The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Modus


__ADS_3

***Selamat membaca kakak-kakak reader, dan bantu untuk menekan like ya kakak-kakak. Terima kasih atas dukungannya πŸ₯°πŸ™.


🌺🌺🌺***


Erick masuk kedalam hotel, matanya langsung terarah pada sesosok tubuh yang berada diatas ranjang. Kemudian matanya teralih kearah nakas, Erick melihat makan malam untuk Jovanka tidak tersentuh.


"Dia pasti belum makan malam, bajunya juga masih yang tadi. Dasar jorok, bisa-bisanya tidur tanpa mandi dulu" gumam Erick.


Erick berjalan mendekati ranjang, dan menyentuh lengan Jovanka.


"Gadis jorok, bangun. Makan, lalu mandi." Erick menggoyang lengan Jovanka.


"Jo, bangun. Makan dulu" ulang Erick, setelah yang pertama. Jovanka tidak memberi respon apapun juga.


Jovanka menggeliat, tapi tidak membuka matanya.


"Lima menit lagi, biarkan aku tidur" ucap Jovanka dengan mata yang masih tertutup.


"Baiklah, lima menit. Aku keluar dari kamar mandi, makanan itu sudah tidak ada ditempatnya," kata Erick.


"Iya" sahut Jovanka dengan masih seperti semula, mata masih terpejam.


Erick masuk kedalam kamar mandi, lima belas menit kemudian. Erick keluar, dan melihat Jovanka masih meringkuk di ranjang. Makanan masih tetap diatas nakas.


"Dasar pemalas," ujar Erick seraya mendekati ranjang.


Erick naik keatas ranjang, dan merebahkan tubuhnya di sisi Jovanka.


"Hei pemalas, bangun..!" Erick menepuk pipi Jovanka.


"Hih...!" Jovanka menepiskan tangan yang menepuk pipinya, tetapi tidak kena. Tangan Jovanka menepiskan angin.


"Jo, mandi sana. ganti bajumu, sudah seharian kau memakainya . Dan kau pakai tidur," kata Erick.


"Aku tidak mau mandi, aku hanya mau tidur," sahut Jovanka.


"Kalau tidak mandi, ganti baju" titah Erick.


Jovanka tidak menanggapi ucapan Erick.


"Tidak mau mandi, tidak mau ganti baju. Baiklah...selesai apa yang akan kita lakukan ini, kau harus mandi," kata Erick.


Erick menarik selimut yang menutupi sebagian tubuh Jovanka, kemudian Erick menarik membalikkan tubuh Jovanka untuk telentang. Erick langsung menindih tubuh Jovanka dan memberikan rangsangan dengan memberikan kecupan di sekitar leher Jovanka.

__ADS_1


Jovanka kaget, mendapatkan serangan mendadak. Tangannya spontan mendorong tubuh orang yang berada diatas badannya.


"Hei...siapa kau..?" teriak Jovanka, dengan suara yang keras. Jovanka meronta, ekspresi panik terlihat di raut wajahnya. Tangan dan kakinya meronta-ronta.


Erick mengangkat wajahnya dari leher Jovanka, tangannya memegang kedua tangan Jovanka. Sedangkan kakinya menjepit kaki Jovanka agar berhenti menendang kesana-kemari.


"Hei..ini aku, Erick. Suamimu..!" seru Erick, agar Jovanka tidak panik.


Jovanka berhenti meronta dan membuka matanya lebar, dan melihat wajah Erick didepan matanya.


"Kau..! kenapa di sini?" tanya Jovanka.


"Pertanyaan aneh? apa salah aku di sini? tidur bersama istriku?" tanya Erick.


"Kenapa kau tidak di rumah sakit? kenapa kau tidak bersama Daddy mu?" tanya Jovanka.


"Aku lebih suka bersama dengan istriku di sini," jawab Erick.


"Seharusnya kau berada di rumah sakit bersama dengan Daddy," kata Jovanka.


"Aku harus di sini bersama dengan istriku, karena Daddy meminta aku untuk memberikan cucu sesegera mungkin," kata Erick.


"Apa..!" Jovanka kaget mendengar perkataan Erick.


"Daddy mentitahkan aku, untuk segera membuatmu hamil." terlihat seringai di bibirnya.


"Daddy sudah sadar, begitu sadar. Dia mentitahkan aku untuk memberinya cucu."


"Kau sangat mencurigakan Dfrey..!" kesal Jovanka, hingga memanggil Erick dengan nama pertama kali dia mengenal Erick.


"Aku tidak berbohong Mrs Godfrey, ayo kita hubungi Danny. Dia yang berada di rumah sakit saat ini" kata Erick.


