The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Shock


__ADS_3

**Cerita hanyalah rekaan, tidak ada hubungan dengan tempat dan menyangkut tokoh nama tertentu.


Selamat membaca kakak-kakak reader 🥰


🍂🍂🍂**


Jovanka kaget, tiba-tiba dia merasa ada orang yang menindih tubuhnya. Saat dia tidur.


"Ris, kenapa kau menganggu? aku masih mengantuk, kau mau numpang makan dirumahku ya? belajar masak. Biar kau tidak selalu numpang makan ditempatku" ucap Jovanka dengan mata yang masih terpejam.


"Heemm..! numpang makan? apa kau lagi mimpi Jo, kita bukan berada dirumah! bangun..!" teriak Arisa sembari menggoncang tubuh Jovanka.


"Tidak dirumah!?" Jovanka terkejut, dan langsung duduk.


Jovanka melihat kesekelilingnya, dan baru menyadari. Dimana dia saat ini berada.


"Aaarrgghhh..! aku kembali lagi kesini? aku tadi tidur di luar" gumam Jovanka.


"Ris, kau juga berada disini?" tanya Jovanka kepada Arisa.


"Mereka membawa aku kesini, mereka menangkap mu juga. Aku kira kau sudah selamat meninggalkan pulau" kata Arisa.


"Apa kau kira aku akan membiarkan orang-orang itu menculikmu? aku mencarimu sampai kesini, dan mereka mengurungku. Aku tadi melarikan diri dan beristirahat, sepertinya aku ketiduran. Dan mereka menemukan ku. Akhirnya aku kembali lagi kesini" cerita Jovanka.


"Kau bersama dengan Tuan Fred kesini?" tanya Arisa.


"Tidak, Dfrey mengantar aku sampai sini" kata Jovanka.


"Terus, apa dia dikurung juga?" tanya Arisa.


"Dia mengantarkan aku sampai gerbang Mansion, semoga dia tidak tertangkap" kata Jovanka.


"Jo, apa kau tahu. Kenapa mereka mengurung kita?" tanya Arisa.


Pertanyaan Arisa membuat Jovanka menatap wajah temannya tersebut dengan tatapan mata yang sedih.


"Ada apa Jo? katakan, apa ini ada hubungannya dengan hilangnya kak Tian?" tanya Arisa dengan suara yang setengah berbisik.


"Kak Tian dituduh memperkosa" ucap Jovanka.


"What..! bohong, itu pasti tidak benar! Jo, kak Tian. Aku tidak percaya, kak Tian bisa melakukan perkosaan? aku curiga kak Tian itu suka dengan sesama jenis, dia tidak pernah dekat dengan wanita kan Jo? tidak mungkin dia melakukan apa yang dituduhkan itu!" seru Arisa, dan tidak percaya apa yang dikatakan oleh Jovanka mengenai Bastian Reuel.


"Hei..kak Tian itu pria normal!" seru Jovanka, karena Arisa menyebutkan. Bastian, saudaranya suka sesama jenis.


"Hehehe.." tawa Arisa.


"Apa kau percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang itu mengenai kak Tian?" tanya Arisa.


"Sudah tentu tidak! aku mengenal kak Tian. Dia tidak akan melakukan perbuatan yang melanggar hukum, apa lagi sampai melakukan perbuatan yang dituduhkan itu" kata Jovanka.


"Aku juga yakin, pasti mereka asal tuduh saja" kata Arisa.


Tok..tok .tok .


Pintu kamar diketuk, Jovanka dan Arisa saling pandang. Arisa beringsut mendekat kearah Jovanka.


Pintu terbuka, Miss Lin masuk . Dan menundukkan kepalanya sedikit, baru mengatakan kepada Jovanka dan Arisa. Keduanya ditunggu oleh Tuan Erick Godfrey.


"Miss, anda berdua ditunggu oleh Tuan " kata Miss Lin.


"Untuk apa? kami tidak mau!" Jovanka menolak untuk menemui Erick Godfrey.


