
Selamat membaca kakak-kakak reader dan bantu untuk mengklik tombol like like like π
πππ**
Jovanka dan Arisa keluar dari dalam rumah sakit, keduanya celingukan mencari keberadaan Rachel.
"Kemana dia? kenapa secepat itu menghilang?" tanya Jovanka pada Arisa.
"Apa dia ada ilmu menghilang Jo? wow.. stepmother yang sangat keren.." ujar Arisa.
"Hih..kau ini, kenapa memujinya? kau bilang bisa melihat hal-hal yang tidak terlihat, coba kau cari dimana dia?"
"Tunggu sebentar" Arisa menatap area sekitar rumah sakit, rumah sakit tidak terlalu besar. Tetapi terlihat sangat bagus, karena rumah sakit ini yang dekat dengan rumah besar keluarga Godfrey.
"Aku tahu, biasanya. Orang yang tidak mau diketahui oleh orang sedang melakukan perbuatan melanggar hukum, selalu melakukan pertemuan dengan orang di area parkir. Mereka berbicara didalam mobil masing-masing yang terparkir saling berdekatan, bisa juga mereka berbicara melalui telepon" ucap Arisa.
"Dari mana kau mengetahui hal itu?" tanya Jovanka.
"Dari film detektif yang aku tonton" jawab Arisa.
"Ihh..aku kira, kau benaran cenayang profesional" ujar Jovanka.
"Ayo kita lihat, apa yang aku katakan. Pasti benar" ucap Arisa.
Keduanya mengendap-endap berjalan menuju parkir yang berada dihalaman belakang rumah sakit.
"Ahai.. lihatlah..! apa aku katakan" ucap Arisa bangga, karena melihat Rachel sedang berbicara dengan seseorang yang memakai jaket menutup seluruh tubuhnya. Sehingga tidak terlihat lawan bicara Rachel.
Jovanka dan Arisa bersembunyi dibalik mobil, keduanya mengamati Rachel dan orang yang bersamanya sedang saling bersetegang.
"Jo, ambil gambarnya " titah Arisa pada Jovanka.
"Ambil gambar? pakai apa?"
"Ahh..aku lupa, kita dua gadis termiskin di dunia. Walaupun suamimu tajir, tapi kau miskin. Ponsel saja tidak punya" ucap Arisa.
"Kau juga" balas Arisa.
"Apa kalian menemukan sesuatu?" suara orang menyapa dari belakang membuat keduanya terkejut.
"Aw...!" teriak Jovanka dan Arisa bersamaan.
"Hus.." untuk Ardan dengan meletakkan satu jari diujung bibir.
Jovanka dan Arisa membekap mulutnya, Rachel dan orang yang berbicara dengannya tidak mendengar teriakkan Jovanka dan Arisa. Karena keduanya masih bersetegang.
"Itu stepmother, dia berbicara dengan seseorang," kata Jovanka pada Ardan.
"Apa kau mengenal orang yang bersamanya?" tanya Arisa.
"Apa kau kira mataku ini bisa tembus pandang? lihatlah, wajahnya saja tidak terlihat. Itu pasti seorang pria" kata Ardan.
__ADS_1
"Kau sepupunya Erick kan, kau pasti tahu. Ada hubungan apa Erick dengan ibu tiri yang seumuran dengannya, apa Erick tidak suka. ayahnya menikah dengan gadis yang masih muda?" tanya Jovanka pada Ardan.
"Hubungan yang sangat rumit, kau pasti tidak percaya. Wanita itu pernah ada dalam hati Erick, wanita itu cinta pertama Erick" cerita Ardan.
"Apa..!?" Jovanka dan Arisa sangat terkejut, mendengar cerita Ardan. Mengenai hubungan cinta segitiga, antara Axelo dan putranya. Pada wanita yang sama.
Ardan menceritakan hubungan percintaan ketiga, yang di tikung oleh Axelo Godfrey.
"Orang tua yang hot, sehingga berhasil mendapatkan daun muda." gumam Arisa.
"Dia wanita yang tidak baik, dia juga suka menggodaku. Jika uncle Axelo pergi keluar kota"
"Wow... perempuan yang ingin memiliki semua pria dalam hidupnya.." ucap Jovanka.
"Kau ada ponsel, ambil gambarnya" kata Arisa pada Ardan.
Ardan mengeluarkan ponselnya dari saku jaketnya, kemudian merecord dan mengambil gambar Rachel dengan orang yang tidak dikenalnya.
"Dia sudah bersama dengan ayahnya, masih ingin bersama anaknya juga? wow.. wanita yang sudah putus urat malunya" kata Jovanka.
"Kau jangan memberi celah untuk wanita itu menggoda suami" kata Arisa.
"Erick tidak akan tergoda kembali dengan wanita itu" kata Ardan.
"Lihat, wanita itu akan pergi. catat nomor plat mobil pria itu" titah Jovanka.
"Tidak ada pena" kata Arisa.
"Gunakan ponselmu Ardan" kata Arisa pada Ardan.
"Ah..tidak jelas," kata Ardan dengan kesal.
