The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Guide


__ADS_3

**Hai semua, terima kasih atas dukungannya. Cerita ini sedikit berbeda dengan cerita author yang sudah-sudah.


Happy reading guys 🥰🥰


🌟🌟🌟**


Jovanka kembali melihat keberadaan Arisa, setelah menunggu Arisa lama. Tetapi Arisa tidak datang-datang juga. Karena khawatir, Jovanka berinisiatif untuk kembali.


"Kenapa dengan keledainya?" tanya Jovanka, melihat Arisa ngedumel kepada keledainya.


"Dia ngambek, lihatlah. Wajah bodohnya itu" Arisa berkacak pinggang menatap keledainya dengan perasaan yang jengkel.


"Ayolah kele" ujar Arisa kepada keledainya.


"Kele? keledainya kau beri nama Kele?" Jovanka menertawakan Arisa, yang memberi namanya Kele kepada keledai yang ditungganginya.


"Biar dia bersemangat jalannya, lihatlah. Sudah diberikan nama yang bagus, dia masih bermalas-malasan juga" ujar Arisa kesal.


"Sudah, tinggalkan saja Kele. Naik sini" kata Jovanka, menawarkan Arisa untuk naik keatas punggung kuda yang ditungganginya.


"Tidak! kuda setinggi itu, sungguh mengerikan! apa tidak ada kuda yang lebih kecil dan imut" ujar Arisa seraya bergidik membayangkan kuda itu melemparkannya dari atas punggungnya, pasti. Badannya patah beberapa bagian.


Kuda yang ditunggangi Jovanka, kuda yang tergolong tinggi. Warnanya yang hitam pekat, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa ngeri melihatnya.


"Apa kau mau naik kuda poni? kuda yang sangat imut dan lucu" kata Jovanka.


"Tidak, aku naik kele ini saja. Kuda poni, sama seperti Kele " kata Arisa.


"Kele, come on. Nanti aku carikan kau keledai jantan untuk menjadi suamimu ya kele" ujar Arisa membujuk keledainya.


"Hahaha! pantas saja dia tidak mau bergerak, Kele mu itu keledai jantan Arisa !" seru Jovanka dari atas kudanya dibarengi dengan tawa lebar, menertawakan kebodohan Arisa yang tidak mengetahui jenis kelamin keledainya.


"Jantan?" Arisa melihat kearah ekor kele dan tidak terlihat kelamin betina Kele.


"Hahaha! maaf Kele, kau tersinggung ya. Maafkan aku my Boy, Kele ganteng" ucap Arisa sembari memegang moncong Kele.


"Muaachhh!" Arisa mendaratkan kecupan ke wajah Kele.


"Gila! bisa-bisanya kau mencium keledai, ciuman pertamamu dicuri oleh seekor keledai!" seru Jovanka saat melihat Arisa mendaratkan bibirnya di wajah kele.


"Mungkin saja, Kele akan berubah menjadi pria tampan. Iya kan Kele" ujar Arisa.


"Menghayal terus" ucap Jovanka.


Seakan-akan Kele mengerti apa yang dikatakan oleh Arisa, Kele mengeluarkan suara. Dan seringainya lebar, sehingga terlihat gigi-giginya.


"Hek..hek..hek " suara Kele.


Kele membuka mulutnya, menunjukkan giginya.


__ADS_1


"Jangan marah ya, sungguh. Aku tidak tahu, kau keledai jantan yang paling ganteng" ucap Arisa kepada kele.


"Kau makin tidak waras saja, sejak bersama dengan Keledai itu" ujar Jovanka.


"Ayo kita jalan" ujar Arisa setelah naik ke punggung keledainya.


Akhirnya, Jovanka dan Arisa sampai ditempat Tuan Fred duduk menunggu kedatangan Jovanka dan Arisa.


Sampai ditempat Tuan Fred menunggu, Jovanka kaget. Melihat orang yang duduk didekat Tuan Fred, sedang berbincang-bincang dengan Tuan Fred.


"Kau!" Jovanka kaget melihat siapa orang yang duduk bersama dengan Tuan Fred.


"Kita jumpai lagi miss Jo" Dfrey menghampiri kuda Jovanka, kemudian Jovanka loncat turun dari atas kudanya.


"Kenapa kau disini?" tanya Jovanka kepada Dfrey.


"Hei..! tolong aku dulu" ujar Arisa, dan menatap kearah Dfrey yang memegang tali kekang kuda Jovanka.


"Tadi kau bisa turun sendiri, kenapa sekarang minta tolong. Lagi pula. Keledai itu begitu pendek, tidak sulit untuk turun dari punggungnya" heran Jovanka melihat Arisa tiba-tiba muncul sifat manjanya.


"Jo, diam kau. Aku tidak minta tolong kepadamu, tetapi kepada pemuda ganteng itu" bisik Arisa kepada Jovanka, dan mengedipkan matanya. Agar Jovanka tidak berkata apapun lagi.


"Hai Tuan ganteng, bisakah anda membantu saya turun. Aku sulit untuk turun, pahaku terasa kaku?" kata Arisa kepada Dfrey.