"Miss, ini menyangkut keselamatan saudara anda" kata Miss Lin.


Jovanka langsung turun dari ranjang, dan beranjak mendekati Miss Lin. Arisa juga mengikuti Jovanka.


"Aku akan menghancurkan Mansion ini, jika Tuan mu itu membuat saudaraku cedera" ancam Jovanka.

__ADS_1


"Ayo Miss" Miss Lin mempersilakan Jovanka dan Arisa untuk mengikutinya.


"Ayo Ris" ucap Jovanka.


"Jo, feeling ku tidak bagus. Sepertinya, apa yang akan kita hadapi nanti ada hubungannya dengan masa depan mu Jo" kata Arisa dengan suara yang pelan .


"Cenayang mu keluar lagi" kata Jovanka.


"Jo, aku serius" kata Arisa.


"Iya" sahut Jovanka.


"Hati-hati Jo" kata Arisa.


"Kau juga" kata Jovanka.


Keduanya mengikuti Miss Lin menuju satu ruangan yang cukup besar, Jovanka melihat ada beberapa pria yang berada didalam ruangan.


"Selamat datang kembali miss Jovanka Lovata Reuel" sambut Erick Godfrey kepada Jovanka.


"Jo, apakah pria berjenggot panjang dan jorok itu. Tuan Penguasa pulau Saint Angel?" tanya Arisa dengan berbisik.


"Iya" sahut Jovanka.


"Oh my God! apa yang kita katakan dulu benar" gumam Arisa.


"Silakan duduk miss, biar kita bisa berbincang dengan santai" titah Erick Godfrey pada Jovanka dan Arisa.


"Terima kasih, kami berdiri saja" kata Jovanka.


Marcio Black berjalan mendekati Jovanka dan Arisa.


"Silakan miss" Marcio mempersilakan Jovanka dan Arisa untuk duduk.


"Ayo Jo, kita duduk saja. Tidak kau lihat, pria itu. Wajahnya membuat aku ingin pingsan, lebih bagus kita pingsan saat kita sedang duduk. Daripada kita berdiri, jangan sampai orang-orang itu mengendong kita" kata Arisa, setelah mengamati. Orang-orang yang berada didalam ruangan tersebut, semuanya mempunyai kemiripan yang sama. Jenggot panjang dan wajah yang hitam karena jorok.(Penyamaran Erick dan anak buahnya, membuat Arisa jijai 🤣)


"Orang itu, kenapa sepertinya pernah aku lihat?" batin Arisa, saat melihat pria yang duduk didekat Erick.


Ardan, yang merasa dipandang oleh Arisa menunduk. Dan menggaruk-garuk tengkuknya.


"Semoga Arisa tidak mengenaliku, bisa gawat" kata Ardan.


"Katakan, kenapa kami dipanggil kesini?" tanya Jovanka.


"Lihatlah!" Erick Godfrey menyuruh Jovanka untuk melihat kearah layar TV yang ada didalam ruangan tersebut.


"Apa yang kau lakukan!" teriak Jovanka sembari berlari mendekat kedepan televisi, di mana terlihat Bastian terikat dan duduk ditengah air yang berwarna coklat.


"Gila! kalian menyiksa kak Tian?" Arisa memegang tangan Jovanka.


"Miss..tolong kembali duduk" titah Marcio pada Jovanka, dan menarik Jovanka untuk kembali duduk.


"Tidak..!" Jovanka menendang ************ Marcio Black, saat Marcio menarik Jovanka untuk duduk.


"Aduh..!" teriak Marcio, sembari memegang area aset berharganya yang telah menjadi korban kaki Jovanka.


"Aduh..!" Ardan meringis, melihat Marcio Black yang menunduk. Kesakitan.


Erick Godfrey diam saja, melihat Jovanka menendang Marcio. Karena dia juga kesal, Marcio memegang gadis miliknya.


"Miss, silakan duduk. Saudara anda baik-baik saja" kata Erick pada Jovanka.


