
Happy reading guys π₯° and jangan lupa untuk klik tombol like like ya kakak-kakak reader π₯°.
πΊπΊπΊ
Jovanka ngedumel, mengumpat karena kesal dengan Erick yang menipunya. Berbeda dengan Rachel, yang marah dengan membuang dan menendang barang yang bisa di jangkau oleh kaki dan tangannya.
"Dasar kau Erick Godfrey..! bisa-bisanya kau mau membunuhku!" seru Rachel dengan suara yang lantang, karena saking kesalnya dia mendapatkan perlakuan kasar dari Erick yang dulu sangat mencintainya.
"Cukup Rachel, lihatlah. Semua barang-barang sudah tidak pada tempatnya, apa kau ingin lebih menghancurkan rumah ini" kata Mike.
"Diam kau biadab..! suka-suka aku, ini tangan dan kakiku..!" semprot Rachel, yang tidak terima ditegur oleh Mike.
"Itu tangan dan kakimu, tapi ini rumahku! barang-barang rumahku yang telah kau hancurkan!" ucap Mike dengan marah.
Dari pulau, Mike membawa Rachel kerumahnya. Karena tidak mungkin Mike mengantarkan Rachel kerumah Axelo Godfrey.
"Kenapa kau membawaku kesini? apa kau ingin bercinta denganku?" goda Rachel dengan berjalan menuju Mike yang duduk di sofa.
"Gila, tadi marah-marah. Sekarang seperti cewek penggoda kau Rachel" kata Mike, saat melihat gaya seksual yang ditunjukkan oleh Rachel kepada Mike.
"Kau tahu Mike, aku lagi badmood. Hanya bercinta yang membuat aku melupakan apa yang aku alami tadi" kata Rachel sembari mendudukkan bokongnya diatas pangkuan paha Mike.
"Kau benar-benar sudah gila, turun! ini rumah aku bersama Sandra, aku tidak akan mau mengotori rumah masa depan kami dengan bercinta denganmu disini!" seru Mike dan mendorong tubuh Rachel dari atas pangkuannya.
Tapi dasar Rachel, tubuhnya seperti binatang kecil menjijikkan yaitu lintah. Sekali menempel, sulit untuk dilepaskan.
"Come on baby, let's go to the moon" bisik Rachel ditelinga Mike, sembari menyapukan lidahnya ditelinga Mike.
"Oh my God.." napsu Mike langsung naik keatas, dunia nirwana sudah memanggilnya untuk beraksi.
Tanpa kata-kata dan pemanasan lagi, Mike membuang semua apa yang masih menempel ditubuh Rachel dan dia. Dan..
Bless..
Sekali angkat, benda tumpul langsung masuk pada tempatnya.
"Aww ... baby, pelan-pelan " ucap Rachel dengan suara yang mendayu, dan dibarengi dengan suara desis seperti suara ular keluar dari bibir Rachel.
"Oh...go..go..go..!" suara Rachel meracau dengan keras.
Brakk...
Pintu rumah ditendang dengan kasar, seorang gadis berdiri dengan tatapan mata yang tajam.
"Kalian sungguh-sungguh orang yang sangat menjijikkan!" seru gadis tersebut.
"Sandra..!" Mike kaget, dan langsung berdiri dari duduknya. Dan Rachel yang tadi berada diatas paha, langsung mendarat sempurna diatas lantai.
"Bokongku..!" seru Rachel, sambil memegang bokongnya.
"Sayank..sayank..dia menggodaku!" seru Mike seraya berjalan mendekati Sandra yang masih berdiri didepan pintu rumah.
"Kau menjijikkan Mike, kita putus. Tidak ada pertunangan" Sandra melepaskan cincin pertunangannya dan melemparkannya kearah Mike yang masih dalam keadaan polos.
"Pakai bajumu, jika tahu malu. ciih..!" jijik Sandra melihat Mike yang masih polos dihadapannya.
"Please sayank, aku tidak mau putus.." ucap Mike dan memeluk Sandra.
"Jangan pegang aku dengan tangan kotormu itu berengsek!" Sandra mendorong tubuh Mike, kemudian Sandra menghampiri Rachel yang masih duduk dilantai.
