The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)

The Tyrant'S Desire (Hasrat Cinta Sang Penguasa)
Kesal


__ADS_3

**Happy reading kakak-kakak reader 🥰, jangan lupa untuk menekan tombol like like 🙏 thanks.


🍀🍀🍀**


Axelo berlari keluar dari dalam Mansion, penjaga yang melihat Axelo seperti orang yang kebingungan menghampirinya. Karena Axelo telah membuka baju pelayan yang di pakainya saat melihat pernikahan Erick, putranya.


"Tuan..! kenapa Tuan berada disini? daerah ini terlarang bagi orang luar!" tegur penjaga dengan suara yang keras kepada Axelo Godfrey.


"Aku sedang mencari seseorang, jangan halangi aku!" seru Axelo dengan kesal, karena langkah kakinya terganggu untuk mencari keberadaan orang yang memiliki mata mirip sang istri.


Penjaga menarik tangan Axelo, untuk keluar dari dalam lingkungan mansion.


"Lepas! jangan main-main dengan saya, aku orang penting bagi Erick Godfrey!" seru Axelo dengan marah.


"Hahaha.. orang penting, Tuan orang penting. Aku ini saudara kandung Erick Godfrey.." ujar penjaga tersebut, karena kesal dengar perkataan Axelo.


"Keluar!" teriak penjaga dengan marah pada Axelo, tangannya mencengkram lengan Axelo Godfrey sembari menyeret pria tersebut untuk keluar dari Mansion.


"Jack! apa yang kau lakukan?" seorang penjaga yang mengenal Axelo Godfrey berlari menuju pria yang bernama Jack, yang sedang menarik tubuh besar Axelo Godfrey dengan kasar.


"Ini, ada penyeludup masuk kedalam Mansion. Mungkin saja, orang ini mata-mata perempuan gila semalam. Untuk mengacaukan pernikahan Tuan muda" ucap pria yang bernama Jack kepada temannya.


"Kau gila! lepaskan, jika kau masih ingin hidup!" seru temannya, dan menarik pegangan tangan temannya kelengan Axelo Godfrey.


"Maaf Tuan besar, dia penjaga baru. Tidak mengenal Tuan besar" ucap temannya kepada Axelo Godfrey.


"Tuan besar" gumam pria yang bernama Jack.


"Tidak apa-apa, aku mengerti. Dia menjalankan tugasnya dengan sungguh-sungguh" kata Axelo.


"Kau ini, ini Tuan besar. Orangtuanya Tuan muda" bisik temannya.


"Duh..tamat riwayatku" gumam Jack.


"Maaf Tuan, saya penjaga baru. Saya tidak mengenali Tuan besar" Jack mengatupkan kedua tangannya didepan dadanya.


"Tidak apa-apa, tapi cengkeraman tanganmu tadi sangat kuat. Tangan saya sepertinya remuk" gurau Axelo.


"Maaf Tuan..saya akan meremukkan tangan saya sendiri" ujar Jack.


"Kau ingin merusak tanganmu? bagaimana kau bisa melindungi putraku, jika kau sendiri sudah cacat?" tanya Axelo.


Jack menundukkan kepalanya, Jack takut. Erick Godfrey mengetahui apa yang telah dilakukannya pada orangtuanya.


"Sudahlah, jangan takut. Putra saya tidak akan mengetahui insiden ini, dan saya juga ingin. Putra saya tidak akan pernah tahu tentang kedatangan saya ke pesta pernikahannya" kata Axelo.


"Baik..baik Tuan" jawab kedua penjaga.


"Aku pergi dulu" kata Axelo, dan berjalan meninggalkan kedua penjaga. Ketika langkah Axelo tiba di pintu gerbang, terdengar suara yang memanggilnya.


"Tuan tunggu" panggil Miss Lin, yang datang bersama dengan Danny Liu.


Axelo menoleh kearah asal suara, dan melihat kedatangan Miss Lin Dan Danny Liu.


"Miss Lin, apa kabar?" sapa Axelo.


