
"Kami akan menikah dalam waktu dekat ini, aku harapkan. Kau, jangan menganggu calon istriku," ucap Bastian seraya mengarahkan jari telunjuknya kewajah Mike.
Bukan saja Mike, Sandra juga cukup terkejut mendengar perkataan Bastian.
Sandra termangu menatap wajah Bastian.
"Tidak bisa..! kau tidak boleh menikah dengan Sandra, Sandra hanya milik Mike..!" seru Mike dengan sangat emosional.
Sandra tersadar dari termangunya, saat mendengar Mike yang marah.
"Sandra, kau milikku...! tidak ada yang bisa memilikimu selain aku..!" seru Mike dengan emosional.
"Aku bukan milikmu..! apa kau amnesia, baiklah. Biar aku ingatkan lagi, pada saat aku memutuskan pertunangan kita. Mungkin saja kau lupa, pada waktu aku memutuskan pertunangan kita. Kau itu ketangkap basah dengan mata kepalaku sendiri, sedang melakukan perbuatan menjijikkan dengan wanita itu..! apa kau lupa, saat aku menarik wanitamu dalam keadaan polos. Dan melemparkannya ke kolam bebek..!" ucap Sandra dengan suara yang keras, sehingga orang yang menonton. Mencemooh Mike.
"Seorang pria yang menjijikkan"
"Dasar pria hidung belang ."
"Pria seperti itu tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua"
Umpatan terus mengalir dari para mulut orang yang menonton.
"Sandra, ayo kita pergi" ujar Bastian, setelah melihat banyak orang yang menonton.
Bastian meraih jemari tangan Sandra, dengan saling tangan berkait. Keduanya meninggalkan Mike yang terpaku, menatap Sandra dan Bastian masuk kedalam perusahaan tempatnya bekerja.
"Aaarrgghhh...!" teriak Mike seraya tangan terkepal, pandangan matanya menatap keatas awan.
"Sudah..!" cibir orang yang melihat kelakuan Mike.
"Makanya Tuan, jangan suka main api. Terbakar, sakit sendiri.."
"Diam..!" teriak Mike kepada orang yang menghujatnya.
"Pergi kalian...!" seru Mike dengan ekspresi wajah yang marah, membuat orang yang ada ditempat kejadian. Satu persatu pergi.
***
Rachel bangkit dari sofa, tempat dia duduk. Dia berlari menuju kamar mandi.
Hoek...Hoek...
Rachel memuntahkan air, karena sejak dia tiba di rumah grandma nya. Tidak ada makanan yang masuk kedalam lambungnya.
"Rach, kau kenapa?" tanya aunt Lisa, yang mengawasi Rachel dari depan pintu kamar mandi.
"Masuk angin aunt ," jawab Rachel.
__ADS_1
"Sudah aunt bilang, jangan hanya minum kopi saja. Makan roti, tapi kau tidak menurut ." kesal Lisa kepada anak saudari tertuanya tersebut.
Rachel keluar dari dalam kamar mandi, dalam keadaan wajah yang pucat.
"Ayo duduk."
Lisa memegang lengan Rachel, dan membawanya untuk duduk di sofa. Kemudian dia berjalan menuju dapur, tidak lama kemudian Lisa membawa secangkir minuman yang beraroma rempah yang khas.
"Minumlah," ucap Lisa seraya memberikan cangkir yang dibawanya kepada Rachel.
"Minuman khas grandma, aku rindu grandma. Kapan grandma kembali ?" tanya Rachel.
"Tidak dapat dipastikan, kau datang tiba-tiba. Seharusnya kau hubungi grandma, agar grandma tidak pergi " kata Lisa.
"Apa Vanya baik-baik saja ?" Lisa menanyakan Vanya, saudari tertuanya.
"Baik" jawab Rachel singkat.
Lisa menatap wajah Rachel, dia merasa ada yang dirahasiakan oleh keponakannya tersebut.
"Rach, apa ada yang kau sembunyikan? katakan saja, mungkin Aunt bisa bantu." Lisa menatap wajah ponakan dengan intens.
Rachel menggelengkan kepalanya.
"Katakan saja, pasti ada yang terjadi. Kau sudah lama tidak datang ke sini, kau dan mamamu hampir dua tahun tidak pernah pulang. Tiba-tiba kau datang ?"
"Sungguh, tidak ada yang terjadi" kata Rachel.
