
Happy reading guys π₯°
πΉπΉπΉ
Jovanka akhirnya tiba ditepi pantai, setelah beberapa kali hampir terjerembab.
"Wow... amazing..!" seru Jovanka seraya merentangkan kedua tangannya lebar-lebar.
Angin pantai memainkan rambut hitamnya, hari ini. Jovanka menggeraikan rambutnya. Hingga berkali-kali, tangannya sibuk memegang rambutnya agar tidak menutupi wajahnya.
"Pantai sebagus ini tersembunyi, dikomersialkan. Eemhh...banyak uang.." benak Jovanka membayangkan uang bertaburan masuk kedalam rekeningnya.
"Apa yang ada dalam otak kecilmu ini? apa kau merencanakan untuk melarikan diri melalui laut?" tangan melingkar diperutnya, membuat Jovanka kaget.
"Kau ini, datang seperti pencuri saja..!" seru Jovanka kesal.
"Mana ada pencuri tampan seperti aku ini," ucap Erick dengan percaya diri yang tinggi.
"Ciihh..!" Jovanka melengos.
"Jangan ada keinginanmu untuk lari melalui laut," ucap Erick, dagunya diletakkannya di bahu Jovanka.
Cup...
Erick mencium pipi Jovanka, tangannya menggerayangi perut Jovanka. Membuat Jovanka mengelinjak geli.
"Lepaskan aku Tuan Penguasa Saint Angel, apa kau tidak malu? Bagaimana jika ada yang melihat kita begini?"
"Ini pulauku, kekuasaan ku. Tidak ada yang berani mengusik ketenangan dan kesenanganku.." kata Erick.
"Hih... sombong..! Tuhan saja tidak sombong, Dia penguasa seluruh dunia" gerutu Jovanka.
Karena kesal, Jovanka menarik jemari Erick yang berada diperutnya.
"Aduh..!" seru Erick, saat merasakan. Jemarinya dibengkokkan oleh Jovanka.
"Kau ingin mematahkan jemariku..?" Erick melihat jemari tangannya yang dibengkokkan oleh Jovanka.
"Badan besar, tapi tidak tahan sakit ." ledek Jovanka menertawai Erick.
"Aku mau main air, jangan ikut. Duduk di situ..!" titah Jovanka pada Erick.
Erick menurut titah Jovanka, Erick meletakkan bokongnya diatas pasir, dia tidak ada mood untuk bermain air dengan Jovanka.
Jovanka teringat sesuatu, dia menghentikan langkahnya. Dan berbalik menghadap ke arah Erick duduk.
"Tadi aku kesini dengan Conan, di mana dia ?" tanya Jovanka.
"Dia sudah kembali, Conan tidak suka air" jawab Erick.
__ADS_1
"Dasar anjing pengecut.." gumam Jovanka seraya kembali menuju air.
"Jangan jauh-jauh, di sana banyak batu karang" ingat Erick pada Jovanka.
"Iya" sahut Jovanka seraya berlari menuju ombak kecil yang menghampirinya.
"Dia sangat periang, walaupun aku memaksanya. Dia tetap gembira.." gumam Erick.
Erick menghela napas, pikirannya berkecamuk. Setelah mendapatkan informasi dari Danny, orang yang ada dibelakang Andre Maurice. Dan sore nanti dia harus berangkat menuju Saint Lucia.
Erick tersenyum melihat tingkah Jovanka yang berlarian, dan tertawa senang.
"Ahh..! lupakan saja masalah duniawi " gumam Erick seraya bangkit dari duduk diatas pasir.
Erick membuka bajunya dan celana jeans yang dikenakannya, kini dia hanya mengenakan boxer.
Erick berlari menuju tempat Jovanka bermain-main air, begitu sampai tempat Jovanka. Erick langsung mengangkat Jovanka dan membawanya kedalam air.
"Erick..!" seru Jovanka, saat merasakan tubuhnya melayang dan kini dia berada dalam gendongan Erick.
"Diam, jangan goyang-goyang. Nanti ombak akan menggulung kita ke sana ." Erick menunjukkan kearah sisi kiri, terlihat batu-batu besar.
"Turunkan aku, aku ingin bermain air," ujar Jovanka.
"Nanti, sampai tempat kita tuju. Baru aku turunkan" ujar Erick.
Langkah panjang Erick membawa Jovanka menuju satu tempat di balik batu karang besar, sampai di tempat yang di tuju. Erick menurunkan Jovanka dari gendongannya.
Pasir putih yang tidak ditutupi oleh air, dan sekelilingnya air laut.
"Ini sungguh tempat yang tersembunyi, apa tidak akan ada orang di sini?" tanya Jovanka.
"Tidak ada, tempat ini khusus tempat aku untuk mendapatkan ketenangan. Ardan ataupun Marcio tidak pernah ke sini" kata Erick.
"Sangat di sayangkan, aku tidak memakai baju renang' ujar Jovanka.
