
Happy reading guys π₯°
πππ
Berita hilangnya Jovanka, sudah sampai ke telinga Erick. Erick yang baru saja tiba di saint Lucia, langsung kembali. Begitu juga dengan Bastian, terlihat dua wajah yang cemas.
"Rick, biar pilot yang menerbangkan. Kau cemas begini, belum sampai di saint Angel. Kita sudah berada di dasar laut," ucap Ardan.
"Iya Rick, ayo." Bastian menarik tangan Erick untuk duduk dibelakang.
Erick hanya menurut, tidak seperti biasanya. Wajah keras Erick kini berganti dengan seraut wajah cemas.
***
Di pulau Saint Angel, semua cemas.
"Apa kerja kalian semua!? hanya mengawasi satu orang saja tidak becus...!" Marcio yang baru tiba di mansion, langsung mengamuk kepada anak buahnya.
Ja'far berlari masuk kedalam ruangan khusus pada penjaga.
"Tuan, lihatlah.." Ja'far membawa syal milik Jovanka, yang tadi pagi dikenakannya dileher untuk penangkal dingin. Karena pulau Saint Angel mulai memasuki musim dingin.
"Di mana kau ketemukan?" tanya Marcio.
"Dibelakang Mansion, apa mungkin Mrs Godfrey masuk kedalam hutan untuk mengambil bluberi?" Ja'far merasa Jovanka tidak hilang, tapi pergi masuk hutan untuk mengambil bluberi.
"Semua pergi cari kedalam hutan, Ja'far. kau pergi ke kantor, bawa Conan untuk mencari Mrs Godfrey." titah Marcio.
"Baik Tuan," sahut para penjaga bersamaan.
Begitu semua pergi untuk mencari, Marcio langsung pergi keruang kontrol cctv. Marcio memutar rekaman cctv.
Dengan kening berkerut, Marcio melihat pergerakan Jovanka pergi menuju samping mansion. Dan hilang dari pantauan cctv.
"Suara apa itu, seperti suara orang minta tolong." Marcio memutar ulang rekaman cctv, dan mendengar dengan seksama suara yang membuat Jovanka melangkah menuju suara minta tolong. Sehingga, Jovanka hilang dari pantauan cctv.
"Ada yang ingin bermain-main dengan Tuan Erick Godfrey," ucap Marcio dengan geram.
βοΈβοΈβοΈβοΈ
"Altan! kau mau kemana..?" tanya rekannya, saat melihat Altan bergegas mengambil senjata dan ranselnya.
Altan tidak menyahut, dia keluar dari ruang tempat berkumpulnya para petugas keamanan.
"Dasar orang aneh," ucap temannya yang menyapanya tadi.
"Ada apa?"
"Altan, pergi dengan membawa senjata dan ranselnya. Tingkahnya sangat mencurigakan," ucap rekannya yang berbicara dengan Altan.
"Kita harus katakan pada Tuan Marcio."
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju hutan, Altan terus mengutuk dirinya. Karena tidak mengawasi Jovanka.
"Kenapa aku tidak waspada," ucap Altan.
Altan terus memasuki hutan, walaupun dia tidak mengetahui tentang hutan yang dimasukinya. Hanya perasaan yang membawanya untuk mencari keberadaan Jovanka.
Sedangkan Jovanka terus mencari cara untuk keluar dari dalam rumah tempat dia dikurung, Jovanka melihat ada satu celah yang berada di dekat ranjang kayu.
Jovanka melangkah menuju celah tersebut, dan berusaha untuk menarik satu kayu yang ditempelkan.
"Semoga bisa keluar dari sini" gumam Jovanka.
Jovanka berhasil mendorong kayu tersebut, sehingga celah yang tadi kecil. Kini semakin lebar, tapi masih tidak bisa untuk membuat Jovanka keluar dari sana. Karena tubuh Jovanka semakin besar karena kehamilannya.
"Belum juga bisa, ahh...aku haus dan lapar," ucap Jovanka seraya mendudukkan dirinya di atas ranjang.
"Apa tidak ada makanan dan minuman di sini, mereka seharusnya memberikan aku minum. Dasar penjahat kurang ajar. Apa mereka tidak memikirkan anak-anakku kelaparan." Jovanka terus ngedumel.
"Awas mereka, kalau aku bisa keluar dari dalam sini. Tidak akan aku kasih ampunan, aku sendiri yang akan memusnahkan semua penjahat yang berani menculikku..!" Jovanka benar-benar sangat kesal, karena merasa kerongkongannya sangat kering.