"Maaf miss, saya sibuk dengan kuda ini" tolak Dfrey untuk membantu Arisa, Dfrey membawa kuda yang ditunggangi Jovanka dan mengikatnya di sebatang pohon.


"Tuan Fred, tolong anda saja yang membantunya" titah Dfrey kepada Tuan Fred.


"Sini Miss Arisa, saya yang bantu " Tuan Fred menghampiri Arisa dan ingin mengangkat Arisa dari atas keledainya.


"Cowok tidak pengertian, aku minta tolong padanya. Dia meminta Tuan Fred untuk membantuku" gerutu Arisa.


Jovanka menertawakan Arisa yang ngedumel.


"Miss Jo, Tuan ini bisa mengantarkan kita ke pertambangan" kata Tuan Fred kepada Jovanka.


"Betul! apa aku harus membayar mu?" tanya Jovanka.


"Tidak Miss, aku hanya ingin membantu saja. Tuan Fred sudah menceritakan tadi, bahwa miss Jo mau mencari saudaranya ke pertambangan. Saya ada mengenal orang dalam, karena saya dulu bekerja dibagian dapur. Saya sering mengantarkan makanan kepada pekerja di pertambangan " kata Dfrey.


"Apa kau seorang chef?" tanya Arisa seraya berjalan mendekati Dfrey, Arisa berdiri disamping Dfrey. Menatap wajah Dfrey yang dengan intens.


"Tidak Miss" jawab Dfrey.


"Terus, apa yang kau lakukan didapur? apa kau menumpang makan saja?" tanya Arisa lagi.


"Cukup Ris.." Jovanka menghentikan interogasi Arisa terhadap Dfrey.


"Laki-laki ini sangat mencurigakan, ada yang dirahasiakan" batin Arisa.


"Tapi apa?" batin Arisa terus memikirkan Dfrey, karena Arisa merasa ada sisi gelap didalam diri Dfrey.

__ADS_1


"Ris, kenapa kau bengong?" tanya Jovanka kepada Arisa.


"Tidak apa-apa" jawab Arisa.


"Bagaimana miss, apa miss mau pergi bersama dengan Tuan Dfrey kedalam pertambangan?" tanya Tuan Fred kepada Jovanka.


"Jo, kesini" Arisa menarik Jovanka untuk menjauh dari tuan Fred dan Dfrey.


"Ada apa?" tanya Jovanka heran, karena tidak biasanya. Arisa bertingkah aneh.


"Apa kau mau diantarkan oleh pria itu? kita belum mengenalnya cukup baik" kata Arisa.


"Kita waspada saja, orang itu ada akses untuk masuk kedalam pertambangan. Kita bertemu dengan kak Tian, secepatnya kau bisa memakai bikini yang kau bawa" kata Jovanka kepada Arisa.


Arisa senang, diingatkan tentang berjemur ditepi pantai. Memakai bikini seksinya.


"Baiklah"


"Ayo kita berangkat, lebih cepat berangkat dan bertemu dengan kak Tian. Lebih cepat kami pulang meninggalkan pulau ini" kata Jovanka.


Dfrey/ Erick bersiul, dan tidak lama kemudian. Datang kuda berlari menghampiri Dfrey.


"Wah... keren!" seru Arisa.


"Biasa saja" ujar Jovanka.


"Keren Jo" ujar Arisa.


"Pemain sirkus juga bisa melakukannya" ucap Jovanka.


Dfrey melirik Jovanka sambil tersenyum.


"Sebentar lagi kau akan bertekuk lutut miss Jovanka Lovata Reuel Godfrey" dalam batin Erick, dan menyematkan nama keluarganya dibelakang nama Reuel Jovanka.


Mereka sampai didepan pintu gerbang tinggi yang membatasi dunia luar dengan area pertambangan.


Dfrey melempar batu kearah pintu gerbang, sehingga suara batu yang menimpa pintu besi membuat penjaga didalam kaget.


"Hei..! siapa yang berani kurang ajar!" teriak penjaga sambil membuka pintu dengan lebar-lebar.


Wajah penjaga yang garang muncul, mata penjaga terserobok dengan mata Dfrey yang menatap penjaga tersebut dengan tatapan mata yang dingin.


"Tu...!" Penjaga kaget, begitu melihat siapa yang berdiri gagah didepan matanya.


Tatapan mata Dfrey yang memberi tanda untuk dia tidak melanjutkan ucapannya, membuat penjaga itu mengerti.


"Saya ingin bertemu dengan Tuan Albert Exan" Dfrey menyebutkan nama mandor pertambangan dengan lengkap.


"Tuan Exan ada didalam Tuan" beritahu penjaga tersebut, dan membuka pintu gerbang lebar-lebar.


Dfrey bersama rombongannya masuk kedalam area pertambangan, didalam mereka disambut oleh mandor pertambangan.

__ADS_1


🌟🌟🌟


Jangan lupa untuk menekan tombol like like like like like. terima kasih 🙏🙏


__ADS_2