
Cerita hanya hasil imajinasi, terima kasih atas dukungan dari kakak-kakak reader.
Happy reading guys 🥰
🌟🌟🌟**
Dfrey dan rombongannya dibawa masuk kedalam satu ruangan, mandor pertambangan sontak bangkit dari duduknya. Begitu melihat siapa yang datang.
"Tuan...!" ujar mandor pertambangan, melihat Erick Godfrey tepat didepannya.
Dfrey memberikan kode, dengan menggerakkan tangannya. Agar mandor pertambangan diam, seperti penjaga didepan. Mandor pertambangan, juga mengerti dengan kode yang dilakukan oleh pria nomor satu di pulau Saint Angel.
"Maaf Tuan Exan, kami ingin bertanya" Dfrey membuka suaranya, dengan bertanya kepada Exan.
"Ya Tuan" jawab mandor pertambangan dengan hati-hati.
"Silakan miss Jovanka, apa yang ingin anda tanyakan kepada Tuan Exan. Anda tanyakan langsung" Dfrey mempersilakan Jovanka untuk bertanya langsung.
"Saya ingin bertanya Tuan, apakah ada pekerja di pertambangan ini bernama Bastian Reuel?" tanya Jovanka seraya mengeluarkan gambar dari tas punggung yang dibawanya.
"Ini orangnya Tuan" Jovanka memberikan gambar Bastian kepada pria tersebut.
Mandor pertambangan mengambil gambar yang diberikan oleh Jovanka, dan mengamatinya dengan intens. Keningnya sedikit mengkerut menatap gambar yang diberikan oleh Jovanka kepadanya.
"Saya tidak pernah melihatnya, pria ini sangat rapi dan terpelajar. Tidak mungkin dia mau bekerja dipertambangan yang penuh dengan debu" kata Tuan Exan, dan mengembalikan gambar tersebut kembali kepada Jovanka.
"Pekerja disini, orang-orang yang sangat kasar. Dan tidak ada orang yang masih muda" kata mandor itu lagi.
"Kalau kak Tian tidak berada disini, kenapa kak Tian menyuruh aku untuk datang kesini ?" pertanyaan dalam benak Jovanka.
"Kalau anda tidak percaya miss, anda bisa memeriksa para pekerja. Saya akan kumpulkan mereka di lapangan" kata Exan, mandor pertambangan.
Tuan Exan memanggil semua para pekerja, Dia memerintahkan para pekerja untuk berbaris.
"Silakan miss, apakah ada orang yang anda cari" mandor pertambangan mempersilakan Jovanka untuk memeriksa barisan pekerja pertambangan.
"Jo, kak Tian mungkin tidak berada disini. Kalau ada disini, tidak mungkin kak Tian tidak menemui kita" kata Arisa.
"Kita periksa saja, mungkin saja. Kak Tian sedang bersembunyi dari masalah, sehingga dia tidak menemui kita" kata Jovanka.
Jovanka dan Arisa memeriksa satu persatu para pekerja, sampai deretan terakhir. Orang yang mereka cari tidak terlihat dibarisan para pekerja.
"Tidak ada Jo" kata Arisa.
"Iya" sahut Jovanka.
__ADS_1
"Apa orang yang miss Jo cari, mengatakan bahwa dia berada disini?" tanya Dfrey.
"Iya, dia mengirimkan pesan. Agar saya datang ke pulau Saint Angel" beritahu Jovanka.
"Mungkin dia tidak bekerja dalam pertambangan miss" kata Exan, mandor pertambangan.
"Selain sini, apakah ada pertambangan lain Tuan?" tanya Jovanka.
"Sini satu-satunya pertambangan miss, mungkin dia tidak bekerja disini. Atau mungkin saja, dia ke pulau sini untuk berwisata saja. Turis sering datang ke sini" kata Tuan Fred.
"Iya Jo, mungkin saja kak Tian sedang liburan. Kak Tian itu orang yang tidak bisa ditebak, suka-suka hatinya saja" kata Arisa.
Karena rumah mereka sangat berdekatan, dia sangat mengenal Bastian. Yang lebih suka berada diluar rumah, dan meninggalkan Jovanka sendiri dirumah.
Karena keberadaan Bastian tidak diketahui, Akhirnya mereka pergi meninggalkan area pertambangan.
***
Di satu tempat, seorang pemuda sedang sibuk menggambar desain perhiasan. Yang harus diselesaikannya dalam waktu secepatnya.
"Bas, istirahat dulu. Apa kau tidak letih, duduk berjam-jam didepan meja gambar?" seorang pemuda menghampiri pemuda yang dipanggilnya dengan nama Bastian, yang fokus menatap hasil gambarnya.
Bastian Reuel sedang sibuk menggambar desain perhiasan, pekerjaan yang digelutinya saat ini. Walaupun sebenarnya, Bastian adalah seorang ahli biologi. Yang kerjanya meneliti dan mempelajari prinsip-prinsip dasar kehidupan tumbuhan dan hewan, seperti asal usul dan perkembangan. Anatomi dan fungsinya. Makanya, Bastian lebih sering berada diluar rumah.
