The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Ide jahil Jovanka.


__ADS_3

Selamat membaca kakak-kakak reader dan bantu klik tombol like like like 🙏


🌟🌟🌟🌟


Marcio Black terus mengikuti kedua Godfrey yang sedang mabuk, sesekali Marcio membantu keduanya untuk berdiri.


"Di mana kamar pengantinku? apa kau tahu? hei..jangan.. jangan istriku kabur dengan membawa kamar pengantinku" ucap Erick dalam keadaan mabuk.


"Istrimu kabur dengan membawa kamarnya? kenapa?" tanya Ardan.


"Karena dia aku kurung dalam kamar, hahahaha" jawab Erick seraya tertawa keras.


"Kalau kamar dibawa kabur, apa rumahmu tidak dibawa kabur juga? kalau rumah dibawa kabur, kita di mana saat ini..?" tanya Ardan dengan celingukan menatap kearah kiri dan kanan.


"Hei..rumahku dibawa kabur, penjaga.. penjaga..! kejar istriku..!" titah Erick dalam keadaan mabuk, wajahnya yang putih terlihat memerah.


Suaranya yang keras, membuat penjaga berlarian berdatangan menuju ketempat Erick dan Ardan.


"Ada apa Tuan..ada apa..!?" tanya para penjaga, karena kaget mendengar suara Erick yang keras ditengah malam.


Melihat para penjaga datang, Marcio mengerakkan tangan. Agar penjaga pergi.


"Tidak ada apa-apa, kembali ke post masing-masing" titah Marcio pada para penjaga.


"Hei.. penjaga, cepat..! cari istriku, kamarku sudah dibawa lari..!" seru Erick kembali.


"Tuan.. Tuan, kamar anda di sebelah sana!" jemari Marcio menunjuk kearah kanan mereka berada.


"Kamarmu disana Bro" kata Ardan.


"Sana, kenapa bisa di sana? kenapa kamarku bisa pindah ke sana? hei Ardan, istriku sangat kuat. Bisa memindahkan kamar" ucap Erick dalam keadaan tidak sadar akibat pengaruh minuman alkohol.


"Kamar saja bisa dipindahkan, hemh.. hati-hati kau Bro, kau juga bisa dipindahkannya ke planet mars" kata Ardan.


"Hahahaha..!" Erick dan Ardan tertawa lebar.


"Jika tidak ditarik, bisa sampai subuh keduanya membuat keributan Tuan " terdengar suara Miss Lin dibelakang punggung Marcio Black.


Marcio memutar badannya menghadap kearah Miss Lin, Marcio Black tertawa mendengar perkataan Miss Lin.


"Mereka tidak biasa minum, baru minum beberapa gelas. Sudah tidak sadar diri" kata Marcio Black.


"Tuan Ardan sepertinya yang membujuk Tuan Erick untuk minum" ujar Miss Lin.


"Sepertinya iya, Tuan Ardan meminta orang mengambil koleksi minuman Tuan besar. Dan membawanya ke sini" kata Marcio.


"Untuk merayakan pernikahan Tuan muda" kata Miss Lin.


"Ayo, kita bawa mereka. Jangan kita biarkan keduanya meracau sepanjang malam" ujar Miss Lin.


"Tuan Ardan, ayo. Saya tunjukkan kamar anda" kata Miss Lin pada Ardan.


"Kau siapa?" Ardan melihat Miss Lin dengan memicingkan matanya, untuk melihat dengan jelas wajah orang yang berbicara dengannya.

__ADS_1


"Dia Jackie Chan, apa kau tidak mengenalnya" kata Erick.


Miss Lin mencebikkan bibirnya, mendengar apa yang dikatakan Erick mengenai dirinya.


"Bisa-bisanya Tuan muda mengatakan aku Jackie Chan, kalau tidak melihat dia Boss. Sudah aku record saat dia mabuk, dan saat dia sadar akan aku tunjukkan. Kelakuannya saat dalam keadaan tidak sadar begini" kata Miss Lin pada Marcio.


"Jackie Chan? apa Jackie Chan seorang wanita?" tanya Ardan dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Aku istri Jackie Chan, Tuan. Sekarang, lupakan tentang istri Jackie Chan. Ayo Tuan Ardan, biar saya antar anda kedalam kamar. Nanti marah istri Jackie Chan ini, kalau anda masih buat keributan ditengah malam" kata Miss Lin .


"Saat Tuan tidak sadar, kau berani menggodanya Miss Lin" ledek Marcio.


"Kapan lagi, ayo Tuan Ardan" Miss Lin memegang tangan Ardan, untuk dibawa menuju kamarnya.


"Tidak! aku ingin mengantarkan saudaraku ini, dia baru saja melepaskan masa lajangnya. Aku akan mengantarnya, istrinya sangat galak. Aku melihat dia di marahi istrinya, hahaha" kata Ardan dan tertawa.


"Baiklah, ayo kita antarkan Tuan muda kekamar pengantin" kata Marcio.


Marcio memapah Erick, sedangkan Ardan. Miss Lin yang memegangnya.


Dengan penuh perjuangan, karena membawa orang yang tidak sadar akibat minuman beralkohol itu sangat sulit. Terkadang Erick berhenti dan meracau, begitu juga dengan Ardan. Yang tiba-tiba ingin terjun kedalam kolam renang, saat melihat ada kolam renang.


"Pengantinku..! di mana kau sayangku..! suamimu datang." panggil Erick.


"Pengantin Tuan didalam" ujar Marcio dengan menunjuk pintu didepannya.


"Didalam..!" seru Erick.


Brakk...


