The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Mengingat


__ADS_3

**Selamat membaca kakak-kakak reader dan bantu untuk menekan tombol like 🙏.


Happy reading guys 🥰.


💮💮💮**


Danny Liu membawa Maria dan suster Abigail kedalam ruangannya.


"Kenapa sunyi senyap sekali" ucap suster Abigail sembari memegang lengan Maria dengan erat, sifat penakut suster Abigail muncul. Setelah melihat gedung perusahaan Godfrey dalam keadaan sunyi, dan dalam setiap lantai. Hanya ada beberapa lampu yang menyala.


"Suster, apa anda takut?" tanya Danny Liu.


"Siapa yang tidak takut? tempat sebesar ini, tapi tidak ada orang" jawab suster Abigail.


"Suster, di pulau Saint Angel lebih mengerikan di waktu malam" kata Maria.


"Aku sudah bersahabat dengan para arwah di pulau Saint Angel, sedangkan di sini. Aku belum berkenalan" ucap suster Abigail dengan ekspresi wajah yang serius.


Danny Liu dan Maria tersenyum mendengar perkataan suster Abigail.


Danny Liu membuka pintu ruang kerjanya, dan mempersilakan keduanya untuk masuk kedalam.


Maria dan suster Abigail heran melihat, Danny Liu tiba-tiba jongkok dibelakang meja kerjanya.


"Apa yang kau lakukan ?" tanya Maria.


"Ini tempat teraman menyimpan barang berharga Mrs Godfrey" kata Danny.


"Tempat penyimpanan rahasia?" tanya suster Abigail.


"Iya, dan aku harap. Jangan bocorkan pada sesiapa juga mengenai ini semua" ucap Danny pada Maria dan suster Abigail.


"Mata kami tidak melihat, apa yang terjadi didalam ruangan ini" kata suster Abigail.


Danny membuka lantai dan mengeluarkan kotak, kemudian mengambil selembar gambar Andre Maurice. Kemudian Danny kembali menutup lantai.


"Ini, orang yang bernama Andre Maurice" Danny Liu memberikan gambar tersebut.


Maria menerima gambar tersebut, dan mengamatinya dengan intens. Orang yang ada didalam gambar tersebut.


"Wajahnya sangat familiar, tapi aku lupa. Di mana pernah melihat wajah orang ini " kata Maria.


Suster Abigail mengambil gambar dari tangan Maria, dan melihat gambar itu.


"Pria yang cukup gagah, mungkin pria ini mantanmu Maria?" tanya suster Abigail.


Maria mengambil gambar dari tangan suster Abigail, dan melihatnya dengan seksama sekali lagi.


"Oh.. Tuhan..!" Maria kaget, begitu mengingat orang yang ada didalam gambar tersebut.


"Mrs Godfrey, ada apa..? apa anda mengenali orang dalam gambar tersebut?" tanya Danny.


"Apa kau mengenalinya Maria?" suster Abigail juga bertanya.


"Pria ini, aku mengetahuinya. Tapi aku tidak mengenalnya terlalu dalam, dia mahasiswa di universitas tempat aku kuliah" kata Maria, begitu mengingat sosok dalam gambar.


"Apa Tuan Axelo juga mengenal pria ini?" tanya Danny.


"Sepertinya tidak, Axelo dulu kuliah di luar negeri. Tidak mungkin dia mengenal pria ini" kata Maria.

__ADS_1


"Dia dalang ini semua, apa dia ada masalah dengan keluarga Godfrey?" tanya suster Abigail.


"Mungkin saja" sahut Maria.


"Rival bisnis mungkin" ucap suster Abigail.


"Sepertinya orang ini tidak rival bisnis, karena dia tidak ada bisnis di negara ini " kata Danny.


"Maria, apa mungkin kau pernah menolak cintanya?" tanya suster Abigail seraya menatap wajah Maria dengan intens.


"Tidak mungkin, aku tidak cukup mengenal pria ini. Hanya sesekali aku bertegur sapa dengan pria ini, sepertinya. Dia tidak sampai tamat. Dia berhenti kuliah, tidak ada yang membicarakannya. Kenapa dia tidak kuliah, karena orang ini juga tidak cukup akrab dengan mahasiswa yang lain" kata Maria.


Ketiganya bingung memikirkan, kebencian apa yang ada dalam diri Andre Maurice dengan Axelo. Atau juga pada Maria.


***


Rachel yang duduk didalam mobil, begitu senang. Melihat Danny Liu pergi bersama dengan dua orang yang tidak diketahui oleh Rachel, karena Maria yang memakai baju panjang. Dan syal menutupi rambutnya dan wajahnya.


Rachel keluar dari dalam mobil, dan bergegas menuju ruangan tempat Axelo di rawat. Rachel membuka pintu.


Dan...


"Kalian..!" Rachel kaget, begitu pintu terbuka. dua orang pria kekar berdiri dihadapannya, keduanya tidak dikenal oleh Rachel.