"Kau ini, ponsel tidak berguna!" seru Arisa.
"Hei.. ponselku tidak bersalah, mobil itu saja sangat laju" kata Ardan.
"Sudah.. jangan ribut, lihatlah. Kemana perginya mantan Dfrey? sudah tidak ada ," kata Jovanka.
"Kemana dia? mungkin dia kembali kedalam rumah sakit" kata Arisa.
"Mungkin, ayo kita kembali" kata Ardan.
Ketiganya kembali masuk kedalam rumah sakit, begitu tiba didalam ruangan. Mereka melihat Rachel sudah berada didalam, dan duduk disebelah Erick.
"Ternyata dia sudah disini, lihatlah. Dia mepet-mepet ke suami orang, dasar floozy.." ucap Jovanka.
"Lawan Jo, jangan sampai tambang emas di milikinya" Arisa memanas-manasi Jovanka.
Ardan hanya tersenyum melihat keduanya, Ardan tahu. Tambang emas yang dikatakan oleh Arisa hanyalah berupa gurauan.
"Ayo Jo, tunjukkan kau itu bukan gadis cengeng. Suami dipepet floozy, kamu disudut bercucuran air mata" kata Arisa sembari memijat bahu Jovanka.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan? tidak mungkin aku tarik rambut pirangnya disini? bisa-bisa aku viral, istri yang baru di nikahi Erick Godfrey telah menganiaya seorang wanita. Yaitu ibu tiri suaminya, sekaligus mantan cinta pertama suaminya" kata Jovanka.
"Sister in law, sekarang tenang saja. Kalau mau melawan wanita itu, cari tempat dan waktu yang tepat" kata Ardan dan memberikan tepukan di bahu Jovanka, lalu meninggalkan Jovanka untuk bergabung dengan Erick.
Jovanka berjalan mendekati Erick, kemudian duduk diantara Erick dan Rachel. Hingga Rachel hampir jatuh.
"Hei.. kenapa kau duduk disini!" kesal Rachel.
"Aku mau duduk dekat suamiku " balas Jovanka dengan suara yang hampir berbisik.
***
Berita kecelakaan yang menimpa Axelo, akhirnya sampai ke telinga Maria Angelo. Walaupun hatinya dipenuhi dengan kebencian, ada rasa tidak rela. Jika Axelo meninggal, tanpa meminta maaf padanya.
"Maria, pergilah. Kau pasti ingin melihatnya, berdamailah dengan masa lalu. Hari setiap hari terus berganti, kita semakin tua. Selesaikan, apa yang belum terselesaikan diantara kalian berdua. Jangan sampai ada penyesalan nantinya.
Akhirnya, Maria Angelo menurut apa yang dikatakan oleh suster Helena. Dengan ditemani oleh suster Abigail, hari itu juga Maria keluar dari pulau Saint Angel. Dengan memakai pakaian serba tertutup, Maria Angelo berangkat menuju kota Saint Lucia.
"Suster, kita istirahat dulu di hotel" kata Maria pada suster Abigail.
"Apa kita tidak langsung ke rumah sakit saja" kata suster Abigail.
"Sekarang ini, keluarga pasti berkumpul" ucap Maria.
"Maria, apa kau belum siap untuk bertemu dengan mereka semua?" tanya suster Abigail
"Belum suster" jawab Maria.
"Baiklah, kita beristirahat dulu" suster Abigail menuruti kemauan Maria.
***
Pulang dari bertemu dengan Rachel, Andre marah besar pada bodyguard yang menjaga rumahnya. Satu bodyguard sudah babak belur dipukul oleh Andre, karena bodyguard itu yang memasukkan orang yang telah mencuri gambar dan flashdisk.
"Maaf Tuan...maaf Tuan.." ucap bodyguard tersebut sembari merintih, menahan sakit.
"Tidak ada maaf untuk orang yang telah membuat aku kehilangan barang berharga, bawa dia. Bunuh..!" titah Andre.
"Jangan tuan..tolong..! jangan bunuh saya" teriak bodyguard yang sudah babak belur diajar oleh Andre.
Andre menghempaskan tubuhnya ke kursi, matanya menatap wajah bodyguard.
"Ingat! aku tidak akan mentolerir kesalahan seperti ini lagi, sekarang. Kalian pergi ke rumah sakit. Bunuh, jika orang itu tidak mati juga" titah Andre.
"Baik Tuan."
Anak buah meninggalkan Andre di ruangannya sendiri, Andre menarik laci meja kerjanya. Mengambil gambar, dan menatap gambar tersebut dengan intens.
"Kenapa kau mengakhiri hidupmu, apa kau begitu kecewa. Melihat penghianatan suanimu itu?"
"Jika aku tahu, kau akan mengakhiri hidup. Saat melihat suamimu tidur dengan wanita lain, aku tidak akan menjebak suamimu itu. Aku suka melihatmu dari kejauhan saja" sesal Andre, niatnya ingin memisahkan Maria dari Axelo. Berujung kematian wanita yang selalu di cintainya.
__ADS_1
π Nextπ
Bantu Like like like ya kakak-kakak reader π₯°