"Bagaimana bisa baik-baik saja! lihatlah, apa yang kau lakukan pada saudaraku itu. Kau mengikatnya, dan menempatkan dia ditengah air yang jorok !" seru Jovanka dengan ekspresi wajah yang emosional.


"Aku bisa saja melepaskan saudaramu, dan memaafkan kesalahannya. Tapi ada syaratnya" kata Erick.


"Saudaraku itu tidak bersalah! kau pasti salah menuduh, entah apa yang kau rencanakan. Tapi aku yakin, kak Tian tidak melakukan apa yang kau tuduhkan!" ucap Jovanka dengan berapi-api.

__ADS_1


"Benar! kalian pasti sudah salah tuduh, kami akan mengadukan apa yang kalian tuduhkan kepada kak Tian. Dengan pencemaran nama baik" ancam Arisa.


Jovanka menoleh kearah Arisa, dan menepuk pundak Arisa. Dan berkata.


"Otakmu bagus hari ini" puji Jovanka.


"Terima kasih Jo " jawab Arisa bangga.


"Miss Reuel, ini adalah pulau Saint Angel. Hukum diluar, tidak berlaku didalam pulau Saint Angel. Disini, akulah yang memutuskan" ucap Erick seraya berjalan mendekati Jovanka.


Jovanka mundur selangkah, begitu Erick berhenti tempat satu langkah dari hadapannya. Sedangkan Arisa berlindung di belakang tubuh Jovanka.


"Jangan dekat-dekat!" ujar Jovanka.


Erick Godfrey memutar badannya, dan kembali ketempat duduknya semula.


"Dimana kak Tian saat ini?" tanya Jovanka.


"Disatu tempat yang tidak bisa didatangi oleh siapa pun juga" kata Erick.


"Lepaskan kak Tian!" ujar Jovanka.


"Hemh.. lepaskan? aku bisa saja melepaskan saudaramu itu, tapi itu tidak gratis" kata Erick.


"Berapa aku harus membayar kebebasan saudaraku?" tanya Jovanka.


"Apa kau mau membayar kebebasan saudaramu?" tanya Erick.


"Ya, apapun akan aku lakukan. Untuk kebebasan saudaraku, walaupun harus harus mengumpulkan uang seumur hidup. Untuk menebus kak Tian" kata Jovanka.


"Kau tidak sendiri Jo, aku akan membantumu" ujar Arisa yang masih berada dibelakang punggung Jovanka.


"Terima kasih " ucap Jovanka pada Arisa.


"Tapi aku tidak membutuhkan uang, uangku juga tidak berseri didalam Bank" ucap sombong Erick.


"Sombong" gumam Jovanka kesal.


"Kau tidak mau uang? baiklah, aku akan menjadi pembantu!" ketus Jovanka.


"Aku akan menjadi pembantu juga, untuk membantu Jovanka" Arisa menimpali perkataan Jovanka.


"Aku tidak membutuhkan pelayan, dalam Mansion ini bertabur pelayan" beritahu Erick.


"Kau mau apa? uang tidak mau, aku menjadi pembantu disini kau tidak terima!" seru Jovanka dengan ekspresi wajah yang emosional.


"Aku ingin kau melahirkan putra untukku!" kata Erick.


Deg...


Jovanka langsung oleng kebelakang, Arisa yang berada dibelakangnya. Menjadi terkejut.


"Jo! jangan pingsan disini! apa kau mau di gendong oleh mahluk berbulu itu!" seru Arisa, saat melihat. Jovanka lunglai didalam pelukan Arisa.


Marcio yang berdiri didekat Jovanka ingin mengangkatnya, tetapi Erick Godfrey menyuruhnya untuk menyingkir.


"Jangan, biar aku!" seru Erick.


"Jangan berani-beraninya tangan kalian menyentuh temanku ini!" seru Arisa, saat Erick ingin mengangkat Jovanka.


Arisa menyeret Jovanka dengan sekuat tenaga, merebahkannya ke sofa.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


**Next....


Please..🥰 tekan Like like like like.. terima kasih atas dukungannya 🙏**

__ADS_1


__ADS_2