
Pandangan mata Jovanka mulai terasa buram, wajah Erick dan Ardan yang duduk di depannya menjadi seperti bayangan.
Dan
Badan Jovanka lunglai, tubuhnya jatuh ke samping dan akhirnya. Jovanka tidak sadarkan diri.
"Jo!" teriak Erick seraya bangkit dari duduknya, secepatnya Erick berada disamping Jovanka yang pingsan.
"Pingsan Tuan" ujar Marcio Black.
"Aku tahu, tidak perlu kau katakan!" seru Erick dengan keras, matanya tajam melihat Marcio Black.
Marcio Black menunduk dan bergeser ke arah Ardan.
"Lihatlah Erick, gara-gara kau katakan. Saudaranya telah melakukan perkosaan, dia menjadi pingsan. Otakmu benar-benar sudah tidak waras, selama ditinggalkan oleh wanita itu!" seru Ardan.
"Jangan kau sebut nama wanita iblis itu!" seru Erick dan mendorong Ardan dari dekatnya.
"Jo.. Jo..!" telapak tangan Erick menepuk pipi Jovanka.
"Bawa kedalam kamar Erick" titah Ardan pada Erick.
"Perlu saya bantu Tuan?" Marcio Black sang tangan kanannya maju kedepan, menawarkan diri untuk menggendong Jovanka kedalam kamar.
Mata Erick Godfrey langsung melotot memandang asistennya tersebut, Erick bangkit dan mendekati Marcio Black. Memegang pundak sang asisten dengan erat, hingga Marcio Black sedikit meringis.
"Apa maksudmu? kau ingin menyentuh wanitaku?" tanya Erick dengan suara yang pelan, tapi terdengar dingin dan datar.
"Erick" Ardan menarik tangan Erick yang mencengkram pundak Ardan.
Erick melepaskan tangannya, dan kembali mendekati Jovanka.
"Kau ini, jangan sesekali menyentuh miliknya" ingatkan Ardan pada Marcio.
Marcio Black menganggukkan kepalanya seraya nyengir, dia tidak menyangka. Erick begitu menjaga Jovanka, karena Erick tidak seperti itu saat bersama dengan Rachel.
Marcio Black melihat, Rachel masih bisa bebas bergaul dengan siapa saja. Tanpa ada larangan dari Erick Godfrey.
Karena Marcio Black sebelum menjadi tangan kanan Erick Godfrey, Marcio Black adalah putra asisten kakeknya. Dan atas titah kakeknya, Marcio Black mengabdi kepada Erick Godfrey, hingga dia tahu. Bagaimana kehidupan Erick Godfrey sedari masih remaja.
Erick menggendong Jovanka, setelah tidak berhasil menyadarkannya.
"Miss Lin..miss Lin..!" panggil Erick seraya mengangkat Jovanka menuju kamar.
Miss Lin datang dengan cepat, begitu mendengar suara panggilan Erick yang menggelegar.
"Ya Tuan" Miss Lin mengikuti Erick Godfrey membawa Jovanka kedalam kamar.
Erick membaringkan Jovanka keatas ranjang.
"Cepat sadarkan dia!" seru Erick pada miss Lin.
"Sadarkan?" bingung Miss Lin.
__ADS_1
"Iya, kenapa otakmu lambat sekali? apa kau minta diberhentikan dari jabatan kepala pelayan?" bentak Erick Godfrey kepada kepala pelayannya tersebut.
"Miss Lin, miss Jovanka pingsan. Buat dia sadar, ambil minyak atau apalah itu. Untuk membuat miss Jo bangun dari pingsannya" kata Ardan menjelaskan pada miss Lin.
"Pingsan, bukan tidur?" ucapan yang dikatakan miss Lin membuat Ardan tertawa kecil, Marcio Black juga.
"Cepat miss Lin! kenapa kau berdiri saja disitu!" ujar Erick bernada keras.
"Baik..baik Tuan!" jawab Miss Lin.
Miss Lin yang mendapatkan teriakan dari Erick Godfrey, langsung secepatnya mencari minyak untuk membuat Jovanka sadar.
"Ayo kita keluar" seru Erick kepada Ardan dan Marcio yang masih berada didalam kamar.
"Apa kita tidak menunggu dia sadar?" tanya Ardan.
"Aku saja, kalian keluar" kata Erick pada Ardan dan Marcio.
"Tuan, ada berita mengenai.." Marcio ingin menyebutkan mengenai rekan Bastian Reuel, yang melarikan diri.
"Diluar" ujar Erick.
Begitu miss Lin kembali, Erick keluar bersama dengan Ardan dan Marcio.
"Jangan tinggalkan dia " titah Erick pada miss Lin.
"Baik Tuan" sahut miss Lin seraya menundukkan kepalanya.
***
Mrs Cho mondar mandir didepan rumah, dia menunggu kedatangan seseorang yang pernah menjadi orang kepercayaan Axelo Godfrey. Yaitu Danny Liu.
Danny Liu orang kepercayaan Axelo Godfrey, tapi karena kelicikan Rachel. Danny Liu keluar dari pekerjaannya.