Melihat gelagat yang tidak baik, Mike secepatnya mengambil baju dan celana jeans-nya dan secepatnya memakainya.
"Hai Sandra, sepupu tersayang ku. Apa kau ingin kita main bertiga, pasti sangat mengasyikkan. Aku belum pernah melakukannya" kata Rachel dengan tidak tahu malunya.
__ADS_1
"Kau perempuan yang tidak tahu malu! kau kira aku akan diam saja melihat kau merebut mantan tunangan yang berengsek itu, aku akan mempermalukan kalian. Aku sudah curiga selama ini, akhirnya. Aku menangkap basah kalian berdua. Pasangan yang cocok." kata Sandra.
"Baguslah, kau sudah tahu. Aku hanya main-main dengan tunanganmu itu, aku kembalikan untukmu" kata Rachel.
"Maaf, sepupuku. Aku tidak menerima barang retur, aku hibahkan dia untukmu saja. Dan...kau..!"
Tanpa berkata ba bi bu ba...
Jemari Sandra menyambar rambut pirang Rachel, dan akhirnya...
"Lepas..!! kau kurang ajar! berani-beraninya kau menarik rambutku!" seru Rachel yang kaget, karena mendapatkan serangan mendadak dari Sandra. Rachel meronta-ronta, mencoba untuk melepaskan pegangan tangan Sandra di rambutnya. Namun, pegangan jemari Sandra kokoh dirambut pirang Rachel.
"Sayank, lepaskan rambut Rachel" kata Mike pada Sandra, tapi ucapan Mike dianggap sebagai angin lalu. Sandra terus menarik rambut Rachel, sembari menyeret tubuh polos Rachel keluar dari dalam rumah.
"Sandra, tolong lepaskan Rachel. Dia belum memakai apapun ditubuhnya" ujar Mike kepada Sandra.
"Aku tidak perduli, ini hukuman untuk orang yang telah berani menganggu milik orang lain!" seru Sandra dengan emosional.
Sandra menarik Rachel sampai keluar dari pekarangan dalam keadaan polos, sedangkan Mike masuk kedalam kamar. Untuk mencari selimut, sebagai penutup tubuh polos Rachel.
"Lepaskan aku perempuan gila..!" seru Rachel, jemari tangannya menutupi wajahnya. Karena ada beberapa pejalan kaki yang berhenti melihat kearah Sandra dan Rachel.
"Sandra! kau sudah tidak waras ya..!" teriak Rachel.
"Lepaskan kau bilang..! tempatmu itu disana..!"
Dengan sekuat tenaga, Sandra menarik Rachel dan byurr..
Rachel berakhir dikolam kecil yang ada didekat rumah mike, tempat biasanya bebek-bebek liar berenang.
"Beres, disitu tempatmu. Sampah masyarakat..!" seru Sandra sembari bertepuk tangan.
"Sandra gila..! tidak waras..!" teriak Rachel dari dalam kolam, dalam keadaan basah kuyup. Rambut pirang Rachel lepek, dan terlihat lumut dirambutnya.
"Sandra! apa yang kau lakukan!?" Mike terlambat, Rachel sudah berada didalam kolam dalam keadaan tanpa busana.
Mike yang kurang awas, akhirnya berakhir didalam kolam bersama dengan Rachel.
"Aaarrgghhh.. Sandra..!" Mike kesal.
"Kenapa? marah? disitu tempat kalian berdua" ketus Sandra.
Sandra melihat kesekitar kolam, dan baru sadar. Banyak orang yang menonton, apa yang dia lakukan.
"Maaf semua, aku beritahu ya. Yang wanita itu sepupuku, dan yang pria itu. Adalah tunanganku. Mereka berdua ketangkap basah, sedang bercinta" kata Sandra pada orang-orang yang sedang menonton.
"Gila..! perempuan tidak ada otaknya!" seru wanita dari dalam mobilnya, yang berhenti. Karena melihat ada keramaian.
"Bukan tidak ada otaknya, tetapi tidak memakai otaknya untuk berbuat baik" timpal wanita yang ikut menonton.
