The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Bertemu


__ADS_3

Selamat membaca kakak-kakak reader dan bantu untuk menekan tombol like like ya πŸ™πŸ™


🌺🌺


Karena operasi yang belum selesai, Erick menyuruh agar Jovanka dan Arisa menginap di hotel yang ada disebelah rumah sakit. Sedangkan Dia dan Ardan tetap berada dirumah sakit.


"Jangan keluar dari hotel," kata Erick pada Jovanka.


"Baik" sahut Jovanka dengan tidak bersemangat.


***


Operasi Axelo Godfrey selesai, Rachel terus mendesak untuk masuk melihat keadaan Axelo. Tetapi, Erick tidak mengizinkannya.


"Erick, izinkan aku bertemu dengan Axelo," kata Rachel.


"Tidak bisa, kau hanya gadis simpanan orang tua itu" bisik Erick ketelinga Rachel.


Deg...


"Aku bukan simpanan" balas Rachel, yang tidak terima dikatakan sebagai simpanan oleh Erick.


"Mrs Rachel" Danny Liu mendekati Erick dan Rachel yang berdiri didepan ruang ICU.


"Kau..! jangan ikut campur.." ucap Rachel kepada Danny Liu.


"Pergilah Tuan muda, biar aku yang mengurus wanita ini" kata Danny Liu pada Erick.


Erick dan Ardan masuk kedalam ruangan, sebelum pintu tertutup. Erick memutar badannya, dan menatap wajah Rachel.


"Pergi, jauhi rumah sakit ini. Auramu tidak bagus untuk orang yang sedang sakit" ucap Erick dengan wajah yang dingin dan datar.


"Erick..! kau menghinaku, dulu kau sangat memujaku!" teriak Rachel.


"Kurang ajar kau Erick, lihat saja. Aku akan membuat hidupmu menderita" geram Rachel, dia tak menyadari beberapa pasang mata menatap kearahnya dengan ekspresi wajah yang heran.


"Aku tahu Mrs Rachel, anda itu bukan istri Tuan Axelo. Anda jangan beraninya ingin membuat hidup Tuan muda menderita, aku terlebih dahulu akan melenyapkan mu ." ancam Danny.


"Walaupun aku tidak menikah resmi, tapi di mata masyarakat. Aku istri dari Axelo Godfrey, ingat itu" balas Rachel.


Ketika Rachel terus bersetegang dengan Danny ingin masuk untuk menjenguk Axelo, dia tidak mengetahui kedatangan rombongan besar keluarga Godfrey tiba. Yaitu kedua adik kandung Axelo Godfrey, Anne G Atwood dan Natasa G Yale.


Keduanya mendengar apa yang dikatakan oleh Rachel, tangan Anne menarik lengan Rachel.


"Hei.." teriak Rachel ingin marah, saat ada orang yang menarik lengan tangannya.


Begitu melihat siapa yang menarik tangannya, mata Rachel bulat sempurna menatap dua wanita yang ada didepannya.


Plak...


Tangan Anne melayang menyentuh pipi Rachel.


"Kau..!" Rachel memegang pipinya yang panas dan sakit, akibat tamparan keras tangan Anne.


"Ya ini aku, kenapa? apa kau takut melihat kedatangan ku?" tanya Anne dengan sinis.


"Kau masih hidup? aku kira kau sudah mati" ujar Rachel.


"Aku belum mati! aku kembali untuk membalaskan semua apa yang telah saudaraku alami" kata Anne.

__ADS_1


"Apa yang aku lakukan? aku tidak melakukan apapun juga, saudaramu yang tergila-gila denganku" ucap Rachel.


Ucapan Rachel membuat Anne semakin meradang, tangannya mencengkram dagu Rachel.


"Lepas" Rachel meronta, tetapi cekalan tangan Anne dengan kuku yang panjang. Membuat pipi Rachel mengeluarkan darah.


"Kau membuat saudaraku dan anaknya saling bermusuhan," kata Anne dengan geram.


"Sudah Anne, kita kesini ingin menjenguk saudara kita Axelo," kata Natasa.


"Mrs Atwood, Mrs Yale. Silakan masuk, Tuan muda berada didalam" kata Danny Liu.


"Danny, aku senang. Kau kembali" kata Anne pada Danny.


"Danny, Kau selidiki. Apa yang terjadi pada Axelo. Aku curiga" kata Natasa seraya melirik Rachel.


"Iya Mrs Yale" sahut Danny Liu.


Rachel menatap kepergian ketiganya dengan perasaan kesal.


"Sial, aku tidak bisa masuk. Bagaimana aku tahu kondisi Axelo, mereka pasti tidak akan mau membagi informasi mengenai kondisi Axelo. Andre pasti akan marah" gumam Rachel.


Rachel melirik kearah pintu, saat merasa ada yang mengamatinya. Rachel melirik seorang pria memberikan tanda pada. Untuk keluar, Rachel bergegas keluar mengikuti pria tersebut.


"Ada apa?" tanya Rachel.


"Tuan Andre memberikan ini" pria tersebut memberikan bungkusan kecil kepada Rachel.