"Ada keperluan apa Mrs..?" tanya pria yang bertampang seram,.


Rachel terbeliak, menatap wajah orang yang berbicara dengannya. Wajah yang garang, dengan bekas luka yang panjang di pipinya.


"A..aku ingin masuk" ucap Rachel dengan gugup.


"Maaf, tidak ada bisa masuk kedalam Mrs.." ucap pria tersebut dengan memberikan tatapan yang tajam.


"Mrs Godfrey?" pria yang satunya, mengeluarkan gambar dari balik jaket kulitnya.


"Tidak mirip" ucap pria tersebut, dan menunjukkan gambar yang dipegangnya kepada rekannya.


"Apa maksudmu?" dengan marah Rachel menyambar gambar dari tangan pria tersebut.


"Anda katakan, anda Mrs Godfrey. Setahu kami, wanita dalam gambar itu Mrs Godfrey" ucap pria tersebut.


"Aku istri Axelo Godfrey!" ucap Rachel kesal.


"Tuan besar? Joe, ambil gambar yang di atas meja itu" titah pria yang ada bekas luka di pipinya.


Pria yang bernama Joe bergegas menuju meja, dan mengambil map. Kemudian memberikan pada rekannya.


"Ini istri Mrs Axelo Godfrey" pria tersebut menunjukkan gambar Maria kepada Rachel.


"Aku istrinya sekarang..! wanita dalam gambar itu telah mati..!" seru Rachel dengan ekspresi wajah yang marah.


"Anda jangan kurang ajar Mrs..! kami baru bertemu dengan wanita ini tadi di sini!" seru pria yang bernama Joe.


"Bertemu wanita ini? di sini ?" wajah Rachel berubah pucat, karena mendengar Maria. Istri Axelo Godfrey datang menjenguk Axelo.


"Tidak mungkin..! wanita ini sudah mati..!" seru Rachel.


"Kau yang sudah mati..!" kesal Joe mendengar Rachel mengatakan Maria, istri dari Axelo Godfrey telah meninggal. Karena mereka baru saja bertemu.


"Dasar wanita tidak waras, apa dia kira kita mabuk Sahid.." ucap Joe kepada pria yang mempunyai bekas luka, yang bernama Sahid.

__ADS_1


"Silakan tinggalkan tempat ini Mrs, satu lantai ini daerah terlarang bagi orang yang tidak dikenal.." ucap pria yang bernama Sahid.


"Kurang ajar..! kalian mengusirku..!" Rachel marah, dan berusaha untuk menerobos masuk, dari sela-sela tubuh Joe dan Sahid.


"Aarrrrrgg..!" kesal Rachel, karena tidak berhasil menerobos masuk. Tubuhnya terpental, karena badan Joe dan Sahid yang sangat besar.


"Mrs, saya ingatkan sekali lagi. Saya akan menyeret anda dari lantai ini, saya tidak perduli. Anda itu wanita..!" seru Sahid.


Joe menghubungi seseorang, dan tidak lama kemudian. empat orang pria berbadan kekar datang dengan setengah berlari.


"Apa saja kerja kalian? kenapa ada orang bisa naik keatas lantai ini?" tanya pria yang bernama Sahid Kepada keempat pria yang baru saja datang.


"Maaf Boss, sepertinya. Mrs ini tidak naik dari lift."


"Seret dia..!" titah pria bernama Sahid.


"Ayo Mrs.."


"Tidak mau..! aku mau bertemu Axelo..!" Rachel tetap Keukeh tidak mau beranjak dari tempatnya berada.


Sahid menutup pintu akses untuk menuju tempat Axelo Godfrey dirawat..


Heii... buka..!" Rachel berusaha untuk membuka pintu, tetapi pintu terkunci secara otomatis dari dalam.


"Ayo mrs.. jangan buat keributan di sini." ucap pria tersebut, ingin menarik Rachel untuk pergi.


"Jangan sentuh aku dengan tangan kotor kalian itu..!" seru Rachel.


***


Terdengar suara burung pagi berkicau dari luar jendela kamar, Jovanka menggeliat. Dan merasakan ada tangan yang berada diatas perutnya.


Jovanka membuka matanya secara perlahan, dan melirik kearah tangan yang berada di atas perutnya.


Deg..


Jovanka kaget, begitu melihat tangan Erick diatas perut. Jovanka menoleh ke arah Erick.


"Aaarrgghhh..!" Jovanka melihat Erick tidur dengan bertelanjang dada, selimut hanya menutupi area pinggang kebawah.


"Jangan berisik.." ujar Erick.


"Kau..pria hidung belang.


Pok...pok..pok...


Guling melayang bertubi-tubi menimpa Erick.."


**Next....


Bantu...


Like .


Like...


Like.


Terima kasih...🥰🙏**

__ADS_1


__ADS_2