Sepeninggal Lisa, Rachel terus menerus muntah. Sampai dia tidak sanggup lagi mengangkat tubuhnya, untuk memuntahkan isi perutnya yang berupa air kedalam kamar mandi.
"Ada apa dengan tubuhku ini" gumam Rachel seraya merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Apa aku terkena penyakit mematikan."
"Apa aku akan mati " pikiran buruk berseliweran di otak Rachel.
Tiba-tiba Rachel teringat sesuatu, matanya terbelalak.
"Tidak...! tidak mungkin, aku tidak mau hamil. Anak siapa ini? anak Mike, pasti. Axelo tidak mungkin, dia tidak pernah menyentuhku.." ucap Rachel dalam kebingungan, memikirkan nasibnya. Jika apa yang dipikirkannya itu benar.
"Apa aku minta tanggung jawab Mike saja, dia pasti tidak mau. Dia masih mengharapkan Sandra" gumam Rachel.
"Aku datangi saja keluarga Axelo, aku bilang saja aku hamil anak Axelo Godfrey. Mereka pasti kasihan padaku, dan pasti mereka tidak tega memenjarakan aku yang hamil anak Axelo ," ucap Rachel dengan wajah yang ceria, memikirkan keuntungan apa yang didapatnya nanti.
"Aku harus kembali." Rachel bangkit dari ranjang, ingin kembali ke kota Saint Lucia.
"Besok saja aku kembali, hari ini tidak mungkin. Istirahat saja dulu" Rachel kembali merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Setelah menceritakan kecurigaan mengenai kemunculan William Doe pada Danny Liu, Anne dan Natasa menunggu kedatangan Erick dan Ardan di ruang kerja Danny Liu.
"Aunt, apa kalian mengenal William Doe?" tanya Ardan yang baru kembali dari Primwood, dan dari sana. Ardan mendapatkan satu nama yang mungkin dendam dengan keluarga Godfrey. Yaitu seorang pelayan, yang dipecat dengan tidak hormat.
"Aunt baru katakan pada Danny, bahwa William Doe ada di kota ini" kata Anne.
"Siapa dia aunt?" tanya Erick yang baru mendengar nama William Doe.
"Dia putra pelayan yang bertugas mengurus nenek kalian, waktu itu nenek kalian mengalami kecelakaan. Dan mengalami kelumpuhan, dan kakek kalian mengambil gadis muda untuk merawat nenek kalian. Entah kenapa, tiba-tiba gadis itu menuduh kakek kalian telah menghamilinya." cerita Anne mengenai William Doe.
"Jadi kami punya uncle lain ?" tanya Ardan.
"Kakek kalian tidak mengakui, telah menghamili gadis itu," kata Natasa.
"Siapa nama gadis itu?" tanya Erick.
"Sarah Megane" jawab Natasa.
"William Doe, putranya," kata Anne.
"Kenapa dia menuduh kakek? apa wanita itu ada bukti, bahwa anak yang di kandungnya anak Kakek?" tanya Ardan.
"Ada gambar, kakek tidur dengan wanita itu. Tapi kakek merasa tidak pernah tidur dengan wanita itu, seperti ada dalam gambar," kata Anne.
"Sama dengan yang dialami Tuan Godfrey" ucap Danny Liu.
"Godfrey? Godfrey yang mana? ini ada tiga Godfrey Danny?" tanya Natasa.
"Tuan Axelo Godfrey.." ucap Danny.
Danny Liu menarik laci meja kerjanya, dan mengambil gambar yang diperintahkan oleh Axelo untuk di selidiki oleh Danny Liu.
"Gambar ini yang membuat Mrs Godfrey waktu itu ingin bunuh diri" kata Danny sembari memberikan gambar kepada Erick.
"Mommy mendapat kiriman gambar ini ?" tanya Erick.
"Tidak, Mrs Godfrey melihat langsung. Tuan Godfrey berada diatas ranjang." cerita Danny Liu.
"Mungkin orang yang sama yaitu melakukan ini semua," kata Ardan.
"Tidak mungkin William Doe, waktu itu William Doe belum lahir" kata Natasa.
"Sarah Megane...!" seru Ardan dan Erick bersamaan.
"Tapi menurut informasi, Sarah Megane sudah meninggal beberapa tahu yang lalu" kata Natasa.
__ADS_1
"Atau orang yang mengenal Sarah Megane" kata Danny Liu.
🌜 Next🌛