"Baik Tuan" jawab Miss Lin.


"Apa Tuan tidak mau menemui Tuan muda?" tanya miss Lin.


"Aku tidak ingin merusak hari bahagianya" ucap Axelo.


"Kau jaga dia dan istrinya, aku dengar. Rachel datang kemari, perempuan itu pasti ingin menganggu" kata Axelo.

__ADS_1


"Ayo Danny, apa kau masih ingin disini? aku beri kau libur, jika masih rindu dengan gadis itu" ucap Axelo dengan menunjuk kearah Miss Lin.


Wajah Miss Lin Dan Danny Liu berubah seketika, semburat merah merona dikedua pipi Miss Lin Dan Danny.


"Tidak Tuan, masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan" kata Danny Liu.


"Baiklah, aku tunggu di mobil" Axelo meninggalkan Danny Liu dan Miss Lin.


Danny Liu memutar badannya menghadap kearah Miss Lin.


"Aku pergi dulu, Sanni.Jaga dirimu" ucap Danny kepada Sanni Lin.


"Kau juga" balas Sanni Lin.


Belum jauh Danny melangkah, miss Lin memanggilnya.


"Dan..!" panggil Sanni Lin.


Danny Liu menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah Sanni Lin.


"Ada apa?" tanya Danny.


"Itu..." Sanni Lin ragu untuk mengatakan rahasia yang ketahuinya.


"Ada apa? katakan saja?" tanya Danny Liu.


"Tidak ada apa-apa, aku ingin tahu keadaan dirumah besar" kata Miss Lin, yang sebenarnya. Dia ingin mengatakan tentang rahasia besar yang disimpannya rapat-rapat, yaitu tentang istri Tuan besar Axelo Godfrey. Tapi urung dikatakannya.


"Kau rindu dengan suasana rumah besar? tidak ada lagi kebahagiaan disana" kata Danny Liu.


"Selama perempuan itu masih tinggal di sana, kebahagiaan akan selalu menjauhi rumah besar" kata Miss Lin.


"Sebentar lagi, perempuan itu akan keluar. Dia akan kembali ke asalnya" kata Danny Liu.


"Dan Tuan muda akan kembali akur dengan Tuan besar" sambung Danny Liu.


🍀🍀🍀


"Sekarang, kita telah menikah. Selesai sudah, ayo Ris" Jovanka mengajak Arisa untuk pergi.


"Mrs Godfrey, mau kemana?" tanya Erick.


Jovanka tidak merespon pertanyaan Erick, dia terus meninggalkan lokasi pernikahan.


"Berhenti!" titah Erick, saat melihat Jovanka terus melangkahkan kakinya.


"Apalagi?" tanya Jovanka dengan berteriak, tidak ada rasa takut dalam diri Jovanka.


"Kau tidak bisa pergi kemanapun juga, tubuhmu itu sudah menjadi milikku. Kau tidak berhak untuk pergi membawa tubuhmu menjauh dari ku" kata Erick.


"Ini tubuhku, ingat itu Dfrey! oh..salah, Tuan Erick Godfrey" ucap Jovanka dengan kesal.


"Jo, tenang. Jangan marah-marah, ingat Jo. Tambang emas sudah menanti kita" ucap Arisa dengan bergurau.


"Kau ini!" Jovanka mendelikkan matanya menatap wajah temannya yang cengengesan disampingnya.


"Aww...! turunkan aku Dfrey jelek..!" teriak Jovanka, saat tiba-tiba. Tubuhnya terasa melayang dan mendarat diatas pundak Erick yang kokoh.


Orang-orang yang melihat apa yang dilakukan oleh seorang Erick Godfrey menjadi terkejut, mereka ada yang merasa kasihan kepada Jovanka. Dan ada yang mensyukuri, Jovanka akan dihukum oleh Erick Godfrey. Karena telah berani-beraninya melawan Erick Godfrey, penguasa pulau Saint Angel.


"Diam..!" tangan Erick menepuk bokong Jovanka.