"Apa-apaan ini?" Jovanka turun dari tempat tidur, dan hampir jatuh tertelungkup. Karena celana Erick yang dipakai terlalu panjang, hingga menutupi seluruh mata kakinya.


"Pengantinku..!" seru Erick dengan jalan sempoyongan dan tangan terentang mendekati Jovanka yang sibuk menggulung celana olahraga yang dikenakannya, dan langsung memeluk Jovanka.


"Hei.. pemabuk! lepaskan..! kenapa kalian membawa pemabuk ini kedalam kamarku!" seru Jovanka, dan berusaha untuk melepaskan pelukan Erick.


"Sister in law, kami mengantarkan suamimu dengan selamat. Bye..bye.." Ardan kemudian keluar dari dalam kamar Jovanka.


"Permisi Mrs Godfrey" ucap Marcio, lalu menutup pintu kamar Jovanka.


"Hei..! jangan tinggalkan aku dengan pemabuk ini!" seru Jovanka dengan kesal.


"Istriku sayang, ayo kita buat anak" ucap Erick sembari menangkup pipi Jovanka dengan kedua tangannya, badannya bergoyang kiri kanan tidak stabil. Karena efek dari minuman alkohol diminumnya.


"Buat anak..buat anak! kau berdiri saja tidak bisa!" seru Jovanka.


"Berdiri? aku bisa berdiri, lihatlah!" Erick melepaskan pegangannya ke pipi Jovanka, kemudian dengan secepatnya. Erick meloloskan celananya dari kaki panjangnya.


Dan akhirnya, tubuh bagian bawah Erick polos. Hanya kemeja lengan panjang yang tersisa.


"Oh..my God..! apa yang kau lakukan berengsek? Kenapa kau membuka...ah..kau sungguh.." Jovanka tidak bisa berkata-kata, dia menutup mata dengan jemarinya. Jovanka membalikkan badannya, membelakangi Erick.


"Lihatlah, istriku. Dia berdiri, siap tempur" ujar Erick sambil menunjukkan rudalnya.

__ADS_1


"Gila! aku bilang apa? dia melakukan apa?" Jovanka betul-betul kesal menghadapi Erick.


"Sayang" lengan Erick merengkuh tubuh Jovanka dari belakang, Erick melekatkan wajahnya di rambut Jovanka.


"Dfrey..! lepas !" seru Jovanka kaget.


"Dfrey? siapa Dfrey? kau selingkuh sayang, di malam pertama kita ini?" ujar Erick.


"Oh.. Tuhan, bisa tua sebelum waktunya aku ini. Dasar pemabuk" ujar Jovanka.


"Aduh...! apa ini?" Jovanka merasa ada benda yang menusuk-nusuk bokongnya dari belakang.


"Hei Tuan muda, bisa kau melepaskan aku sebentar?" Jovanka berusaha melepaskan belitan tangan Erick dipinggangnya.


Tidak ada terdengar suara Erick, pelukan Erick masih erat dipinggangnya.


"Hei..kau sudah mati atau pingsan?" tanya Jovanka, lagi-lagi tidak ada respon dari Erick.


"Tidur? hei.. jangan tidur dipunggungku !" seru Jovanka, Erick tidak merespon. Yang terdengar hanya dengkuran halus.


"Ahhhrghhh..! kau betul-betul menyebalkan" Jovanka sungguh kesal, melihat kelakuan Erick.


Jovanka membawa Erick menuju ranjang, dengan sekuat tenaga. Dia memutar badannya, dan melepaskan pelukan Erick dipinggangnya. Dan mendorong Erick kearah tempat tidur.


"Aaa a....!" bukan hanya Erick yang berakhir di ranjang, Jovanka ikut terjatuh. Tubuhnya menimpa badan Erick yang telentang.


"Kau membuat aku susah saja, dasar pemabuk!" Jovanka berusaha bangkit dari atas badan Erick, dia lupa. Bahwa Erick tidak memakai celananya.


"Oh...shitt.. sungguh-sungguh ternoda mataku ini" Jovanka mengambil selimut dan melemparkannya ke atas tubuh Erick.


Jovanka berkacak pinggang, melotot melihat Erick yang terbaring di ranjang. Hanya tubuhnya yang berada diatas ranjang, sedangkan kakinya menggantung.


"Hemh.. sepertinya asik aku kerjain dia " gumam Jovanka, terlihat bibir Jovanka tersenyum.


Jovanka naik keatas ranjang, dan menarik Erick ketengah ranjang. Kemudian Jovanka membuka baju Erick, sehingga. Erick benar-benar tidak memakai selembar benang ditubuhnya, hanya selimut yang menutupi tubuh kekarnya dari pandangan mata Jovanka.


"Sekarang, kita akan main drama. Hehehe.." ngekeh Jovanka.


"Biar semakin terlihat nyata, aku harus membuat kissmark dileherku" Jovanka mencubit lehernya dengan keras, sehingga menghasilkan tanda kemerahan.


"Sepertinya cukup, apa mirip kissmark ini" ucap Jovanka saat melihat hasil karya kissmark buatan tangannya.


"Biarlah, lihatlah Tuan muda. Hasil perbuatannu " ucap Jovanka didepan cermin.


"Hemh..kalimat apa aku katakan ya" Jovanka memikirkan dialog yang mau dikatakannya besok.


"Kau jahat Tuan muda..hik..hik..kau telah merenggut kesucianku, hih.. nggak bagus. Terlalu berlebihan"


Jovanka terus memikirkan dialog yang akan dikatakannya pada Erick saat bangun pagi besoknya.


Hingga dia tertidur di sofa dalam keadaan duduk.


Next....

__ADS_1


🌝🌝🌝


Apakah berhasil, Jovanka mengelabui Erick ??🤣


__ADS_2