Bastian berada ditempat desain perhiasan, tanpa sengaja. Sejak dulu Bastian sangat suka menggambar, tetapi karena pengaruh dari Papanya seorang ilmuwan. Bastian mengikuti jejak Papanya menjadi seorang ahli biologi. Sedangkan Mamanya seorang pelukis.
"Nasibmu sungguh sial Bas, temanmu yang jahat. Kau yang kena getahnya"
"Aku merasa tidak sial, kau tidak tahu. Aku sangat suka menggambar, dengan ditahannya aku disini. Kesenanganku dalam menggambar tersalurkan" kata Bastian, dan melanjutkan pekerjaannya kembali.
"Kau disini sudah dua bulan, apa kau tidak menghubungi saudaramu?"
"Ponselku disita Tuan Black, Van. Apa kau bisa meminjamkan ponselmu?" tanya Bastian.
"Kau lupa, kita tidak boleh membawa ponsel ketempat ini. Ponselku tinggal di asrama" kata teman Bastian yang bernama Evan.
"kau katakan saja nomor yang ingin kau hubungi, aku yang akan mengatakan pada saudaramu. Bahwa kau baik-baik saja" kata Evan.
"Aduh! aku lupa nomor ponselnya Jovanka" ujar Bastian.
"Orang tuamu?" tanya Evan.
"Aku yatim-piatu, aku hanya punya saudari perempuan" cerita Bastian.
"Kau disini, saudarimu bersama dengan siapa?" tanya Evan.
__ADS_1
"Sendiri" jawab Bastian.
"Gila kau Bas, tega kau meninggalkan dia sendirian? apa kau tidak khawatir, seorang gadis tinggal sendirian?" tidak habis pikir Evan, mengetahui Bastian meninggalkan adiknya seorang diri dirumah.
"Adikku itu sangat mandiri, dia bisa menjaga dirinya sendiri" kata Bastian.
"Tapi dia wanita Bas, apa kau tidak khawatir sedikitpun. Bagaimana jika ada pria yang memanfaatkan" kata Evan.
"Jovanka sangat hebat, dia gadis yang pemberani. Lagi pula, kami mempunyai tetangga yang sangat baik, mereka pasti akan menjaga Jovanka ku" kata kata Bastian.
***
"Selamat kembali Tuan" Mrs Cho menyambut kepulangan Tuan Axelo Godfrey, Papa Erick Godfrey.
"Kemana Rachel ?" kalimat pertama sejak Axelo menginjakkan kaki didalam rumahnya.
"Sudah tiga hari, nyonya Rachel tidak pulang Tuan" beritahu Mrs Cho.
Axelo Godfrey menghentikan langkahnya, dan berbalik menghadap Mrs Cho yang berjalan di belakangnya.
"Kemana dia?" tanya Axelo.
"Tidak tahu Tuan, Nyonya pergi tanpa mengatakan apapun kepada orang didalam rumah ini" kata Mrs Cho.
"Kemana dia?"
Axelo Godfrey melanjutkan langkahnya, naik keatas. Menuju kedalam kamarnya.
"Aku pergi, dia juga pergi. Awas kau Rachel, jika berani berkhianat " ancam Axelo, wajahnya yang terlihat masih tampan diusianya menjelang kepala enam masih terlihat gagah. Postur tubuhnya yang tinggi dan otot bisep yang menonjol, membuat Axelo tidak terlihat tua.
Pintu kamar terbuka, sontak Axelo kaget. Melihat kamarnya seperti kapal pecah, barang berserakan dimana-mana. Mrs Cho sengaja tidak membersihkan hasil pelampiasan kemarahan Rachel, biar Axelo melihat sendiri hasil karya tangan wanita yang diakuinya sebagai istri.
Tok...tok..
Pintu kamar diketuk dari luar, dan Axelo hanya diam saja. Karena dia tahu, siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
Pintu terbuka, Mrs Cho masuk kedalam kamar dengan membawa teh mint. Minuman yang biasa di minum Axelo Godfrey jika berada di rumah.
Mrs Cho biasa saja, melihat kamar Tuan Godfrey tua berantakan. Karena dia sudah sering melihat pemandangan didepan mata, seperti yang dilihatnya saat ini.
"Mrs Cho, minta pelayan untuk membersihkan kamar ini. Bawa teh kedalam ruang kerja saja" kata Axelo kepada Mrs Cho.
Tidak ada kemarahan dari wajah dan nada bicaranya kepada Mrs Cho, karena Axelo tidak berani memarahi wanita tua yang telah menghabiskan separuh umurnya bekerja dalam keluarga Godfrey. Dari Axelo Godfrey masih berumur remaja, sampai saat ini.
🌟🌟🌟
__ADS_1
Next...
...Jangan lupa untuk menekan tombol like like like 🙏...