"Aaarrgghhh..!" kesal Jovanka.

__ADS_1


"Kurang ajar Dfrey jelek, berani-beraninya kau memukul bokongku!" seru Jovanka.


So sweet..!" seru Arisa, melihat Erick membawa Jovanka seperti membawa sekarung tepung dipundaknya.


"Gadis aneh" ucap Ardan melirik Arisa, yang senyum-senyum sendiri menatap Erick membawa Jovanka dengan cara memanggulnya dipundaknya.


"Turunkan aku! pusing kepalaku Dfrey!" seru Jovanka, karena kepalanya terbalik.


"Nanti, sampai kamar. Baru aku turunkan" kata Erick yang tidak perduli dengan teriakan dan umpatan yang keluar dari mulut Jovanka.


Dengan kesal, tangan Jovanka meremas bokong Erick dengan kuat dan mencubit pinggang Erick. Tapi Erick tidak terpengaruh.


"Kau remas bokongku, kau membangunkan macan tidur dibagian depan ini " kata Erick kepada Jovanka.


Deg..


Jovanka menarik tangannya dari bokong Erick.


"Jo, selamat pengantin baru!" teriak Arisa, sebelum Jovanka hilang dari pandangan matanya.


"Dasar teman penghianat! awas kau Arisa, aku akan suruh Conan untuk mengigitmu!" balas Jovanka dengan kesal mendengar perkataan Arisa.


Sepeninggal Erick dan Jovanka, para tamu undangan yang terdiri dari para pelayan menikmati menu yang disajikan.


"Ayo, kita bersulang" Ardan memberikan gelas yang berisi minuman yang berwarna merah, membuat Arisa ragu untuk menerima.


"Aku tidak mau, itu pasti minuman memabukkan" tolak Arisa.


"Tidak memabukkan, ini hanya minum dari sari buah" kata Ardan.


"Serius? awas, jika ini minuman memabukkan. Dan kau mengambil kesempatan saat aku tidak sadar" ancam Arisa.


"Serius, ini minuman biasa. Bukan minuman keras" kata Ardan.


Arisa menerima minuman yang diberikan oleh Ardan, dan menyicip sedikit.


"Bagaimana? enak kan?" tanya Ardan.


"Lumayan" jawab Arisa.


Erick membawa Jovanka kedalam kamar yang terletak didekat kolam renang, dengan sekali tendang. Pintu kamar langsung terbuka.


Tiba didalam kamar, Erick membaringkan Jovanka keatas ranjang.


"Kau sangat.. sangat menjengkelkan!" seru Jovanka dan bangkit dari ranjang, dengan sempoyongan Jovanka ingin turun dari ranjang. Tapi karena pusing, akibat dari kepalanya terbalik saat dipanggul oleh Erick. Jovanka duduk disisi ranjang.


"Jangan marah terus, nanti kau darah tinggian" kata Erick.


"Biar..!" seru Jovanka.


"Kenapa kau tidak pernah bersikap manis, seperti gadis kebanyakan" kata Erick.


"Karena aku bukan gadis" jawab Jovanka jutek.


"Oh...ya, kita lihat nanti. Segarkan dirimu, aku keluar dulu. Jangan tidur, ini malam pertama kita" kata Erick, dan tanpa menunggu jawaban Jovanka. Erick keluar dari dalam kamar.


"Malam pertama..malam pertama! mimpi, jangan harap..!" teriak Jovanka.


"Sial..! Dfrey, kau sudah mempermainkan aku. Lihat saja, tidak semudah itu kau memiliki anak dariku. Aku Jovanka, tidak akan pernah tunduk!"


"Apa yang harus aku lakukan? apa aku pukul kepalanya dengan..hemh.. dengan apa?" mata Jovanka mencari-cari benda yang bisa dipakainya untuk memukul Erick.


Next....

__ADS_1


🍀🍀🍀


Bantu Like like like ya kakak-kakak reader, terima kasih atas dukungannya terhadap cerita ini 🥰🙏


__ADS_2