"Aku harus keluar, mungkin saja orang yang menculikku sedang pergi dan kemungkinan dia akan kembali."
Jovanka kembali melanjutkan usahanya untuk membobol dinding, entah mendapatkan kekuatan dari mana. Kaki dan tangannya Jovanka berhasil mendorong dinding yang, sehingga celah untuk Jovanka keluar semakin lebar.
"Oh God, terima kasih.." ucap Jovanka.
Dengan hati-hati, Jovanka mencoba meloloskan diri dari celah dinding yang dibobolnya.
Dengan langkah yang sangat hati-hati, Jovanka melangkah menuju belakang pondok. Setelah terlebih dahulu mengintai situasi sekitarnya, dia tidak ingin pelariannya berakhir sia-sia dengan tertangkap kembali.
"Aku sangat haus." gumam Jovanka, setelah merasa jalannya sudah cukup jauh dari pondok tempat dia disekap.
Mata Jovanka cerah, begitu melihat buah hutan yang bisa di makan.
"Makanan..!" seru Jovanka, saat melihat buah murbei.
Jovanka mengambil buah murbei dan memakannya dengan rakus, karena Jovanka merasa. Tubuhnya butuh nutrisi untuk melanjutkan perjalanannya.
"Manis..!" buah murbei yang manis mengembalikan staminanya yang habis.
"Aku harus membawanya, untuk stok makanan. Aku tidak tahu, sampai kapan aku berada di sini." gumam Jovanka, sembari memetik buah murbei yang sudah merah.
"Bagaimana aku membawanya?" Jovanka bingung, untuk membawa buah murbei yang sudah dipetiknya.
"Ini saja, aku butuh makanan." Jovanka membuka jaket yang dikenakannya, untuk tempat buah murbei.
"Pengalaman ikut papa dan mama dulu, ternyata sangat bermanfaat." gumam Jovanka.
Karena sejak kecil, selalu mengikuti jejak kedua orangtuanya melalang buana. Membuat Jovanka survival hidup dalam hutan.
"Arah mata angin sana" Jovanka berjalan menuju arah mata angin.
__ADS_1
***
"Tuan...!" panggil kedua rekannya Altan yang merasa curiga dengan tingkah Altan yang mencurigakan menurutnya.
"Ada apa?" tanya Marcio yang ingin naik keatas panggung kuda.
"Saya ingin beritahukan Tuan, Altan tingkah sangat aneh."
"Waktu pertemuan tadi dia tidak ada, kemana dia?" tanya Marcio yang baru sadar, Altan tidak ada dilihatnya.
"Kami juga tidak tahu Tuan Marcio, tapi sekarang ini dia pergi dengan membawa senjata dan ranselnya."
"Kenapa kalian tidak ikuti..! mungkin saja dia terlibat dengan hilangnya Mrs Godfrey..!" seru Marcio dengan suara dan ekspresi wajah yang marah.
"Harusnya salah satu dari kalian mengikutinya..!" ucap Marcio dengan kesal.
"Kearah mana dia pergi?"
"Dari tempat pertama sekali Mrs Godfrey hilang Tuan."
βοΈβοΈβοΈ
Erick mentitahkan pilot untuk terbang di atas hutan pulau Saint Angel, karena Marcio mengatakan apa yang ditemukannya melalui cctv.
"Kita jangan kembali ke Mansion." titah Erick.
"Kita kemana Rick ?" tanya Ardan.
"Kita mencari melalui udara," ucap Erick.
"Apa Jovanka pergi ke hutan?" tanya Bastian.
Erick menceritakan apa yang dikatakan oleh Marcio, tentang kecurigaan pada Altan Batuhan.
"Altan Batuhan! apa dia yang menculik Jovanka?" tanya Bastian.
"Belum bisa dipastikan, tapi semua orang yang mencurigakan patut kita curigai," untuk Erick.
Didalam hutan..
Jovanka mengistirahatkan tubuh, dia duduk menyandarkan tubuhnya dibelakang pohon besar. Untuk menghindari orang yang menculiknya.
"Semoga sebelum malam, aku sudah keluar dari dalam hutan." gumam Jovanka.
"Aku tidak boleh ketiduran, biar bisa melanjutkan perjalanan. Babies, jangan nakal ya. Kita berpetualang hari ini, babies bobok saja." Jovanka kembali memakan buah murbei, untuk menambah staminanya.
"Lumayan, kerongkongan tidak kering ."
"Semangat Jo, kamu harus kuat. Jangan cengeng.." Jovanka menyemangati diri sendiri.
π Nextπ
__ADS_1
Memasuki end'