"Aku tidak percaya, jika tidak bertemu langsung. Ayo kita ke rumah sakit." Jovanka mendorong tubuh Erick yang mengungkungnya, tetapi tubuh kekar Erick tidak bergeser sedikitpun dari atas tubuh.


"Rumah sakit sudah tutup, untuk para pengunjung." alasan Erick, agar Jovanka mengurungkan niatnya untuk pergi ke rumah sakit.


"Kau menipuku..!" mata biru Jovanka menatap wajah Erick, dia mencari kebohongan dari raut wajah Erick. Tetapi Jovanka tidak berhasil mencarinya.


"Cukup untuk berbasa-basi, kita cepat melakukan permintaan orang itu," ucap Erick, dan kemudian Erick mengecup bibir Jovanka dengan lembut.


Jovanka tidak bisa menghindar, tangan kekar Erick memegang dagunya. Kaki Erick mengungkung bagian bawa badan Jovanka.


Bibir Erick melepaskan bibir Jovanka, kini. Bibirnya beralih kearea leher, gigitan kecil dilakukan Erick dileher Jovanka. Membuat Jovanka merasa geli.

__ADS_1


"Hentikan..!" seru Jovanka dan berusaha mendorong Erick dari atas tubuhnya.


Penolakan Jovanka semakin membuat Erick bersemangat untuk menahlukkan Jovanka.


"Diamlah, hal ini sudah harus terjadi. Jangan mengelak lagi" ucap Erick.


Erick menarik lepas kemeja yang dikenakannya, hingga ada sebagian kancing kemeja yang lepas dari tempatnya. Kini, Erick hanya mengenakan celana bagian bawah.


Mata Jovanka terbelalak, melihat badan kekar Erick di depan mata. Otot-otot Erick tercetak sempurna. Membuat Jovanka yang melihatnya menahan napasnya.


"Tolong pakai kembali bajumu..," kata Jovanka dengan suara yang bergetar.


"Kenapa? apa kau takut tidak bisa menahan napsu melihat tubuhku ini, peganglah. Semua ini milikmu ," kata Erick.


"Kau istriku, walaupun kau tidak suka. Kau harus melahirkan keturunan penerus keluarga Godfrey.


Tangan dan bibir Erick mulai beraksi, elusan dan ciuman terus dilakukan Erick pada seluruh tubuh Jovanka tanpa terkecuali. Penolakan Jovanka tidak berarti bagi Erick, permainan tangan dan bibir Erick membuat Jovanka melupakan penolakannya.


Napsu Erick yang berkobar-kobar tampak dalam pandangan matanya, kemudian mulut Erick menyambar mulut Jovanka dengan penuh napsu.


Tubuh Jovanka mengelinjak, karena tangan Erick terus berputar-putar bermain di area yang membuat Jovanka terangsang.


Jovanka menutup matanya, kehabisan napas. Dia tidak menyadari, saat tangan Erick dengan cekatan meloloskan seluruh pakaian yang dikenakannya. Tanpa terkecuali. Keduanya kini polos, tanpa sehelai benang yang dipintal menjadi pakaian.


Mulut Erick kini bermain-main diatas bukit yang menantang, sementara tubuh Jovanka terbenam di dasar kasur yang empuk. Karena tubuh kekar Erick berada diatas tubuhnya.


Jovanka menggeliat karena karena rasa liar yang belum pernah dialaminya, jantung Jovanka berdetak kencang. Saat lidah dan gigi Erick mengigit mainan barunya, yaitu dua bukit yang ada didada Jovanka.


"Aaa....!" erangan Jovanka lolos dari dalam mulutnya.


Erick kemudian melakukan apa yang ingin dilakukannya, Erick mengangkat paha Jovanka dan membukanya.


"Kau milikku.." ucap Erick saat Erick mulai memasuki tubuh Jovanka.


"Aaa.hh..!" teriak Erick.


Erick mengerang saat mulai memasuki tubuh Jovanka, tubuh Jovanka tegang. Saat merasakan ada benda asing memasuki tubuhnya,


"Aaa.." keluar dari mulut Jovanka, saat Erick memasuki tubuhnya.


Erick melakukan gerakan lambat dan kemudian cepat, sedangkan Jovanka mencengkram punggung Erick. Untuk menghilangkan rasa sakit, kemudian terjadilah ledakan cairan putih yang panas membara terbang kedalam tubuh Jovanka. Membuat Jovanka hampir tidak sadarkan diri.


Erick memasuki tubuh Jovanka hanya sekali, dia tahu. Jovanka letih, dia tidak ingin membuat wanitanya keletihan.

__ADS_1


🌜 NextπŸŒ›


Semoga lolos review, kalau tidak lolos. Terpaksa di edit lagi MP nya 🀭


__ADS_2