🍃Flashback 🍃
Danny datang kerumah besar, setelah mendapatkan pesan dari Tuannya. Axelo Godfrey, walaupun dia merasa heran. Kenapa dia dipanggil, padahal. Dia baru saja mengantarkan Tuannya Axelo Godfrey. Apalagi, waktu sudah menunjukkan larut malam untuk Tuannya mengurus pekerjaannya.
Danny seorang pekerja yang loyal dengan majikannya, dia tidak merasa ada keanehan. Walaupun sebenarnya, Tuanya itu tidak pernah memanggilnya larut malam.
Danny melihat kearah ponselnya, setelah mendapatkan pesan dari nomor Tuanya Axelo Godfrey.
"Kenapa Tuan memintaku untuk kembali?" gumam Danny.
"Hemm ..coba aku hubungi Mrs Cho" Danny menghubungi ponsel kepala rumah tangga, Mrs Cho.
"Kenapa ponsel Mrs Cho tidak menjawab" gumam Danny.
Danny Liu merasa sedikit ada yang mencurigakan, karena tidak seperti biasanya. Nomor Mrs Cho tidak bisa dihubungi.
Danny Liu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, karena suasana jalan raya yang sepi. Sehingga Danny Liu bisa melaju dengan kencang menuju rumah Tuannya.
Sampai didepan gerbang, pintu gerbang langsung terbuka. Tanpa Danny harus membunyikan klakson mobil terlebih dahulu.
__ADS_1
Kecurigaan Danny Liu semakin besar, apalagi saat dilihatnya. Dipintu depan di post penjagaan, hanya ada seorang penjaga. Dan orang itu tidak pernah dikenal oleh Danny Liu.
"Mana yang lain?" tanya Danny Liu kepada penjaga tersebut.
"Mereka lagi di post belakang Tuan" jawab penjaga tersebut.
"Kau orang baru?" selidik Danny Liu.
"Tidak Tuan, saya biasa jaga di post belakang" sahut penjaga tersebut.
Danny Liu menatap wajah pria tersebut, sebelum masuk kedalam rumah.
Begitu Danny Liu membalikkan badannya, tiba-tiba.
Seseorang memukul tengkuknya dari belakang, Danny Liu sempat menoleh kearah orang yang memukulnya sebelum dia pingsan.
"Kau..!" Danny Liu melihat penjaga tersebut memegang kayu, dan ketika penjaga tersebut ingin kembali memukulnya. Danny Liu seketika jatuh ketanah yang keras.
Keesokan harinya, Danny Liu terbangun diatas ranjang Rachel tanpa busana. Dan Rachel menangis meringkuk di sudut lemari.
Axelo Godfrey sangat marah, walaupun Mrs Cho mengatakan. Bahwa Danny Liu tidak mungkin melakukan itu, namun Axelo Godfrey tidak percaya. Dan tetap Keukeh memecat orang kepercayaannya itu.
Hari itu juga, Danny Liu dipecat. Dan Axelo Godfrey tidak memiliki asisten kepercayaan lagi.
🌟🌟Flashback end 🌟🌟
Terdengar suara klakson mobil didepan pintu gerbang, kemudian. Pintu gerbang terbuka secara otomatis. Dan masuk mobil hitam, dan dengan perlahan-lahan mendekat kearah Mrs Cho berdiri. Dan kemudian berhenti.
Pintu mobil terbuka, keluar seorang pria yang masih cukup gagah. Rambutnya dikepang satu.
"Selamat datang!" Mrs Cho membuka lengannya lebar-lebar, menyambut kedatangan Danny Liu.
"Apa kabar Mrs Cho !" Danny Liu memegang kedua tangan Mrs Cho, dia sangat senang bisa kembali bertemu dengan Mrs Cho.
"Aku sangat baik..baik.. apalagi, sekarang kau sudah kembali!" ucap Mrs Cho dengan gembira, terlihat mata Mrs Cho memerah.
"Akhirnya, aku kembali kesini!" mata Danny Liu mengitari rumah besar, tempat dia mengabdi pada keluarga Godfrey. Secara turun-temurun, dari kakeknya. Papanya dan berakhir Kedirinya.
"Mari masuk" Mrs Cho mengandeng lengan Danny Liu.
"Tuan mana?" Danny Liu menghentikan langkahnya.
"Tuan pergi kekantor, kau tahu. Ardan tidak berada disini, sudah hampir seminggu dia berada di pulau Saint Angel " kata Mrs Cho.
"Kalau Tuan tidak berada dikantor, aku akan kesana Mrs Cho" ucap Danny Liu, karena tadi dia sekilas melihat bayangan Rachel dibalkon kamar.
Mrs Cho melihat kearah Danny melihat, yaitu balkon.
"Baiklah, pergilah. Bantu Tuan, seperti kau membantunya dahulu" ujar Mrs Cho.
Danny Liu masuk kedalam mobilnya, dan meninggalkan rumah besar keluarga Godfrey.
Dari atas balkon, sepasang mata menatap kepergian Danny Liu.
__ADS_1
Next....