnya duduk, dan keluar dari dalam ruang kerja Erick.


Didepan pintu, Ardan berhenti. Dan membalikkan badannya menghadap Ardan.


"Rick, apa kau akan menikahi gadis itu?" tanya Ardan.


"Tidak akan pernah ada pernikahan dalam kamus seorang Erick Godfrey!" seru Erick.


"Bagaimana kau bisa mempunyai penerus, jika kau tidak akan menikah?" tanya Ardan yang heran dengan pemikiran Erick.


Erick tidak menjawab pertanyaan Ardan, dia bangkit dan beranjak keluar dari ruang kerjanya. Melewati Ardan yang menunggu jawaban atas pertanyaannya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Pintu kamar tempat Jovanka dikurung, dibuka orang dari luar. Orang yang membawa Arisa, menyuruh Arisa untuk masuk.


"Tidak! aku tidak mau masuk!" Arisa menolak untuk masuk kedalam kamar, dia berpegangan di daun pintu.


"Masuklah miss, ada yang menunggu anda di dalam" ucap pelayan yang membawanya.


"Siapa? apa kalian ingin menjual aku kehidung belang?" ucap Arisa.


"Lihat saja" pelayan tersebut mendorong Arisa masuk, setelah Arisa masuk. Pintu tertutup dan terdengar dikunci.


Arisa melihat kearah tempat tidur, dan melihat seseorang yang sedang tidur dibalik selimut.


Selangkah demi selangkah, Arisa mendekati tempat tidur. Matanya bulat sempurna, melihat siapa yang tidur diatas ranjang.


"Jovanka!" teriaknya, dan langsung loncat keatas tempat tidur. Memeluk Jovanka.


"Aduh.. berisik!" ucap Jovanka dengan mata terpejam.


☘️☘️☘️☘️


**Next...

__ADS_1


Jangan lupa untuk menekan like like like πŸ™**


__ADS_2