"Benar..benar" sahut para wanita yang ikut menonton.
Cibiran dan umpatan keluar dari mulut-mulut yang berada ditempat kejadian.
"Sudah Miss, tinggalkan saja. Untuk apa ditangisi laki-laki seperti itu!" seru seorang pria yang ada didekat Sandra.
"Apa terlihat wajahku sedih? tidak ada kan? mungkin Tuhan akan memberikan pria yang baik" kata Sandra seraya menatap wajah Mike yang tertunduk malu.
Berbeda dengan Mike yang tertunduk malu, Rachel. Masih menunjukkan arogannya, matanya nyalang menatap wajah Sandra.
"Awas kau sandra! aku akan membalasmu!" ancam Rachel.
"Aku tunggu!" seru Sandra, kemudian pergi meninggalkan keduanya.
__ADS_1
πππ
"Selamat Bro, kau harus kerja keras malam ini. Istrimu itu bukan orang yang mudah kau tahlukkan" kata Ardan.
"Yang sulit untuk kita tahlukkan, itu yang sangat mengesankan" ucap Erick.
"Ini, minumlah. Dengan minum ini, kau akan tahan sampai pagi" goda Ardan.
"Apa ini?" curiga Erick, melihat minuman yang diberikan oleh Ardan. Berwarna coklat dan baunya seperti bau rempah-rempah alam.
"Jamu kuat" jawab Ardan.
"Tidak perlu memakai ini, aset ku ini bisa berdiri tegak sepanjang malam" ucap Erick, dan menggeser minuman yang diberikan oleh Ardan .
"Jika kau tidak minum, berarti. Kau tidak menghargai persaudaraan kita" ancam Ardan.
"Kau mengancam ku !" ucap Erick.
"Bukan mengancam, tapi memaksamu" kata Ardan.
"Minum!" Ardan kembali memberikan minuman itu, kepada Erick.
"Baiklah" akhirnya, Erick mau meminumnya.
"Bersulang" kata Ardan.
Dengan sekali teguk, minuman itu berada didalam mulut Erick. Dan kemudian berakhir didalam lambung Erick.
"Hoek..hek..pahit..!" seru Erick.
Erick menyambar air botol mineral, dan meneguk isinya hingga tandas.
"Siapa yang membuat minuman tidak enak itu? rasanya sangat pahit, dan baunya sangat menyengat!" ucap Erick, lidahnya menjulur sesekali.
"Hahaha..! itu sangat manjur Rick, kau akan on sepanjang malam" ledek Ardan.
"Sial, aku tidak perlu itu untuk tetap on sepanjang malam" umpat Erick.
"Sekarang, minum ini" Ardan memberikan minuman kepada Erick.
Erick menerima minuman yang diberikan Ardan, dan meneguknya sekaligus.
"Ini" Erick tahu, minuman apa yang diberikan oleh Ardan kepadanya.
"Macallan 64 year old on lalique, untuk merayakan pesta pernikahanmu. Aku mentraktirmu dengan minuman termahal" ucap Ardan.
"Traktir? kau mengambilnya dari gudang penyimpanan rumah besar" kata Erick.
"Hehehe..kau tahu?" tanya Ardan.
"Aku tahu, itu minuman koleksi orang tua itu. kau mengambilnya, atau mencurinya?" tanya Erick.
"Untuk pernikahanmu, apapun akan aku lakukan. Kau tahu, aku meminjamnya, nanti akan aku pulangkan" kata Ardan.
"Kau pulangkan, saat isinya sudah habis" kata Erick sembari tertawa kecil.
"Sudah, lupakan. Bagaimana cara aku memiliki minuman itu, sekarang kita berpesta" kata Ardan.
"Marcio, sini. kita rayakan, Tuanmu ini sekarang sudah tidak sendiri lagi" kata Ardan.
Sepanjang malam, ketiganya menghabiskan dua botol minuman koleksi Axelo Godfrey. Sehingga, dini hari. Ketiganya sudah mabuk.
ππππ
__ADS_1
**Next...
Jangan lupa untuk meng-klik Like like like ya kakak-kakak, terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini.ππ**