"Buka saja bajumu, tidak akan ada yang melihat. Hanya ada aku di sini, aku sudah hapal dengan seluruh bagian tubuhmu.." ucap Erick.
"Tidak mau..! kau saja " ujar Jovanka seraya melirik Erick.
Dan..
Mata Jovanka bulat sempurna, saat melihat tubuh Erick yang hanya memakai boxer yang minim untuk menutupi bagian bawah tubuh.
"Hei..kapan kau membuka bajumu?" Jovanka tidak menyadari keadaan Erick yang hampir polos.
"Ayo kita berenang.." Erick mendekati Jovanka.
"Hei.. jangan dekat-dekat, aku tidak bisa berenang dengan memakai baju ini" ujar Jovanka, yang saat ini memakai baju dress selutut.
__ADS_1
Jovanka mundur, sedangkan Erick maju mendekati Jovanka.
"Ayo Jo, buka saja. Tidak usah malu-malu, aku sudah terbiasa melihat tubuh polosmu. Merabanya juga aku sudah terbiasa" ucap Erick.
Terlihat smirk disudut bibirnya, membuat Jovanka merasa. Akan ada sesuatu yang akan dilakukan Erick di tempat ini.
"Aku nggak mau berenang, dan kau Tuan muda. Aku tahu, pasti didalam otakmu itu. Pasti ada pikiran kotor..!" seru Jovanka seraya lari menghindar dari sergapan Erick.
"Hahahaha...!" Erick tertawa melihat Jovanka lari.
"Larilah..! aku akan menangkap mu Mrs Godfrey..!" Erick mengejar Jovanka.
Keduanya saling kejar, berkali-kali Jovanka hampir tertangkap. Tetapi dengan gesit, Jovanka berhasil meloloskan diri.
Sampai satu ketika, Jovanka yang sudah letih. Gerakannya melambat, dan akhirnya. Tangan panjang Erick berhasil menangkapnya.
"Kena kau Mrs Godfrey..!" seru Erick, saat berhasil menangkap Jovanka. Dan kedua keduanya jatuh keatas pasir putih.
Erick dengan sigap menindih tubuh Jovanka, tangannya memegang kedua tangan Jovanka terentang keatas, kaki Erick menjepit kaki Jovanka. Hingga Jovanka tidak bergerak sama sekali, karena tenaga benar- sudah terkuras saat berlari menghindari Erick.
"Bagaimana Mrs Godfrey, apa kau masih ingin lari-lari lagi emh.." ucap Erick dengan suara yang setengah berbisik, dan pandangan matanya juga menatap Jovanka dengan lembut.
"Aku menyerah, tapi aku nggak mau berenang dengan tidak memakai apapun juga. Bagaimana jika kita dilihat dari satelit luar angkasa, para astronot akan melihat tubuhku.." ucap Jovanka nyeleneh.
Erick tertawa ngakak begitu mendengar perkataan Jovanka, orang yang tidak pernah mendengar Erick tertawa seperti saat ini. Mungkin akan merasa heran, karena tawa Erick yang lepas. Mendengar ucapan Jovanka.
"Kenapa kau tertawa?" Jovanka menampilkan wajah kesal, karena Erick menertawakannya.
"Maaf.." Erick menghentikan tawanya.
"Kita berenang ya" ujar Erick membujuk Jovanka.
"No..! no...!" tolak Jovanka tegas.
"Takut dilihat dari atas ya? kurang kerjaan sekali para astronot itu, jika benar mereka mengintai kita" ucap Erick dibarengi dengan senyuman dibibirnya.
"Baiklah, jika tidak ingin berenang. Kita mencetak penerus.."
Belum menyelesaikan ucapannya, bibir Erick sudah mengemut bibir Jovanka dengan lihainya. Jovanka tak dapat menghindari sergapan bibir Erick, karena sergapan bibir Erick yang tiba-tiba.
Lagi-lagi Jovanka kalah, jika Erick sudah melakukan kepiawaian dalam membangkitkan gairah Jovanka. Dan Akhirnya Erick tanpa disadari Jovanka, telah melepaskan dalaman bagian bawah Jovanka. Begitu juga dengan Erick, kini tubuhnya benar-benar toples.
Dan saat Erick memposisikan diri diantara paha Jovanka, tidak ada protes yang keluar dari mulut Jovanka. Dia pasrah, menunggu sang pemilik senjata mendarat di landasan.
Gairah kedua meningkat, diiringi dengan deburan suara ombak. Yang didengar Jovanka dan Erick mungkin seperti suara alunan musik yang makin membuat keduanya melakukan percintaan ditengah deburan ombak yang datang bergulung-gulung.
Dan mungkin saja, satelit memantau apa yang mereka lakukan saat ini. Seperti yang dikatakan oleh Jovanka.π
π Nextπ
__ADS_1
Jangan lupa untuk menekan tombol like ya kakak-kakak reader π₯°π