Rachel menerimanya bungkusan itu, melihat dengan teliti. Apa isi bungkusan tersebut.


"Apa ini?" tanya Rachel.


"Untuk apa?" tanya Rachel.


"Tuan andre menyuruh Anda untuk menaburkan bubuk yang ada dalam bungkusan itu ketubuh pria itu."


"Gila..aku tidak mau, bilang pada Boss mu itu. Nasibku ini lagi di ujung tanduk, mereka mencurigai aku yang menyebabkan Axelo jatuh dari tangga. Lagipula, mereka tidak mengizinkan aku untuk masuk kedalam."


"Soal itu, anda katakan kepada Tuan Andre" ucap pria tersebut, kemudian meninggalkan Rachel.


"Ahhhrghhh..!" teriak Rachel tanpa bersuara.


"Aku bosan..! aku terjebak diantara dua orang, yang aku tidak ketahui apa permasalahannya' ucap Rachel dengan kesal.


***


Karena letih, Jovanka langsung tertidur didalam kamar hotel. Tanpa menyentuh makanan yang tersedia.


"Aku sangat letih, Ris. aku tidur dulu" ucap Jovanka dengan mata yang sudah terpejam.


"Aku juga sangat ngantuk Jo, aku kekamar ya" ujar Arisa.


"Kenapa kau tidak tidur disini saja" kata Jovanka.


"Aku tidak mau menganggumu" kata Arisa.


Saat keluar dari dalam kamar Jovanka, bertepatan. Maria dan suster Abigail keluar dari dalam kamar.


Arisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dibalas suster Abigail. Sedangkan Maria menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Wanita yang aneh" batin Arisa, saat melihat. Maria menundukkan wajahnya, dan menutup wajahnya dengan syal.


***


Maria tiba di rumah sakit, begitu memasuki lobby. Maria menarik suster Abigail untuk bersembunyi.


"Ada apa Maria?' tanya suster Abigail.


"Putraku dan saudara ipar ku" jawab Maria.


"Rick, apa kau pulang ke rumah" tanya Anne pada Erick.


"Tidak aunt Anne, Erick nginap di hotel sebelah rumah sakit" jawab Erick.


"Kau Ardan?" tanya Natasa.


"Aku tinggal di apartemen" sahut Ardan.


"Kenapa kalian tidak ada yang mau tinggal di rumah besar, karena kalian semua meninggalkan Axelo. Hingga wanita itu bertindak sesuka hatinya" kata Natasa.


Kedua keponakannya, anak dari saudara laki-lakinya hanya menundukkan kepalanya.


"Kau Erick, aunt dengar kau sudah menikah? gadis mana yang kau nikahi? apa seperti wanita iblis itu yang kau nikahi, aunt senang mendengar kau lepas dari wanita itu, sekaligus sedih. Ternyata Axelo yang masuk kedalam perangkapnya" ucap Anne dengan kesal.


"Dimana istrimu? kenapa dia tidak ada dirumah sakit?" tanya Natasa.


"Dia Erick suruh ke hotel" kata Erick.


"Kenapa? seharusnya dia menjenguk mertuanya" kata Anne.


"Aunt, istri Erick sangat galak. Kalau dia masih tetap di rumah sakit, akan terjadi pertumpahan darah" kata Ardan sembari tertawa.


Ardan menceritakan, bagaimana. Jovanka selalu bersetegang dengan Rachel.


"Bagus, ada satu orang lagi yang berani melawan iblis betina itu" kata Natasa.


"Besok bawa kerumah sakit, kami ingin melihatnya" titah Anne.


"Kenapa lama sekali mobilnya?" tanya Anne, yang merasa sakit pada pergelangan kakinya. Karena terlalu lama berdiri.


"Aunt, duduk disini" kata Ardan.


"Bagaimana kesehatan aunt?" tanya Erick yang mengetahui satu tahun yang lalu mengalami kecelakaan.


"Beginilah, kalau lama berdiri. Kaki aunt sakit" beritahu Anne.


***


Maria dan suster Abigail berada di ruang tempat Axelo Godfrey terbaring, Setelah meminta izin kepada kepala Tim medis yang menangani Axelo. Dengan alasan akan berdoa untuk kesembuhan Axelo Godfrey, Suster Abigail dan Maria diperbolehkan masuk. Tetapi hanya diluar kaca, tidak boleh bertemu langsung.


Setelah sepuluh tahun, ini pertemuan kedua antara Maria dan Axelo. Maria menitikkan air mata, dia tidak percaya. Pernikahannya yang bahagia harus berakhir seperti ini.


"Maria.." suster Abigail mengusap punggung keponakan dari suster kepala tersebut.


"Suster, aku tidak mengira. Bertemu dengan dia dalam keadaan begini, dia terbaring dengan dipenuhi alat-alat penunjang kehidupan" ucap Maria sembari menangis.


Keduanya tidak menyadari, ada sepasang mata dan telinga yang menatap dan mendengar apa dikatakan keduanya.


🌜 NextπŸŒ›

__ADS_1


Mohon bantu untuk selalu menekan tombol like like ya kakak-kakak reader πŸ₯°πŸ™


__ADS_2